
Cinta tak harus memiliki dan mencintai bukanlah menguasai. Biarlah aku mencintaimu dengan caraku sendiri. Tidak semua harapan bisa kita dapatkan dan tidak semua cinta bisa terbalskan.
Dewa POV
Akhirnya aku bisa bertemu dengannya lagi, rasa ini sampai sekarang masih ada untuknya. Bodohnya aku dulu memperlakukannya seperti itu. Aku terlalu bodoh, bodoh tidak mau mengakui perasaanku kepadanya. Aku memang bodoh kencana. Aku bodoh tidak berani mengungkapkan isi hatiku kepadamu. Kencana, aku sangat mencintaimu sampai detik ini rasa ini hanya untukmu, tidak ada yang bisa menggantikanmu di hatiku. Kencana, jika boleh aku memutar waktu, aku tidak akan melakukan hal itu, aku hanya ingin mengungkapkan isi hatiku kepadamu tapi mulut ini seakan terkunci rapat jika aku akan mengucapkannya. Bodohnya aku malah melampiaskan kekesalanku kepadamu. Maafkan aku kencana, tolong maafkan aku.
__ADS_1
Kencana, andai kau tau, Rasa ini masih untukmu.
Kencana masih berdiri dengan lutut yang masih dipegang oleh dewa. “dewa, tolong jangan seperti anak kecil” pinta kencana. “aku bukan anak kecil lagi kencana, aku hanya berusaha meminta maaf kepadamu dengan caraku, aku tau aku salah. Kesalahanku dulu memang sangat fatal, tidak seharusnya aku berbuat seperti itu.......” belum selesai dewa berbicara kencana langsung memotong perkataan dewa.
“ya memang harusnya kamu tidak seperti itu, aku salah apa sih wa sampai kamu berbuat seperti itu ? sekarang bangunlah dan jelaskan kepadaku, kita bukan anak ingusan lagi yang ada masalah selalu kabur cepat bangun dan jelaskan” sembur kencana akhirnya.
__ADS_1
“ayo cepet ngomong, malah diem aja jadi ngomong nggak ? kalau nggak aku masuk kedalam” sembur kencana yang menang tidak sabar menunggu penjelasan dewa.
“Kencana, jika boleh aku memutar waktu, aku tidak akan melakukan hal itu, aku hanya ingin mengungkapkan isi hatiku kepadamu tapi mulut ini seakan terkunci rapat jika aku akan mengucapkannya. Bodohnya aku malah melampiaskan kekesalanku kepadamu. Saat kejadian buruk itu aku akan mengungkapkan perasaanku dan mengajakmu ketempat istimewa yang sudah aku persiapkan tetapi kamu memilih untuk pulang saat itu juga perasaanku hancur, aku tidak bisa menahan emosi yang bergejelok dihatiku dan melampiaskan semua kekesalanku kepadamu yang berujung kejadian buruk itu. Maafkan aku kencana, tolong maafkan aku. Aku sangat menyesal. Aku harap kamu mau memaafkan aku, aku tau aku salah dan selama ini aku memendam rasa bersalah ini hingga akhirnya kita bertemu lagi”
Kencana hanya diam saja mencerna setiap perkataan dewa, kencana menatap dewa dengan wajah datarnya mencoba mencari kebohongan di kedua mata dewa dan kencana tak menemukan itu. Dewa menatap kedua mata kencana dengan teduh, “cana.. aku mohon maafkan aku, soal perasaanku tidak usah kamu pikirkan. Yang aku inginkan hanya maaf darimu itu sudah lebih dari cukup, sekali lagi aku minta maaf”. ucap dewa tulus. "aka terima maaf kamu wa, jujur saja setelah wisuda aku sudah memaafkan kamu. Karena nggak akan ada gunanya kita memendam rasa benci. Yang terpenting sekarang kamu berubah, jangan pernah sekali sekali kamu berbuat seperti itu kepada perempuan lain dan tolong lepasin tangan aku bisa kan ? pegel juga nih tangan dipegang sama kamu". ucap kencana sambil bergurai. Dewa bersorak gembira sambil berteriak, beberapa orang yang melihatnya hanya terheran-heran. "tapi beneran kan kamu udah maafin aku" ucap dewa lagi tak mau salah pendengarannya. "tadi kan udah aku bilang Dewangga Saputra, aku udah maafin kamu. Kalau nggak percaya yaudah deh jadi aja maafinnya, males harus ngomong berkali-kali".
__ADS_1
"aku cuma ingin memastikankalau pendengaranku masih berfungsi dengan baik can" ucap dewa masih belum percaya dengan perkataan kencana. "suerrrr......udah aku maafin, yuk masuk lagi keburu acaranya selesai" jawab kencana sambil berjalan menuju tempat acara reuni. "canaa.. tunggu dulu" Dewa memegang lengan kencana menghadang agar kencana tak masuk ke tempat reuni. "apa lagi sih wa, jangan kayak bocah deh. Kalau mau ada yang mau diomongin ngomong aja di dalam" ucap kencana sewot. "cuma mau minta nomor ponsel kamu boleh kan, pleaseeee..." dengan tampang yang diimut-imutkan dan tangan yang masih memegang kedua lengan kencana dewa memohon. "nggak usah gitu juga kali wa, cepet catet nomorku daripada megang tanganku terus. buruan......". setelah kencana memberikan nomor poselnya kepada Dewa akhirnya kencana dan Dewa masuk kembali ke aula hotel temoat reuni bergabung dengan temannya yang lain.