Cinta Untuk Kencana

Cinta Untuk Kencana
BAB 19


__ADS_3

Malam harinya sepulang dari temu kangen dengan vira, kencana kaget


bukan main melihat ada ian yang tiba-tiba saja ada dirumahnya. pasalnya


kedua orang tua dan adik kencana tidak ada yang memberitahu keberadaan


ian. Yang kencana tau hanya disuruh cepat pulang saja oleh adiknya.


Setelah memarkirkan motornya, kencana masuk kerumah dan langsung menuju


kamarnya meraruh tas dan jaketnya di gantungan baju kemudian ke toilet


untuk cuci tangan dan cuci muka setelah itu kencana bertanya kepada


ibunya yang ada di dapur. “kok bisa ada dia disini bu” ucap kencana


penasaran. “ibu juga nggak tau, tiba-tiba saja ada yang bertamu kirain


ibu siapa eh nggak taunya dia” ibu kencana juga enggan untuk menyebut


nama ian, mungkin karena kecewa atau apa kencana tak mengerti dan tidak


mau ambil pusing. “sana temuin, sambil bawain minuman ya tadi ibu


tawarin minuman nggak mau, katanya mau ketemu kamu saja” ibu kencana


menyodorkan teh manis hangat di atas nampan kepada kencana dan kencana


berlalu pergi. Dalam hati kencana “ni orang maunya apa sih, kalau


mara-marah di telfon dan chat saja sombongnya selangit kenapa tiba-tiba


datang kerumah pasti nggak mau putus deh”


Kencana meletakkan


minuman untuk ian di meja ruang tamu, dan kencana duduk berhadapan


dengan ian, kencana sengaja menjaga jaraknya dengan ian, kencana


memperhatikan penampilan ian yang lusuh terlihat kelelahan mungkin dari


pulang kerja di Ibukota langsung pulang ke jawa. “ada apa mas datang


kesini?” itulah ucapan yang terlontar dari bibir kencana. hening tak ada


jawaban dari ian. “kalau nggak ada yang mau diomongin lebih baik mas


pulang, saya mau istirahat” ucap kencana lagi. Sesaat kencana diam


menunggu jawaban dari ian, ian masih diam tak bersuara dan masih


menundukkan wajahnya menghadap lantai keramik ruang tamu. Kencana


berdiri dan berkata “kalau memang nggak ada yang mau diomongin silakan


pulang, tolong tutup pintunya setelah keluar” ucap kencana agak keras.


Belum jauh dari kursi ruang tamu lengan kencana di tarik oleh ian,


kencana menepis tangan ian dan akhirnya duduk lagi di kursi tepatnya


disebelah ian. Ian memegang memegang kedua tangan kencana sambil terisak


“jangan pernah balikin cincin itu ya” itulah ucapan yang keluar dari


mulut ian, kencana masih diam tak menjawab. “mas mohon, jangan balikin


cincin itu, mas nggak mau pisah sama kamu” ucap ian lagi. “maaf mas,


keputusan aku sudah bulat, aku tetap akan mengembalikan cincin ini


walaupun mas nggak mau nerima silakan dari awal kan yang minta untuk


dibalikin siapa? Jadi tolong lah berkaca ini salah siapa? Dan kenapa mas


bawa-bawa arga ke masalah kita, masalah kita nggak ada sangkut pautnya


sama arga mas, dan mas tau kan aku udah lama nggak pernah chatting


ataupun telfon, nomornya saja aku sudah tidak punya bagaimana aku bisa


berhubungan dengan arga. Kenapa mas ngadu ke ibu kalau aku masih


berhubungan dengan arga ha?” ucap kencana emosi menahan amarahnya. “iya


mas tau mas salah tolong maafkan mas” hanya itu yang keluar dari mulut


ian, dan masih mode menggenggam kedua tangan kencana. kencana berusaha


menepis tangan ian, tapi tenaganya tidak sekuat ian. “tolong lepasin


tangan aku mas, tolong” ucap kencana akhirnya agar ian mau melepaskan


kedua tangannya. Ian melepaskan kedua tangan kencana, setelahnya kencana


berpindah tempat duduk berhadapan dengan ian dan ada pembatas diantara


mereka yaitu meja ruang tamu. “mau mas memohon aku tetap akan balikin


cincin ini dan tunggu saja kapannya, kalau tidak ada yang mau diomongin


lagi yasudah silakan pergi kalau mau pergi kalau mau nginep ya tidur


dikursi ruang tamu ini” akhirnya kencana meninggalkan ian sendiri di


ruang tamu dan berlalu pergi ke kamarnya untuk tidur. Kencana tidak

__ADS_1


peduli kalau ian masih ada dirumahnya atau sudah pulang.


