
🌹 Happy Reading 🌹
Jangan lupa tinggalin jejak dengan like dan komentarnya yah, ooh iya tekan bentuk hati agar tidak ketinggalan ceritanya yah. Salam sayang dari Author 🤗.
"Dia ini bodoh atau apa tentu saja aku tahu ini kan perusahaan ku, bisa-bisanya dia tidak tahu orang yang tinggal bersamanya dan setiap malam tidur dengannya adalah CEO perusahaan yang dia incar."batin Abizar menggeleng kepalanya melihat Jenny yang sangat polos.
"Beri aku handphone mu." pinta Abizar.
"Ini." Jenny menyerahkan hpnya.
"Untuk apa." tanya Jenny.
Abizar tidak mengatakan apapun dan hanya membaca isi notifikasi tersebut, Abizar menganggukkan kepalanya dan mengembalikan handphone Jenny.
"Kenapa kamu daftar di bagian desainer ?" tanya Abizar.
"Karena aku suka mendesain dan tentu saja aku ingin bekerja sama dengan desainer Dewi." jelas Jenny dengan penuh semangat.
"Ooh." ucap ketus Abizar meninggalkan Jenny, dia merebahkan dirinya di kasur.
"Ada apa dengan sikapnya itu." gumam heran Jenny.
Jenny tidak ambil pusing dan dia pun melanjutkan perawatan dirinya sambil terus tersenyum, Abizar hanya menggelengkan kepala melihat tingkah laku Jenny. Jenny ikut berbaring di samping Abizar yang sudah tertidur.
Jenny mematikan lampu dia mengambil hpnya dan menarik selimut menutupi kepalanya, dia mengutak-atik hp-nya di bawah selimut sambil tertawa kecil membuat Abizar yang belum tidur membuka matanya dan melihat Jenny yang tertimbun selimut.
"Omg, minggu depan aku bekerja di perusahaan itu, ahhh aku jadi tidak sabar." gumam kecil Jenny sangat bahagia.
"Apa harus sebahagia itu menjadi magang di perusahaan ku, padahal jika dia mau aku bisa memberikannya jabatan tinggi." batin Abizar.
Sudah jam 21.00 Abizar belum tidur sebab dia menunggu Jenny tertidur duluan karena sepertinya Abizar sudah terbiasa dan nyaman memeluk Jenny padahal pernikahan mereka baru 2 minggu namun Abizar sudah sangat nyaman saat menghirup aroma tubuh Jenny padahal mereka menggunakan sabun yang sama tapi entah kenapa sabun itu sangat harum di tubuh Jenny.
"Kenapa dengan aku ? sepertinya aku sudah nyaman tertidur sambil memeluknya, maafkan aku Lisa aku menghiayanatimu namun kesehatan ku lebih penting sekarang." batin Abizar tidak bisa berbohong.
Abizar mengintip Jenny di bawah selimut dan melihat Jenny tertidur dengan hp yang masih menyala, Abizar bernafas lega dia pun perlahan membuka selimut dan melipatnya sampai ke dada Jenny. Abizar perlahan menarik Jenny menghadap dirinya, Abizar meletakkan tangan Jenny di pinggangnya dan dia memeluk Jenny.
Abizar tersenyum menghirup aroma sampo Jenny yang membuat dia merasa tenang, beberapa detik kemudian Abizar pun tertidur sambil tersenyum.
🌥️⛅🌤️☀️
Matahari sudah terbit dan Jenny pun terbangun dari tidurnya, seperti biasa Jenny selalu heran kenapa setiap bangun dari tidurnya dia selalu memeluk Abizar padahal dia sudah menaruh bantal guling di tengah-tengah mereka.
__ADS_1
"Aku memang memiliki kebiasaan memeluk guling saat tertidur, tapi aku sudah memiliki dua bantal di sisi kanan dan kiriku tapi kenapa aku selalu memeluk dia ?." gumam Jenny bingung.
"Untung aku selalu bangun duluan jika tidak dia akan marah melihat aku memeluknya, tapi jujur sih meluk dia lebih nyaman dipeluk dibandingkan meluk bantal guling, kalau meluk dia lebih hangat heheh." gumam Jenny menutup mulutnya.
Jenny pun turun dari kasur dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi, tanpa sepengetahuan Jenny Ternyata Abizar sudah sedari tadi terbangun dan mendengar ucapan Jenny yang membuat Abizar tersenyum.
"Apa yang aku tertawakan ? dasar gila." batin Abizar memaki dirinya sendiri.
