
Setelah kencana mencuci, menjemur, menyapu dan mengepel dan
membersihkan kost ian, kencana kelelahan dan kencana tertidur sampai
sore hari, saat kencana bangun jam sudah menunjukkan pukul lima sore
hari. Kencana bergegas membersihkan diri. Setealh membersihkan diri
kencana mengecek hp nya, ada lima panggilan telepon dari ian, dan ada wa
masuk dari ian. “mau dibeliin makan apa?” kencana membalas wa ian
“bakso aja”. Saking kelelahan dan capeknya kencana lupa untuk makan dari
pagi kencana hanya minum air putih, karena begitu kecewa dengan ian,
kencana jadi males untuk makan biscuit ataupun camilan yang ada di kost
ian.
Beberapa saat kemudian ian pulang, kencana sengaja tidak
mengunci pintu agar ian bisa masuk tanpa harus menunggu kencana
membukakan pintu. Ian membelikan kencana bakso, hanya ada satu bungkus
bakso, pikir kencana ian sudah makan ditempat bakso tapi ternyata salah.
ian memang hanya membeli satu bakso saja untuk dimakan berdua dengan
kencana. entah memang pelit atau biar kelihatan romantis, romantis
apaanya coba..pelit iya kalau ini mah. Mereka berdua memakan bakso
dengan hening tanpa ada yang bersuara setelah selesai makan bakso
sebenarnya kencana masih sangat lapar akan tetapi kencana tidak berani
bilang ke ian, kencana takut malah kena omel akhirnya kencana hanya
memperbanyak minum air putih saja. Selesai makan ian mengajak kencana
berbicara. “cana, coba sini sebentar” sambil menepuk space disamping
ian. “ada apa mas?” Tanya kencana bingung sambil mendudukan diri
disamping ian. “terima kasih sudah membantu pekerjaan dirumah, kamu
pasti capek ya” ucap ian dengan hati-hati. “nggak apa-apa kok mas,
daripada aku nonton tv malah bosen” ucap kencana bohong, sebenarnya
kencana ogah mengerjakannya enak saja belum suami istri udah
nyuruh-nyuruh kayak babu gini batin kencana berontak. “aku memang
menginginkan istri yang rajin mengerjakan pekerjaan rumah, dan misal
nanti kalau sabtu minggu aku harus kerja, aku harap kamu juga punya
__ADS_1
kesibukan, entah jualan perabotan rumah tangga atau yang lain, aku akan
menyewakan ruko untuk usaha kita” kencana jadi bingung kenapa ian nyuruh
buka toko juga sih dari senin sampai jumat saja kencana sudah kerja
dikantor masak iya hari sabtu minggu kencana juga harus kerja lagi,
kencana melamun memikirkan apa yang diucapkan ian, semua keinginan ian
seperti harus dituruti tapi kencana tidak mau melakukannya. “nanti aku
pikir-pikir lagi yam as, soal kamu mau menyewakan ruko” ucap kencana
cepat. Sebenarnya kencana tidak mau tapi kencana bingung cara
menolaknya. “oiya mas, maaf aku tadi nemuin pakaian dalam wanita di
lemari mas pas aku beres-beres lemari ada jilbabnya juga, kalau boleh
tau itu punya siapa mas?” kencana memperhatikan gelagat ian yang
langsung gelagapan dengan pertanyaan kencana.”oh…. itu itu punya kak
dewi, ketinggalan dulu pas di kost lama, pernah pas aku kerja kak dewi
nginep” ian terlihat gugup dan salah tingkah. “oh.. kirain punya siapa,
sana mas mandi katanya mau antar aku pulang kerumah tante” “oh iya ya
yasudah aku mandi dulu ya” “he’em” ucap cana cepat. Sebenarnya kencana
pertanyaan tadi, kencana cukup tahu saja dan berharap semoga kebenaran
cepat terungkap.
Rasa-rasanya kencana menjadi enggan untuk
membahas hari pernikahan dengan ian, “biarkan seperti ini dulu, kalau
jodoh tidak akan kemana, kalau bukan jodoh pasti juga ada jalannya untuk
menjauh darinya” ucap kencana lirih. Kencana akan menjalani
hubungannya ini dengan ian seperti air mengalir.
Sesampainya
dirumah tante kencana, kencana langsung pamit ke kamar untuk merebahkan
dirinya, dirasakannya badan pegal pegal semua. Kencana meninggalkan ian
yang masih berbincang-bincang dengan tante dan om nya. Memang kencana
akui ian pandai mengambil hati om dan tantenya, diajak ngobrol orang tua
yang jauh umurnya dengan ian pun juga nyambung. Ah bodo amat lah
kencana nggak peduli, biarkan mereka ngobrol kencana maunya tidur.
__ADS_1
Sebelum benar-benar tertidur kencana mendengar suara tantenya yang
memanggil kencana dari bawah tangga, kencana memang berada dikamar atas
di lantai dua. “cana, mas ian mau pulang nih.. mau pamitan sama kamu”
kencana tidak menyahut panggilan tantenya “cana, kamu sudah tidur ya”
tante menggetuk pintu kencana, karena kencana tidak menyahut panggilan
tantenya. “iya tante, kencana akan turun kebawah” sambil berjalan gontai
membuka pintu kamar kencana akhirnya turun ke lantai satu menemui ian
yang mau pamit pulang. “sana cepat mas ian nya sudah menunggu” .
“pulang dulu ya, kamu cepetan tidurnya jangan begadang pasti capek
seharian bersihin kost’an” ucap ian sambil mengelus puncak kepala
kencana “iya mas” jawab cana sekenanya. “kamu disini sampai kapan, kalau
belum beli tiket kereta kabari saja, nanti mas belikan tiket keretanya”
ian mendekat hendak mencium kening kencana, kencana menghindar sebelum
ian benar-benar mencium keningnya. “pengennya sabtu pagi pulang ke Solo
mas, sorenya biar sampai sana, kalau ada tiket jumat malam juga nggak
apa-apa” ucap cana kikuk. Kencana menjadi agak ilfeel dengan ian yang
hendak menciumnya. Udah ketahuan bohong soal pakaian dalam di lemari
tapi ini masih aja nyosor kayak nggak punya salah, maunya apa coba.
“yasudah kalau begitu nanti mas carikan tiketnya ya, istirahat gih”
“makasih mas, pulangnya hati-hati” ucap kencana dan berlalu meninggalkan
ian yang masih berdiri didepan pintu rumah tantenya. setelah menemu ian
yang hendak berpamitan pulang kencana langsung menuju kamar yang
kencana tempati, kencana mengambil ponselnya dan mengirim pesan ke ian
“mas tolong belikan aku tiket kereta jumat pagi saja kelas ekonomi tidak
masalah mas, terima kasih” pesan yang dikirim kencana sepertinya belum
dibaca, menunggu pesannya yang tidak dikunjung dibalas oleh ian kencana
akhirnya memutuskan untuk tidur.
Apa yang sebenarnya
disembunyikan ian dari kencana, apakah ian setia kepada kencana ? next
episode….. jangan lupa follow author ya guys terima kasih.
__ADS_1