
Seperti yang ku usahakan dulu, Hari-hari berlalu dengan kesenangan.
__________________________________
Hati-hati telah dilewati Dhania,lebih tepatnya Sebulan setelah pengungkapan rasa cinta Rey terhadap Dhania.
Dhania pun merasa ada yang aneh dengan perasaannya,Ketika ia dekat dengan Rey ia merasa nyaman dan jantungnya berdegup kencang tetapi Ia masih selalu memikirkan Alfan.Ia tak bisa mengartikan karena ia bingung itu cinta atau apa.
Hari ini Bertepatan dengan wisuda kelas 12.Ya berarti Dhania akan lebih leluasa untuk melupakan sosok Alfan.
POV Alfan.
Alfan sedang bersiap menggunakan Jas hitam dan Celana jeans yang membuatnya semakin gagah dan perfect dah.Wajah Alfan tampan,bertubuh tinggi dan manis yang membuat semua adek kelasnya luluh bahkan Dhania tetapi lain dengan sekarang,Dhania bersikap B aja ketika bertemu dengan Alfan.
"Sebulan lalu aku melihat Dhania dengan Rey seperti pasangan kekasih,Aku salah seharusnya aku mengungkapkan perasaanku.Tetapi aku masih bingung memilih Dhania atau Marcha.Mengapa aku begini, seharusnya aku mencintai salah satu bukan dua-duanya."Gumam Alfan Menatap wajahnya di cermin depannya.
Ada pepatah mengatakan;Jika kau mencintai dua orang secara bersamaan,maka pilihlah yang pertama.Jika kau memilih yang kedua,maka kau akan kehilangan mereka secara bersamaan.
POV Selesai.
Sesampainya Alfan di sekolah,Ia bertemu Dhania dan Rey yang bergandengan tangan.Membuat Alfan semakin geram,Ia langsung meninggalkan mereka berdua dan memasuki Ruang Resepsi Wisuda.
"Apa aku benar-benar mencintai Dhania?"Gumam Alfan yang terdengar oleh temannya bernama Satyo.
"Apa?Bukankah Dhania kekasihnya Rey?"Tanya satyo yang membuat mata Alfan terbelalak.
"Mereka jadian?"Alfan malah tanya balik.
__ADS_1
"Menurut gosip sih hehe"Satyo menggaruk-garuk kepalanya padahal gak ada yang gatal.Alfan hanya mengernyitkan dahi.
"Tapi sih kata temen-temen bentar lagi mereka tunangan"Lanjut satyo yang membuat Alfan geram.
Aku akan menghancurkan pertunangan mereka. batin Alfan sambil mengepalkan tangannya.
Ngikk ngikk
Suara Mikrofon yang sedang dipegang Dhania dan teman-teman Klub Musik.
Mereka mulai menampilkan pertunjukannya.Di tengah-tengah pertunjukan,Dhania menatap wajah Alfan dengan tatapan tajam.
Aku akan segera melupakanmu fan. Batin Dhania.
Alfan yang merasa diperhatikan Dhania,ia juga menatapnya dengan Tersenyum miring.
Selesai penampilan dan prosesi,Dhania duduk sendiri karena teman-temannya pada heboh ingin fotbar sama kakak idolanya masing-masing.tiba-tiba Alfan menghampiri Dhania yang tengah santai memakan makanan.Alfan duduk di samping Dhania,Ia pun menjauh karena risih dengan Alfan.
"Ngapain njauh?"Tanya Alfan canggung,Dhania hanya diam menikmati hidangan.Mereka berdua dalam kondisi diperhatikan banyak mata yang salah satunya Rey.Rey sangat geram dengan perilaku Alfan yang telah menyakiti gadis pujaannya,Malah sekarang Alfan mendekati Dhania.Ia hanya memperhatikan dari jauh,Rey percaya bahwa Dhania tidak akan gampang percaya ke laki-laki pec*ndang itu.
Sedangkan Dhania dan Alfan tetap duduk dengan jarak satu kursi.
"Ngapain kesini?"Tanya Dhania yang tak menatap Alfan.
Alfan meraih tangan Dhania tapi Ia malah menepisnya kasar.
"Aku mencintaimu"Ucap Alfan,itu membuat Dhania tetap tenang tak bergeming.Seketika Dhania terbahak-bahak mendengarnya.
__ADS_1
"Ngapain ketawa?"Lanjut Alfan.
"Lucu aja"berjalan menghindari Alfan tetapi tangannya dicegah oleh tangan Alfan.
Ia ingin menepisnya tetapi Tenaga Alfan sangat kuat sehingga Dhania tidak melawan.
"Ah sakit"Pekik Dhania.tiba-tiba tangan Alfan dilawan oleh seseorang taklain adalah Rey.
"Jangan macam-macam sama Dhania"Ucap Rey memegang kerah baju Alfan.
"Rey lepaskan"Ucap Dhania langsung memeluk tubuh Rey.
"Aku gakpapa,Aku mencintaimu"Bisik Dhania di telinga Rey.
Alfan yang merasa diasingkan,langsung pergi menyusun Rencana untuk memisahkan Rey dan Dhania.Ia sangat menyesal karna menyia-nyiakan Dhania.Ia menggeram frustasi di belakang sekolah.
Tiba-tiba Alfan melihat pacarnya itu bersama laki-laki lain lewat dijalan depan sekolah.
Ia tak ingin tenggelam kalah dengan cara membuat siasat untuk memutuskan Marcha karena dengan itu Dhania pasti percaya dengan perkataannya.
(Aduh si Alfan bodoh sekali sih,ya jelas-jelas Dhania malah bencii.)
STOPP!!
Gimana Part ini?
Tiba-tiba sebulan kemudian hehe biar gak panjang-panjang ceritanya,Bingung nih mikir.
__ADS_1
Ikuti selengkapnya Up part-nya selanjutnya 😉