
🌹 Happy Reading 🌹
Jangan lupa tinggalin jejak dengan like dan komentarnya yah, ooh iya tekan bentuk hati agar tidak ketinggalan ceritanya yah. Salam sayang dari Author 🤗.
Abizar memeluk Jenny dengan erat dan menghirup harum tubuh Jenny yang membuatnya merasa tenang.
"Perasaan sabun yang dia gunakan sama dengan sabun yang aku gunakan, tapi kenapa wanginya sangat manis ditubuhnya." batin Abizar menghirup aroma tubuh Jenny.
Tanpa Abizar sadari dia mulai perlahan menghembuskan nafas dengan pelan dan mulai menyusul Jenny ke alam mimpi. Mereka tidur dengan salin berpelukan dan menghangatkan diri di bawah guyuran hujan di luar sana.
Jam 6 pagi, Abizar mulai membuka matanya dia merasa sangat segar bangun di pagi hari ini. Abizar menatap Jenny di pelukannya dan tersenyum menatap wajah Jenny yang sangat imut mirip kelinci, saat Abizar ingin mencubit pipi Jenny tiba-tiba dia sadar bahwa dia sekarang memeluk Jenny dan tentu saja Jenny akan teriak di pagi hari jika melihat dia memeluk Jenny dengan sengaja.
Abizar dengan perlahan mengangkat tangan Jenny di pinggangnya namun tiba-tiba Jenny mengerutkan keningnya membuat Abizar dengan melepas tangan Jenny dengan perlahan dan pura-pura tertidur.
Jenny terbangun dari tidurnya dan tersenyum sambil mengeratkan pelukannya pada tubuh Abizar yang dia kira bantal guling.
"Emm, kenapa bantal gulingku hari ini terasa hangat." gumam Jenny mengusap-usap wajahnya di dada Jenny.
"Wanginya juga wangi dan enak, hemmm harum." gumam Jenny semakin mengeratkan pelukannya dan mengusap-usap wajahnya di dada Abizar.
"Apa yang dia lakukan ?" batin Abizar merasa aneh dengan usapan wajah Jenny pada tubuhnya.
Jenny perlahan membuka matanya dan betapa kagetnya dia melihat dada seorang pria di depannya bukannya batal guling.
"Omg." gumam Jenny dan perlahan mendongak melihat pemilik dada berotot yang di peluk Jenny.
"Apa yang aku lakukan." gumam Jenny sangat malu dan takut pada Abizar karena berani menyentuhnya.
Jenny dengan perlahan melepas pelukannya pada tubuh Abizar dan perlahan turun dari kasur agar tidak membangunkan Abizar.
"Aku harus kabur sebelum dia bangun." gumam Jenny dan berlari masuk ke kamar mandi.
Abizar perlahan membuka matanya saat mendengar suara pintu tertutup, Abizar tersenyum namun malu karena dia tertidur dengan nyenyak di pelukan Jenny.
Abizar merapikan pakaiannya dan pergi meninggalkan kamarnya, dia berniat untuk ke rumah kerjanya agar tidak mengingat hal memalukan tadi. Abizar sampai ke ruang kerjanya dan mulai melakukan pekerjaan kantornya yang tertunda.
Jenny keluar dari kamar mandi dan melihat tidak ada seseorang di dalam kamar hal itu membuat Jenny merasa lega.
"Syukurlah dia tidak ada di sini jika tidak aku tidak tahu apa yang akan aku katakan ini sangat memalukan." gumam Jenny merasa lega.
"Ngomong-ngomong Dia pergi ke mana pagi-pagi begini ?" gumam Jenny merasa bingung.
__ADS_1
"Mungkin dia pergi jogging kan hari ini hari Minggu, lebih baik aku membersihkan kamar dan turun untuk sarapan." gumam Jenny memutuskan untuk membersihkan kamar dimulai dari kasur dan menyapu lantai.
Jenny selesai membersihkan kamar dan sekarang waktunya dia turun ke lantai 1 untuk sarapan, saat Jenny menuruni tangga dia melihat Abizar dan ayah Surya mengobrol.
"Ayah selamat pagi." sapa Jenny.
"Pagi sayang, apa kamu tidur dengan nyenyak ?" tanya Ayah tersenyum.
"Tentu saja aku tidur dengan nyenyak Ayah." ucap jujur Jenny sambil tersenyum malu.
"Sepertinya malam ini kamu tertidur sangat nyenyak di pelukan suamimu." ucap Ayah menggoda Jenny.
