Cinta Tulus Sang Tni

Cinta Tulus Sang Tni
Turun


__ADS_3

Pukul 2 Malam Renata merasa tidak enak badan kini ia demam menggigil Kepala nya terasa berat ia mencoba berdiri untuk mengambil kotak P3K melangkah menuju bufet dapur, Aska yg tak sengaja juga bangun ia ingin mengambil air minum dirasa tenggorokan nya kering melihat Renata yg menjijikkan kaki mencari kotak P3K nya namun yg dicari Renata tak ada ia berusaha terus mencari Renata sudah merasa pusing pandangan nya buram ia jatuh pingsan namun dengan cepat Aska menopang tubuh Renata dan Aska menaruh punggung tangannya di kenang nya"astaghfirullah lo demam, Ta? " . Aska membopong Renata ke kamar nya membaringkan di ranjang, Aska panik ia mencari baskom dan kain untuk mengompres Renata sudah berulang-ulang Aska menggonta-ganti kompres nya namun demam Renata tetap tinggi ia baru ingat saat dirinya seminar jika cara mengompres tidak ada perubahan ada teknik yg dapat menurunkan panas demam yaitu Skin to skin".Aska berpikir keras apa aku dan dia kan belum muhrim tanpa berpikir panjang Aska pun membuka pakaian nya dan Renata mendekap memeluk Renata hingga kulit mereka bersentuhan ini metode agar demam turun menyalurkan panas dari kulit ke kulit lalu menutupi dirinya dan Renata dengan selimut.


Pagi hari cahaya matahari mulai masuk di ventilasi jendela Aska mengerjapkan mata kemudian melihat wajah Renata yg masih tertidur di pelukan nya ,dirasa demam Renata sudah turun dan suhu tubuhnya mulai normal Aska tersenyum bisa menatap Renata dekat tanpa halangan memeluknya tanpa pakaian ia benar-benar seperti mimpi wajah Renata sangat cantik lalu Aska pelan-pelan turun dan memunguti pakaian nya dan memakainya."maaf, gue ga maksud cabul, Ta".ucap nya lirih mengecup kening Renata segera Aska memakai kan pakaian Renata lagi.aaska segera keluar dari kamar Renata dengan raut wajah kusut dan pakaian acak-acakan April melihat Aska berjalan.


"Kamu dari mana Ka? ".tanya April.


Aska pun kaget jika didepannya ada April ia gugup gelagapan menjawabnya" ee... annu.. nu Mba semalem Renata demam karena kemanusiaan saya memeriksa nya dan dia masih tidur sekarang".alasan nya.


"Ohh... tapi kalian ga tidur berdua kan? ".selidik April.


" Engga kok mba saya tidur di kamar saya tadi cuma ngecek Renata semalem cuma saya kasih obat".ujar Aska.


"Hmmm .. yaudah cepetan mandi sarapan bareng".

__ADS_1


" Iya mba".saut Aska yg berlalu meninggalkan April yg masih menatap nya"kenapa baju nya acak-acakan mengandung kancingnya pun salah".batin April


Renata pun membuka mata menyibak selimut nya dia masih memakai pakaian ia turun dan melihat masih ada baskom dan kain kompres.


"Siapa yg bawa aku semalem kan aku ke dapur cari obat? ".Renata masih kepikiran.


April dan Yudha sudah di meja makan Aska pun turun ikut bergabung sarapan.


" Kak, Aska buru-buru mau ada operasi ".pamit nya.


" Asalamualaikum ".


" Walaikumsalam ".ucap keduanya.

__ADS_1


" Mas, tadi pagi aku liat Aska keluar dari kamar Renata lho".ulas April.


"Ah.. yg bener? ".


" Iya... dia aku tanyain juga katanya sih semalem Renata demam karena kemanusiaan Aska merawat Renata".


"Tapi heran April si Aska pakaian nya acak-acakan dan mengancing kancing bajunya juga salah ".tambah April.


" Kita do'a kan aja semoga ga ada sesuatu diantara mereka karena sebentar lagi Aska bakal di jodohin sama Abah".


"Hah... kok di jodohin mas".


" Abah punya temen ingin menjodohkan putri nya dengan Aska" .

__ADS_1


"Oh.


Renata sedari tadi menguping di balik tembok ternyata semalem Aska yg merawat dirinya hingga tidur di kamar nya.


__ADS_2