
Malam harinya sepulang dari temu kangen dengan vira, kencana kaget
bukan main melihat ada ian yang tiba-tiba saja ada dirumahnya. pasalnya
kedua orang tua dan adik kencana tidak ada yang memberitahu keberadaan
ian. Yang kencana tau hanya disuruh cepat pulang saja oleh adiknya.
Setelah memarkirkan motornya, kencana masuk kerumah dan langsung menuju
kamarnya meraruh tas dan jaketnya di gantungan baju kemudian ke toilet
untuk cuci tangan dan cuci muka setelah itu kencana bertanya kepada
ibunya yang ada di dapur. “kok bisa ada dia disini bu” ucap kencana
penasaran. “ibu juga nggak tau, tiba-tiba saja ada yang bertamu kirain
ibu siapa eh nggak taunya dia” ibu kencana juga enggan untuk menyebut
nama ian, mungkin karena kecewa atau apa kencana tak mengerti dan tidak
mau ambil pusing. “sana temuin, sambil bawain minuman ya tadi ibu
tawarin minuman nggak mau, katanya mau ketemu kamu saja” ibu kencana
menyodorkan teh manis hangat di atas nampan kepada kencana dan kencana
berlalu pergi. Dalam hati kencana “ni orang maunya apa sih, kalau
mara-marah di telfon dan chat saja sombongnya selangit kenapa tiba-tiba
datang kerumah pasti nggak mau putus deh”
Kencana meletakkan
minuman untuk ian di meja ruang tamu, dan kencana duduk berhadapan
dengan ian, kencana sengaja menjaga jaraknya dengan ian, kencana
memperhatikan penampilan ian yang lusuh terlihat kelelahan mungkin dari
pulang kerja di Ibukota langsung pulang ke jawa. “ada apa mas datang
kesini?” itulah ucapan yang terlontar dari bibir kencana. hening tak ada
jawaban dari ian. “kalau nggak ada yang mau diomongin lebih baik mas
pulang, saya mau istirahat” ucap kencana lagi. Sesaat kencana diam
menunggu jawaban dari ian, ian masih diam tak bersuara dan masih
menundukkan wajahnya menghadap lantai keramik ruang tamu. Kencana
berdiri dan berkata “kalau memang nggak ada yang mau diomongin silakan
pulang, tolong tutup pintunya setelah keluar” ucap kencana agak keras.
Belum jauh dari kursi ruang tamu lengan kencana di tarik oleh ian,
kencana menepis tangan ian dan akhirnya duduk lagi di kursi tepatnya
disebelah ian. Ian memegang memegang kedua tangan kencana sambil terisak
“jangan pernah balikin cincin itu ya” itulah ucapan yang keluar dari
mulut ian, kencana masih diam tak menjawab. “mas mohon, jangan balikin
cincin itu, mas nggak mau pisah sama kamu” ucap ian lagi. “maaf mas,
keputusan aku sudah bulat, aku tetap akan mengembalikan cincin ini
walaupun mas nggak mau nerima silakan dari awal kan yang minta untuk
dibalikin siapa? Jadi tolong lah berkaca ini salah siapa? Dan kenapa mas
bawa-bawa arga ke masalah kita, masalah kita nggak ada sangkut pautnya
sama arga mas, dan mas tau kan aku udah lama nggak pernah chatting
ataupun telfon, nomornya saja aku sudah tidak punya bagaimana aku bisa
berhubungan dengan arga. Kenapa mas ngadu ke ibu kalau aku masih
berhubungan dengan arga ha?” ucap kencana emosi menahan amarahnya. “iya
mas tau mas salah tolong maafkan mas” hanya itu yang keluar dari mulut
ian, dan masih mode menggenggam kedua tangan kencana. kencana berusaha
menepis tangan ian, tapi tenaganya tidak sekuat ian. “tolong lepasin
tangan aku mas, tolong” ucap kencana akhirnya agar ian mau melepaskan
kedua tangannya. Ian melepaskan kedua tangan kencana, setelahnya kencana
berpindah tempat duduk berhadapan dengan ian dan ada pembatas diantara
mereka yaitu meja ruang tamu. “mau mas memohon aku tetap akan balikin
cincin ini dan tunggu saja kapannya, kalau tidak ada yang mau diomongin
lagi yasudah silakan pergi kalau mau pergi kalau mau nginep ya tidur
dikursi ruang tamu ini” akhirnya kencana meninggalkan ian sendiri di
ruang tamu dan berlalu pergi ke kamarnya untuk tidur. Kencana tidak
__ADS_1
peduli kalau ian masih ada dirumahnya atau sudah pulang.
