
Disaat kencana menunggu ian yang sedang mandi, kencana merenung
padahal tv sudah kencana nyalakan tapi apa daya kencana tidak fokus
menonton tv, malah merenungi hubungannya dengan ian ini apakah sudah
benar-benar akan ke jenjang yang lebih serius, walaupun kencana sudah
bertunangan dan memakai cincin tunangan dari ian, kencana masih belum
merasa cocok dengan ian masih ada kegundahan dihati kencana, jujur saja
kencana juga belum cinta kepada ian hanya rasa nyaman yang dirasakan
kencana saat berdekatan dengan ian, rasa sayangpun juga belum ada. Dan
lagi saat kencana ke Jakarta kenapa ian tiba-tiba pindah kostan apakah
ada sesuatu yang disembunyikan ian dari kencana, kencana mulai bimbang
dengan hubungannya ini apakah akan diteruskan ke jenjang lebih serius
atau biarkan berjalan seperti air yang mengalir. Biarkan seperti air
yang mengalir toh kalau jodoh juga nggak akan kemana-mana pasti akan
berjalan lancar ke jenjang pernikahan batin kencana. sekelebat wajah
mantan pacar kencana yang bernama arga muncul, “duh, kenapa wajah dia
yang aku pikirkan” gerutu kencana. memang tidak bisa kencana pungkiri,
kencana masih cinta kepada mantan pacarnya yang bernama arga, walaupun
kencana tiba-tiba ditinggalkan arga kencana masih berharap bahwa arga
akan datang menemui kencana atau menyapa kencana via WA. Tapi sepertinya
tidak mungkin, pasti arga sudah tahu kabar kencana yang sudah
bertunangan dengan orang lain. “tau ah pusing” teriak kencana. ian
keluar dari dalam kamar mandi dan bertanya “apanya yang pusing” “ya
kepala lah mas, masak iya kaki” sambil memanyunkan bibirnya. “kamu
kenapa jadi bad mood gitu sih, ada yang kamu pikirin?” ucap ian sambil
duduk di sebelah kencana. “nggak ada kok mas, aku Cuma bosan aja, ajak
aku jalan-jalan gitu” ucap kencana sambil ndusel-ndusel minta dipeluk
ian “mau jalan-jalan kerumah kakak aku nggak?” sambil memeluk kencana.
“wah dimana tuh mas, nggak jauh kan pulangnya jangan malam ya takut
tante marah kalau pulang malam” “nggak usah pulang aja sih, nginep aja
__ADS_1
dirumah kakak besok baru bali kerumah tante, gimana?” “nggak ah aku
nggak bawa baju ganti mas” “yasudah yuk jalan, tapi cium dulu dong
sebentar aja” mohon ian. Akhirnya kencana dan ian malah asyik berciuman
kali ini ciuman yang diberikan ian begitu lembut dan memabukkan kencana
pun terbuai dengan ciuman ian, dalam hati kencana “ini mas ian kok jago
banget ciuman ya, pasti mantan pacarnya banyak deh” kencana tak mau
berlama-lama berciuman dengan ian takut kebablasan lagi seperti tadi
“emm mas aku nggk bisa nafas” masih posisi berciuman dengan ian. Saat
kencana benar-benar kehabisan nafas barulan ian melepaskan ciumannya.
“kamu jago banget sih mas ciumannya, pasti mantan pacar kamu banyak ya?”
selidik kencana. “tapi kamu suka kan?” sambil menyubit pipi kencana
saking gemasnya. “yaudah nggak usah dibahas mas, ayok berangkat” “cie
malu ni, langsung merah gitu mukanya” ian pun tertawa melihat tingkah
kencana yang malu-malu kucing. “idih apaan sih udah ayo” kencana menarik
tangan ian agar segera berdiri dan pergi ke rumah kakaknya.
dirumah kakak ian, “assalamualaikum kak?’’ ucap ian sambil mengetuk
pintu rumah kakaknya. “waalaikumsalam” jawab kakak ian. kencana
berkenalan dengan kakak ian yang ternyata cantik sekali dan masih single
lagi pasti cowok yang ngantri mau jadi pacarnya banyak nih batin
kencana. “wah init oh calon kamu, cantik” puji kakak ian “siapa namanya”
“saya kencana kak” “wah nama yang bagus, kenalin saya kakaknya ian dewi
kakaknya yang paling cantik” seloroh kak dewi. Ya iyalah paling cantik
kakaknya ian kan perempuan dan Cuma kak dewi. “iya kak dewi” jawab
kencana kikuk. “kencana sampai kapan di Jakarta” sambil menyuruh kencana
dan ian duduk di kursi ruang tamu “kemarin subuh kak, dan dijemput mas
ian di stasiun” “oh syukurlah kalau si bungsu ini yang jemput kamu”
bungsu sebutan kesayangan kakak ian untuk ian. “duduk dulu ya kakak mau
buatin minum buat kalian” “nggak usah repot-repot kak” jawab kencana,
ian hanya diam saja merebahkan diri di kursi ruang tamu kakaknya. “nggak
__ADS_1
repot kok” disaat kakaknya ian membuat ,minuman ian mencuri-curi ciuman
ke pipi kencana sekilas cup.. “ih mas malu kalau dilihat kak dewi”
“nggak apa-apalah kan calonku ini” jawab ian sambil nyengir kuda “jangan
dibiasakan ya mas, ndak sopan lho apalagi kita lagi bertamu seperti
ini” “iya iya ok janji, tapi bohong” ian pun tertawa sambil berlalu
pergi ke kamar mandi “Ya Allah beri saya kesabaran menghadapi makhluk
satu itu” ucap kencana.
Kak dewi menghampiri kencana sambil
meletakkan es teh manis di meja ruang tamunya “ayo diminum es teh
manisnya” “iya kak terima kasih banyak” kencana mengambil es teh
manisnya dan meminumnya. “kapan tanggal pernikahan kalian?” Tanya kak
dewi kepada kencana. belum sempat kencana menjawab pertanyaan kak dewi,
ian muncul dan berkata “kita belum menentukan tanggalnya kak, nanti saja
kalau kencana sudah selesai pengurusan berkas calon pegawai negerinya,
baru aku dankencana obrolin lagi soal tanggal nikah” kemudian ian duduk
dan meminum es teh manis buatan kakaknya. mereka bertiga
berbincang-bincang sampai malam hari, tanpa kencana sadari bahwa hari
sudah malam. Kencana langsung member kabar kepada tantenya bahwa sedang
bersama ian dirumah kakak ian. Kak dewi memberikan saran supaya kencana
tidur dirumah kak dewi saja, dan pulang esok paginya. “kencana tidur
sini saja ya, besok pagi baru pulang, kasian kamu dan ian malam-malam
begini harus pulang, istirahat saja disini ya” “tapi kak, apa nggak
apa-apa saya nginep disini?” raut muka kencana agak ragu. “nggak apa-apa
toh saya tinggal dirumah ini sendirian, kamu bisa tidur dikamar sama
saya, biar ian tidur di sofa ruang tamu, gimana?” “gimana mas ?” kencana
menatap ian, “yasudah kita nginep aja disini, besok pagi baru aku antar
kerumah tante ya” “yaudah” “nah gitu dong” kak dewi sambil nyengir
kuda. "yasudah kakak mau mandi dulu ya, kalian nonton tv saja dulu" "iya
kak makasih" jawab kencana
__ADS_1