Cinta Yang Bisu

Cinta Yang Bisu
Katakanlah


__ADS_3

Tak cukup dengan mengucapkan kata-kata untuk memberitahu perasaan.


Hanya perlu mengerti keadaan,Hancur atau utuh.


_____________________________________


Tok tok tok


Taklain pria itu adalah G-food.


Dhanil langsung sigap membuka pintu dan menandatangani serta bertanya dari siapa makanan itu?


"Permisi,Apa bapak gak salah rumah nih?"Tanya Dhanil dengan penuh penasaran.


"Apa benar rumahnya mbak Dhania?"Ucap pria itu.


"Ya dengan saya sendiri"Ujar Dhania yang tiba-tiba muncul dengan balutan seragam sekolahnya.


"Ada kiriman mbak"Ucap pria itu menyondorkan paket makanan yang entah diberi siapa.Dhania langsung mengambilnya.


"Terima kasih pak"Ucap Dhania dan Dhanil bersamaan.Pak G-food hanya tersenyum manis.


Sesampainya di ruang makan mereka duduk dan bertanya-tanya dari siapa?(Haha mungkin pengagum rahasia Dhania)


Tok tok tok


"Huft menyebalkan sekali"Ucap Dhania.Dhania menuju pintu dan membukanya,


Apakah dia yang Memesan makanan?batin Dhania.


"Uy nglamun Bae"Ucap Rey menyadarkan lamunan Dhania.


"Huft"Dhania mendengus kesal dan duduk di meja makan.


"Sini gabung Rey"Ajak Dhanil,Rey hanya mengangguk pelan.

__ADS_1


"Kenapa udah pada rapi banget?Mau kemana?"Pertanyaan beruntun dari mulut Rey.


"Sekolah"Ucap Dhania cuek.


"Sekarang tanggal merah haha"Ucap Rey terbahak-bahak.Dhanil dan Dhania menepuk jidatnya karena mereka berdua lupa.


"Yaudah gih ganti,Lari pagi yuk"Ajak Rey sambil menguyah makanan.


"Yuk"Ucap Dhanil.kedua saudara itu pergi ke kamar untuk ganti.


Semoga dengan ini bisa menghibur hati Dhania. Batin Rey berharap.


Mereka bertiga pun berangkat lari di jalan umum tepatnya banyak juga yang lari pagi.


Di tempat itu,Dhanil bertemu temannya yang bernama Rian satu kantor bersamanya.


"Hallo bro"Ucap Rian menepuk bahu Dhanil.


"Eh Rian"Jawab Dhanil.


Ngapain juga nanya. Batin Rey menggerutu serasa ada saingan lagi.


"oh itu adik gue,"Jawab Dhanil menyenggol Dhania agar memperkenalkan diri.


"Dhania"


"Rian"


Mereka tak berjabat tangan melainkan hanya mengangguk karena bukan muhrim juga.Gadis berbalut hijab itu membuat Rian terpesona dengan kepolisan penampilannya.


"Kak,Aku sama Dhania lari duluan ya"Minta Rey pada Dhanil.


"Iya sok atuh duluan"Jawab Dhanil santai karena ia menginginkan Dhania dan Rey saling mencintai.


Mereka berdua mulai berangkat dan Rian hanya menggerutu dalam hati.

__ADS_1


"Itu siapa?"Rian menunjuk pada Rey.


"oh itu Rey"Jawab Dhanil singkat.


Ganteng juga,tinggi pula pasti Dhania akan klepek-klepek. batin Rian tak terima.


Sedangkan Rey selalu memperhatikan Dhania yang tengah lari di sampingnya,Tepatnya seperti Sepasang kekasih.Dhania risih saat Rey selalu memperhatikannya,Ia takut berharap kepada manusis yang ujung-ujungnya membuat hati kecewa.


Diperjalanan,Mereka tak sengaja melihat Alfan yang duduk di sebuah taman bersama Marcha tepatnya kekasihnya.Seketika Dhania tak kuat menahan tubuhnya,Ia jatuh dengan deraian air mata di pipinya.Dengan Reflek,Rey menggendong tubuh Dhania ke pinggir agar tidak terlihat oleh Alfan.


"Nia,kamu jangan nangis"Ucap Rey dengan mata berkaca-kaca.Sedangkan Dhania tetap meneteskan air mata.


"Dulu ketika awal aku bertemu denganmu,kamu terlihat sosok yang kuat.Lalu kenapa sekarang kamu bisa Serapuh ini gegara Cinta"Ucapnya yang membuat Dhania refleks memeluk Rey.


"Katakan Nia"Rey sedikit membentak gadis pujaannya.


Dhania mengusap air mata "Aku gak kuat Rey,Aku mundur,aku nyerah.Percuma aku bersikap sok kuat padahal lubuk hati serasa menjerit meminta pertolongan.Lantas mengapa Kak Alfan memberi harapan ke aku kalau ia lebih memilih Marcha?Marcha sama seperti aku,Menyandingkan hati di tempat yang sama hanya saja kak Alfan memberikan tempat dihatinya sedangkan aku tak pernah dianggap ada."Jawab Dhania terisak tangis,Rey langsung memeluk Dhania meskipun banyak pasang mata yang memperhatikannya.


"Asal kamu tau Rey,yang ku rasakan sekarang Sakit,Perih,Hancur.Haruskah aku mengubur kenangan saat bersamanya walau ia tak mengharapkan ku ada"Lanjut Dhania.


"Perasaan yang kau rasakan sama seperti yang aku rasakan.Aku sangat mencintaimu Nia,Tapi aku tak berharap lebih jika kamu mencintaiku."Ucap Rey tegas.


"Aku akan mencoba untuk mencintaimu Rey.Cukup aku yang tersakiti dengan cinta,Kamu jangan sampai"Ucap Dhania masih dipelukan Rey.Di sisi lain Alfan memperhatikan mereka berdua,Ada rasa sakit di hati Alfan karena ia mencintai dua orang sekaligus,Marcha dan Dhania.


STOPP!


Gimana Partnya?


Dramatis banget kan wkw.


Apakah Alfan bertindak atau tidak?


Lebih setuju Dhania Rey atau Dhania Alfan?


Ikuti selengkapnya Up part-nya,Jangan lupa tinggalkan jejak Like,coment,and follow.

__ADS_1


Salam Author


__ADS_2