Cinta Untuk Kencana

Cinta Untuk Kencana
BAB 5


__ADS_3

Hari


ini tepat kencana resign dari perusahaan tempatnya bekerja, dia sudah


membereskan semua barang-barang miliknya untuk dimasukkan kedalam tas


ranselnya, teman-temannya yang sudah mengetahui keputusan kencana tidak bisa


berbuat apa-apa lagi kecuali mendukung dan memberikan semangat kepada kencana


supaya karirnya bisa lebih bagus di tempat lain. Saat kencana memberikan kunci


loker kepada atasannya, atasannya berkata “kencana saya bisa bantu kamu supaya


kamu tidak jadi resign lho” ucapnya sambil berdiri dari kursi kerjanya dan


mendekati kencana. “maaf mba cana sudah membuat keputusan,  maaf sebelumnya bukannya cana nggak menghargai


niat baik mba okta, cana rasa ini sudah keputusan cana semoga ini yang terbaik.


sekali lagi cana mohon maaf selama ini cana banyak merepotkan dan terima kasih


sudah membimbing cana dan membantu cana dalam pekerjaan cana”.  Kencana memeluk atasannya yang bernama okta, merekapun


berpelukan “semoga kamu sukses ya cana” ucap atasannya masih dalam posisi


berpelukan. “Aamiin terima kasih mba okta, mba okta juga yaa semoga sukses


selalu dan jaga kesehatan ya mba”. Okta Maulida walaupun umurnya dibawah


kencana dua tahun tetapi karirnya di perusahaan lebih bagus dari kencana dan


dia menjadi atasan kencana kadang menjadi tempat curhat kencana disaat kencana


putus cinta. Orangnya yang periang dan supel dan sangat akrab dengan kencana,


selalu klop dalam masalah nonton film karena dua duanya nonton ke bioskop, akan


tetapi karena kesibukan bekerja dari senin sampai jumat yang kadang hari sabtu


juga harus lembur kerja target mengakibatkan kedua sahabat ini tidak bisa


leluasa untuk menonton ke bioskop, saat liburpun mereka lebih sering


menghabiskan waktu libur untuk istirahat saja. Di luar perusahaan teman kencana


yang bernama rahma sudah menunggunya, rahma yang sudah mengetahui bahwa kencana


mengikuti ujian calon pegawai negeri sipil sangat mendukung kencana, rahma juga


yang menemani kencana ke warnet demi bisa online mendaftar calon pegawai negeri


sipil di sela-sela mencari calon nasabahnya.


“canaaa..


aku pasti bakal kangen banget sama kamu” sambil berhambur memeluk kencana,


kencana yang baru saya keluar kantornya menuju ke parkiran kaget karena rahma


memeluknya tiba-tiba. “aku juga bakal kangen nih sama kamu, jangan suka


begadang dan inget harus jaga kesehatan oke, jangan kebanyakan makan gorengan


sama mie instan juga”. “udah ih jangan peluk-peluk mulu, geli tau” kencana


berusaha melepaskan pelukan sahabatnya yang satu ini. “nggak apa-apalah kan Cuma

__ADS_1


meluk doing ih”.


“cana…


memangnya sudah ada pengumuman hasil calon pegawai negeri sipil nya can ?”


rahma bertanya kembali sembari memerhatikan kencana yang sedang mengemasi


barang-barang bawaannya ke motor dan menatanya dengan rapi. “belum ma, nanti


aku lihat-lihat lagi di website nya aku belum cek lagi sih makanya kamu doain


aku dong supaya aku diterima” jawab kencana sambil menata barang bawaannya yang


lumayan banyak juga. “iya iya aku doain yang terbaik buat kamu can, sukses


terus” aamiin jawab mereka berdua kompak. “Kamu kapan mau nikah sama mas jaya ?”


tiba-tiba kencana menanyakan hubungan percintaan rahma dan mas jaya kekasihnya.  “belum tahu nih can, katanya sih


secepatnya mau ngajak orang tuanya kerumahku”. Rahma menjawab dengan kikuk. “Jangan


mau di PHPin, pacaran mulu, minta kepastian dong ma, jadi cewek jangan mau


digantung” ucap kencana agak ngomel. “Kalau aku nikah kamu bakal datang nggak


can?”  “aku usahain datang ma” kencana


tersenyum kearah rahma. “eh gimana dengan arga can, kamu masih sama dia nggak


sih?” dengan ekspresi rahma yang penasaran. “udah enggak ma, udah dari kapan


lupa hahaha” tertawa kencana terlihat sekali seperti tawa yang dipaksakan. “dianya


