Cinta Tumbuh Karena Nyaman

Cinta Tumbuh Karena Nyaman
Sekertaris


__ADS_3

🌹 Happy Reader🌹


Jangan lupa tinggalin jejak dengan like dan komentarnya yah, ooh iya tekan bentuk hati agar tidak ketinggalan ceritanya yah. Salam sayang dari Author 🤗.



Mobil sudah sampai di perusahaan LAA, Jenny mencium tangan Abizar dan turung dari mobil, Jenny berlari begitu cepat ke perusahaan LAA.



"Kenapa larinya begitu cepat, dia seperti kelinci." gumam Abizar tertawa kecil. Saat Jenny memasuki perusahaan Abizar juga ikut turun dari mobil.



Jenny berlari memasuki perusahaan LAA dan mencari-cari teman-temannya yang katanya sudah sedari tadi menunggunya.



"Jenny..." teriak Nabil sahabat cowok Jenny yang gelai.



"Ahhhh...rindu.." teriak Jenny berlari merentangkan tangannya. Mereka saling berpelukan melepas rindu setelah sudah lama berpisah.



"Bagiamana kondisi kalian ? Kalian sehatkan ?" tanya Jenny.



"Alhamdulillah sehat." ucap mereka bersamaan.



"Syukurlah."



"Silahkan membentuk 2 barisan, cewek sebelah kanan dan cowok sebelah kiri." pandu seorang wanita berusia 30an, mereka dengan cepat membentuk barisan sesuai gendre.



"Saya akan mengajak kalian keliling sekaligus mengantar kalian satu persatu ke divisi tempat kalian kerja." jelas pemandu.



"Ikuti saya." ucapnya melambaikan tangannya ke atas.



Mereka mulai berkeliling dalam perusahaan sambil pemandu menjelaskan ruangan-ruangan serta divisi yang mereka lewati, satu persatu masuk ke divisi mereka.



"Ini Divisi desain, Suci, Nabil dan Salsa silahkan bergabung dengan yang lain selamat bekerja." ucap pemandu meninggalkan mereka membuat Jenny dan ketiga sahabatnya kebingungan karena pasalnya mereka satu divisi.



"Bu, kok nama saya tidak disebut yah bu ?" tanya Jenny membuat pemandu berhenti melangkah.



"Siapa nama mu ?" tanya pemandu.



"Jenny." pemandu memeriksa dokumennya.



"Ooh kamu dipindahkan ke tempat lain."



"Tempat lain ? Dimana bu ?" tanya Jenny.


__ADS_1


"Saya juga tidak tau tapi ikut saja dengan saya." ucap pemandu dan melanjutkan perjalanan.



"Sana ikut saja." ucap Salsa, Jenny berlari kecil menyusul mereka. Semua pegawai magang sudah sampai di divisinya namun Jenny belum juga di antar.



"Bu, saya di pindahkan di divisi apa yah bu ?" tanya Jenny.



"Ikuti saya saja." ucap pemandu memasuki lift.



"Baik."ucap Jenny.



"Lantai 12 ? bukannya itu ruangan Ceo ?" batin Jenny karena mengingat penjelasan pemandu melarang anak magang untuk naik ke lantai 12 karena lantai 12 hanya ruangan ceo dan direktur.



Jenny ingin bertanya tapi tidak berani, dia hanya pasrah mengikuti pemandu sambil berdoa agar tidak menimbulkan masalah. Pemandu berhenti di meja seorang wanita hamil, mereka berbincang-bincang dan melirik Jenny sambil mengangguk. Wanita hamil tersebut berdiri dan mengetuk pintu yang berada di depan meja kerjanya.



"Tok...tok..." wanita hamil tersebut mengetuk pintu dan memasuki ruangan tersebut.



Tidak lama kemudian wanita hamil tersebut keluar dan mempersilahkan Jenny memasuki ruangan tersebut, pemandu tersebut menepuk pundak Jenny dengan tersenyum dan meninggalkan Jenny. Jenny memasuki ruangan direktur dia melihat seorang pria duduk di kursi kebesarannya membelakangi Jenny.



