Cinta Tulus Sang Tni

Cinta Tulus Sang Tni
Peringatan


__ADS_3

Sesampainya di rumah April dan Yudha bahagia sekali dilihat dari raut wajahnya, Aska yg baru sampe dari luar negeri.


"Aska ".panggil Yudha seraya mendorong April.


" Bang".


"Kapan dateng, kok gak bilang mau pulang kan biar Abang jemput".


" Gapapa lah, Bang Aska udah gede".


"Ka, gimana kabarnya? ".tanya April.


" Baik Mbak... Aska ke kamar dulu capek ".tutur Aska pamit.


" Ya sudah sana".saut Yudha segera Aska berlalu meninggal kan mereka.


Pukul 9 malam Renata yg baru pulang selesai kuliah ia mengendap-endap masuk rumah melihat rumah sudah sepi namun saat akan ke kamar ia melihat pintu kamar Yudha dan April masih sedikit terbuka, ia menyelinap menguping pembicaraan Yudha dan April seketika Renata kaget jika April sedang mengandung, ia merasa geram kenapa dia hamil lalu di mempunyai Rencana agar bisa membuat keduanya berpisah.tak selang lama Renata melanjutkan ke kamarnya namun saat ia ingin masuk ada tangan yg menahannya sontak Renata tercengang dan menoleh ke belakang, ia menatap Aska.


"Aska".pekik Renata.


" Iya, lo ngapain di rumah gue? ".


" Mmmm... gue tinggal di sini".


"Kok bisa? "


"Bisa lah gue kan adik ipar lo".


" Isshh... sorry ya gue kagak mau jadi ipar lo".ketus Aska.


Membuat Renata emosi"bodoamat ".seraya membuka pintu lalu masuk.


.


.


Pagi ini Yudha akan kembali bertugas di luar kota selama itu April sedih karena di rumah cuma ada Renata dan Aska.


" Mas, beneran mau berangkat? ".tanya April.


" Iya, sayang cuma beberapa hari kok".


"Tapi April gak mau sendirian".

__ADS_1


" Kan ada Aska dan Renata".


"Ahh.. tetep aja April sedih".


" Kamu kan tau kalo jadi istri persit harus menerima jika Mas harus mengabdi jiwa raga mas, kamu masih ingatkan kalo seorang prajurit harus bisa membagi Cinta nya untuk Negara".


"Iya iya".


Setelah itu April mengantarkan Yudha berangkat ke bandara ia masih memeluk Yudha seperti tak tega melepaskan nya.


" Udah drama nya".ulas Aska.


"Apaan sih, ka kan aku gak mau ditinggal mas Yudha. elak April.


" Udah di gantung aja sekalian iket di kamar biar gak kemana-mana ".celoteh Aska.


" Hehhh.. emang gue gantungan pintu ".saut Yudha.


" Mas, berangkat dulu ya, mas janji usai tugas ini mas minta cuti".


April mengangguk dan Yudha mengecup keningnya.


"Hati-hati, mas".


April pulang dengan Aska.


" Mba ga mau mampir kemana gitu? ".tanya Aska.


" Gak aku mau pulang aja".


"Oke.. ".


April kekamar nya, Aska masih santai duduk di sofa tamu" Ren lo mau kemana? malem gini".


"Bukan urusan lo".


Aska mencengkeram bahu Renata" apa? ih lepasin ".ulas Renata.


" Ga baik cewek malem gini keluar".ujar Aska.


"Kenapa lo peduli,hah? ".


" Gue cuma ga mau nama keluarga gue jelek atas kelakuan lo" . peringatan Aska.

__ADS_1


April yg mendengar keributan diluar segera menutup telfon nya dengan Umi. segera menuju arah keributan dilihat Renata dan Aska yg bertengkar.


"Kalian kenapa berantem? " .


Mereka menoleh April, "ga mba kami gak berantem kok".ulas Aska.


Renata menghela napas dan menipis tangan Aska dibahu lengan nya.


" Aku mau keluar, temen ku ada yg ultah".pamit Renata.


April mengangguk segera Renata pergi.


Pagi-pagi April sudah bangun melihat Renata tertidur di sofa tamu April mendekati Renata ternyata ia mabok tercium aroma alkohol.


"Ta... bangun".ucap April mengoyak tubu Renata.


Aska baru turun melihat April membangun kan Renata" Kenapa Renata, mba? " .


"Seperti nya dia mabok, Ka ".


" Udah biar Aska yg urus".


April mengangguk Aska menuju Renata dan membopong nya ke kamar mandi di masuk kan di bathroom mengambil sower dinyalakan dan diarahkan ke muka Renata seketika Renata terbangun "heh.. lo apaaan ! ".pekik Renata.


" Kenapa lo pantes gue mandiin seperti ini".


"Aska... ".teriak nya.


Aska masih menyemprot kan air ditubuh Renata.


" Aska... stop! " . pintanya.


Aska menyudahi lalu mengulum senyum nya karena baju yg Renata kenakan membentuk lekukan tubuhnya karena Renata memakai pakaian tipis bahan dan terpampang jelas lekukan tubuhnya karena air membasahi.


Renata yg canggung dipandang Aska ia menutup dada nya dengan kedua tangan nya"Lo liat apa? " .


"Kenap, lo malu ".Aska mendekati Renata dan mencengkram kedua tangan Renata keduanya berhadapan hanya menyisakan beberapa senti saja, Renata pun memalingkan muka nya.


" Ka, gue mohon lo jangan nekat".pinta Renata.


"Gue mau kasih j****ng biar dia jera karena dgn ini dia gak akan pergi malam-malam keluar".seringai Aska.


Renata memberontak seakan Aska semakin kuat mencengkram dan mengukung nya " Ka jangan ".ucap nya pelan.

__ADS_1


Aska hanya ingin menggeretak Renata, Ia menangkup wajah Renata dan me*****t bi**r nya dengan kasar Renata mengeratkan kedua bi**r nya namun Aska bisa menerobos masuk Renata pun pasrah akan dilakukan Aska, ia mencium Renata dengan kasar lalu melepaskan kan tautan nya" ini peringatan buat lo, akibat jika lo ga nurut".peringatan Aska keras. Renata pun menyenderkan kepalanya dan meneteskan air mata nya "lo keterlaluan Aska".teriak Renata.


__ADS_2