
Setelah berapa jam April tersadar ia membuka mata dilihat Yudha duduk di samping yg tertidur mendudukkan kepalanya di tangan nya.
"Mas... mas Yudha? ".
Yudha terbangun kala April mengusapnya" April.. "
"Kamu ga apa-apa kan? ".
" Aku memang nya kenapa? ".
" Gapapa kok, kamu tadi pingsan ".bohongnya.
.
.
Pagi hari Umi menjenguk April di kamar nya.
" Asalamualaikum, Pri".
"Walaikumsalam, Umi".
" Kamu kenapa semalam? ".
April bingung dan sedikit menyerikitkan alis nya" April kenapa semalam, Umi? ".
" Semalam kamu marah-marah tanpa sebab , Nak sampai-sampai tamu tahlilan pulang ketakutan? ".sarkas nya.
" Maaf Umi April bener-bener ga ingat ".
" Kok bisa? padahal kamu seperti tak terkontrol ".
" Bener Umi April ga ingat semuanya ".
" Ya udah sekarang kamu sarapan ya, Umi udah bawain bubur buat kamu".
"Aaa".ulas Umi menyendok kan bubur kearah April.
Ia pun membuka mulut nya memakan bubur yg Umi berikan.
Selesai itu Yudha yg baru datang pun duduk disebelah April dan menatap nya.
" Sayang...".
"Hmm.. ".
" Diluar ada Dokter psikolog boleh kan periksa kamu? ".
April mengangguk" boleh mas".
__ADS_1
Yudha pun mempersilahkan masuk sang Dokter.
Dokter pun masuk dan memeriksa kondisi April menanyakan secara detail juga.
April tertidur setelah dokter memberikan aromaterapi agar tubuhnya rileks. Dokter pun keluar Yudha segera menghampiri nya.
"Bagaimana keadaan istri saya? ".
" Maaf Pak, sebaiknya Bu April segera melakukan terapis psikolog, saat ini Bu April mengalami depresi berat, Pak".ujar Dokter.
"Maksudnya? ".Yudha tak paham.
" Begini Pak, jika tidak ditangani lebih lanjut maka Bu April bisa ODGJ ".
" Astaghfirullah ".kaget Yudha.
" Pak.. apa ibu sebelum nya mengalami tragedi atau teroma? ".
" Betul Dok, istri saya pernah mengalami kecelakaan pesawat, ia hampir meninggal".
"Oh.. tapi kasihan Bu April saat mengandung harus mengalami seperti ini".
" Saya pamit pak".
"Terimakasih, Dok".
" Sama-sama ".
Aska masih menyelidiki kenapa Renata sehabis pulang dari kuliah selalu pergi keapotik apa yg dia beli?
Pukul 7 malam Renata hendak keluar kamar namun kamar nya tak menutup rapat, Aska dengan mengendap-endap masuk kedalam mencari tau apa yg disembunyikan nya, Asak terus membuka buka laci nya dan mengarah ke almari namun sayangnya Renata kembali kemar nya, Aska pun terburu-buru keluar dari jendela kamar Renata.
" Hmmm... lelah sekali".ucap Renata merebahkan tubuhnya.
"Gue hubungi Nyokap dulu lah".
tut... tutt.. sambungan tersambung namun tak diangkatnya.
" Ih... mami kemana sih?.
...****************...
Seberang ruangan April mulai terbangun ia melihat di sekeliling nya namun tak mendapati Yudha.
"Mas.. mas".
" Iya, sayang aku di kamar mandi".sautnya.
Yudha pun keluar ia menatap teduh wajah istrinya.
__ADS_1
"Sayang kenapa bangun?".
" Aku lapar, mas, ".
" Kamu tunggu , aku ambilin ".
April mengangguk Yudha pun keluar mengambil makanan dan minuman kedapur.
" Renata, kamu sedang apa? ".
Yudha berhenti ketika Renata kesulitan menyalakan kompor.
" Ih.. ini Kak, Ata mau nyalain kompor tapi susah banget ".
" Sini biar ku bantu".
Renata mengangguk, Yudha menyalakan namun tak kunjung nyala ia memeriksa selang dan tabung "sepertinya ada yg kendor".ucap Yudha.
Renata beralih menatap makan yg dibawa Yudha.
" Kak, makanya buat siapa? ".
" Buat April ".
" Kalo gitu, Ata bantu kasihin Mba April ya, kan mas sedang benerin kompor, takutnya mba April kelamaan nungguin nya".
"Oh... yaudah makasih ya mau bantuin".ucap Yudha.
Renata pun mengambil piring itu kemudian mengatarkan ke kamar April, sebelum sampai Ata membawa nya ke kamarnya ia memasukan bubuk obat depresi dicampurkan kedalam makn dan minuman April, lalu membawa nya ke kamar April.
" Mba.. mba April ".
April menoleh kearah Renata.
" Ata".
"Ini makanan , mba April".
" Lho mas Yudha kemana? ".
" Oh.. kak Yudha lagi betulin kompor ".
" Hmm".
"Mau Ata suapin mba? ".
" Ga.. ga usah aku bisa sendiri ".
April menerima piring dan memakan nya
__ADS_1
" Kalau gitu Ata permisi keluar".
April mengangguk dan Renata tersenyum kecil"Rasain bentar lagi lo bakalan di depak dari rumah ini".batin Renata kemudian keluar menuju dapur menghampiri Yudha.