
Setelah memutuskan resign Kencana menghabiskan hari-harinya hanya ada
dirumah dengan beristirahat sesekali Kencana mengantarkan ibunya untuk
kepasar maklum Kencana bukan dari keluarga orang kaya yang bisanya
ongkang-ongkang menikmati jerih payah orang tuanya. Sifat seperti itu
bukan sifat Kencana. kencana lebih suka membantu pekerjaan rumah orang
tuanya seperti halnya menyapu, mengepel lantai, mencuci piring kotor,
mencuci baju kotor dan mensetrika baju-baju keluarganya. kenapa tidak
ada membantu memasak, karena kencana tidak begitu mahir memasak akan
tetapi masih bisa membantu menggoreng atau hanya memasak nasi masih bisa
dan memilah-milah sayuran yang akan dimasak. Orang tua kencana yang
memang pedagang hasil bumi selalu mengajaknya untuk pergi ke pasar untuk
menjual hasil bumi dari ladang dan sawah milik orang tua kencana. Saat
itu kencana tidak ingin mengantar ibunya, kencana memilih tidur kembali
dan ibunya berteriak Canaaa bangun ayo antarkan ibu kepasar sebentar,
anak perempuan kok Cuma tidur aja bangun selalu siang sekali-sekali
bantuin ibumu ini, cari kerjaan sana udah dua bulan resign nggak nyari
kerja lagi apa ? jangan jadi anak perempuan yang males. Jadi anak
perempuan itu harus cekatan dan serba bisa. Disitulah kencana berfikir
__ADS_1
masih sambil merem melek didalam selimutnya, kencana berpikir untuk
mencari kerja tapi apa ya kerjaan yang kira-kira cocok sama aku, aku
nggak mau kerja jadi marketing lagi bukan passion ku juga, bingung dan
serba salah kini yang kencana rasakan, pasalnya sudah dua bulan kencana
reisgn belum ada kejelasan tentang pekerjaan yang kencana lamar dan dia
bingung harus menunggu hasil pengumuman pekerjaan yang dilamar atau
melamar pekerjaan ditempat lain. akhirnya kencana keluar dari dalam
kamarnya menuju kamar mandi dan dengan sangat cepat mandi kilat yaaa
kalau soal mandi cepat kencana jagonya, ayo bu cana udah siap nih
katanya mau diantar kepasar, mana yang harus dibawa ? udah didepan rumah
barang-barang yang dibawa udah beres diatas motor, wuih ibuku emang
nanti keburu rejekinya ilang ucap ibu kencana. ya nggaklah bu, rejeki
udah ada yang atur, sudah ada porsinya masing-masing bu, yang penting
tetap usaha, doa dan ikhtiar. yaudah ayo bu berangkat cana udahpakai
helm sama jaket nih, yuk ah.. yaudah ayo jangan lupa baca doa nak.. iya
bu siap. pagi itu pukul enam pagi kurang sepuluh menit suasana pagi yang
sejuk dan menenangkan jiwa kencana mengantar ibunya kepasar tempat
biasa menjual hasil bumi ladangnya. sesampainya dipasar kencana langsung
__ADS_1
memarkirkan motornya tak lupa kencana meminta kartu karcis parkir ke
abang-abang parkir kemudian membantu ibunya membawa dagangannya untuk
dibawa kedalam pasar. sesampainya didalam pasar mbah kerok yang
langganan membeli dagangan ibunya kencana berkata, ini anakmu ndang, ayu
temen (cantik benar) kuliah opo kerjo nduk ? (kuliah apa kerja nak),
sudah lulus kuliah mbah tapi belum dapat kerja, mohon doa pangestunya
mbah semoga pekerjaan yang saya lamar diterima ya mbah. iyaa nduk (iya
nak) tak Pangestoni (saya restui) dilancarke kabeh urusane yo nduk
(dilancarkan semua urusannya ya nak) aamiin.. matur suwun nggih mbah
(terima kasih ya mbah).
setelah acara jual beli dengan mbah kerok
selesai kencana masih harus mengantar ibunya untuk membeli keperluan
dapur, yaitu sayuran, tahu, tempe dan lainnya. buk boleh minta beli
martabak mini nggak buk yang disana, iya boleh dong mbak, mbak cana udah
nganter ibuk mau minta martabak boleh-boleh aja. asik makasih ya buk
hehe.. walaupun cuma martabak mini tetapi kencana jarang sekali makan
makanan tersebut, makan ayam pun jarang apalagi martabak terkadang jadi
kesempatan kencana untuk meminta makanan kesukaannya setiap kali kencana
__ADS_1
mengantar ibunya kepasar. bersyukurlah kalian yang bisa makan enak, dan
jangan pernah buang-buang makanan.