Cinta Yang Bisu

Cinta Yang Bisu
Lamaran


__ADS_3

Perjuangkan apa yang harusnya milikmu.Jika ada orang merebut dia,Rebutlah dia kembali sesungguhnya itu milikmu bukan miliknya.


________________________________________


"Kak Rey..Lepas,malu dilihat orang"Ucap Dhania yang ingin memberontak dari pelukan Rey.Tapi Rey malah menguatkan pelukannya,Dhania berfikir


Ah ada ide nih. batin Dhania.


"Gak bisa nafas kak"Ucapnya membuat-buat.Rey pun langsung melepaskan pelukannya dan ia sangat panik.


"Haha"Tawa Dhania yang membuat Rey heran.


Nih anak sesak tapi sempat aja ketawa. batin Rey geram.


"Napa ketawa"Tanya Rey mengernyitkan dahi.


"Maaf kak,Aku bohong hehe"Ucapnya polos.


"Asal kamu tau aku sangat khawatir"Ucap Rey dengan senyum miring,Ia berfikir ingin merencanakan sesuatu.


"Abisnya belum halal eh malah nyosor-nyosor"Ucap Dhania sebal,Di sisi lain Rey menggelitik Dhania karna ia gemes melihat wajah polosnya.


"ih kak..u-udah capek,Ntar kalo aku gak makan karna digelitiki terus gimana"Ucap Dhania dengan nafas terengah-engah.


Iya juga sih,kenapa aku bodoh kek gini ya.Gara-gara cinta aku jadi gini. batin Rey.


"Sini Nia,dekatan"Minta Rey dan Dhania pun menurutinya.


"Kamu mau ikut ke rumahku?"Tanya Rey yang membuat Dhania sempat berfikir.


"Untuk apa"Jawab Dhania,Rey pun tidak menggubris perkataan yang ditanyakan Dhania.Ia langsung menarik tangan Dhania dan menaiki skuter miliknya.


"Pegangan"


Dhania pun memegang pundaknya Rey.


Rumah Rey.


Sesampainya di rumah Rey,Dhania yang gugup menundukkan kepalanya.


"Assalamualaikum bunda"Ucap Rey


"Waalaikumussalam eh Abang baru pulang?ini siapa?cantik bener"Tanya Rina sang bunda Rey.


"Atu-atu bun kalo nanya"ucap Rey tertawa kecil dan membuat Rina pun juga tertawa.


Melihat kedekatan anak dan ibu itu,Tak disangka air mata Dhania menetes.


"Kamu kenapa nak"tanya Rina pada Dhania.


"Gakpapa Tan"Ucap Dhania senyum.


Masih bisa-bisanya kau senyum diatas penderitaanmu sendiri. batin Rey senyum tipis.


"Lah itu air mata keluar"Ucap Rina


,"Ah masa sih tan"Ucapnya sambil mengusap pipinya.


"Nama mu siapa cantik"Tanya Rina mengalihkan pembicaraannya.


"Dhania tan,"Jawab Dhania senyum

__ADS_1


"Oh ini yang pernah kamu ceritain itu bang"Ucap Rina antusias.


"hehe iya bun"Ucap Rey


Cerita apa nih orang. batin Dhania bertanya-tanya.


"Rey sudah menceritakan semua nak,Besok Tante,Om sama Rey akan melamarmu"Ucap Rina sontak membuat mata Dhania terbelalak dan menatap rey,Ia pun mengangguk pelan.


Dhania hanya menunduk karena malu dan kepikiran bagaimana mama papanya apa mereka merestuinya.


"Kak Rey"bisik Dhania.


"Iya apa sayang"Jawab Rey santai


"Sayang sayang palamu peyang"Ucap Dhania merengut.


"hehe"Tawa Rey.


"Bagaimana dengan mama papa"ucap Dhania pelan tapi masih terdengar oleh Rina.


"Nak,kamu tenang aja.Tante dan papanya Rey akan mengurus semuanya,Lagian Rey juga cerita sikap orangtuamu padamu gimana"Jelas Rina yang membuat Dhania mengangguk.


"Yaudah tan,Aku mau pamit dulu"Dhania mengecup punggung tangan Rina.


"Biar aku antar"Ucap Rey.


Di perjalanan hanya hening,mereka larut dalam pikiran masing-masing.Banyak pertanyaan di otak Dhania yang membuat ia pusing.Setelah sampai di rumah,Ia pun pamit mau masuk ke rumah.