ngilang gitu aja sih, aku capeklah nyariin dia mulu ma, aku kan juga butuh


Ucapan kencana sarat akan kekecewaan, rahma bisa melihat ekspresi wajah kencana


yang begitu kecewa dan sedih sebenarnya.  “Tapi arga suka nanyain kamu ke aku kok can”


ucap rahma lagi. “masak sih ma” jawab kencana tidak percaya dengan ucapan


rahma. “iya sering wa aku nanyain kamu gimana keadaan kamu udah makan belum


sehat saja kan gitu terus. Sampai aku bosen jawab wa arga” keluh rahma panjang


lebar. “Terus kamu jawab apa ma?” kencana mulai tertarik dengan obrolan yang


rahma bicarakan terkait dengan arga. “ya aku jawab seadanya haha”.  “Dasar kamu ma” kencana menoyor kepala rahma


saking gemasnya dengan jawaban rahma. “ya nggak apa-apa sih kau masih menjalin


silaturahmi sama arga toh orangnya baik kan, kalau aku kan kayaknya gimana gitu


kalau yang menghubungi dia duluan, rasa-rasanya aku sudah tidak dianggap dan sepertinya


sudah melupakanku ma, aku mau fokus ke pekerjaanku selanjutnya dulu deh baru


mikirin hati” lirih kencana. “Saranku ya can kalau memang arga ngajak balikan


terima aja” ucap rahma antusias. “entahlah ma aku nggak mikirin itu dulu kalau


jodoh juga nggak bakal kemana kan” “Bener juga kata kamu can”


“walaupun


sebenarnya rasa ini masih ada untuknya tapi kalau dia yang nggak mau sama kita,

__ADS_1


aku bisa apa ma, mencintai bukan harus memiliki kan, melihatnya bahagia bersama


orang lain itu sudah cukup untukku” “yaudah ih jangan bahas arga kalau gitu,


kamu malah sedih gitu can”  “Tuh kan tadi


yang tanya siapa yang sebel siapa hahah dasar rahma aturan yang sebel aku ini


malah dirimu”


 Hari itu kencana benar-benar sudah tidak


bekerja lagi di perusahaan tempatnya bekerja kenangan manis, pahit yang dia


lalui disana akan kencana simpan dihati dan akan selalu kencana kenang. Sedangkan


kencana masih di area parkir kantornya, kencana yang masih ada keganjalan hati


menelfon temannya yang satu batch semasa pendidikan dikantornya, teman kencana


ini memang beda daerah dengan kencana akan tetapi masih dalam satu perusahaan,


perusahaan tempat kencana bekerja memang mempunyai banyak anak cabang di tiap


tiap daerah. Tut sambungan telepon akhirnya diangkat “assalamualaikum dian, lagi


sibuk nggak?”  “waalaikumsalam kencana, aku


nggak sibuk ada apa sayang” jawab dian dari seberang telfon.  “aku mau cerita nih, aku benar-benar udah


resign di” lirih kencana. “kamu benar-benar yakin can?” ucap dian agak ragu


dengan keputusan kencana. “yakinlah udah begini masak nggak jadi resign sih” “maksud


aku tuh kamu kan ditawari jadi teller jadi kan kerjanya nggak perlu ke lapangan


pasti didalam kantor terus yang nawarin juga orang pusat langsung lho can” “memang


sih dan kak Rini langsung yang telfon aku di, aku bilang ke kak rini kalau aku


mau sembuhin sakitku, aku nggak bilang kalau aku melamar pekerjaan di tempat


lain, disitu kak rini paham betul bahwa memang aku harus sembuhin dulu sakitku


ini” ucap kencana panjang lebar. “Terus kak rini bilang apa can?” “Alhamdulillah


sih kak rini mengerti dan memberikanku semangat dan doa supaya aku cepat sembuh”


“Kalau memang mau kamu fokus ke kesehatan yaudah can, fokus ke kesehatan kamu


dulu dan semoga pekerjaan yang kamu inginkan ini bisa tercapai ya” dian


memeberikan dukungan untuk kencana. “Udah jangan nangis ah aku ikutan nangis


nanti, walaupun aku nggak lihat kamu nih ya can, aku tau kamu lagi nangis kan” “iya


iya di, aku nggak nangis ini Cuma kelilipan debu aja kok” bohong kencana. “makasih


ya di kamu mau aku gangguin”ucap kencana tulus.  “Sama sama canaku sayang, Kamu lagi dimana


can, udah dirumah apa masih dikantor?” “aku masih diparkiran kantor nih belum


jadi pulang karena telfon kamu dulu di, yaudah aku pulang dulu di, nanti


dilanjut dirumah ya”  “Balas pesanku can


kalau sudah diumah” ucap dian selanjutnya. “iya pasti udah dulu ya di, aku

__ADS_1


pulang dulu keburu hujan nih, assalamualaikum” “waalaikumsalam”


__ADS_2