Cinta Untuk Kencana

Cinta Untuk Kencana
BAB 6


__ADS_3

Hari minggu pagi setelah


kegiatan kencana mengantar ibunya ke pasar , kencana meminta izin kepada ibunya


untuk pergi kerumah teman kampusnya, "bu” panggil kencana sambil berjalan


menghampiri ibunya yang sedang duduk di kursi meja makan dekat dapur. “cana mau


kerumah nia paling pulangnya sore boleh kan bu ?” ucap kencana, dengan wajah


yang memohon berharap ibunya akan memberikan izin.  “iya boleh asal pulangnya nggak malam-malam


ya” jawab ibu kencana sambil menoleh ke anaknya ini. “iya bu sore cana udah


pulang kok”. Sahut kencana cepat dan menyunggingkan senyumnya.


Rencananya kencana akan mengajak


teman kampusnya yang berbeda kelas untuk makan-makan itung-itung traktir teman


dekatnya, yang kencana tau temannya ini masih kuliah di universitas di Surabaya


tidak seperti kencana yang tidak melanjutkan kuliah ke jenjang lebih tinggi,


teman kencana memilih melanjutkan kuliah lagi dibandingkan harus bekerja maklum


saja teman kencana yang satu ini dari orang berada bernama nia. Kenapa kencana


memilih nia untuk diajak makan-makan karena kencana ingin membalas jasa ibunya


nia yang dahulu sebelum lulus kuliah telah menolong kencana member kerja part


time disaat kencana sudah selesai dengan tugas akhir kuliahnya. Itung-itung


sambil nunggu wisuda nggak masalah kerja part time, bisa menambah pengalaman


dan menambah jejaring sosial juga bukan.


*****


Flashback sebelum kencana


wisuda :


kencana telah menyelesaikan


ujian Tugas Akhirnya, diluar dugaan kencana menyelesaikannya lebih cepat


dibanding teman-temannya, kencana memang hanya kuliah sampai Diploma tiga saja,


padahal kencana tidak terlalu pintar hanya saja kencana rajin mengerjakannya


sering berkonsultasi dengan pembimbingnya yang berada di Jogja dan juga dosen


pembimbing dikampusnya. Setelah ujian tugas akhirnya selesai kencana segera


mungkin merevisi tugas akhirnya agar bisa cepat dijilid dan dikumpulkan ke


fakultasnya dan juga dosen pembimbingnya. setelah revisian selesai dikerjakan oleh


kencana, kencana baru sadar uang sakunya hanya tinggal 10 ribu dan kencana


tidak berani meminta kepada ibunya, saat itu ibunya sedang kesusahan,


benar-benar sedang dalam kondisi terpuruk terkait keuangan keluarganya, ayahnya


pergi ke Kalimantan demi mencari nafkah dan sudah satu bulan disana belum juga


mengirimi kencana dan ibunya uang, akhirnya dengan uang sepuluh ribu itu


kencana meminta bantuan temanya nia, kencana bermaksud meminjam uang tambahan


digunakan untuk  menjilid tugas akhirnya, saat menghubungi temannya yang


bernama nia ini kencana hanya bisa dipinjami uang sebesar dua puluh lima ribu


rupiah dan temannya nia ini memberikan pinjaman asalkan kencana mau


mengambilnya kerumah nia, karena terpaksa dan memang butuh uang tersebut


akhirnya kencana kerumah nia hendak mengambil uang dua puluh lima ribu tersebut.


sore hari sesampainya kencana dirumah nia, setelah adzan sholat ashar tak lupa


kencana meminta ijin untuk menumpang sholat ashar dirumah nia, kalau sudah


sholat kan pulangnya bisa santai.


