
Hari
ini tepat kencana resign dari perusahaan tempatnya bekerja, dia sudah
membereskan semua barang-barang miliknya untuk dimasukkan kedalam tas
ranselnya, teman-temannya yang sudah mengetahui keputusan kencana tidak bisa
berbuat apa-apa lagi kecuali mendukung dan memberikan semangat kepada kencana
supaya karirnya bisa lebih bagus di tempat lain. Saat kencana memberikan kunci
loker kepada atasannya, atasannya berkata “kencana saya bisa bantu kamu supaya
kamu tidak jadi resign lho” ucapnya sambil berdiri dari kursi kerjanya dan
mendekati kencana. “maaf mba cana sudah membuat keputusan, maaf sebelumnya bukannya cana nggak menghargai
niat baik mba okta, cana rasa ini sudah keputusan cana semoga ini yang terbaik.
sekali lagi cana mohon maaf selama ini cana banyak merepotkan dan terima kasih
sudah membimbing cana dan membantu cana dalam pekerjaan cana”. Kencana memeluk atasannya yang bernama okta, merekapun
berpelukan “semoga kamu sukses ya cana” ucap atasannya masih dalam posisi
berpelukan. “Aamiin terima kasih mba okta, mba okta juga yaa semoga sukses
selalu dan jaga kesehatan ya mba”. Okta Maulida walaupun umurnya dibawah
kencana dua tahun tetapi karirnya di perusahaan lebih bagus dari kencana dan
dia menjadi atasan kencana kadang menjadi tempat curhat kencana disaat kencana
putus cinta. Orangnya yang periang dan supel dan sangat akrab dengan kencana,
selalu klop dalam masalah nonton film karena dua duanya nonton ke bioskop, akan
tetapi karena kesibukan bekerja dari senin sampai jumat yang kadang hari sabtu
juga harus lembur kerja target mengakibatkan kedua sahabat ini tidak bisa
leluasa untuk menonton ke bioskop, saat liburpun mereka lebih sering
menghabiskan waktu libur untuk istirahat saja. Di luar perusahaan teman kencana
yang bernama rahma sudah menunggunya, rahma yang sudah mengetahui bahwa kencana
mengikuti ujian calon pegawai negeri sipil sangat mendukung kencana, rahma juga
yang menemani kencana ke warnet demi bisa online mendaftar calon pegawai negeri
sipil di sela-sela mencari calon nasabahnya.
“canaaa..
aku pasti bakal kangen banget sama kamu” sambil berhambur memeluk kencana,
kencana yang baru saya keluar kantornya menuju ke parkiran kaget karena rahma
memeluknya tiba-tiba. “aku juga bakal kangen nih sama kamu, jangan suka
begadang dan inget harus jaga kesehatan oke, jangan kebanyakan makan gorengan
sama mie instan juga”. “udah ih jangan peluk-peluk mulu, geli tau” kencana
berusaha melepaskan pelukan sahabatnya yang satu ini. “nggak apa-apalah kan Cuma
__ADS_1
meluk doing ih”.
“cana…
memangnya sudah ada pengumuman hasil calon pegawai negeri sipil nya can ?”
rahma bertanya kembali sembari memerhatikan kencana yang sedang mengemasi
barang-barang bawaannya ke motor dan menatanya dengan rapi. “belum ma, nanti
aku lihat-lihat lagi di website nya aku belum cek lagi sih makanya kamu doain
aku dong supaya aku diterima” jawab kencana sambil menata barang bawaannya yang
lumayan banyak juga. “iya iya aku doain yang terbaik buat kamu can, sukses
terus” aamiin jawab mereka berdua kompak. “Kamu kapan mau nikah sama mas jaya ?”