Jenny keluar dari kamar mandi menggunakan handuk yang menutupi atas dada sampai di atas lututnya, Abizar yang melihat Jenny keluar dari kamar mandi yang terlihat masih basah membuatnya memutar matanya dan berjalan melewati Jenny memasuki kamar mandi.
"Dia jutek banget sih." ucap Jenny dan duduk di kursi depan meja rias.
Jenny melakukan rutinitas perawatan diri sambil bersenandung gembira mengingat dia di terima kerja di perusahaan LAA yang sudah lama dia impikan. Jenny berjalan ke walk in closet mengambil dres cream favoritnya, tiba-tiba ponsel Jenny berdering dan ternyata ketiga sahabatnya melakukan panggilan video, Jenny tanpa ragu-ragu mengangkat panggilannya.
"Hay gyus, kalian apa kabar ?" sapa Jenny dengan bahagia.
"Hay girl." sapa Nabil melambaikan tangannya ke kamera.
"Baik kok." jawab Salsa dan Uci bersamaan.
"Huwaa aku juga." tambah Nabil.
"Kamu kapan balik ke sini ?" tanya Suci dengan kalem.
"Mungkin tidak akan pernah balik tapi aku usahakan untuk sesekali pulang." ucap sendu Jenny.
"Nggak usah sedih sayangku, karena kami bertiga lulus di perusahaan LAA." teriak girang Salsa bertepuk tangan diikuti oleh Suci dan Nabil.
"Benarkah, aku juga lulus di perusahaan LAA." teriak Jenny melompat-lompat.
"Kami sudah tahu kamu pasti di terima di perusahaan itu karena kamu yang paling The Best." ucap Nabil.
"Bisa aja kamu." ucap Jenny tersenyum malu.
"Akhirnya kita bisa magang bareng dan kumpul bareng lagi." ucap Salsa dengan girang.
"Iya betul banget, kangen main bareng kalian lagi." ucap Jenny dengan suara dan mimik wajah yang imut. Namun tiba-tiba sebuah handuk putih mendarat tepat di kepala Jenny membuat Jenny hampir jatuh dan kaget.
__ADS_1
Jenny menarik handuk itu dari kepalanya dan menatap tajam pada Abizar yang pura-pura tidak melakukan apapun dan sedang berjalan memasuki walk in closet.
"Siapa yang melakukan itu ?" tanya Salsa Dan Nabil.
"Bukan siapa-siapa kok, btw kapan kalian ke Jakarta ?" jawab Jenny mengalihkan perhatian temannya.
"Kita rencana mau pergi di hari Kamis biar bisa cari kost bareng dan tentu saja kita mau shoping sebelum magang iyakan." ucap Salsa dengan penuh semangat.
"Wah, aku juga mau ikut." ucap Jenny penuh semangat.
"Tentu saja kita pergi bersama." tambah Nabil.
"Ehem..ehem.." suara deheman dari Abizar yang bersandar di depan pintu ruangan walk in closet.
Jenny yang melihatnya seketika sadar bahwa dia belum menyiapkan pakaian kantor Abizar.
"Jenny apa yang kamu lakukan, siapa itu ?" tanya Suci penasaran.
"Ahh, itu paman aku manggil untuk sarapan." tutur Jenny berbohong pada ketiga sahabatnya.
"Aku tutup dulu yah, soalnya Paman aku manggil terus buat sarapan, bay..bay.." ucap Jenny berbohong lagi.
"Oke, bay..bay.." ucap perpisahan mereka bertiga dan mematikan panggilan.
"Paman ?" tanya Abizar dengan wajah datarnya.
"Maafkan aku Kak." ucap Jenny tersenyum namun Abizar memutar bola matanya dan berbalik memasuki walk in closet.
Jenny mengikuti Abizar dan Jenny membuka lemari pakaian dan memilih jas berwarna biru dan kemeja putih serta celana biru, Jenny membantu Abizar memakai kemeja dan mengancing satu persatu kancing kemeja.
"Siapa mereka ?" tanya Abizar pada Jenny yang sedang memilih dasi.
"Ooh, mereka sahabat ku." jawab Jenny.
"Kak dasi biru atau putih ?" tanya Jenny namun dicuekin oleh Abizar.
"Tampaknya kalian sangat dekat." ucap Abizar mengabaikan pertanyaan Jenny.
"Biru aja ya Kak, iya kami dekat karena kami sudah berteman sejak kami masih duduk di bangku SMA." jawab Jenny sambil memasang dasi di kera kemeja Abizar.
__ADS_1
Thank you for reading , 🌹🌹🌹