Cinta Untuk Kencana

Cinta Untuk Kencana
BAB 14


__ADS_3

Setelah kencana mencuci, menjemur, menyapu dan mengepel dan


membersihkan kost ian, kencana kelelahan dan kencana tertidur sampai


sore hari, saat kencana bangun jam sudah menunjukkan pukul lima sore


hari. Kencana bergegas membersihkan diri. Setealh membersihkan diri


kencana mengecek hp nya, ada lima panggilan telepon dari ian, dan ada wa


masuk dari ian. “mau dibeliin makan apa?” kencana membalas wa ian


“bakso aja”. Saking kelelahan dan capeknya kencana lupa untuk makan dari


pagi kencana hanya minum air putih, karena begitu kecewa dengan ian,


kencana jadi males untuk makan biscuit ataupun camilan yang ada di kost


ian.


Beberapa saat kemudian ian pulang, kencana sengaja tidak


mengunci pintu agar ian bisa masuk tanpa harus menunggu kencana


membukakan pintu. Ian membelikan kencana bakso, hanya ada satu bungkus


bakso, pikir kencana ian sudah makan ditempat bakso tapi ternyata salah.


ian memang hanya membeli satu bakso saja untuk dimakan berdua dengan


kencana. entah memang pelit atau biar kelihatan romantis, romantis


apaanya coba..pelit iya kalau ini mah. Mereka berdua memakan bakso


dengan hening tanpa ada yang bersuara setelah selesai makan bakso


sebenarnya kencana masih sangat lapar akan tetapi kencana tidak berani


bilang ke ian, kencana takut malah kena omel akhirnya kencana hanya


memperbanyak minum air putih saja. Selesai makan ian mengajak kencana


berbicara. “cana, coba sini sebentar” sambil menepuk space disamping


ian. “ada apa mas?” Tanya kencana bingung sambil mendudukan diri


disamping ian. “terima kasih sudah membantu pekerjaan dirumah, kamu


pasti capek ya” ucap ian dengan hati-hati. “nggak apa-apa kok mas,


daripada aku nonton tv malah bosen” ucap kencana bohong, sebenarnya


kencana ogah mengerjakannya enak saja belum suami istri udah


nyuruh-nyuruh kayak babu gini batin kencana berontak. “aku memang


menginginkan istri yang rajin mengerjakan pekerjaan rumah, dan misal


nanti kalau sabtu minggu aku harus kerja, aku harap kamu juga punya

__ADS_1


kesibukan, entah jualan perabotan rumah tangga atau yang lain, aku akan


menyewakan ruko untuk usaha kita” kencana jadi bingung kenapa ian nyuruh


buka toko juga sih dari senin sampai jumat saja kencana sudah kerja


dikantor masak iya hari sabtu minggu kencana juga harus kerja lagi,


kencana melamun memikirkan apa yang diucapkan ian, semua keinginan ian


seperti harus dituruti tapi kencana tidak mau melakukannya. “nanti aku


pikir-pikir lagi yam as, soal kamu mau menyewakan ruko” ucap kencana


cepat. Sebenarnya kencana tidak mau tapi kencana bingung cara


menolaknya. “oiya mas, maaf aku tadi nemuin pakaian dalam wanita di


lemari mas pas aku beres-beres lemari ada jilbabnya juga, kalau boleh


tau itu punya siapa mas?” kencana memperhatikan gelagat ian yang


langsung gelagapan dengan pertanyaan kencana.”oh…. itu itu punya kak


dewi, ketinggalan dulu pas di kost lama, pernah pas aku kerja kak dewi


nginep” ian terlihat gugup dan salah tingkah. “oh.. kirain punya siapa,


sana mas mandi katanya mau antar aku pulang kerumah tante” “oh iya ya


yasudah aku mandi dulu ya” “he’em” ucap cana cepat. Sebenarnya kencana


pertanyaan tadi, kencana cukup tahu saja dan berharap semoga kebenaran


cepat terungkap.


Rasa-rasanya kencana menjadi enggan untuk


membahas hari pernikahan dengan ian, “biarkan seperti ini dulu, kalau


jodoh tidak akan kemana, kalau bukan jodoh pasti juga ada jalannya untuk


menjauh darinya” ucap kencana lirih.  Kencana akan menjalani


hubungannya ini dengan ian seperti air mengalir.


Sesampainya


dirumah tante kencana, kencana langsung pamit ke kamar untuk merebahkan


dirinya, dirasakannya badan pegal pegal semua. Kencana meninggalkan ian


yang masih berbincang-bincang dengan tante dan om nya. Memang kencana


akui ian pandai mengambil hati om dan tantenya, diajak ngobrol orang tua


yang jauh umurnya dengan ian pun juga nyambung. Ah bodo amat lah


kencana nggak peduli, biarkan mereka ngobrol kencana maunya tidur.

__ADS_1


Sebelum benar-benar tertidur kencana mendengar suara tantenya yang


memanggil kencana dari bawah tangga, kencana memang berada dikamar atas


di lantai dua. “cana, mas ian mau pulang nih.. mau pamitan sama kamu”


kencana tidak menyahut panggilan tantenya “cana, kamu sudah tidur ya”


tante menggetuk pintu kencana, karena kencana tidak menyahut panggilan


tantenya. “iya tante, kencana akan turun kebawah” sambil berjalan gontai


membuka pintu kamar kencana akhirnya turun ke lantai satu menemui ian


yang mau pamit pulang. “sana cepat mas ian nya sudah menunggu” .


“pulang dulu ya, kamu cepetan tidurnya jangan begadang pasti capek


seharian bersihin kost’an” ucap ian sambil mengelus puncak kepala


kencana “iya mas” jawab cana sekenanya. “kamu disini sampai kapan, kalau


belum beli tiket kereta kabari saja, nanti mas belikan tiket keretanya”


ian mendekat hendak mencium kening kencana, kencana menghindar sebelum


ian benar-benar mencium keningnya. “pengennya sabtu pagi pulang ke Solo


mas, sorenya biar sampai sana, kalau ada tiket jumat malam juga nggak


apa-apa” ucap cana kikuk. Kencana menjadi agak ilfeel dengan ian yang


hendak menciumnya. Udah ketahuan bohong soal pakaian dalam di lemari


tapi ini masih aja nyosor kayak nggak punya salah, maunya apa coba.


“yasudah kalau begitu nanti mas carikan tiketnya ya, istirahat gih”


“makasih mas, pulangnya hati-hati” ucap kencana dan berlalu meninggalkan


ian yang masih berdiri didepan pintu rumah tantenya. setelah menemu ian


yang hendak berpamitan pulang kencana langsung menuju kamar yang


kencana tempati, kencana mengambil ponselnya dan mengirim pesan ke ian


“mas tolong belikan aku tiket kereta jumat pagi saja kelas ekonomi tidak


masalah mas, terima kasih” pesan yang dikirim kencana sepertinya belum


dibaca, menunggu pesannya yang tidak dikunjung dibalas oleh ian kencana


akhirnya memutuskan untuk tidur.


Apa yang sebenarnya


disembunyikan ian dari kencana, apakah ian setia kepada kencana ? next


episode….. jangan lupa follow author ya guys terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2