tiba-tiba kencana menanyakan hubungan percintaan rahma dan mas jaya kekasihnya. “belum tahu nih can, katanya sih
secepatnya mau ngajak orang tuanya kerumahku”. Rahma menjawab dengan kikuk. “Jangan
mau di PHPin, pacaran mulu, minta kepastian dong ma, jadi cewek jangan mau
digantung” ucap kencana agak ngomel. “Kalau aku nikah kamu bakal datang nggak
can?” “aku usahain datang ma” kencana
tersenyum kearah rahma. “eh gimana dengan arga can, kamu masih sama dia nggak
sih?” dengan ekspresi rahma yang penasaran. “udah enggak ma, udah dari kapan
lupa hahaha” tertawa kencana terlihat sekali seperti tawa yang dipaksakan. “dianya
ngilang gitu aja sih, aku capeklah nyariin dia mulu ma, aku kan juga butuh
Ucapan kencana sarat akan kekecewaan, rahma bisa melihat ekspresi wajah kencana
yang begitu kecewa dan sedih sebenarnya. “Tapi arga suka nanyain kamu ke aku kok can”
ucap rahma lagi. “masak sih ma” jawab kencana tidak percaya dengan ucapan
rahma. “iya sering wa aku nanyain kamu gimana keadaan kamu udah makan belum
sehat saja kan gitu terus. Sampai aku bosen jawab wa arga” keluh rahma panjang
lebar. “Terus kamu jawab apa ma?” kencana mulai tertarik dengan obrolan yang
rahma bicarakan terkait dengan arga. “ya aku jawab seadanya haha”. “Dasar kamu ma” kencana menoyor kepala rahma
saking gemasnya dengan jawaban rahma. “ya nggak apa-apa sih kau masih menjalin
silaturahmi sama arga toh orangnya baik kan, kalau aku kan kayaknya gimana gitu
kalau yang menghubungi dia duluan, rasa-rasanya aku sudah tidak dianggap dan sepertinya
sudah melupakanku ma, aku mau fokus ke pekerjaanku selanjutnya dulu deh baru
mikirin hati” lirih kencana. “Saranku ya can kalau memang arga ngajak balikan
terima aja” ucap rahma antusias. “entahlah ma aku nggak mikirin itu dulu kalau
jodoh juga nggak bakal kemana kan” “Bener juga kata kamu can”
“walaupun
sebenarnya rasa ini masih ada untuknya tapi kalau dia yang nggak mau sama kita,
__ADS_1
aku bisa apa ma, mencintai bukan harus memiliki kan, melihatnya bahagia bersama
orang lain itu sudah cukup untukku” “yaudah ih jangan bahas arga kalau gitu,
kamu malah sedih gitu can” “Tuh kan tadi
yang tanya siapa yang sebel siapa hahah dasar rahma aturan yang sebel aku ini
malah dirimu”
Hari itu kencana benar-benar sudah tidak
bekerja lagi di perusahaan tempatnya bekerja kenangan manis, pahit yang dia
lalui disana akan kencana simpan dihati dan akan selalu kencana kenang. Sedangkan
kencana masih di area parkir kantornya, kencana yang masih ada keganjalan hati
menelfon temannya yang satu batch semasa pendidikan dikantornya, teman kencana
ini memang beda daerah dengan kencana akan tetapi masih dalam satu perusahaan,
perusahaan tempat kencana bekerja memang mempunyai banyak anak cabang di tiap
tiap daerah. Tut sambungan telepon akhirnya diangkat “assalamualaikum dian, lagi
sibuk nggak?” “waalaikumsalam kencana, aku
nggak sibuk ada apa sayang” jawab dian dari seberang telfon. “aku mau cerita nih, aku benar-benar udah
resign di” lirih kencana. “kamu benar-benar yakin can?” ucap dian agak ragu
dengan keputusan kencana. “yakinlah udah begini masak nggak jadi resign sih” “maksud
aku tuh kamu kan ditawari jadi teller jadi kan kerjanya nggak perlu ke lapangan
pasti didalam kantor terus yang nawarin juga orang pusat langsung lho can” “memang
sih dan kak Rini langsung yang telfon aku di, aku bilang ke kak rini kalau aku
mau sembuhin sakitku, aku nggak bilang kalau aku melamar pekerjaan di tempat
lain, disitu kak rini paham betul bahwa memang aku harus sembuhin dulu sakitku
ini” ucap kencana panjang lebar. “Terus kak rini bilang apa can?” “Alhamdulillah
sih kak rini mengerti dan memberikanku semangat dan doa supaya aku cepat sembuh”
“Kalau memang mau kamu fokus ke kesehatan yaudah can, fokus ke kesehatan kamu
dulu dan semoga pekerjaan yang kamu inginkan ini bisa tercapai ya” dian
memeberikan dukungan untuk kencana. “Udah jangan nangis ah aku ikutan nangis
nanti, walaupun aku nggak lihat kamu nih ya can, aku tau kamu lagi nangis kan” “iya
iya di, aku nggak nangis ini Cuma kelilipan debu aja kok” bohong kencana. “makasih
ya di kamu mau aku gangguin”ucap kencana tulus. “Sama sama canaku sayang, Kamu lagi dimana
can, udah dirumah apa masih dikantor?” “aku masih diparkiran kantor nih belum
jadi pulang karena telfon kamu dulu di, yaudah aku pulang dulu di, nanti
dilanjut dirumah ya” “Balas pesanku can
kalau sudah diumah” ucap dian selanjutnya. “iya pasti udah dulu ya di, aku
__ADS_1
pulang dulu keburu hujan nih, assalamualaikum” “waalaikumsalam”