
Hari minggu pagi setelah
kegiatan kencana mengantar ibunya ke pasar , kencana meminta izin kepada ibunya
untuk pergi kerumah teman kampusnya, "bu” panggil kencana sambil berjalan
menghampiri ibunya yang sedang duduk di kursi meja makan dekat dapur. “cana mau
kerumah nia paling pulangnya sore boleh kan bu ?” ucap kencana, dengan wajah
yang memohon berharap ibunya akan memberikan izin. “iya boleh asal pulangnya nggak malam-malam
ya” jawab ibu kencana sambil menoleh ke anaknya ini. “iya bu sore cana udah
pulang kok”. Sahut kencana cepat dan menyunggingkan senyumnya.
Rencananya kencana akan mengajak
teman kampusnya yang berbeda kelas untuk makan-makan itung-itung traktir teman
dekatnya, yang kencana tau temannya ini masih kuliah di universitas di Surabaya
tidak seperti kencana yang tidak melanjutkan kuliah ke jenjang lebih tinggi,
teman kencana memilih melanjutkan kuliah lagi dibandingkan harus bekerja maklum
saja teman kencana yang satu ini dari orang berada bernama nia. Kenapa kencana
memilih nia untuk diajak makan-makan karena kencana ingin membalas jasa ibunya
nia yang dahulu sebelum lulus kuliah telah menolong kencana member kerja part
time disaat kencana sudah selesai dengan tugas akhir kuliahnya. Itung-itung
sambil nunggu wisuda nggak masalah kerja part time, bisa menambah pengalaman
dan menambah jejaring sosial juga bukan.
*****
Flashback sebelum kencana
wisuda :
kencana telah menyelesaikan
ujian Tugas Akhirnya, diluar dugaan kencana menyelesaikannya lebih cepat
dibanding teman-temannya, kencana memang hanya kuliah sampai Diploma tiga saja,
padahal kencana tidak terlalu pintar hanya saja kencana rajin mengerjakannya
sering berkonsultasi dengan pembimbingnya yang berada di Jogja dan juga dosen
pembimbing dikampusnya. Setelah ujian tugas akhirnya selesai kencana segera
mungkin merevisi tugas akhirnya agar bisa cepat dijilid dan dikumpulkan ke
fakultasnya dan juga dosen pembimbingnya. setelah revisian selesai dikerjakan oleh
kencana, kencana baru sadar uang sakunya hanya tinggal 10 ribu dan kencana
tidak berani meminta kepada ibunya, saat itu ibunya sedang kesusahan,
benar-benar sedang dalam kondisi terpuruk terkait keuangan keluarganya, ayahnya
pergi ke Kalimantan demi mencari nafkah dan sudah satu bulan disana belum juga
mengirimi kencana dan ibunya uang, akhirnya dengan uang sepuluh ribu itu
kencana meminta bantuan temanya nia, kencana bermaksud meminjam uang tambahan
digunakan untuk menjilid tugas akhirnya, saat menghubungi temannya yang
bernama nia ini kencana hanya bisa dipinjami uang sebesar dua puluh lima ribu
rupiah dan temannya nia ini memberikan pinjaman asalkan kencana mau
mengambilnya kerumah nia, karena terpaksa dan memang butuh uang tersebut
akhirnya kencana kerumah nia hendak mengambil uang dua puluh lima ribu tersebut.
sore hari sesampainya kencana dirumah nia, setelah adzan sholat ashar tak lupa
kencana meminta ijin untuk menumpang sholat ashar dirumah nia, kalau sudah
sholat kan pulangnya bisa santai.
