
BAGIKU CINTA YANG INDAH ADALAH MEMILIKIMU HINGGA SEPANJANG MASA.
'Aku tau,aku harus menerima kenyataan bahwa kamu bukanlah sosok yang ditakdirkan untukku,bahwa Kenyataan Hanya memeluk tubuhku sendiri.Aku harus rela bahwa melihatmu untuknya bukan untukku,Namun namamu akan selalu ku kenang.Jauh sebelum ini Kau adalah kumpulan harapan,kumpulan mimpi-mimpi yang membentuk sebuah pelangi walau akhirnya akan menjadi hujan lagi.Bagaimanapun juga aku harus menerima mimpi-mimpi ini yang terbang menghilang entah kemana.Sebuah luka yang ku alami Sekarang ini berbeda dengan luka yang dialami orang lain,karena orang lain sama-sama mencintai terpisahkan karena suatu jarak,Sedangkan aku mencintai orang yang tidak mencintaiku.'Dhania sempat menulis kata-kata itu di sebuah buku diarynya sambil meneteskan air mata yang membasahi tulisan-tulisan mungil itu.
Dibalik kerinduan Dhania kepada Alfan,timbul banyak masalah dikeluarganya hingga membuat Dhania stres memikirkannya.
Hari itu ia keluar bersama Abangnya,
"Bang,"Panggil Dhania sambil mencolek lengan Dhanil,pria itu hanya diam.
"jangan diem Mulu Napa."Lanjut Dhania
"Bingung aja mau ngomong apa hehe."jawab Dhanil meringis.
"Bang,Sebenernya gue males di rumah,Rasanya kalo di rumah kepala ni pengen meledak."Ucap Dhania sambil mengacak-acak rambut sedikit
__ADS_1
"Sama sih,tapi gimana lagi.Kita sebagai manusia tidak boleh lari dari masalah,lebih baik kita cari solusinya."Ucap Dhanil sok bijak.
"Sok bijak Lo jadi Abang."sambil menonjok kepala Dhanil.
"Ye lo mah Ama Abang kok ngelawan si,Dasar Bocil."Ucap Dhanil sebel.Dhania hanya manggut-manggut sambil memasang Earphone.
Tiba di suatu Swalayan,Dhania pergi memilih barang-barang kebutuhannya sedangkan Dhanil mengikuti langkah Dhania.
"Bang,mau es krim gak?Tuh ada es krim rasa macha kesukaan kita dulu."Ucap Dhania sambil melirik wadah eskrim.
"Terserah lo deh."Jawab Dhanil malas.
"Mana es krimnya?"Ucap Dhanil.
"Abang..hiks,Es krimnya diambil orang."Dhania mengadu sambil matanya memerah.
__ADS_1
"yaela, gara-gara es krim aja menangis,apalagi gara-gara laki-laki pasti tambah mogok makan."Lirih Dhanil menggoda Dhania.
"Hiks hiks.."Dhania
"Childish amat lu."Ucap Dhanil terbahak-bahak
"yaela ini mah cuma akting,gue mah kuat gak pernah nangis."Ucap Dhania sambil menunjukan wajah tegarnya.
"iyain aja dah.yuk pulang"Jawab Dhanil dan Dhania hanya manggut-manggut.
Ditengah-tengah perjalanan,mereka bertemu pria memakai sweater Abu-abu yang mengendarai skuter merahnya.
"Bang,tuh dia yang ngambil es krim kita,Awas kalau sampai ketemu pasti gue tonjok mukanya."Ucap Dhania sok berani.
"Ikhlasin aja dek,Cuma es krim aja kok."Ucap Dhanil sambil menepuk bahu Dhania.
__ADS_1
"iya dah."lirih Dhania terpaksa.
ENTAH SAMPAI KAPAN HATUS MENGALAH DENGAN KEADAAN?MUNGKIN INI BAGIAN DARI SKENARIO TUHAN YANG TIDAK BISA TERTEBAK OLEH PIKIRAN MANUSIA,TERKADANG ITU SEBUAH KEJUTAN YANG MENYENANGKAN,BISA JUGA HAL YANG MEMBUAT KITA SEDIH.ITUPUN MESTI TUHAN MEMPUNYAI RENCANA YANG BAIK UNTUK KITA.