Hari


sabtu pagi kencana bangun lebih bersemangat dan lebih ceria dari


biasanya, bagaimana tidak beberapa hari kebelakang kencana tidak nafsu


makan dan lebih sering mengurung diri dikamarnya jika mengingat masalah


percintaannya yang membuat kepalanya pusing. Pagi itu mentari pagi


bersinar dengan terang, udara pagi yang sejuk menyegarkan hidung


kencana, kencana menghirup sebanyak-banyaknya udara pagi nan segar,


kencana berencana olahraga lari pagi disekitar rumahnya yang asri dan


jauh dari hiruk pikuk keramaian. Setelah kegiatannya berlari kencana


baru menyadari bahwa semalam ada ian dirumahnya, bagaimana bisa kencana


lupa kalau semalam ada ian dirumahnya akhirnya kencana berlari keruang


tamu disangkanya ian masih ada dan tertidur di ruang tamu tapi ternyata


sudah tidak ada, sejak kapan ian pergi kencana tidak tau dan orang rumah


juga tidak ada yang tau. “bodo amatlah” ucap kencana asal. Kencana


berjalan menuju kamarnya hendak mengecek hp nya barangkali ada pesan


masuk dari ian, benar saja ada pesan masuk dari ian.


**Isi pesan ian dan kencana**


Ian : aku mau balik Jakarta jalan kaki saja kalau kamu nggak mau balikan lagi sama aku


Kencana : ya silakan saja toh yang bakal sakit siapa haha silakan aku nggak peduli


Ian : ya sudah


Kencana


berencana mandi untuk menyegarkan badan dan pikirannya yang ruwet


gara-gara ian datang kerumahnya malah bikin pusing saja malas sekali


kencana berurusan dengan makhluk yang mau dewasa itu. Setelah mandi


kencana membuka hp nya kembali siapa tau ada pesan masuk lagi entah dari


siapa yang jelas kencana tidak mengharapkan pesan dari ian.


**pesan masuk**


baru : kak cana, ini aku Rindi sepupu mas ian, tadi aku lihat mas ian


di terminal kak. Kapan mas ian pulang kak kok nggak kerumahnya malah di


terminal


Kencana : oh mas mu pulang, kok aku nggak tau ya? Mungkin


lagi ada urusan kali di terminal paling ntr juga pulang, makasih


infonya ya rin.


Rindi : iya kak sama-sama


Kencana


merasa yang menyuruh rindi mengirim pesan adalah ian, karena keluarga


ian tidak ada yang punya nomor hp kencana, kencana tak mau ambil pusing


akhirnya kencana berganti baju dan hendak kerumah dian. Sesampainya


dirumah dian kencana menceritakan kisah cintanya kepada dian sampai


dimana ian datang kerumahnya dan menghilang begitu saja, hanya dian yang


tau masalah percintaan kencana bersama ian ini dan dian mendukung


keputusan kencana asal kencana bahagia itu membuat dian bahagia juga.


Dian ini teman kencana disaat kencana masih bekerja di perusahaan xxxx


teman saat training dan langsung akrab walaupun beda wilayah tempat


kerja mereka berdua suka hangout bareng ya contohnya seperti sekarang


ini walaupun kencana sudah tidak bekerja dan dian tau kencana sudah


diterima menjadi calon pegawai negeri yang diimpikan banyak orang


(katanya) tak lupa dian mengucapkan selamat kepada kencana atas apa yang


diraihnya, “sayang kali ya can, nasib percintaanmu tapi nggak apa-apa


yang penting sekarang jadi pegawai negeri” canda dian. “Alhamdulillah


di, tapi ya gitu masalah hati ini yang masih kurang beruntung tapi aku


nggak mau ambil pusing di, mau fokus dulu ke pekerjaan baruku” jawab


kencana. “setuju, pokoknya fokus dulu ke karir kamu ya beb, masalah

__ADS_1


jodoh sudah ada yang atur kok percaya deh” “makasih banyak ya di”


kencana memeluk dian. “yuk di kita kemana gitu” sambil melepas


pelukannya. “mau kemana” jawab dian. “kebun the saja yuk, kan udaranya


segar ternang gitu” “ok hayuklah” ucap dian antusias.