“assalamualaikum nia” ucap


kencana sambil mengetuk pintu rumah nia. Hingga ketukan ketiga barulah nia


muncul dari balik pintu rumahnya yang hanya mengenakan pakaian santai,

__ADS_1


“waalaikumsalam cana” ucap nia sambil memeluk kencana karena saking kangen dan


lama sudah tidak bertemu karena kesibukan magang dan mengerjakan tugas akhir


jadinya mereka jarang bertemu.  “nia, izin


numpang sholat ya” sambil melepas pelukan nia., “iya can, mukenanya dikamarku


ya dipojok deket kaca” ucap nia sambil berjalan menuju kamarnya dan menunjuk


arah mukenanya tersimpan. setelah sholat ashar kencana berbincang dengan nia


diruang tamu saat itu tiba-tiba ibunya nia menghampiri kencana dan nia, “nak


cana, apa nak cana mau kerja part time dikantor ibu ?” ucap ibu nia sambil


duduk disebelah nia. “kerjanya ngapain bu ? kalau nggak susah cana mau bu,


sambil menunggu wisuda” jawab kencana santun. “Kerjanya nggak berat kok, cuma


input data-data nanti, datanya sudah disiapkan oleh petugas dikantor ibu, nanti


diberi arahan juga. nak cana datang pagi bisa, siang bisa, pulangnya juga bebas


mau jam berapa” jelas ibu nia menerangkan pekerjaan untuk kencana. “oh


gitu bu” kencana sambil manggut-manggut. “nanti nak cana setiap absen jangan


lupa absen ya, ada petugas yang memberikan absensi kehadiran setiap harinya”


terang ibu nia. “oh iya bu siap, kalau misal ditanya darimana? Mau apa? Cana jawab


apa bu ?’’  “jawab saja nak cana petugas


part time input data sensus penduduk, nanti diarahin ke ruangan tempat input


data ya” jawab ibu nia dengan lembut. “Baik bu terima kasih banyak sudah diberi


kesempatan untuk menambah pengalaman bekerja” ucap cana sambil nyengir. “Mulai


senin besok ya nak cana kerjanya, ya sudah ibu tinggal ke belakang dulu, oiya


tolong bantu dek nia supaya tugas akhirnya cepat selesai ya” ibu nia berdiri


sambil mengusap puncak kepala kencana. “iya bu saya pasti bantu nia”ucap


kencana tulus dan tak lupa senyumnya merekah dibibirnya yang merah dan tipis itu.


“Tuh kan can, kamu bisa part


aja tugas akhirmu udah selesai kan tinggal jilid” seloroh nia heboh setelah


ibunya pamit ke belakang.  “Alhamdulillah


nia, makasih banyak ya oiya uang kamu aku pinjam dulu nggak apa-apa nih?” raut


wajah kencana nampak khawatir takut kalau nia tidak jadi meminjaminya uang.  “iya nggak apa-apa, dibalikinnya nanti pas kamu


gajian dari kantor ibuku aja”  “Iya nia


makasih ya nia, kalau butuh bantuan ngerjain tugas akhir bilang aja aku pasti


bantu kamu” ucapan kencana terhadap nia Nampak tulus dan memang kencana suka


membantu teman-temannya yang kesusahan mencari ide untuk tugas akhirnya.


*****


 Rutinitas kencana berubah yang awalnya ke


pasar mengantar ibunya sekarang menjadi mengantar adiknya perempuan berangkat


sekolah dan langsung ke kantor ibu nia untuk bekerja part time, kantor


ibu nia memang tidak jauh dari sekolah adiknya dan setelah selesai bekerja


cana akan menjemput adiknya saat pulang sekolah. setelah satu bulan lebih


kencana bekerja partime, tiba-tiba saja adiknya merasakan sakit di tangannya


sebelah kiri ternyata ada benjolan di lengan kiri adiknya setelah diperiksakan


ke dokter, dokter mengharuskan untuk segera di operasi. Disitu kencana bingung


harus mencari uang dari mana, belum ada gaji dari kerja partimenya. Ibunya juga


sudah tidak punya simpanan uang, BPKB motor saja sudah digadaikan, “gimana ini


Ya Allah, aku harus gimana” batin kencana.


