
Malam harinya setelah orang tua kencana dan adik-adiknya tidur
kencana menghubungi ian "assalamualaikum mas, sudah di kost kah ? atau
masih dikantor?''
"sudah di kost ada apa sih tumben telfon
duluan, biasanya mas dulu yang telfon" nada bicara ian seperti
keheranan. tentu saja karena kencana memang jarang menelfon ian duluan,
pasti ian dulu yang menghubungi kencana. "emang nggak boleh ya kalau aku
telfon mas duluan, takut ganggu waktu mas ya? kalau iya aku tutup saja
telfonnya" saat kencana akan mengakhiri panggilannya ian langsung
menyahut "jangan dong, mas kan cuma bercanda jangan ngambek dong sayang"
"sebenarnya
ada yang pengen aku tanyain ke kamu mas, tolong jawab jujur ya, apapun
jawaban kamu aku terima asal jujur" "ok mau tanya apa sih sayangku"
mendengar kata-kata manis dari ian kencana rasanya ingin muntah, gelagat
ian seperti sedang menyembunyikan bangkai busuk. "kamu kenal nomor
+628222xxxxxx nggak mas, dia kirim pesan ke aku, aku disuruh jauhin
kamu, siapa dia sebenarnya mas ada hubungan apa kamu sama dia dan tolong
sekali ini aja kamu jujur sama aku, aku mohon" ucapan kencana begitu
memohon agar ian jujur kepadanya. kencana masih menunggu jawaban ian
"mas..." yang dipanggil tak kunjung menjawab "mas, kamu masih denger
suaraku kan, kalau memang mas belum bisa jawab ya sudah nggak apa-apa
kok aku tunggu jawabannya sampai mas siap kasih jawaban, kalau gitu
telfonnya aku tutup ya, aku ngantuk pengen tidur dulu"
"kalau mas
jawab jujur, apakah kamu masih mau melanjutkan hubungan ini" akhirnya
ian bersuara juga."tergantung mas, kalau kesalahan mas masih bisa aku
tolerir it's ok aku maafkan, tapi kalau udah kelewat batas ya aku nggak
bisa ngomong apa-apa lagi entahlah aku nggak bisa jawab" jawab kencana
asal dan agak jengkel. "baiklah kalau begitu, dia adalah mantan pacar
__ADS_1
mas, sudah putus sebelum mas bertunangan dengan kamu" akhirnya ian
menjawab juga."yakin mantan aja mas, mantan yang suka nginep di kost
kamu bukan" "kenapa kamu bisa ngomong seperti itu yank" ian kaget dengan
ucapan kencana. "ya jelas aku tanya begitu jelas-jelas di kost kamu ada
pakaian dalam perempuan punya siapa lagi kalau bukan punya cewek itu,
udahlah mas ngaku aja secara logika nggak mungkin banget mba dewi tuh
nginep disitu terus ninggalin pakaian dalamnya disitu"kencana sudah
nampak kesal kepalanya mau pecah eh enggak jadi, kalau mau pecah
kesannya berlebihan bukan. "jawab aku mas kalau aku salah, kasih aku
jawaban yang logis dan bisa di nalar"
"ok ok aku jujur sama kamu
yank, pakaian dalam itu memang punya dia tapi itu sudah lama sebelum aku
tunangan sama kamu, kamu juga masih sering berhubungan dengan mantan
kamu yang bernama arga kan, ngaku deh" "apaan sih kok jadi nuduh aku
selingkuh, semua ini nggak ada hubungannya sama arga mas, aku udah lama
silakan saja aku nggak peduli, berarti bener dong kamu udah tidur sama
tuh cewek, nggak mungkin kalau kalian nggak melakukan hal itu" tuduh
kencana kepada ian. bagaimana tidak melakukan hal seperti itu sepasang
kekasih berada di dalam kost yang hanya ada mereka berdua yang ketiga
setan. "nggak perlu kamu jawab mas, aku udah tau please jangan dijawab
aku nggak mau denger.mulai sekarang jangan pernah hubungi aku lagi mas,
cukup sampai disini hubungan kita" kencana memutuskan hubungan ian, air
matanya jatuh begitu saja laki-laki yang ia harapkan bisa
membahagiakannya dan tidak akan membuatnya menangis malah menyakitinya.
"perkara kamu ada hubungan sama perempuan itu atau tidak terlepas dia
sudah jadi mantan kamu atau belum aku udah nggak peduli mas, sudah bukan
urusan aku lagi, karena kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi"
"oh
itu mau kamu, baiklah kalau begitu kembalikan cincin tunangan yang
__ADS_1
sudah saya berikan ke kamu, aku yakin kamu tidak akan berani
mengembalikan cincin itu kepada kedua orang tuaku dan juga orang tuamu
pasti tidak akan setuju" tantang ian. "ok siapa takut, cuma balikin
cincin kan pasti aku balikin mas, nggak bakal aku ambil kok tenang saja"
belum sempat ian menjawab ucapan kencana, kencana sudah mematikan
telfonnya bersama ian. kencana menangis tersedu-sedu dikamarnya
ditutupkannya bantal ke muka agar tidak terdengar suara tangisnya.
biarlah kencana putus hubungan dengan ian,kencana merasa di kekang
dituduh selingkuh padahal sama sekali tidak pernah selingkuh. dan yang
sangat membuat kencana kecewa adalah setiap kencana bertengkar dengan
ian , pasti ian meminta cincin tunangan dikembalikan, pasti setiap
bertengkar seperti itu. kencana sudah muak dengan perlakuan ian apa-apa
ngancam harus memngembalikan cincin tunangan, ini sudah ke empat kalinya
ian menyuruh untuk mengembalikan cincin tersebut kencana tidak kuat
dengan perlakuan ian, mungkin memang bukan jodoh kencana. masalah
perempuan yang mengirimkan pesan itu siapa kencana sudah tidak peduli,
mau perempuan itu masih berhubungan dengan ian setelah kencana pulang
dari jakarta bodo amat kencana hanya ingin terbebas dari lelaki yang
apa-apa harus mengembalikan barang yang sudah dikasih. apa-apaan seperti
sama sekali nggak mau berkorban dan maunya menang sendiri bukan.
kencana bingung bagaimana esok ia menceritakan kepada kedua orang tuanya
bahwa ia sudah putus dengan ian, dan ian meminta untuk mengembalikkan
cincin tunangan.
bagaimana kencana memberitahukankepada kedua
orang tuanya terkait hubungannya dengan ian ? akankah orang tua kencana
setuju dengan kencana bahwa akan mengembalikan cincin emas tersebut
kepada kedua orang tua ian. bab selanjutnya akan membahas kebodohan ian
sokmau pahlawan tapi tolol, makanya jadi cowok jangan suka ngancem
dikit-dikit ngancem kayak bocah kemarin sore aja nggak ada dewasanya.
__ADS_1