Kencana dan


dian pergi ke kebun the dekat dengan daerah tempat tinggal mereka,


sepanjang perjalanan kencana dan berbincang-bincang dan tertawa bersama


namanya juga perempuan kalau sudah ketemu sahabat obrolan apa aja jadi


asyik. Sesampainya di kebun teh, kencana membuka ponselnya yang


bordering ada pesan masuk dari ian.


**pesan masuk**


Ian : tolongin mas, mas sakit ini lagi di pinggir jalan arah …..


Kencana : katanya mau jalan kaki, udah capek, udah sakit ya enak nggak ?


Ian : mas benar benar sakit, tolong kali ini aja.


Kencana


tidak membalas pesan ian, kencana langsung memberitahu dian “di, mas


ian sakit posisi dipinggir jalan xxxx” ucap cana santui. “ya gimana kamu


can, mau kesana nyamper dia, aku ayok aja sih” jawab dian nggak kalah


santuinya. “tapi kita baru samapi sini di, aku males turun lagi” kencana


mulai cemberut. “kan kesini bisa kapan-kapan lagi, yaudah yuk aku


temenin ketemu ian siapa tau dia sakit beneran” “yasudah ayo”. Akhirnya


kencana dan dian mencari ian, kencana mencoba memakai hatinya sebagai


manusia kan harus tolong menolong, kalau ditanya masih jengkel tentu


kencana masih jengkel dengan ian kelakuannya sangat nggak dewasa.


Setelah menemukan ian, kencana melihat semua yang ada di badan ian, ian


Nampak memegangi ulu hatinya entah benar sakit atau hanya pura2 sakit


kencana tidak tau. Tak lupa kencana mengenalkan dian kepada ian setelah


berkenalan kencana mengajak ian ke klinik untuk berobat. Untungnya ian


mau dan ada klinik dekat dengan posisi mereka, kencana juga yang


membayar semua pengobatan ian. setelah berobat jalan kencana mengajak


ian makan di sebuah restoran dekat dengan klinik tak lupa dengan dian


juga yang masih setia menemani kencana. kencana makan dengan santai,


dian juga begitu sedangakan ian hanya diam saja. Makanan yang dipesankan


kencana tidak dimakan sama sekali hanya minum air putih dan obat dari


klinik saja. Kencana tidak peduli yang penting niat kencana baik


menolong sesama yang membutuhkan. Setelah selesai makan kencana segera


membayar semua makanan yang dipesan setelah membayar kencana hendak


pergi dengan dian tapi di cegah oleh ian.


“tolong anterin mas


dulu” ucap ian memohon kepada cana. “antar kemana lagi sih mas, nggak


lihat apa ada temanku yang harus aku antar juga, katanya mau ke Jakarta


jalan kaki nggak jadi toh” sindir kencana kesal. “mas sungguh-sungguh


tidak mau pisah sama kamu” ucap ian lagi memohon dengan penuh harap.


“terserah” ucap kencana dan berlalu meninggalkan ian sendirian di tempat


makan. Kencana mengantar dian pulang kerumahnya. Saat kencana hendak


pulang ada pesan masuk di hpnya, akan tetapi pesan tersebut tidak dibaca


kencana, kencana sungguh malas untuk bertemu ian lagi. Setelah kencana


berpamitan dengan dian, kencana memutuskan untuk pulang kerumah dan


mengistirahatkan badan dan pikirannya.


Bagaimanakah dengan


hubungan kencana dan ian ? apakah mereka akan tetap putus dan kencana


mengembalikan cincin tunangannya atau mereka akan rukun kembali dan


membahas hari pernikahan ??? terus ikuti ceritanya yaa guys, jangan lupa


follow author ya dan tap love untuk cerita Cinta Untuk Kencana. Thank

__ADS_1


you very much.


__ADS_2