“assalamualaikum nia” ucap
kencana sambil mengetuk pintu rumah nia. Hingga ketukan ketiga barulah nia
muncul dari balik pintu rumahnya yang hanya mengenakan pakaian santai,
__ADS_1
“waalaikumsalam cana” ucap nia sambil memeluk kencana karena saking kangen dan
lama sudah tidak bertemu karena kesibukan magang dan mengerjakan tugas akhir
jadinya mereka jarang bertemu. “nia, izin
numpang sholat ya” sambil melepas pelukan nia., “iya can, mukenanya dikamarku
ya dipojok deket kaca” ucap nia sambil berjalan menuju kamarnya dan menunjuk
arah mukenanya tersimpan. setelah sholat ashar kencana berbincang dengan nia
diruang tamu saat itu tiba-tiba ibunya nia menghampiri kencana dan nia, “nak
cana, apa nak cana mau kerja part time dikantor ibu ?” ucap ibu nia sambil
duduk disebelah nia. “kerjanya ngapain bu ? kalau nggak susah cana mau bu,
sambil menunggu wisuda” jawab kencana santun. “Kerjanya nggak berat kok, cuma
input data-data nanti, datanya sudah disiapkan oleh petugas dikantor ibu, nanti
diberi arahan juga. nak cana datang pagi bisa, siang bisa, pulangnya juga bebas
mau jam berapa” jelas ibu nia menerangkan pekerjaan untuk kencana. “oh
gitu bu” kencana sambil manggut-manggut. “nanti nak cana setiap absen jangan
lupa absen ya, ada petugas yang memberikan absensi kehadiran setiap harinya”
terang ibu nia. “oh iya bu siap, kalau misal ditanya darimana? Mau apa? Cana jawab
apa bu ?’’ “jawab saja nak cana petugas
part time input data sensus penduduk, nanti diarahin ke ruangan tempat input
data ya” jawab ibu nia dengan lembut. “Baik bu terima kasih banyak sudah diberi
kesempatan untuk menambah pengalaman bekerja” ucap cana sambil nyengir. “Mulai
senin besok ya nak cana kerjanya, ya sudah ibu tinggal ke belakang dulu, oiya
tolong bantu dek nia supaya tugas akhirnya cepat selesai ya” ibu nia berdiri
sambil mengusap puncak kepala kencana. “iya bu saya pasti bantu nia”ucap
kencana tulus dan tak lupa senyumnya merekah dibibirnya yang merah dan tipis itu.
“Tuh kan can, kamu bisa part
aja tugas akhirmu udah selesai kan tinggal jilid” seloroh nia heboh setelah
ibunya pamit ke belakang. “Alhamdulillah
nia, makasih banyak ya oiya uang kamu aku pinjam dulu nggak apa-apa nih?” raut
wajah kencana nampak khawatir takut kalau nia tidak jadi meminjaminya uang. “iya nggak apa-apa, dibalikinnya nanti pas kamu
gajian dari kantor ibuku aja” “Iya nia
makasih ya nia, kalau butuh bantuan ngerjain tugas akhir bilang aja aku pasti
bantu kamu” ucapan kencana terhadap nia Nampak tulus dan memang kencana suka
membantu teman-temannya yang kesusahan mencari ide untuk tugas akhirnya.
*****
Rutinitas kencana berubah yang awalnya ke
pasar mengantar ibunya sekarang menjadi mengantar adiknya perempuan berangkat
sekolah dan langsung ke kantor ibu nia untuk bekerja part time, kantor
ibu nia memang tidak jauh dari sekolah adiknya dan setelah selesai bekerja
cana akan menjemput adiknya saat pulang sekolah. setelah satu bulan lebih
kencana bekerja partime, tiba-tiba saja adiknya merasakan sakit di tangannya
sebelah kiri ternyata ada benjolan di lengan kiri adiknya setelah diperiksakan
ke dokter, dokter mengharuskan untuk segera di operasi. Disitu kencana bingung
harus mencari uang dari mana, belum ada gaji dari kerja partimenya. Ibunya juga
sudah tidak punya simpanan uang, BPKB motor saja sudah digadaikan, “gimana ini
Ya Allah, aku harus gimana” batin kencana.
