Cinta Tumbuh Karena Nyaman

Cinta Tumbuh Karena Nyaman
Hari H Weedin


__ADS_3

🌹 Happy Reading 🌹


Jangan lupa tinggalin jejak dengan like dan komentarnya yah, ooh iya tekan bentuk hati agar tidak ketinggalan ceritanya yah. Salam sayang dari Author 🤗.



"Aku setuju kok Oma Ayah untuk menikah." jawab Jenny tersenyum, sebenarnya dari lubuk hatinya dia ingin mengatakan tidak tapi dia harus pura-pura tersenyum dan setuju dengan pernikahan ini.



"Aku senang mendengarnya." ucap Oma tersenyum.



"Jenny apa kamu tidak keberatan jika pernikahannya di adakan minggu depan?" tanya Satria.



"Bukannya pernikahan harus dilakukan 3 atau 2 bulan sebelum lamaran ?" tanya Ayah Surya.



"Iya benar, tapi aku hari senin depan ada urusan proyek di Turki yang harus aku hadiri dan mungkin saja aku akan tinggal disana cukup lama mungkin 1 tahun lebih." jelas Satria.



"Aku ingin menghadiri pernikahan anakku makanya aku harap pernikahannya di percepat." mohon Satria pada Jenny dan Ayah Surya.



"Aku tidak keberatan kok." ucap Jenny tersenyum.



Satria tersenyum bahagia dan mengalihkan pandangannya ke Ayah Surya, Ayah Surya juga mengangguk. Semua orang ikut bahagia mendengar putusan dari Jenny.



🌥️⛅🌤️☀️



Tidak terasa Hari H pernikahan Jenny dan Abizar sudah tiba, terlihat rumah di hias dengan indah dan megah. Oma, Bunda Dita, dan Bibi Intan mereka terlihat sibuk mengatur acara hari ini.



"Nyonya ini di letakkan dimana ?" tanya pelayan laki-laki yang mengangkat papan nama Jenny dan Abizar.



"Letakkan di depan pintu sana." tunjuk Bunda Dita.



"Akhirnya selesai juga." ucap Bibi Intan.



"Ini belum selesai, seharusnya kita mengundang reporter, para miliarder di luar sana dan masih banyak lagi yang ingin Oma undang agar mereka tahu bahwa Abizar memiliki istri yang cantik." omel Oma.



" Argggh aku ingin sekali merayakan pernikahan ini dengan megah tapi Abizar malah ingin pernikahan sederhana yang dihadiri oleh keluarga dan teman terdekat, dengan alasan tidak ingin bisnisnya terganggu jika media tahu bahwa dia sudah menikah." ucap malas Oma.



" Alasan, emeng apa hubungannya menikah dengan bisnis ?"



" Biarkan saja Ibu, masih untung dia ingin menikah dengan syarat itu jika tidak dia tidak akan mau menikah." tambah Bibi Intan.


__ADS_1


"Semalam aku bicara dengan Abizar dan alasan dia tidak ingin melakukan acara pernikahan megah karena dia memiliki musuh bisnis yang banyak jika mereka tahu maka istrinya akan dalam bahaya dan Abizar tidak ingin hal itu terjadi." jelas Bunda Dita.



"Benarkah ?" tanya Oma kaget namun bahagia.



"lya Ibu, semalam aku bicara dengannya."



"Kasihan Cucuku, dia sudah susah payah mengembangkan bisnisnya sendiri tapi masih banyak orang iri dan ingin menjatuhkannya."



"Begitu lah dunia bisnis." ucap Bibi Intan.



"Baiklah aku tidak akan melakukan pernikahan megah, cukup sederhana saja keselamatan cucu menantuku lebih pentingkan dari pernikahan megah." jelas Oma tersenyum karena senang ternyata cucunya memikirkan keselamatan istrinya.



"Ayo kita pergi ke kamar Jenny, sepertinya dia sudah berhias." ajak Bibi Intan dengan semangat.



"Ayo." mereka bertiga dengan langkah cepat dan senyum yang terus melekat di bibirnya.



KAMAR AYAH SURYA



Jenny pindah ke kamar Ayah Surya untuk di rias karena kamar calon suaminya sudah ada Abizar yang sedang di rias juga, mereka tidak boleh bertemu sebelum akat.




"Selesai, anda sangat cantik nona." puji makeup artis pilihan Bunda Dita.



"Terimakasih." balas Jenny tersenyum.



"Nona silahkan ikut saya untuk menggunakan gaun anda." ucap desainer dan di belakangnya ada kedua asistennya.



"I..iya." ucap Jenny gugup karena dia masih tidak menyangka bahwa desainer yang merancang busananya adalah idolanya yang membuat dia ingin menjadi desainer terkenal sepertinya.



Jenny memakai gaunnya di bantu dengan kedua asisten desainer. Jenny terus menatap Desainer idolnya dan memberanikan diri untuk menyapa idolnya.



"Nyo..nyonya Dewi." panggil Jenny membuat desainer itu melihat Jenny dengan kaget karena panggilan nyonya dari calon menantu miliarder.



"Iya nona ?."



"Bo..boleh aku meminta tanda tanganmu ?." tanya Jenny dengan hati-hati.


__ADS_1


"Tanda tangan ? untuk apa nona ?."



"A..aku pengemar anda sejak 5 tahun lalu." jelas Jenny malu.



" Ahhh benarkah, suatu kehormatan untukku menjadi pengemar dari nona." ucap desainer itu dengan santai.



"Wow, ternyata benar dia sangat profesional jika menyangkut kerja." batin Jenny kagum.



"Dimana saya bisa tanda tangan ?"



"Ahhh benar." ucap Jenny dengan semangat ingin berlari namun di tahan oleh kedua asisten desainer.



"Biar saya yang ambil nona." ucap Desainer Dewi.



"Maaf, bukunya ada di laci rias sebelah kanan paling atas." tunjuk Jenny.



Desainer Dewi mendekati meja rias dan menarik laci mencari buku yang dimaksud Jenny.



"Buku ini." ucap Desainer Dewi mengangkat buku warna pink.



"Iya benar buku itu."



Desainer Dewi membuka buku itu dan melihat banyak desain gaun yang banyak dan sangat cantik, Desainer Dewi kagum dengan gambar desain itu.



"Nyonya Dewi, jangan melihat gambar saya mereka sangat jelek untuk dilihat oleh.." ucap Jenny terpotong oleh Desainer Dewi.



"I..ini sangat unik, kamu yang menggambar ini ?" tanya Desainer Dewi dengan mata berbinar.



"I..iya." jawab Jenny.



"Woow, nona anda sangat pandai mendesain, ini adalah gambar desain yang sangat unik dan menarik." puji Desainer Dewi.



"Apa nona berniat untuk bekerja dengan saya, saya dengar anda lulusan terbaik di kampus anda bukankah sia-sia jika membuang bakat ini." ucap Desainer.



"A..aku." ucap Jenny sangat bahagia karena bekerja dengan idolanya adalah impian terbesarnya namun dia sadar bahwa dia akan menganti status menjadi seorang istri.



"Nona bisa mempertimbangkan permintaan saya, anda bisa memiliki kartu nama saya, anda bisa menghubungi saya jika sudah memutuskan saya akan menunggu." ucap Desainer Dewi memberi kartu namanya dan menadatangani buku Jenny.

__ADS_1



Thanks you for reading 🌹🌹🌹


__ADS_2