"Ahh, bukan begitu."bantal Jenny dengan pipi merahnya yang terlihat imut.
"Tentu saja Ayah kami tertidur nyenyak semalam." ucap Abizar dan merangkul pundak Jenny.
Jenny kaget dengan perlakuan Abizar yang tiba-tiba merangkulnya. Jenny membulatkan matanya melihat Abizar seakan-akan mengatakan bahwa apa yang kakak lakukan, Abizar hanya membalas dengan senyum.
"Ehh, pengantin baru sudah bangun." saut Oma yang baru saja masuk ke mansion setelah selesai joging.
"Kompak yah, btw apa kamu baik-baik saja ?"tanya Oma pada Jenny.
"A..aku baik-baik saja Oma." jawab Jenny bingung.
"Apanya yang baik-baik saja jelas-jelas kamu terlihat sangat kecapean." bantah Oma.
"Tidak kok Oma aku sehat." ucap Jenny.
"Tidak usah sok kuat, wanita yang melakukan malam pertama dengan suaminya itu tidak ada yang baik-baik saja." bantah Oma menarik kera baju Jenny.
Jenny yang kaget dengan perlakuan Oma dan betapa kagetnya dia saat melihat banyak bekas \*\*\*\*\*\* di lehernya. Jenny dengan sigap menutupi lehernya dan refleks menyembunyikan wajahnya di dada Abizar.
"Haha...haha.." suara tawa Oma dan Bunda Dita yang baru saja datang dari dapur.
"Hahah, pengantin baru kita sedang malu kucing." goda Bunda Dita.
"Bunda jangan mengejek istriku." ucap Abizar memeluk Jenny, Jenny yang mendengar kata istriku membuat jantungnya berdetak kencang.
__ADS_1
"Cie..cie udah belain istrinya." goda Bibi Intan yang tiba-tiba datang dari belakang Abizar.
"Iya nih, aku udah mulai tergeser dari posisi pertama kesayangan Abizar." ucap Bunda pura-pura memasang wajah sedih.
"Bunda, apa-apaan sih." ucap Abizar.
"Sudah-sudah jangan menggoda mereka terus, cepat berikan Jenny susu itu agar mereka bisa kembali membuat cicit untukku." perintah Oma.
"Ahh iya betul, sayang minum ini agar sakit di tubuhmu membaik dan bisa menyuburkan rahim agar bisa memiliki anak dengan cepat." jelas Bunda Dita menyodorkan gelas berisi susu pada Jenny.
Jenny mendongak melihat Abizar untuk meminta persetujuan dari Abizar, Abizar membalas tatapan Jenny dengan mengangguk. Jenny mengambil gelas itu dan mulai meminumnya sampai habis.
"Terimakasih Bunda." ucap Jenny dan memberikan gelas kosong.
"Sama-sama sayang, Bunda sangat berharap kalian bisa memberikan Bunda cucu yang imut dan ganteng atau cantik seperti kalian." ucap Bunda penuh harapan dan mencubit pelan pipi Jenny. Jenny tidak bisa berkata-kata dia hanya bisa membalas dengan senyum.
"Abizar bawa istrimu ke kamar untuk istirahat, dia pasti sangat kelelahan." perintah Oma pada cucunya.
"Baik Oma, ayo sayang." ajak Abizar pada Jenny dan dibalas anggukan. Abizar langsung menggendong Jenny, membuat Jenny reflek teriak kecil.
"Apa yang kakak lakukan ?" bisik Jenny pada Abizar yang memasang wajah datarnya.
"Diam saja."
"Omg." ucap Bibi Intan menutup mulutnya.
"Arggh, aku jadi ingat waktu aku masih seperti mereka." ucap girang Bunda.
"Kami pergi dulu." pamit Abizar berjalan ke Lift.
"Hati-hati yahh jangan terlalu kasar pada Jenny, kasihan." teriak Bunda Dita dan mereka memasuki lift.
"Kak turunkan aku." pinta Jenny namun tidak ada jawaban dari Abizar yang masih memasang wajah datarnya.
Jenny memberontak namun tidak berhasil lepas dari gendongan Abizar, saat sampai di kamar Abizar meletakkan Jenny dengan pelan di kasur dan berdiri di depan Jenny sambil menatapnya.
Thanks you for reading 🌹🌹 🌹
Jenny Lestari Indah

Abizar Adzkhan Azlan
__ADS_1