Hari
sabtu pagi kencana bangun lebih bersemangat dan lebih ceria dari
biasanya, bagaimana tidak beberapa hari kebelakang kencana tidak nafsu
makan dan lebih sering mengurung diri dikamarnya jika mengingat masalah
percintaannya yang membuat kepalanya pusing. Pagi itu mentari pagi
bersinar dengan terang, udara pagi yang sejuk menyegarkan hidung
kencana, kencana menghirup sebanyak-banyaknya udara pagi nan segar,
kencana berencana olahraga lari pagi disekitar rumahnya yang asri dan
jauh dari hiruk pikuk keramaian. Setelah kegiatannya berlari kencana
baru menyadari bahwa semalam ada ian dirumahnya, bagaimana bisa kencana
lupa kalau semalam ada ian dirumahnya akhirnya kencana berlari keruang
tamu disangkanya ian masih ada dan tertidur di ruang tamu tapi ternyata
sudah tidak ada, sejak kapan ian pergi kencana tidak tau dan orang rumah
juga tidak ada yang tau. “bodo amatlah” ucap kencana asal. Kencana
berjalan menuju kamarnya hendak mengecek hp nya barangkali ada pesan
masuk dari ian, benar saja ada pesan masuk dari ian.
**Isi pesan ian dan kencana**
Ian : aku mau balik Jakarta jalan kaki saja kalau kamu nggak mau balikan lagi sama aku
Kencana : ya silakan saja toh yang bakal sakit siapa haha silakan aku nggak peduli
Ian : ya sudah
Kencana
berencana mandi untuk menyegarkan badan dan pikirannya yang ruwet
gara-gara ian datang kerumahnya malah bikin pusing saja malas sekali
kencana berurusan dengan makhluk yang mau dewasa itu. Setelah mandi
kencana membuka hp nya kembali siapa tau ada pesan masuk lagi entah dari
siapa yang jelas kencana tidak mengharapkan pesan dari ian.
**pesan masuk**
baru : kak cana, ini aku Rindi sepupu mas ian, tadi aku lihat mas ian
di terminal kak. Kapan mas ian pulang kak kok nggak kerumahnya malah di
terminal
Kencana : oh mas mu pulang, kok aku nggak tau ya? Mungkin
lagi ada urusan kali di terminal paling ntr juga pulang, makasih
infonya ya rin.
Rindi : iya kak sama-sama
Kencana
merasa yang menyuruh rindi mengirim pesan adalah ian, karena keluarga
ian tidak ada yang punya nomor hp kencana, kencana tak mau ambil pusing
akhirnya kencana berganti baju dan hendak kerumah dian. Sesampainya
dirumah dian kencana menceritakan kisah cintanya kepada dian sampai
dimana ian datang kerumahnya dan menghilang begitu saja, hanya dian yang
tau masalah percintaan kencana bersama ian ini dan dian mendukung
keputusan kencana asal kencana bahagia itu membuat dian bahagia juga.
Dian ini teman kencana disaat kencana masih bekerja di perusahaan xxxx
teman saat training dan langsung akrab walaupun beda wilayah tempat
kerja mereka berdua suka hangout bareng ya contohnya seperti sekarang
ini walaupun kencana sudah tidak bekerja dan dian tau kencana sudah
diterima menjadi calon pegawai negeri yang diimpikan banyak orang
(katanya) tak lupa dian mengucapkan selamat kepada kencana atas apa yang
diraihnya, “sayang kali ya can, nasib percintaanmu tapi nggak apa-apa
yang penting sekarang jadi pegawai negeri” canda dian. “Alhamdulillah
di, tapi ya gitu masalah hati ini yang masih kurang beruntung tapi aku
nggak mau ambil pusing di, mau fokus dulu ke pekerjaan baruku” jawab
kencana. “setuju, pokoknya fokus dulu ke karir kamu ya beb, masalah
__ADS_1
jodoh sudah ada yang atur kok percaya deh” “makasih banyak ya di”
kencana memeluk dian. “yuk di kita kemana gitu” sambil melepas
pelukannya. “mau kemana” jawab dian. “kebun the saja yuk, kan udaranya
segar ternang gitu” “ok hayuklah” ucap dian antusias.
