
Melupakan kenangan samasaja dengan mematikan separuh hati.
Raga bisa berbohong dengan menahan kata-kata,Tapi apadaya hati menghapus nama membutuhkan perjuangan yang ekstra.
_dyhmria
______________________________________
Suasana pagi membangunkan sosok wanita yang masih memakai selimut,ya itu Dhania.Ia terburu-buru karna serasa kesiangan sholat subuh eh padahal masih jam setengah 4(Masyaallah idaman banget bangun sepagi itu,Padahal author ya belum tentu wkw)
Ia menggeliat langsung mengambil jam Beker.
"Ish udah pagi,tapi kok masih pegal-pegal ya"Ucap Dhania sambil memijat-mijat pelipisnya."Udah ah mau mandi"Lanjutnya berjalan ke kamar mandi sambil mwngucek-ngucek matanya setengah sadar.
Bukk
Dhania ngelantur sampai nabrak pintu kamar mandi."Siapa sih yang naroh pintu disini?"Ucapnya sambil memukul pintu itu.
Byurr byurr
Seketika tubuhnya kembali segar dan Dhania melupakan semua yang terjadi kemaren sore.Karna Dhania berfikir dengan mandi,semua masalah akan hanyut tergenang dalam air.
Setelah mandi,Ia bersiap pergi ke mesjid dan masih memakai piyama hello Kitty favoritnya dah, Sampai-sampai piyamanya hampir semua bergambar hello Kitty padahal ia gak suka warna pink eh malah suka sama hello Kitty aneh juga bukan haha.
Ia siap dengan memakai mukenah dan masih duduk di ranjangnya menunggu adzan.
"Eh,Abang udah bangun belum ya?ngintip aja ah."Sahut Dhania ternyata Dhanil masih tidur, mendengkur pula.
"Ish..Abang bangun,Ayo ke mesjid sama-sama"Ucapnya sambil menggoyangkan lengan Dhanil semakin keras sampai Dhanil menggeliat.
"iya-iya ih,gak sabaran amat."Ucap Dhanil menonjok jidat Dhania dengan telunjuknya.
__ADS_1
"Hiks Abang lucnut."mendengus kesal,Dhanil hanya terkekeh melihat adeknya sebel tapi disisi lain Dhanil merasa tenang kalau Dhania tidak terpuruk dengan perlakuan Alfan.
Mereka berdua berjalan menuju mesjid dan tidak sengaja bertemu Rey.
"Assalamualaikum My little"Ucap Rey menggoda Dhania.Godaannya mampu membuat pipi Dhania memerah panas.
"My little palamu peyang"Ucap Dhania mendengus.
"Waalaikumussalam calon adik ipar"Jawab Dhanil serentak membuat mata Dhania melotot.
"Kalian berdua gak waras ya"Ucap Dhania meninggalkan para lelaki,eh bukan para cuma berdua kok ehe.
Melihat sifat Dhania yang begitu dingin,tak membuat Reynand Alfaro menyerah karena baginya ini masih permulaan.Ia begitu semangat bahkan rela harus mengulangi kelas 12 untuk di samping Dhania,entah apa yang merasukimu(Haha malah nyanyi nih)
"Yuk masuk"Ajak Dhanil yang membuyarkan lamunan Rey hanya menunjukkan jempol.
Rumah
"Dek kamu jangan masuk sekolah dulu ya?"Ujar Dhanil dengan wajah membujuk.
"emang kenapa?toh aku juga udah baik."Jawab Dhania kesal.
"Aku takut,gegara Alfan kamu sakit lagi"Ujar Dhanil cemas dan duduk di samping Dhania yang belum melepas mukenahnya.
"Udah ah bang,Jangan lebay-lebay amat.Aku Kuat kok,Toh aku wanita tangguh Dhania gitu loh"Ucapnya sambil membanggakan dirinya,Aslinya berbohong padahal hatinya teriris.
"Oke terserah,Aku akan hubungi Rey"Gumam Dhanil sambil mengetik pesan ke Rey.
'Huh Rey Rey dan Rey.'Mengumpat dalam hati.
POV Dhanil Pesan
__ADS_1
"Assalamualaikum Rey,bisa nggak nanti berangkat bareng Dhania?"
"...."
"Oh oke terimakasih adik ipar."
"...."
Dhanil hanya membaca pesan itu langsung ke kamar Dhania menyuruhnya untuk memasak.
POV Dhanil selesai.
"Dek..Masaklah"Ucap Dhanil berteriak menyusuri anak tangga lantai satu.
"Yassalam iya Abang"Dhania terkejut mendengar teriakan Dhanil.
Dengan cepat taktik Dhania memasak hanya butuh 15 menit lalu ia menyiapkan di meja makan.
"Kak,aku ganti seragam dulu"izin Dhania melirik Dhanil yang serius mainin ponselnya.
"Oke"Ucapnya menyondorkan jari jempolnya.
Tok tok tok
Suara pintu,tak lama kemudian Dhanil bergegas membukanya dan mengira itu pasti Reynand.Tetapi bukan Reynand,Ia adalah sosok pria yang misterius memakai masker hitam,jaket hijau+hitam,dan sarung tangan.
Hayo ada yang tau gak itu siapa?
Tunggu up part selanjutnya ya gaes😉
Jangan lupa ninggalin jejak Like and coment nya dong ehe
__ADS_1
Salam Author