Cinta Tulus Sang Tni

Cinta Tulus Sang Tni
Dipandang sebelah mata


__ADS_3

Yudha baru selesai membersihkan dan menganti baju nya dengan piyama, April mengerjapkan mata"Mas yudha ".ucap April melihat Yudha yg ada di samping nya.


" Iya, sayang".


"Udah pulang? ".


" Hm".seraya berbaring di sebelah April.


"Pril boleh mas, minta ulang yg kemarin? ".


" Boleh, Mas".ucap April


Yudha pun segera menarik April mendekatkan wajahnya dan ******* bibirnya secara lembut"kamu siap? ".


April mengangguk.


Yudha pun melanjutkan aktifitas olahraga malam nya.


.


.


.


Pagi hari Umi, Abah sudah siap berangkat ke bandara ia semua menunggui yudha yg belum juga turun.


" Oma, biar Ray panggil Papa".


"Yaudah sana".


Rayyan segera lari menuju kamar Yudha dan April.


segera mengetuk pintu" Tok.... tokk ".


" Pa, Ma ini Ray".

__ADS_1


Yudha yg sedari tadi sudah bangun dan sudah siap berangkat mendengar Ray sedang mengetuk pintu nya Yudha membuka nya .


"Ada apa sayang? ".tanya Yudha.


" Pa,ditunggu oma dan opa suruh nganter ke bandara".ucap Ray seraya melirik Mama April yg masih tidur dengan selimut menutupi hingga kepala Ray pun berlari ke arah Apri sontak Yudha panik Ray mendekati April "aduh Ray, Mama mu kan belum pakai baju".lirih batin Yudha.


" Mama... ma".teriak Ray membangun kan mengoyak tubuh April.


Kini April mengerjapkan mata nya terbangun dan menyibak selimutnya menatap dirinya, sedang tak memakai pakaiannya "aduh ini gimana".batin April. Ray melihat April bengong.


" Mama, kenapa? ".


" Gapapa, Ray Mama anu...".


Yudha pun tau maksud April segera membawa Ray keluar "Ray kamu tunggu diluar ya, Papa mau bantuin Mama April kasihan Mama ".ucap nya.


" Iya, Pa".


Ray pun mengerti segera keluar dari kamar Yudha dan April.


" Iya... iya ".Yudha mendekat menggendongnya ke kamar mandi mendudukkan di Bathrom dan membantu memandikan nya" Makasih mas".


Yudha mengangguk.


.


.


"Lama banget yudha ".keluh Dian.


" Papa lagi bantuin Mama, Omah".balas Ray.


"Bener tu April ngerepotin Yudha tau yg disini nunggu sama ngoyot".ejek Dian lagi.


Umi dan Abah saling melempar tatapan" Kita sabar kok, nunggu".saut Umi.

__ADS_1


Yudha dan April keluar kini menghampiri mereka.


"Ayo Yud, udah siap semua".ucap Umi.


" Ya udah kita berangkat ".


" Hati-hati ya Umi, Abah Ray, Apri gak bisa ikut anter ke Bandara ".ucap April.


" Gapapa, Nak Umi pamit ya? ".


" Iya, Umi, Abah semoga selamat sampai tujuan " . doa April.


Umi dan Abah pun mengangguk.


Mereka semua ikut hanya April yg ada dirumah.


"Ma, Ray bakalan berdoa supaya Ray cepet punya dedek".ucap Ray sebelum meninggalkan April.


" Aminn, Sayang".balas April seraya mencium pipi Ray dan segera Ray berlari mengikuti Umi dan Abah.


April pun segera masuk kedalam rumah dilihat nya Renata yg baru saja bangun tidur masih mengucek matanya"ihh kamu siapa? ".kaget Renata melihat April.


" Yang seharusnya saya nanya seperti itu".tegas April.


"Gue Renata adik Kak Dina".saut Renata.


" Saya istri mas Yudha perkenalkan April".ucapnya menekankan kata istri.


"Owww.. jadi ini istri kak Yudha gak pantes tau Kak Yudha dapetin lo".ejek Renata.


" Saya gak ada waktu berdebat, permisi".seru April. segera berlalu pergi.


Renata yg mematung terkejut akan April yg lumpuh dan memakai kursi roda "kok kak Yudha mau sih, sama wanita lumpuh".batin nya.


April pun sampai dikamar nya " Kenapa sejak kedatangan Dian bekas mertua mas Yudha aku seperti di padang sebelah mata".ungkap April

__ADS_1


__ADS_2