
🌹 Happy Reading 🌹
Jangan lupa tinggalin jejak dengan like dan komentarnya yah, ooh iya tekan bentuk hati agar tidak ketinggalan ceritanya yah. Salam sayang dari Author 🤗.
"Tok..tok..tok." suara ketukan pintu dari luar.
" Selamat pagi menjelang siang." sapa Bibi Intan dan di ikuti oleh Oma dan Bunda Dita.
"Wow, kamu cantik banget." puji Bunda Dita.
"Makasih Bunda."
"Iya dong, siapa dulu menantu Oma." ucap Oma.
Mereka berbincang ringan dan membicarakan Abizar mereka memberikan kesan baik pada Jenny.
"Ibu, barusan aku di telfon sama kak Satria katanya acaranya akan dimulai 10 menit lagi."
"Omg, apa semuanya sudah selesai ?" tanya Oma pada Desainer Dewi dan Makeup artis yang bertugas.
"Sudah nyonya." ucap mereka.
"Sayang, Oma keluar dulu yah." pamit Oma.
"Iya Oma."
"Jangan gugup yah sayang." ucap Oma dan dibalas anggukan oleh Jenny.
Mereka bertiga meninggalkan Jenny, dia sangat gugup dan tiba-tiba sang ayah datang dari balik pintu membuat Jenny merasa lega dan tersenyum ke arah ayahnya.
"Putri kecil Ayah sangat cantik." puji Ayah dan memeluk putrinya.
"Ayah."
"Maafkan Ayah, kamu harus menikah di saat kamu seharusnya mendapat meraih cita-citamu sebagai desainer terkenal."ucap sang Ayah merasa bersalah.
"Ini bukan salah Ayah, aku sendiri yang memilih untuk menikah." ucap Jenny menenangkan ayahnya.
Ayah tersenyum dan menepuk pelan telapak tangan Jenny, Ayah tahu Jenny sudah mengetahui bahwa dia menderita penyakit kanker sebab dia mengerti Jenny tidak akan menikah sebelum meraih cita-citanya karena dia sudah mengatur masa depannya sendiri. Dan rencana menikah masuk di urutan terakhir saat dia sudah sukses nanti, namun tiba-tiba dia setuju untuk dijodohkan.
"Ayah, aku sangat berharap kau bisa sembuh dari penyakit kanker itu, semoga Om Satria bisa menyembuhkan penyakit kanker Ayah." batin Jenny.
Sebenarnya saat Jenny jam 21.00 malam dia ingin mengambil air di dapur saat di perjalan dia lewat di depan ruang kerja Om Satria, tanpa sengaja Jenny mendengar pembicaraan Om Satria dan Ayah Surya, mereka membicarakan tentang pengobatan sang Ayah di Paris.
\#Flash Back\#
"Kak Surya, aku menemukan seorang dokter kanker yang profesional di Paris." ucap Om Satria.
"Dokter ? kamu tidak usah cepat memberikanku seorang dokter di Paris, karena Dokter Kelvin sudah mengatakan bahwa penyakit kanker ku ini tidak akan bisa sembuh sebab sudah mencapai stadium 4 atau akhir."
__ADS_1
"Aku tidak akan bisa diselamatkan."
"Jangan putus asa seperti itu, dokter yang aku temukan adalah seorang dokter profesional yang sudah menyembuhkan beribu orang yang memiliki stadium akhir sepertimu, dan dia berhasil menyembuhkannya." jelas Om Satria.
Ayah Surya diam memikirkan ucapan Om Satria.
"Kenapa Kakak bimbang seperti itu, terserah Kakak setuju atau tidak setuju kakak harus ikut denganku ke Paris setelah pernikahan anak kita."
"Dokter Kelvin sudah memberitahuku bahwa umurku tidak akan lama lagi dan kemungkinan umurku hanya sampai 4 bulan lagi." ucap Ayah Surya.
"Justru itu kita akan mempercepat keberangkatan kita ke Paris, dan aku ingin pernikahan anak kita akan dilaksanakan minggu depan setelah pernikahan kita akan berangkat ke Paris bersama."
"Secepat itu ?"
"Iya setuju atau tidak setuju kakak harus ikut denganku." tegas Om Satria dan pergi meninggalkan Ayah Surya melanjutkan pekerjaannya.
"Tapi Satria, kamu tidak harus repot-repot melakukan hal ini untuk."
"Kakak selalu saja menolak keinginanku, setidaknya jika bukan karena aku pikirkanlah Jenny Putri kecilmu yang tidak akan bisa hidup tanpamu, apa kamu tega meninggalkan putrimu ?"
"Aku.."ucap Ayah memikirkan Jenny.
"Cukup Kak, aku tidak ingin mendengar penolakan darimu lebih baik kakak pergi istirahat." usir Om Satria.
"Aku pergi dulu, kamu istirahat juga setelah mengerjakan pekerjaanmu jangan jadi gila kerja." ucap Ayah tersenyum ke arah Om s
Surya yang perlahan tersenyum karena mendengar persetujuan dari Ayah.