sebelum menjemput adiknya
pulang sekolah cana sudah keluar dari kantor ibunya nia, cana berhenti di taman
__ADS_1
kota duduk melamun memikirkan operasi adiknya perempuan, disaat kencana bersedih
nia temannya memberikan pesan singkat bahwa dia meminta kencana untuk
mengembalikan uang yang sebulan lalu dipinjam kencana, kencana langsung
menitikkan air mata dalam diam, akhirnya kencana membalas pesan nia,
Kencana : “nia aku cuma punya
uang lima belas ribu kalau mau ya nggak apa-apa aku antar kerumahmu sekarang
tapi kalau dua puluh lima ribu aku belum ada nia, aku juga belum dapat gaji
dari kerja partime”
Nia : “kalau besok gimana can ada nggak ? aku juga
butuh buat ngurus tugas akhir nih”
Kencana : “Besok aku usahain
nia, mau ketemu dimana ?”
Nia : “dikantor ibuku aja ya can, besok aku kesana”
Kencana : “Ok”
Selama kerja part time
kencana tidak pernah makan minum ibaratnya seperti puasa karena uang yang ada
di dompetnya hanya untuk jaga-jagan kalau bensinnya habis. Akhirnya kencana
pulang tak lupa menjemput adik perempuannya terlebih dahulu sesampainya dirumah
kencana memberitahukan keadaan adiknya kepada ibunya, memang kencana yang
mangantar adiknya berobat dipagi hari setelah berobat dan konsultasi dengan
dokter barulah kencana mengantar adiknya sekolah dan kencana kembali bekerja
part time. Ibu kencana syok mengetahui bahwa adik kencana harus di operasi
dengan segera, ibu kencana berusaha meminjam uang kepada adik kandungnya yang
tinggal di Bekasi, karena adiknya inilah yang menjadi orang sukses diantara
adiknya yang lain. Akan tetapi adiknya tidak bisa memberikan pinjaman uang
untuk operasi karena sesuatu hal, saat itu ibu kencana dan cana hanya bisa
menangis, adik kandung ibunya tidak mau meminjami uang padahal ini benar-benar
untuk operasi bukan untuk yang lainnya, “sudahlah bu, nggak usah pinjam tante
kalau memang nggak boleh, nanti juga ada jalannya. Coba cana minta pinjaman
teman kali aja boleh bu” ucap kencana berusaha menenangkan ibunya yang sedang
menangis kebingungan. Kencana meminjam uang ke kakak temannya semasa SMA akan
tetapi kakak temannya ini juga tidak bisa memberikan pinjaman. “mas wira nggak
mau minjemin mungkin takut aku bohong, lagian aku juga nggak dekat sama mas
wira, yaudah jadi cukup tau aja lah dan jangan sampai kejadian minjem-minjem
gini lagi” batin cana. “Maaf ya bu, kencana belum bisa bantu, cana juga belum
dapat gaji dari kerja partime” kencana memeluk ibunya berusaha membuat ibunya
tenang. “nggak apa-apa can, semoga ada jalannya nanti” ibu kencana memeluk
kencana. aamiin jawab kencana cepat dan berhambur memeluk ibunya juga.
Keesokan harinya kencana dan
ibunya mendapat kabar bahwa ayah kencana telah mengirim sejumlah uang yang
dititipkan ke tetangga kencana. “Alhamdulillah can, bapakmu sudah kirim uang jadi
bisa buat operasi adikmu senja” Nampak bahagia ibunya kencana mendapat kabar
tersebut. “Alhamdulillah bu, semoga senja cepat di operasi ya bu biar nggak
sakit lagi” jawab kencana. dengan uang tersebut kencana juga bisa membayar
hutangnya kepada nia sebesar dua puluh lima ribu dan operasi adik kencana
berjalan lancar. Dari kejadian ini kencana mengambil hikmahnya apabila menjadi
orang yang berkecukupan jangan lupa untuk bersyukur dan saling membantu sesama
__ADS_1
yang saling membutuhkan, jika sukses nanti kencana tidak akan seperti mereka.