Cinta Tulus Sang Tni

Cinta Tulus Sang Tni
Hamil


__ADS_3

Yudha yg baru datang dari mengantar Umi dan Abah sampai di rumah Renata yg duduk dengan mama Dian.


"Yud, Mami mau bicara".ucap Dian.


Yudha pun duduk di berhadapan dengan Renata


" Renata ingin kuliah di sini jadi boleh kah dia di rumah ini? " .


"Tentu, Ma Renata sudah saya anggap adik sendiri".


" Terimakasih, ya Yud tapi sekarang mami mau balik ke Makasar papi tadi menelfon ada pertemuan penting di rumah".


"Mami, gak mau nungguin Ray, pulang Umroh? "


"Ga, Yud nanti sore mami berangkat udah pesen tiket sore nanti" .


"Iya, Mi hati-hati" . Yudha mengangguk.


April yg menguping di balkon atas pun tersenyum "bagus nenek lampir satu balik ke asalnya" batin April.


Melihat Yudha menaiki tangga segera April masuk kemar nya.


"Pril, kamu lagi apa? ".tanya Yudha.


" Ini mas, lagi cari kartu nama aku dulu jadi pramugari " .


"Apa kamu mau balik jadi pramugari lagi? ".


" Mungkin".


"Sayang, mas pengen kamu cepet operasi biar kamu bisa jalan".


" Aku pikirin dulu mas".


"Tapi kalau pun April udah jalan boleh kan kerja lagi".


" Boleh asal tau aturan " .


April mengangguk kepalanya Yudha membawa April makan bersama dengan Dian dan Renata.

__ADS_1


Mereka semu sudah dimeja makan.


"Kak Yudha disini universitas jauh gak? ".tanya Nata .


" Gak paling 15 menit dari sini".


"Mau ngambil jurusan Apa? ".tanya Yudha.


"Pengen nya kedokteran kayak mba Dina tapi Nata pusing kalo liat darah".tukas Renata.


" Ikuti kata hati kamu aja, Sayang".saut Dian.


Renata melirik April "kalo mba Apri dulu fakultas apa? ".


" Saya ke jurusan pramugari ".


" Kok milih jadi pramugari? "


"Itu cita-cita saya".ujar April.


" Ohh...


Selesai makan siang Dian berberes merapikan baju nya lalu meminta Yudha mengantarkan ke bandara sebelum berangkat Dian membisikkan ke Renata untuk membuat April dibenci keluarga Yudha. Renata menyetujui nya.


Satu minggu kemudian Renata sibuk kuliah dan sudah berangkat kini tinggal April di sana ,ia terasa pusing badan nya lemas kini didepan meja makan pun melihat nasi ingin muntah-muntah.


"Kamu kenapa sayang? sakit? ".


" Gak tau mas, dari pagi bawa nya murah terus".


"Apa kamu hamil sayang? " .


April menggeleng "Aku gak tau mas".


" Alhamdulillah, ya udah bis makan kita ke rumah saki periksa ".


" Hmm" .


Sesampainya di rumah sakit kini Apri dan Yudha masuk ruangan Dokter Rubi ahli kandungan.

__ADS_1


"Silakan, masuk Pak, Bu".


" Terimakasih ".saut keduanya.


" Mari saya periksa, Bu". ucap Dokter Rubi membawa April untuk diperiksa dan Yudha membantunya membaringkan kan .


"Selamat ya, Bu, Pak istri bapak tengah mengandung 1 minggu".ucap dokter Rubi.


" Alhamdulillah, kamu hamil, Sayang".


April tersenyum Yudha sangat bahagia April hamil doa dia dan Ray di kabulkan sampai Ray mau ikut Umroh.


selesai periksa April ingin ke rumah orang tua nya, Yudha menuruti April.


"Assalamualaikum".ucap April menyalami Mami nya diikuti Yudha.


" Walaikumsalam ".saut Mama yg sedang menyiram bunga.


" Yaampunn, April Mami rindu sekali".segera memeluk April.


"Papi mu sedang keluar katanya mau ngurus jamsostek".


" Ayo masuk".


Mami melirik Yudha begitu bahagia tersirat dari raut wajahnya begitu juga April"bentar ya Mami buatkan minum ".


Setelah itu Mami membawa 3 gelas teh dan cemilan menaruhnya di meja.


" Ayo katakan seperti nya Mami mengendus aroma bahagia? " selidik Mami.


"Mami sok tau ".saut April.


" Tau lah apa sih gak tau dari anak kesayangan Mami".


"April, sedang mengandung, Mi dan baru 1 minggu jalan".tutur Yudha.


" Alhamdulillah, syukur lah kalo April hamil berarti Mami bakal jadi nenek " .


"Pril mami minta jaga kesehatan mu".tambah mami.

__ADS_1


" Iya, mi".ucap April .


__ADS_2