"Terima kasih kak"Ucap Dhania yang langsung masuk ke rumah.Rey menancap gas dengan kecepatan sedang.


"Assalamualaikum"Ucap Dhania.


"Dari mana aja jam segini baru pulang?"Tanya sang mama


"Tenang dek,sudah Abang urus semua"ucap Dhanil yang membuat senyum Dhania mengembang.


"Makasih abangku tercintah"Ucap Dhania Sambil memeluk Dhanil.


"Nanti Rey cemburu nih"Ucap Dhanil menggoda Dhania.


"huft"Dhania mendengus kesal.


Keesokan harinya.


Dhania menuruni anak tangga dengan pandangan mengelilingi seisi rumah.


"Abang,Mana mamah papah"ucap Dhania nyelonong masuk ke kamar Dhanil.Eh Dhanil udah bangun dia lagi siap-siap.


"Keluar kota dek"Ucap Dhanil santai membuat wajah Dhania ditekuk.


"Tenang aja dek,Kan ada Abang"Ucap Dhanil.


"Yaudah gih siap-siap sana"lanjut Dhanil.


"Ntar aja,aku mau bantu bi Minah"Jawab Dhania keluar dari kamar Dhanil.


Dhania menuruni anak tangga dengan perasaan campuraduk kek nano-nano😂


Sedih campur seneng.Ia melihat Bi Minah masak sendiri.


"Bi Minah,boleh saya bantu"Ucap Dhania mendekati Bi Minah.

__ADS_1


"nggak udah deh non,mending non siap-siap"Ujar bi Minah.


"tak apalah,nanti aja siap-siapnya"ujar Dhania sambil memotong sayur.


Tak lama kemudian


Ning nong


"Biar saya aja yang buka bi"ucap Dhania menuju ke arah pintu,ia terkejut melihat Rey dan keluarganya.Bahkan Dhania masih memakai celemek dapur dan mereka pun terkejut melihat Dhania memakai celemek.


"Gak dipersilahkan masuk nih?"Ucap Rey menggoda Dhania.


"Eh iya,Si-silakan masuk kak,Tante,om"Ucap Dhania gugup.


Mereka pun masuk ke rumah dan Dhania hanya menunduk malu.


"Siapa dek"Ujar Dhanil yang sibuk dengan benda pipihnya.


"Eh Rey,Tante,Om"Ucap Dhanil tersenyum.


"Dek,sana ganti.Masa masih pakek celemek itu"Ucap Dhanil berbisik.


"Oiya bang lupa"Ucap Dhania menepuk jidatnya.


Mereka pun tertawa melihat tingkah polos Dhania.Ia pun masuk ke kamar untuk mandi dan ganti baju.Sedangkan Dhanil ngobrol bareng keluarga Rey.


"Tante sama om mana kak"Ucap Rey.


"Lagi di luar kota,makanya aku yang menggantikan posisi mereka."Ucap Dhanil yang membuat Rey mengangguk pelan.


Dhania menuruni anak tangga menggunakan gamis warna Maroon dan Khimar berwarna Coklat.membuat mata Rey berbinar dan keluarganya pun tersenyum.


"Sini duduk"Ucap Dhanil.


Dhania mendudukkan dirinya di samping Dhanil dan menundukan kepalanya.


"Langsung to the point' ya nak"Ucap Rina


"Kedatangan kami kesini untuk melamar Dhania menjadi calon menantu kami"Ucap Viko.


"Bagaimana dek"Ucap Dhanil yang membuat pipi Dhania memerah tomat dan mengangguk pelan.


"Alhamdulillah"Ucap Rey bersemangat dan memasangkan cincin pada jari manis Dhania sebaliknya pun.


"Jadi bagaimana pelaksanaan pernikahannya"Ucap Rina bunda Rey.


"Gini aja bun,kan kita masih sekolah nih.Kalau Rey udah lulus sekolah gimana?Meskipun Dhania masih sekolah pun kita akan privasi pernikahan kita"Ucap Rey.


"Tumben anak ayah bijak"Ucap Viko.Membuat Rey menekuk wajahnya.


"Yaudah kita pamit dulu,Rey kamu ikut apa tinggal disini"Ucap Rina.


"Disini aja bun,ntar an Rey pulang."Ucap Rey yang diangguki kedua orangtuanya.


STOPP!


Gimana Part ini?


gaada konfliknya dulu hhe


Tunggu kelanjutannya 😘

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak Like coment and follow teman-teman


__ADS_2