
🌹 Happy Reading 🌹
Jangan lupa tinggalin jejak dengan like dan komentarnya yah, ooh iya tekan bentuk hati agar tidak ketinggalan ceritanya yah. Salam sayang dari Author 🤗.
"Tampaknya kalian sangat dekat." ucap Abizar mengabaikan pertanyaan Jenny.
"Biru aja ya Kak, iya kami dekat karena kami sudah berteman sejak kami masih duduk di bangku SMA." jawab Jenny sambil memasang dasi di kera kemeja Abizar.
"Ooh." ucap ketus Abizar.
"Selesai." ucap Jenny sambil kemeja Abizar.
Abizar keluar dari walk in closet meninggalkan Jenny yang merapikan walk in closet dan menyusul Abizar yang duduk di sofa sambil memainkan hpnya. Jenny mengambil sepatu Abizar dan memasangnya di kaki Abizar.
"Bawakan tas kantorku." perintah Abizar.
"Oke."
Selesai Jenny memasang sepatunya, Abizar berdiri dan berjalan keluar dari kamar, Jenny merapikan sandal Abizar sambil membawa Jas Abizar dan mengikuti Abizar menuruni tangga.
"Good morning honey." sapa Bibi Intan.
"Good morning Bibi." balas sapa Jenny.
Abizar membalas sapaan Bibi Intan dengan mengangkat tangannya, dia langsung duduk di kursi depan meja makan. Jenny mengambilkan Abizar nasi dan beberapa lauk di piringnya.
"Jenny, nanti jadikan temani Bunda pergi pasar ?" tanya Bunda Dita yang sedang membantu Oma mengambil nasi.
"Iya Bunda jadi kok." jawab Jenny.
"Pasar ?" tanya Abizar tanpa mengalihkan pandangannya dari hpnya.
"Iya, Bunda sama Jenny mau pergi ke pasar tradisional."
"Pasar tradisional ? ngapain Bunda kesana ?" tanya Abizar menatap Bunda dengan alis yang menyatu.
"Katanya Jenny dulu sering belanja di pasar tradisional dan Bunda sudah lama ingin merasakan belanja di pasar tradisional." ucap Bunda Dita sangat bahagia.
"Jualan di pasar tradisional itu tidak higienis lebih baik Bunda tetap belanja di Pasar modern." ucap Abizar mulai memakan sarapannya.
"Bodoh amat, Bunda tetap mau belanja di pasar tradisional titik." tegas Bunda Dita.
"Terserah Bunda."
"Sudah-sudah, biarkan saja Bunda mu mau melakukan apa yang dia inginkan." Oma melerai perdebatan ibu dan anak. Mereka pun mulai sarapan bersama dengan sesekali Bunda Dita dan Jenny memberikan Oma dan Abizar laut.
"Aku berangkat dulu." ucap Abizar selesai meminum kopi buatan Jenny.
__ADS_1
"Iya hati-hati ya nak, cepat sana Pak Faisal sudah menunggu." ucap Bunda Dita.
"Hemm." Abizar mencium tangan Bundanya dan keluar dari mansion diikuti oleh Jenny.
"Kak Jasnya." teriak kecil Jenny mencegah Abizar membuka pintu mobil.
"Ooh iya." Abizar berjalan ke arah Jenny.
"Kak nanti pulang jam berapa ?" tanya Jenny sambil memasang Jas Abizar dan merapikannya.
"Mungkin jam 21.00, kenapa ?" tanya Abizar.
"Kakak makan malam dimana ?" tanya Jenny lagi.
"Kenapa kau sangat kepo dengan apa yang aku makan ?" tanya ketus Abizar dengan wajah datarnya.
"Karena aku istrimu tentu saja aku harus memperhatikan kesehatanmu walaupun sebenarnya hanya di anggap adik dan kakak, hihihihi." bisik Jenny pada Abizar.
"Tidak usah menghawatirkan ku, urus saja urusanmu." ucap Abizar ketus.
"Iih nggak boleh gitu kak, kalau kakak sakit bisa-bisa aku diomelin sama Oma, kakak nggak kasihan sama aku." ucap Jenny dengan wajah imutnya.
"Aku boleh yah bawain makan malam ke kantor kakak ?" tanya Jenny.
