
🌹 Happy Reading 🌹
Jangan lupa tinggalin jejak dengan like dan komentarnya yah, ooh iya tekan bentuk hati agar tidak ketinggalan ceritanya yah. Salam sayang dari Author 🤗.
Jennie dan Abizar memasuki kamar mereka, terlihat Abizar biasa-biasa saja namun berbeda dengan Jenny yang sangat gugup karena memikirkan perkataan Oma tentang malam pertama.
"Kenapa kamu berdiri diam di situ ?" tanya Abizar pada Jenny yang melamun.
"A..aku tidak apa-apa."
"Apa kamu tidak lelah menggunakan gaun itu ?, cepat sana ganti gaunmu dengan piyama yang sudah disiapkan oleh Oma di lemari itu." tunjuk Abizar pada lemari di walk in closet.
"Ahh..baiklah." ucap Jenny berjalan masuk ke walk in closet dan membuka lemari yang di tunjuk suaminya.
Saat Jenny membuka pintu lemari itu dia sangat kaget karena isi lemari itu penuh dengan lingerie merah, membuat Jenny dengan cepat menutup lemari tersebut dan tanpa sengaja Jenny membanting pintu dengan keras sehingga suaranya sangat keras membuat Abizar kaget.
"Ada apa ?" tanya Abizar menghampiri jeni yang tegang.
"Ti.. tidak apa-apa kok."ucap Jenny berdiri di depan pintu lemari membuat Abizar curiga.
"Geser."perintah Abizar pada Jenny untuk pindah dari depan lemari.
Jenny menggeleng dengan keras sehingga membuat lapisan sedikit kesal dan menarik Jenny ke belakangnya. Abizar membuka lemari itu dan betapa kagetnya melihat lingerie merah yang banyak tergantung di dalam itu.
"Astaga Oma." gumam Abizar menepuk pelan jidatnya.
Jenny menutup mukanya karena sangat malu apalagi mengingat ucapan Oma tentang malam pertama, Abizar menutup lemari itu dan berjalan ke lemari khusus paginya dan mengambil satu piyama miliknya.
"Tidak usah menggunakan pakaian itu malam ini pakai piyama ku saja dulu." Abizar memberikan piyamanya pada Jenny.
"Te.. terima kasih."ucap Jenny dan buru-buru ke kamar mandi.
Abizar menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Oma, Abizar mengambil piyamanya dan keluar dari walk in closet. ah bisa duduk di sofa untuk menunggu Jenny selesai mandi dia mengecek handphonenya yang penuh dengan notifikasi dari sahabat-sahabatnya tiba-tiba salah satu sahabatnya meneleponnya.
__ADS_1
📞 : "Woi, lu nikah nggak undang gue." teriak pria di balik telepon.
📞 : "Hemm."
📞 : "Parah si lu, bisa-bisanya lu lupain gue, padahal gue sahabat lu tapi lu nggak ngundang gue." omel pria itu.
Tiba-tiba Jenny keluar menatap Abizar yang sedang menelfon, Abizar berbalik melihat Jenny.
"Kenapa ?" tanya Abizar heran.
"Boleh aku minta tolong ? aku tidak bisa membuka resleting gaun ini." ucap Jenny merasa tidak enak dengan suaminya.
Abizar mematikan panggilan dengan sahabatnya dan membantu Jenny membuka resleting gaunnya dan kembali duduk di sofa tadi.
"Terimakasih." ucap Jenny menahan gaun di dadanya agar tidak jatuh dan segera lari ke kamar mandi.
Abizar mengambil handphonenya lagi yang mendapat panggilan dari sahabatnya itu.
📞 : "Wahh, parah parah pengantin baru nih." ejek sahabatnya itu.
"Lu lebih parah dari gue." ucap Abizar karena tahu sahabat ini playboy.
📞 : "Hahahah."
Mereka mengobrol ringan namun mereka mengakhiri panggilan mereka karena sahabatnya kesal dengan Abizar yang terus bersikap dingin padanya dan terus memberikan perkataan savage.
"Kak, aku sudah mandi." ucap Jenny yang habis keluar dari kamar mandi menggunakan piyama milik Abizar dan terlihat sangat kebesaran di tubuh Jenny.
Abizar menatap Jenny dari atas ke bawah, dia Jenny yang sangat kecil menggunakan piyamanya seperti anak kecil. Abizar melewati Jenny yang terlihat gugup.
"Astaga ibu, apa yang harus aku lakukan aku tidak ingin melakukan malam pertama itu dengan orang yang jelas-jelas tidak menyukaiku."
__ADS_1
"Tapi dia suamiku, argggh aku tidak mau." keluh Jenny.
Jenny duduk dengan tegang di sofa menunggu suaminya, dia sebenarnya ingin pura-pura untuk tidur namun dia takut lancang bila tidur di kasur milik suaminya, jadi terpaksa Jenny menunggu suaminya selesai mandi.
25 menit kemudian Abizar keluar dari kamar mandi dan melihat gini yang masih duduk di sofa dengan kaku.
"Kenapa kamu belum tidur ?" tanya Abizar.
"A..aku." jawab Jenny dengan gugup.
"Ada yang ingin aku katakan padamu." ucap Abizar duduk di samping Jenny.
"Iya, apa yang ingin kakak katakan ?"
"Tentang pernikahan kita, aku tahu kamu terpaksa menerima perjodohan ini karena alasan kesehatan ayahmu kan."
"Iya." ucap Jenny dengan sedih.
"Aku sama denganmu menerima perjodohan ini namun alasan aku menerima perjodohan ini karena Oma dan yang lain sangat memaksaku untuk menikah karena umurku sudah tidak mudah lagi." jelas Abizar.
"Namun sebelum kita menjalani pernikahan ini aku ingin jujur kepadamu, bahwa sebenarnya aku mencintai seorang wanita."
"Kakak menyukai wanita lain ? namun kenapa kakak tidak menikah dengannya ?" tanya Jenny bingung.
"Wanita itu ingin melanjutkan karirnya dan tidak ingin menikah dulu, namun kamu sudah berjanji akan menikah saat dia sudah sukses." jelas Abizar.
"Terus." ucap Jenny ingin mendengar lanjutan dari Abizar.
"Aku tahu ini tidak adil untukmu namun maaf aku tidak bisa mencintaimu karena aku sudah mencintai wanita lain."
"Tapi tenang saja aku tidak akan melakukan hal itu padamu aku akan membebaskan mu melakukan apapun yang kamu mau dan aku akan membiayai semua kebutuhanmu." jelas Abizar.
Thanks you for reading 🌹🌹🌹
__ADS_1