sebelum menjemput adiknya


pulang sekolah cana sudah keluar dari kantor ibunya nia, cana berhenti di taman

__ADS_1


kota duduk melamun memikirkan operasi adiknya perempuan, disaat kencana bersedih


nia temannya memberikan pesan singkat bahwa dia meminta kencana untuk


mengembalikan uang yang sebulan lalu dipinjam kencana, kencana langsung


menitikkan air mata dalam diam, akhirnya kencana membalas pesan nia,


Kencana : “nia aku cuma punya


uang lima belas ribu kalau mau ya nggak apa-apa aku antar kerumahmu sekarang


tapi kalau dua puluh lima ribu aku belum ada nia, aku juga belum dapat gaji


dari kerja partime”


Nia  : “kalau besok gimana can ada nggak ? aku juga


butuh buat ngurus tugas akhir nih”


Kencana : “Besok aku usahain


nia, mau ketemu dimana ?”


Nia :  “dikantor ibuku aja ya can, besok aku kesana”


Kencana : “Ok”


Selama kerja part time


kencana tidak pernah makan minum ibaratnya seperti puasa karena uang yang ada


di dompetnya hanya untuk jaga-jagan kalau bensinnya habis. Akhirnya kencana


pulang tak lupa menjemput adik perempuannya terlebih dahulu sesampainya dirumah


kencana memberitahukan keadaan adiknya kepada ibunya, memang kencana yang


mangantar adiknya berobat dipagi hari setelah berobat dan konsultasi dengan


dokter barulah kencana mengantar adiknya sekolah dan kencana kembali bekerja


part time. Ibu kencana syok mengetahui bahwa adik kencana harus di operasi


dengan segera, ibu kencana berusaha meminjam uang kepada adik kandungnya yang


tinggal di Bekasi, karena adiknya inilah yang menjadi orang sukses diantara


adiknya yang lain. Akan tetapi adiknya tidak bisa memberikan pinjaman uang


untuk operasi karena sesuatu hal, saat itu ibu kencana dan cana hanya bisa


menangis, adik kandung ibunya tidak mau meminjami uang padahal ini benar-benar


untuk operasi bukan untuk yang lainnya, “sudahlah bu, nggak usah pinjam tante


kalau memang nggak boleh, nanti juga ada jalannya. Coba cana minta pinjaman


teman kali aja boleh bu” ucap kencana berusaha menenangkan ibunya yang sedang


menangis kebingungan. Kencana meminjam uang ke kakak temannya semasa SMA akan


tetapi kakak temannya ini juga tidak bisa memberikan pinjaman. “mas wira nggak


mau minjemin mungkin takut aku bohong, lagian aku juga nggak dekat sama mas


wira, yaudah jadi cukup tau aja lah dan jangan sampai kejadian minjem-minjem


gini lagi” batin cana. “Maaf ya bu, kencana belum bisa bantu, cana juga belum


dapat gaji dari kerja partime” kencana memeluk ibunya berusaha membuat ibunya


tenang. “nggak apa-apa can, semoga ada jalannya nanti” ibu kencana memeluk


kencana. aamiin jawab kencana cepat dan berhambur memeluk ibunya juga.


Keesokan harinya kencana dan


ibunya mendapat kabar bahwa ayah kencana telah mengirim sejumlah uang yang


dititipkan ke tetangga kencana. “Alhamdulillah can, bapakmu sudah kirim uang jadi


bisa buat operasi adikmu senja” Nampak bahagia ibunya kencana mendapat kabar


tersebut. “Alhamdulillah bu, semoga senja cepat di operasi ya bu biar nggak


sakit lagi” jawab kencana. dengan uang tersebut kencana juga bisa membayar


hutangnya kepada nia sebesar dua puluh lima ribu dan operasi adik kencana


berjalan lancar. Dari kejadian ini kencana mengambil hikmahnya apabila menjadi


orang yang berkecukupan jangan lupa untuk bersyukur dan saling membantu sesama

__ADS_1


yang saling membutuhkan, jika sukses nanti kencana tidak akan seperti mereka.


__ADS_2