Cinta Untuk Kencana

Cinta Untuk Kencana
BAB 20


__ADS_3

Hari minggu sore yang cerah, kencana dan kedua orang tua nya


berencana akan berkunjung ke rumah oang tua ian, tak lupa om kencana


juga ikut menemani guna untuk menjadi saksi dan penengah takutnya


terjadi hal yang tidak diinginkan. Sesampainya dirumah kedua orang tua


ian, kencana beserta kedua orang tua dan om nya disambut dengan hangat.


Dipersilakan masuk dan duduk di kuris ruang tamu yang sederhana nan


bersih. “sebelumnya kami mohon maaf tiba-tiba datang kemari tanpa


memberitahu sebelumnya pak” obrolan dimulai dari ayah kencana ingin


mengutarakan maksud dan tujuannya datang bertamu kerumah kedua orang tua


ian. Kedua orang tua ian duduk berhadapan dengan kedua orang tua


kencana, masih diam menunggu obrolan selanjutnya dari ayah kencana.


“jadi, kedatangan kami kesini bermaksud untuk mengembalikan cincin


pertunangan ian dan kencana pak, karena nak ian setiap ada masalah


dengan kencana selalu meminta untuk mengembalikan cincinnya ini.


keputusan ini diambil sendiri oleh kencana atas kesepakatan bersama


dengan ian, kami merasa berhak untuk mengembalikan barang yang bukan


haknya kencana” ucap ayah kencana menjelaskan maksud dan tujuannya


bertamu. “saya sudah tau dari ian pak, ian semalam pulang dan bercerita


kepada saya dan ibunya” sahut ayah ian sambil menghela nafas panjang.


“kalau memang belum jodoh mau bagaimana, kita sebagai orang tua hanya


bisa mendoakan yang terbaik untuk anak-anak kita” ujar ayah ian lagi.


“mana ian nya pak” ucap om kencana.


“tadi


jam empat sudah berangkat lagi ke jakarta” ucap ibu ian memberi


jawaban. “oh sudah balik lagi bu, kirain masih ada disini” ucap om


kencana lagi. Sesaat hening tidak ada obrolan. Kencana pun sedari tiba


dirumah kedua orang tua ian hanya diam tertunduk kebawah, entah apa yang


dilihatnya dilantai ruang tamu ian seakan lebih menarik daripada

__ADS_1


melihat kedua orang tua ian ataupun kedua orang tuanya. Kencana


benar-benar merasa sedih melihat kedua orang tua ian yang berharap bisa


menjadikan kencana menantunya akan tetapi mau bagaimana lagi kencana


tidak kuat menghadapi sikap dan sifat ian yang tidak pernah mau berubah


dan maunya menang sendiri.


“yasudah tidak apa-apa nak cana” ucap ibu ian sambil menghampiri kencana dan mengusap lembut kepala kencana.


“ibu


sudah ikhlas kalau memang kalian tidak berjodoh, mau bagaimana lagi,


rasa cinta kan tidak bisa dipaksakan, maafkan ian ya nak” ibu ian


memeluk kencana, luruhlah air mata kencana yang dari tadi ditahannya.


Kencana menangis, menangis bukan karena tidak bisa melanjutkan hubungan


dengan ian bukan, memang ini kemauan kencana berpisah dengan ian. Akan


tetapi kencana menangis karena telah membuat kecewa kedua orang tua ian


yang sudah menaruh banyak harapan terhadap kencana, tapi mau bagaimana


lagi kalau bukan jodoh mau dipaksa pun tidak akan bisa bersatu.


kencana ya bu, pak...kencana banyak salah” ucap kencana sambil terisak.


“ibu sudah memaafkan kamu nak cana, semoga kamu bisa bahagia dengan


lelaki pilihan kamu nantinya” ujar ibu ian.


“terima kasih bu, pak... sekali lagi maafkan kencana” ucap kencana tulus.


“bapak,


ibu, karena maksud dan kedatangan kami sudah diterima dengan baik, ini


cincinnya juga kami kembalikan” ayah kencana sambil mengeluarkan cincin


yang disimpan didalam tas dan diberikan kepada bapaknya ian. Bapak ian


menerimanya. “saya terima kembali dan masalah selesai, semoga tali


silaturahmi masih terjaga dengan baik ya pak, bu” ujar ayah ian


mengambil cincin yang dberikan ayah kencana. “iya pak, bu,” jawab ayah


kencana.


“mari silakan diminum tehnya” ibu ian mempersilakan

__ADS_1


untuk meminum teh yang telah dibuatkan ibu ian. Kencana masih belum


berani menatap kedua orang tua ian, untuk meminum minumannya pun juga


tak berani, alhasil kencana tak minum sama sekali dan hanya diam saja.


Sesaat setelah meminum minuman yang sudah dibuatkan keluarga kencana


pamit pulang. “karena sudah malam dan takut keburu hujan, kami mohon


undur diri pak, bu, sekali lagi kami selaku kedua orang tua kencana


memohon maaf yang sebesar-besarnya” ucap ayah kencana berpamitan dan


menyalami kedua orang tua ian. “kami selaku kedua orang tua ian juga


memohon maaf atas semua kesalahan yang telah dilakukan oleh ian kepada


nak cana ataupun kepada bapak dan ibu” ucap ayah ian tulus. “kalau


begitu kami pamit pulang ya pak, assalamualaikum” “waalaikumsalam”


kencana


dan keluarganya sudah berpamitan pulang, kencana merasa lega akhirnya


bisa mengembalikan cincin itu kepada kedua orang tua ian. masalah ini


membuatnya pusing tujuh keliling dan hampir stress sampai-sampai berat


badannya turun dratis dari 56 kilo menjadi 48 kilo, bagaimana tidak


turun berat badan, kencana tidak nafsu makan dan hanya mengandalkan air


putih saja. sekarang kencana hanya ini fokus berkarir dan bekerja dengan


baik di rumah sakit tempat kerjanya yang baru, kencana tidak akan


memikirkan tentang pendamping hidup dulu yang terpenting sekarang adalah


bekerja dengan sebaik mungkin dan membahagiakan kedua orang tuanya dan


juga adik-adiknya.


 


 


apakah ian akan mengganggu


kencana lagi dan berusaha mengajak kencana untuk menjalin tali kasih ?


atau sudah benar-benar putus hubungan dengan kencana. ikuti terus cerita


ini ya. jangan lupa follow author dan tap love untuk novel ini terima

__ADS_1


kasih banyak semua. kalau mau ada yang komen di persilakan ya.


__ADS_2