Cinta Tulus Sang Tni

Cinta Tulus Sang Tni
Obat


__ADS_3

Aska pun kembali ke kamar nya setelah mengambil buah di kulkas.


.


.


Pagi hari Yudha seperti biasa berangkat ke kantor mengingat kehamilan April menginjak 2 minggu April merasa mual tiap pagi Yudha bun tak tega melihat istrinya mual terus.


"Mas Yudha berangkat aja gpp kok April".


" Tapi yang? ".


" Ga ini juga efek hamil muda mas".


Aska yg turun mendengar percakapan Yudha dan April"Ada apa kak? ".


" Ini mba mu mual-mual terus dari tadi".


"Ohh... Aska punya obat buat ngilangin rasa mual nya, tunggu Aska cariin dulu".ujar Aska balik ke kamarnya mengambil obat.


Aska kembali membawa Vit obat pereda mual" ini mba di minum kalo mba ngerasa mual lagi".


"Makasih, ya Ka".


" Sama-sama, Aska berangkat dulu asalamualaikum " .


"Walaikumsalam ".


Renata yg sedari tadi mengintai botol obat itu berencana sesuatu dia ikut duduk di meja makan.


" Ta, kamu ga kuliah? ".tanya Yudha.


" Kuliah ka, ngambil sore soalnya Ata belum enak badan nya".ujar nya.

__ADS_1


"Oh.. "


"Yang, mas berangkat dulu ya? ".ucap Yudha pamit April.


" Hmm,, ati-ati sayang nya April ".


April mengantar Yudha ke teras membuat Renata mempunyai kesempatan mengganti obat itu segera Renata mengambil botol obat nya dan mengambil obat yg di beri Aska digantinya obat ia beli sewaktu di apotik Obat depresi.April pun kembali ke meja mengambil obat itu.


" Ta... bisa bantu saya tolong ambilin minum, saya mau minum obat mual dari Aska ".


Renata mengangguk mengambilkan segelas air putih " ini mba".seraya menyodorkan.


"Makasiihh, Ta".


Renata mengangguk dan kembali sarapan lagi, April pun me minum obat nya ia kembali ke kamarnya lagi ingin istirahat.


Renata tersenyum rencana nya akan berhasil" kini tunggu waktunya kamu angkat kaki dari sini, pril".umpat batin Renata.


.


.


.


Ia malah teringat kecelakaan sewaktu itu " arrrggghhh " . teriak April se kelibat bayangan pesawat itu disambar petir ketakutan sungguh ia rasakan menangis memukul kakinya yg lumpuh ia tak mau lumpuh benar-benar seperti orang gila hingga Renata menghampiri nya.


"Mba.. kenapa mba? ".


Renata mendekati nya April yg ketakutan memeluk lututnya" ini Ata mba".


"Pergi... pergi".teriak nya.


" Mba tenang ya,, ada aku Renata".ata mulai meng elus-elus lengan April, April pun tenang seraya Ata memeluk nya"mba jangan takut ini ada Renata ".pekiknya .

__ADS_1


" Aku takut ta, takut".teriaknya.


April mengingat pernikahan nya dengan Yudha dan bertanya kenapa Yudha suka dengan nya dirasa dirinya wanita lumpuh tak berguna lagi


"Tenang.. mba".


" Ata apa suamiku tulus mencintau ku? ".


" Seperti tidak mba, dia hanya iba dan kasihan mba kan lumpuh sapa yg mau jadi dia terpaksa ".ujar nya


Renata pun tersenyum bahagia karena reaksi obatnya sudah berhasil kini Renata menidurkan April " Tidur dulu mba".ucap Renata.


Ia berinisiatif mengambil suntik kan menyuntik obat cair ke lengan April kini April tenang dan tertidur Renata pun kembali tersenyum"ini awal yg bagus bentar lagi lo bakal di benci semua orang".ucap nya meninggalkan April yg sudah tertidur, Renata pun membuang Alibi nya agar tak ketahuan agar semua berjalan rencana nya.


Yudha yg baru pulang mencari April di kamar namun tak menemukan ia mencari sudut rumah akhir ketemu ia melamun di pinggir kolam.


"Sayang, kamu ngapain di sini? ".


April menoleh ia pun menangis " stop jangan mendekati saya".teriak nya.


"Ini mas Yudha sayang".


" Aku benci laki-laki aku ga suka kamu pura-pura ".pekiknya.


" Pura-pura apa? mas sayang tulus mencinta kamu".


"Pergi... pergi".teriaknya.


Yudha pun bingung dengan sifat April yg berbeda dari sebelumnya.April masih menangis sesenggukan membuang pot bunga yg berada di meja taman " pergi... saya benci sama kamu".teriak nya. April benar-benar seperti kesetanan.


Renata baru datang pun pura-pura bertanya ke Yudha ia mendekati April.


"Tenang mba ada Renata disini".

__ADS_1


April mengangguk merasa tenang jika Renata disana. membawa masuk kedalam kamarnya Yudha yg masih bingung kenapa dengan April?


__ADS_2