Kencana dan
dian pergi ke kebun the dekat dengan daerah tempat tinggal mereka,
sepanjang perjalanan kencana dan berbincang-bincang dan tertawa bersama
namanya juga perempuan kalau sudah ketemu sahabat obrolan apa aja jadi
asyik. Sesampainya di kebun teh, kencana membuka ponselnya yang
bordering ada pesan masuk dari ian.
**pesan masuk**
Ian : tolongin mas, mas sakit ini lagi di pinggir jalan arah …..
Kencana : katanya mau jalan kaki, udah capek, udah sakit ya enak nggak ?
Ian : mas benar benar sakit, tolong kali ini aja.
Kencana
tidak membalas pesan ian, kencana langsung memberitahu dian “di, mas
ian sakit posisi dipinggir jalan xxxx” ucap cana santui. “ya gimana kamu
can, mau kesana nyamper dia, aku ayok aja sih” jawab dian nggak kalah
santuinya. “tapi kita baru samapi sini di, aku males turun lagi” kencana
mulai cemberut. “kan kesini bisa kapan-kapan lagi, yaudah yuk aku
temenin ketemu ian siapa tau dia sakit beneran” “yasudah ayo”. Akhirnya
kencana dan dian mencari ian, kencana mencoba memakai hatinya sebagai
manusia kan harus tolong menolong, kalau ditanya masih jengkel tentu
kencana masih jengkel dengan ian kelakuannya sangat nggak dewasa.
Setelah menemukan ian, kencana melihat semua yang ada di badan ian, ian
Nampak memegangi ulu hatinya entah benar sakit atau hanya pura2 sakit
kencana tidak tau. Tak lupa kencana mengenalkan dian kepada ian setelah
berkenalan kencana mengajak ian ke klinik untuk berobat. Untungnya ian
mau dan ada klinik dekat dengan posisi mereka, kencana juga yang
membayar semua pengobatan ian. setelah berobat jalan kencana mengajak
ian makan di sebuah restoran dekat dengan klinik tak lupa dengan dian
juga yang masih setia menemani kencana. kencana makan dengan santai,
dian juga begitu sedangakan ian hanya diam saja. Makanan yang dipesankan
kencana tidak dimakan sama sekali hanya minum air putih dan obat dari
klinik saja. Kencana tidak peduli yang penting niat kencana baik
menolong sesama yang membutuhkan. Setelah selesai makan kencana segera
membayar semua makanan yang dipesan setelah membayar kencana hendak
pergi dengan dian tapi di cegah oleh ian.
“tolong anterin mas
dulu” ucap ian memohon kepada cana. “antar kemana lagi sih mas, nggak
lihat apa ada temanku yang harus aku antar juga, katanya mau ke Jakarta
jalan kaki nggak jadi toh” sindir kencana kesal. “mas sungguh-sungguh
tidak mau pisah sama kamu” ucap ian lagi memohon dengan penuh harap.
“terserah” ucap kencana dan berlalu meninggalkan ian sendirian di tempat
makan. Kencana mengantar dian pulang kerumahnya. Saat kencana hendak
pulang ada pesan masuk di hpnya, akan tetapi pesan tersebut tidak dibaca
kencana, kencana sungguh malas untuk bertemu ian lagi. Setelah kencana
berpamitan dengan dian, kencana memutuskan untuk pulang kerumah dan
mengistirahatkan badan dan pikirannya.
Bagaimanakah dengan
hubungan kencana dan ian ? apakah mereka akan tetap putus dan kencana
mengembalikan cincin tunangannya atau mereka akan rukun kembali dan
membahas hari pernikahan ??? terus ikuti ceritanya yaa guys, jangan lupa
follow author ya dan tap love untuk cerita Cinta Untuk Kencana. Thank
__ADS_1
you very much.