"Iya, Kakak sana pergi istirahat." usir Om Satria karena waktu sudah menunjuk pukul 21.30"
"Baiklah aku pergi, selamat malam."
"Selamat malam." balas Om Satria.
Jenny yang mendengar percakapan tadi tersenyum karena ada dokter yang bisa menyembuhkan penyakit kanker Ayah, saat mendengar ayah akan meninggalkan ruang kerjaan Om Satria Jenny buru-buru sembunyi di balik vas bunga yang besar.
\#Flash back on\#
"Selamat siang para tamu yang datang di hari pernikahan yang berbahagia ini, hari yang ditunggu-tunggu adalah hari pernikahan anak, cucu, keponakan, dan saudara kita tersayang yaitu tuan muda Abizard Adzkhan Aslan yang akan menikah dengan gadis cantik bernama Jenny Lestari Indah." ucap M yang tidak lain sepupu Abizar anak dari Bibi Intan.
Semua orang bertepuk tangan.
"Pertama-tama mari kita sambut mempelai lelaki yang bernama Abizar Adzkhan Aslan yang sudah menjomblo selama 30 tahun lamanya." ucap MC membuat orang yang disebut namanya mendengus kesal.
Semua tamu yang tidak lain adalah keluarga mereka sendiri ikut tertawa namun bertepuk tangan saat lampu menyorot Abizar sang pengantin pria yang bertubuh gagah dengan rahang yang tegas dan bentuk wajah yang sangat sempurna untuk seorang pria.
Abizar berjalan menuju altar dengan pandangan tajam ke depan menatap sepupunya yang tersenyum.
__ADS_1
Semua orang bertepuk tangan melihat Abizar, terutama sepupu wanita Jenny yang terus kagum dengan ketampanan Abizar, bahkan ada yang iri dengan Jenny karena memiliki suami yang sangat sempurna seperti Abizar.
Abizar sampai di altar dan mendekati sepupunya yang menjadi MC, Abizar menetap tajam pada sepupunya namun bukannya takut tapi malah menahan tawa.
"Awas kamu." bisik Abizar pada sepupunya.
"Yah..yah.." ejek sepupu Abizar bernama Asad.
"Wow pengantin lelaki kita hari ini terlihat sangat tampan dan gagah."
"Selanjutnya mari kita sambut pengantin mempelai wanita yang bernama Jenny Lestari Indah."ucap Asad lagi membuat semua orang bertepuk tangan dan berbalik melihat tempat tersorot lampu.
"Wow pengantin wanita kita sangat cantik dan menawan bersama lelaki hebat yaitu Ayah Surya." ucap Asad.
"Sayang, kamu jangan gugup." ucap Ayah Surya menenangkan Jenny.
"I.. iya Ayah." Jenny sangat gugup karena yang dipikirkannya adalah hanya sedikit orang yang hadir tapi ternyata sangat banyak orang yang hadir disini padahal ini hanya keluarga kedua mempelai.
"Lihat itu suamimu, ternyata dia lebih tampan dari pada di foto." ucap Ayah.
"Aku tidak menyangka dia setampan itu, padahal aku kira dia tampan karena memakai efek." batin Jenny karena ini di luar ekspektasinya, sebenarnya ini pertama kali mereka bertemu langsung.
Mereka sampai di altar Ayah Surya tersenyum kepada Abizar dan Abizar hanya tersenyum kecil.
"Abizar kamu sekarang sangat tinggi yah dan gagah lagi." puji Ayah Surya.
"Iya Om."
"Sangat berat melepaskan putri kecilku untuk menikah, namun aku menyerahkan putri kecilku ini kepadamu aku sangat berharap kau bisa mencintai dan menyayanginya seperti aku mencintai dan menyayangi."
"Dengan berat hati aku memberikan separuh nyawaku untukmu, aku sangat berharap kau bisa membahagiakanmu lebih dari aku." ucap Ayah Surya dengan sedih dan memberikan tangan Jenny ke pada Abizar.
"Tenang saja Ayah aku akan menjaga mencintai dan menyayanginya." ucap Abizar menggapai tangan Jenny.
"Terimakasih." ucap Ayah Surya menghapus air matanya dan turun dari panggung altar.
Proses pernikahan pun dilaksanakan dengan penuh bahagia dan gembira tak terasa malam sudah tiba dan acara pun sudah selesai. Semua keluarga satu persatu meninggalkan mansion dan kembali ke rumah masing-masing.
Semua orang kembali ke kamar masing-masing untuk istirahat begitupun dengan Abizar dan Jenny kembali ke kamar Abizar yang tentu saja kamar itu sudah milik mereka berdua.
Thanks you for reading 🌹🌹🌹

Abizar Adzkhan Aslan
• Umur 30 tahun
• Pengusaha muda
•Tinggi 190
•Dingin namun sayang pada keluarga
__ADS_1