"Pak Direktur ini sekertaris baru yang akan mengganti saya." ucap wanita hamil tersebut membuat Jenny kaget karena tiba-tiba dia dijadikan sekertaris padahal dia anak magang disini.



"Yahh, silahkan keluar dari ruangan saya silahkan pulang istirahat manfaatkan cuti liburmu dengan baik."




Jenny yang sedari tadi tidak paham dengan apa yang terjadi membuatnya sedikit ketakutan, selain tidak ada pengalaman dia juga takut pada direktur yang ada di depannya sebab rumor dia orang yang kejam dan dingin.



"Selamat datang sekertaris baruku." ucap Abizar membalikkan kursinya ke arah Jenny, membuat istrinya kaget melihatnya duduk di kursi direktur.



"Kakak.." teriak Jenny tidak percaya apa yang dia lihat.



"Kenapa kakak duduk di situ ? cepat berdiri sebelum direktur datang." ucap Jenny menarik Abizar, namun Abizar malah menariknya sehingga Jenny jatuh di pangkuan Abizar.



"Apa yang kakak lakukan ? Kenapa menarik ku ?." ucap Jenny melepaskan diri dari Abizar.



"Kakak cepat berdiri sebelum direktur kejam itu masuk dan melihatmu duduk di kursi kebesarannya." ucap Jenny dengan panik.



"Direktur kejam ?" tanya Abizar.



"Iya, katanya direktur LAA adalah seorang pria yang besar dan seram rumor mengatakan dia orangnya kejam dan dingin." jelas Jenny melototkan matanya pada Abizar sambil mengekspresikan wajah takut.


__ADS_1


"Benarkah ?" ucap Abizar menyeringai.



"Iya, aku serius kak."



"Direktur kejam itu adalah aku." ucap Abizar membalik papan namanya.



"What..omg.." shock Jenny menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang dia lihat.



"Serius kak ?" tanya Jenny.



"Hemm." ucap cuek Abizar dan mengambil salah satu berkas di tumpukan berkas.



"Baca dengan teliti dan tanda tangani." ucap Abizar melempar berkas ke hadapan Jenny yang masih tidak percaya.



"Kontrak kerja ?" tanya Jenny.



"Iya, mulai sekarang kau jadi sekertaris baruku."



"Serius aku jadi sekertaris kakak, tapi aku belum punya pengalaman menjadi sekertaris kak, lagi pula aku di undang kerja di divisi desainer kak bukan jadi sekertaris." jelas Jenny tidak terima menjadi sekertaris.



"Aku direktur di sini jadi aku berhak menaruh karyawanku bekerja dimana." ucap Abizar menatap Jenny dengan tatapan dinginnya yang menandakan dia tidak ingin di bantah.



"Baiklah." ucap Jenny menunduk, terpaksa menerima jabatan ini karena takut pada Abizar, Jenny menandatangi kontrak kerja tersebut dan memberikannya pada Abizar.



"Ambil ini." perintah Abizar me dorong setumpuk berkas pada Jenny.



"Buat ?" tanya Jenny kebingungan.



"Sekarang kau adalah sekertaris ku tugas pertamamu adalah baca semua isi berkas ini dan pahami isinya, sebentar malam di rumah jelaskan semua isi berkas ini." jelas Abizar membuat Jenny melototkan matanya.



"Se..semua ?" tanya Jenny terbata-bata.



"Iya, kamu takut ? kalau takut silahkan keluar dari ruangan saya dan kembali ke rumah menjalankan tugasmu sebagai seorang istri di rumah." ancam Abizar menunjuk pintu.



"Siapa yang takut, aku bisa kok." ucap Jenny menggulung lengan bajunya dan mengangkat berkasnya.



"Duduk disitu saja." tunjuk Abizar pada sofa depan mejanya, Jenny menurut dan meletakkan berkas itu di meja dia mengikat rambutnya ke atas dan menyemangati dirinya sendiri.



"Semangat Jenny." gumam Jenny dan mulai duduk membaca berkasnya satu persatu.

__ADS_1



Thanks you for reading 🌹🌹


__ADS_2