"Kata terserah berarti iya kan, oke nanti aku bawain makan malam yang sangat enak untuk kakak." ucap girang Jenny namun Abizar tidak menghiraukannya dia hanya masuk ke dalam mobil.
"Sampai jumpa suamiku semangat kerjanya." teriak Jenny sambil menaruh kedua tangannya di kepalanya membentuk hati.
Mobil berjalan meninggalkan mansion namun Jenny masih melompat-lompat sambil membentuk hati di atas kepalanya. Abizar menatap Jenny dari kaca spion mobil dengan tatapan datar.
"Dia lompat seperti cacing kepanasan." gumam Abizar namun didengar oleh Pak Faisal, tanpa Abizar sadari ternyata dia tersenyum kecil Pak Faisal yang melihatnya ikut tersenyum.
"Sepertinya tuan mulai menyukai Nona Jenny." tutur Pak Faisal membuat Abizar menatap tajam padanya.
"Jangan asal bicara Pak Faisal."
"Saya tidak salah bicara tuan, sejak kedatangan nona Jenny saya perhatikan tuan sering tersenyum."
"Saya masih seperti dulu tidak ada yang berubah, sepertinya mata bapak bermasalah." ucap Abizar mengalihkan pandangannya ke laptopnya.
Pak Faisal tidak bisa berkata-kata lagi, dia lebih memilih diam sambil tersenyum kecil melihat kelakuan tuan mudanya yang menyangkal perasaannya.
Jenny yang melihat mobil suaminya keluar dari gerbang memutuskan untuk masuk ke mansion tapi tiba-tiba berpapasan dengan Oma yang menggunakan training berwarna pink muda.
__ADS_1
"Oma, mau jogging ?" tanya Jenny.
"Iya Oma mau jogging, kamu mau ikut ?" ajak Oma sambil lari di tempat.
"Iya aku mau ikut." ucap Jenny dengan girang.
"Tapi aku pake dres Oma." Jenny sedikit melebarkan dres nya bagian bawah.
"Ya udah ganti baju aja Oma tunggu."
"Nggak usah dehh Oma, aku malas naik ke lantai 3, lebih baik jalan-jalan aja deh." ucap Jenny.
"Baiklah kalau begitu Oma duluan yah." pamit Oma.
"Oke Oma, hati-hati yahh." Jenny melambaikan tangannya pada Oma yang mulai berlari terbilang cukup cepat di umurnya yang sudah masuk 70an.
"Wow Oma hebat banget." Jenny tepuk tangan karena kagum pada Oma.
Jenny ikut berjalan-jalan sambil melihat-lihat pemandangan di sekitar mansion, Jenny tersenyum saat melihat banyak kupu-kupu indah yang sedang berterbangan ke sana kemarin di atas tanaman bunga.
"Bunga ini sangat cantik." gumam Jenny menyentuh salah satu bunga di taman.
"Wah aromanya sangat wangi dan khas." Jenny menghirup dalam bunga tersebut.
"Jenny apa kamu menyukai bunga itu ?" tanya Bibi Intan yang tiba-tiba datang dari belakang membuat Jenny sontak kaget.
"Bibi membuat ku kaget." ucap Jenny menyentuh dadanya.
"Hahaha, maafkan Bibi." ucap Bibi memberikan jari bentuk V dan dibalas senyum oleh Jenny.
"Bibi kok bawa vas bunga ?" tanya Jenny menunjuk vas bunga yang cukup besar.
"Bibi mau memindahkan bunga itu ke dalam vas ini." tunjuk Bibi Intan pada Bunga yang baru saja Jenny kagumi.
"Bunga ini Bi ?" tunjuk Jenny.
"Iya, kamu nggak ada kerjaan kan ?" tanya Bibi Intan dan dibalas anggukan oleh Jenny.
"Kalau begitu tolong bantu Bibi pindahin bunga ini ke vas bunga yah." pinta Bibi Intan dan dibalas senyum ceria oleh Jenny.
"Oke, kalau begitu Jenny ganti baju dulu yah Bi." ucap Jenny dengan penuh semangat dan berlari cukup cepat memasuki mansion.
"Dia sangat bersemangat." gumam Bibi Intan tersenyum melihat tingkah Jenny.
Thank you for reading 🌹🌹🌹

__ADS_1