Cinta Tumbuh Karena Nyaman

Cinta Tumbuh Karena Nyaman
Hari pertama kerja


__ADS_3

🌹 Happy Reader🌹


Jangan lupa tinggalin jejak dengan like dan komentarnya yah, ooh iya tekan bentuk hati agar tidak ketinggalan ceritanya yah. Salam sayang dari Author 🤗.



1 minggu telah berlalu dan tibalah hari yang selalu di tunggu-tunggu oleh Jenny yaitu hari pertama magang di perusahaan besar yang selalu dia impikan.



Pada pukul 06.10 Jenny terbangun di atas ranjang king miliki Abizar dan seperti biasa Jenny berada di pelukan hangat Abizar. Jenny perlahan mengangkat tangan Abizar dari tubuhnya dan perlahan turun dari ranjang agar tidak membangunkan kulkas berjalan.



Jenny memasuki kamar mandi dan memulai aktivitas paginya, selesai mandi Jenny keluar dengan tubuh yang masih basah serta handuk yang melilit tubuhnya dari atas bawah sampai atas lutut.



"Disana senang, disini senang, dimana-mana hatiku senang..." Jenny bersenandung bahagia namun hal itu buyar saat melihat jarum jam yang menunjukan angka 07.00.



"Omg, aku mandi satu jam." gumam Jenny tidak percaya.



"Tunggu bukannya kak Abizar minta di bangunkan jam 7, karena ingin cepat-cepat berangkat ke kantor." gumam Jenny dan berlari ke samping kasur.



"Kak.." ucap Jenny terpotong karena mengingat dia hanya menggunakan handuk.



"Apa tidak kurang ajar kalau aku model seperti ini, ahh biarkan saja lagi pula dia tidak menyukaiku mana mungkin dia nafsu padaku." gumam Jenny.



"Kak..bangun kak udah jam 8." teriak Jenny beberapa kali dan akhirnya berhasil membuat Abizar terbangun.



"Iya.." ucap Abizar dengan suara serak khas baru bangun.



"Bangun kak, udah jam 8 nanti telat looh." ucap Jenny pada Abizar yang memandangnya dengan mata melotot.



"Kak..kak..." panggil Jenny sambil melambaikan tangannya.



"Pindah." bentak Abizar mendorong Jenny.



"Dasar pria aneh." gumam Jenny menatap sinis pada Abizar yang berjalan memasuki kamar mandi.



Jenny tidak ambil pusing dengan sifat Abizar, dia lebih memilih untuk bersiap-siap untuk ke kantor. Di sisi lain Abizar yang berada di kamar mandi menyentuh dadanya sambil mengalah nafas.


__ADS_1


"Ada apa dengan wanita itu bisa-bisanya membangunkan ku dengan keadaan seperti itu." gumam Abizar mengingat Jenny membangunkannya dengan keadaan yang begitu menggoda membuat naluri lelakinya hampir bangun.



"Kak, ini pakaiannya." ucap Jenny saat Abizar baru saja keluar dari kamar mandi.



"Hemm."



"Keringkan rambut ku." perintah Abizar, melemparkan handuknya pada Jenny.



"Maaf kak, sepertinya aku tidak bisa karena aku lagi buru-buru untuk pergi ke kantor." tolak Jenny.



"Kantor ?" tanya Abizar kebingungan.



"Iya, hari ini kan hari pertama aku kerja di perusahaan LAA." jawab Jenny penuh semangat.



"Ooh." ucap Abizar dengan cuek.



"Tugasmu utamamu adalah melayani ku, kau harus melayaniku sebelum kau melakukan tugas lain." ucap Abizar menetap tajam pada Jenny lewat pantulan cermin.




"Kau itu adalah seorang istri, ku mau jadi istri durhaka karena tidak melaksanakan kewajiban seorang istri dengan baik." ancam Abizar membuat Jenny bernafas kasar.



"Iya..iya.." ucap Jenny mendekati Abizar dan memulai menggosok rambut Abizar menggunakan handuk.



Abizar diam-diam tersenyum melihat ekspresi Jenny yang kesal. Walaupun dalam keadaan kesal Jenny masih dengan lembut mengeringkan rambut Abizar dan menatanya dengan rapi.



"Sudah." ucap Jenny meletakkan sisir di atas meja rias.



Abizar menatap pantulan dirinya dan berdiri meninggalkan Jenny yang menatap sinis padanya.



"Jangan menatap ku seperti itu, cepat kemari membantuku memasang sepatu ini." perintah Jenny.



"Kak, apakah kakak tidak bisa menggunakannya sendiri aku benar-benar sudah terlambat." pinta Jenny.


__ADS_1


"Kalau aku bisa menggunakannya sendiri lantas kegunaan mu sebagai istri apa ?" tanya Abizar dengan tatapan tajamnya membuat Jenny memutar bola matanya.



"Kalau masalah begini langsung bahas kewajiban istri, padahal dia tidak melakukan kewajibannya sebagai suami cuakss." gumam Jenny namun sayup-sayup di dengar oleh Abizar.



Abizar hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.



"Sudah, aku pergi dulu." ucap Jenny mencium tangan Abizar dan berlari meninggalkannya.



"Dasar gadis kecil nakal." gumam Abizar tersenyum.



Jenny keluar dari lift dan bertemu dengan Bunda Dita.



"Sayang kamu mau kemana pagi-pagi begini ?" tanya Bunda Dita.



"Aku mau pergi kerja Bunda." jawab Jenny mencium tangan Bunda Dita.



"Oalah, semangat yah kerjanya." ucap Bunda Dita.



"Makasih Bunda." ucap Jenny berlari keluar mansion.



"Pak, ayo berangkat." ucap Jenny memasuki mobil.



"Baik nyonya tapi sebelum itu kita tunggu tuan muda." ucap Pak Yani dengan sopan.



"Tuan muda, bukannya di dengan Pak Faisal ?" tanya Jenny karena biasanya Abizar di antar oleh Pak Faisal.



"Pak Faisal hari ini lagi cuti, dan saya di tugaskan untuk mengantar tuan muda ke kantor."



"Oalah."



"Kak...cepat nanti aku terlambat." teriak Jenny saat melihat Abizar berjalan keluar dari mansion dengan santai.



"Astaga kenapa dia jalannya seperti siput, kalau begini bisa-bisa aku terlambat." gumam Jenny dengan ekspresi pasrah. Abizar memasuki mobil dengan santai membuat Jenny semakin menatap sinis padanya.

__ADS_1



Thanks you for reading 🌹🌹🌹


__ADS_2