
Sejak kejadian April jatuh Aska semakin yakin ini ulah Renata karena CCTV sudah di rusak Renata ia melihat Renata mengobrol dengan seseorang di tlfon yg membuat agar Cctv rusak.
Renata pun turun dan bergabung di meja makan.
"Kamu udah sembuh, Ta? ".tanya April.
" Udah, agak lumayan ".sautnya.
" Ka, Ata boleh minta tolong ga? ".
" Anterin ke rumah sakit Ata pengen berubah ".
" Kenapa ga minta tolong Aska dia kan Dokter ".ulas April.
" Ga mau, aku mau nya Kak Yudha ".terangnya.
" Ya udah nanti aku anter, kamu sarapan dulu".jawab Yudha.
Selesai makan Yudha pamit ke kamar dulu membantu April istirahat .
"Mas, pamit anter Renata dulu, ya".pamit nya.
" Iya mas hati-hati ".
" Hmm".saut nya lalu mengecup kening nya.
Renata yg sudah menunggui Yudha di mobil.
Yudha pun masuk.
"Ayo kak".
Yudha pun menganggukkan tapi Renata malah bergelatut tangan nya di lengan Yudha" Kak, Renata pusing banget ".keluh nya.
" Ya udah kamu tiduran dulu".jawab nya sambil melepas tangan Renata.
"Kak, kenapa sih dulu ga bilang kalo mau nikah lagi".
" Emang nya kenapa? " .
"Kan Ata juga pengen daftar jadi calis kak Yudha".terangnya.
__ADS_1
" Calis? ".
" Ga becanda ".
" Ihh.. kamu ada-ada aja".
"Kak, Ata serius ".
" Saya anggap kamu adik saya seperti Aska".
"Tapi Ata suka.. ehh maksud nya seneng kalo kak Yudha anggep aku adik".
" Oh".sautnya
Renata menghela napas "Yups.. hampir keceplosan".batin nya.
Renata menatap Yudha sedikit pun tak pernah berpaling" aku akan berjuang dengan segenap jiwa raga mencintai kak Yudha " . lirih dalam hatinya.
Sesampainya di rumah sakit Renata mengantri Aska tak sengaja berjalan dan melihat kakaknya dengan Renata duduk di kursi anterian.
"Ka, ngapain? ".tanya Aska.
" Ini anter Renata periksa".
" Semalem kenapa, Ka? ".tanya Yudha.
" Engga itu udah saya obati".
Renata menundukkan kepala merasa malu mengingat kejadian semalam.
"Oh.. Aska pamit dulu mau periksa pasien lain".
" Ya ".seru Yudha, Aska melirik Renata.
Tak lama nama Renata di panggil selesai ia keluar.
" Udah, Ta? ".
" Udah kak, kita ke apotek dulu kak ada resep yg harus ditebus".
"Ya udah ayo".
__ADS_1
Yudha dan Renata pergi dan mampir ke apotek Renata menuju apotik dan membisikkan ke penjaga apotek meminta obat depresi untuk membuat April stres.
" Tapi mba ini obatnya terlarang harus dengan resep ".tutur apoteker.
" Iya saya tau".saut nya menyodorkan beberapa lembar uang ke apoteker.
"Ini uang tutup mulut, mana cepet! ".seru Renata.
" Tapi, ".
" Terima aja mba, ini tanda terimakasih gue" .
"Kalo begitu terimakasih mba".
" Sama-sama ".
Renata berhasil membeli obat depresi rencana pertama sebelum Ray , Umi dan Abah datang ia akan membuat April angkat kaki dari rumah itu.
Sesampainya dirumah April masih di kamarnya Yudha segera ke kamar mencari April.
" Kamu udah pulang, mas? ".
" Udah yang".
"Mas... April pengen makan nasi goreng keju".pinta nya.
" Yaudah mas bikinin dulu kalo gitu" .
"Tapi gedong April dulu, masih kangen ama mas Yudha.
" Dih.. mulai manja".
"Biarin kan April lagi hamil benih mas Yudha".
" Ya sini tak gendong".
"Ihh.. kok kayak lagu nya mba surip".
Yudha menggendong April seperti kangguru bergelayut April bahagia suaminya ada saat dirinya menginginkan namun entah besok-besok apa Yudha masih bisa bersama tiba-tiba perasan nya berkata seperti itu.membawa April ke pantry dan Yudha berkutat di depan kompor membuat kan nasi goreng keju spesial untuk istrinya.
"Sayang nya mas, duduk di sini tunggu mas masak, ya".ucap Yudha seraya mencolek dagu April.
__ADS_1
" Iya sayang nya April".saut nya Yudha tersenyum kala April membalas senyum nya,Renata berdiri dibalik tembok ia bedengus kesal karena April bermesraan dengan Yudha "Hm.. kenapa gue malah jadi jeles gini, kok malah kayak Cctv gini".batin nya.