Cinta Tulus Sang Tni

Cinta Tulus Sang Tni
So sweet


__ADS_3

Pagi ini Pak Fahri akan balik ke Makasar dan Yudha mengantarkan ke bandara, Umi dan Abah yg tengah sibuk menyiapkan peralatan Umroh nya untuk berangkat besok Ray juga akan diajak Umi dan Abah Ray mempunyai permintaan agar permintaan nya terkabul Ray ikut Umroh.


"Pril, kamu gak papa ditinggal Umi, Abah dan Ray? ".tanya Umi.


" Gapapa, Ni kan mas Yudha udah pulang".


"Atau kamu mau ikut? ".tanya Umi.


" Kamu ngada ada aja, masak si April suruh ikut adanya nanti kamu gak jadi Umroh ".timpal Dian.


Umi pun sekilas menatap Dian memberi kode untuk berhenti berbicara seperti itu di hadapan April.


" Iya, Umi lebih baik April gak ikut nanti malah merepotkan ".ujar April


" Umi April ke dapur dulu mau bantuin bibi Sumi".alasan April untuk menghindari Dian.


"Iya, Nak".


April pun segera mendorong kursi rodanya menuju dapur hingga April sudah tak terlihat Umi segera memperingati Dian" Bu Dian saya mohon jangan berbicara seperti itu dengan April".


"Kenapa?itu kan benar kalo dia ikut malah merepotkan ".balas Dian.


" Saya tau kondisi April, tapi setidak nya hargai dia ".ucap Umi.


" Sudah lah saya gak mau debat, apalagi mendebatkan wanita lumpuh seperti April".ujar Dian melengos pergi ke kamar nya.


"Sabar ya, Pril ".lirih Umi.


Yudha baru sampai mengantarkan papi Fahri dari bandara kini menuju kamar nya mencari keberadaan April dilihat orang yg dicari tak ada dia pergi ke dapur mencari nya.


" Pril".panggil Yudha


"Iya, Mas aku disini".saut April.


" Kamu ngapain disitu? ".

__ADS_1


" Bantuin, BI Sumi".


"Kita ada jadwal kerumah sakit hari ini".


" Oh.. iya aku lupa, mas, bentar".


April mendekati Yudha"ayo ".


" Gak mau ganti? ".


" kenapa ".


" Itu abis kupas bawang".


"Ya udah April ganti dulu".


April segera ke kamar nya mengganti pakaiannya.bercermin sedikit memoles wajahnya" semoga aku bisa jalan".batin nya.


.


.


.


"Ayo, sayang".ajak Yudha.


April mengangguk.


Doker Tio dengan sopan mempersilahkan masuk dan memeriksakan April


Dokter dan Yudha duduk berhadapan April yg masih berbaring di bankar hanya mendengarkan dari sana.


" Bagaimana, Dok? ".


" Nyonya April mulai membaik, Pak namun, ".kata dokter itu menggantung.

__ADS_1


" Namun, bagaimana? ".


" Seharusnya segera operasi".


"Mmm.. baik lah kami berunding dulu,karena April belum mau, Dok".


" Secepatnya akan lebih baik, Pak".


"Terimakasih".ucap Yudha segera mengalami dokter Tio dan membantu April turun dari bankar dan mendudukkan di kursi roda lalu mendorong nya keluar pulang.


Sesampainya di mobil April langsung membuka obrolan" mas, aku gak mau operasi".


"Tapi pril, ini demi kesembuhan kamu".


" Aku gak mau mas, aku takut".terang April.


"Ini kan baik-baik aja, pril percaya sama, Mas".


April terdiam tak menyauti obrolan raut wajahnya menjadi cemberut membuang muka ke jendela mobil, Yudha menghela napas panjang" yaudah maafin, Mas".ucap Yudha. namun April tetap marah segera Yudha membawa April ke sebuah toko perhiasan "kalo bini marah dia paling gak lama marah kalo diajakin ke tempat perhiasan".ucap Sahabat Yudha yg masih diingatnya, berhenti di toko itu Yudha segera membawa April untuk ia belikan kalung berlian.


April pun tersenyum ketika Yudha memasangkan kalungnya" mas, kamu kok so sweet banget ".batin April.


" Bagus gak? ".tanya Yudha.


" Hmmm. bagus banget ".


" Makasih ya, Mas".


"Iya sayang, tapi ini gak gratis lho".ledek Yudha.


" Terus aku bayar pake apa? ".


" Nanti malam".bisik Yudha ke telinga April.


"Ih... nyebelin".saut April memukul-mukul bahu Yudha, ia benar-benar malu kini wajah nya memerah karena tingkah Yudha.

__ADS_1


__ADS_2