Cinta Yang Bisu

Cinta Yang Bisu
Rindu Terbalaskan.


__ADS_3

**


Di suatu hari,Dhania pergi ke bank untuk membayar keperluan Olshop.Hari itu sangatlah panas,apalagi antri itu sudah menjadi tradisi bank.


"Untung aja masih ada kursi kosong."Ucap Dhania lega terengah-engah setelah ambil antrean.


"Uh capek banget hari ini,ditambah pusing."Lagi-lagi Dhania bermonolog sendiri.


Beberapa menit kemudian,ada seseorang yang duduk di samping Dhania.Dhania berfirasat kalau orang itu tidak asing,tetapi Dhania bersikeras tidak menoleh.


"Eh kamu.."Ucap seseorang itu yang ternyata Alfan.


"Eh iya kak."Ujar Dhania tersenyum miring agak sedikit gugup.


"Udah lama ngantrinya?"Tanya Alfan.


"Kurang lebih sih 15 menitan."Ujar Dhania agak gerogi.


Suasana Hening terjadi dan Dhania sempat Tersenyum-senyum sendiri karna Kerinduannya akhirnya mereda.Tanpa sengaja Alfan melihat Dhania tersenyum'ih anak ini lucu juga ya.'batin si Alfan.


"Kamu ngapain senyum-senyum gajelas gitu?"Tanya Alfan memberanikan diri.

__ADS_1


"Em a-aku.."Suara Dhania gugup sampai tak tahan menyimpan rasa malunya disertai pipi yang memerah.Alfan hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat kekonyolan Dhania.Dhania merasa pusing,dan memijat-mijat Ujung pelipisnya yang tak sengaja dilihat Alfan.


"Kamu sakit?"Tanya Alfan sambil khawatir.


"Sedikit pusing aja."Jawab Dhania.


"Kenapa gak dibawa ke klinik,ayo ke klinik kebetulan di samping bank ada klinik."Ajak Alfan pada Dhania yang membuatnya semakin luluh.


"Gausah kak,ini cuma pusing karna alergi aja kok."Dhania sambil meneruskan memijat kepalanya.Alfan sempat berfikir sebentar mencerna perkataan Dhania.


"Emang kamu tadi habis makan apa?kok sampai pusing kek gini."Tanya Alfan tak kunjung reda.


"Udang."Jawab Dhania sesingkat mungkin.


"Tadi gini ceritanya,kebetulan papah masak udang dan aku disuruh makan yaudah aku makan aja.Takut menyinggung perasaan papah dan alasan kedua karna udang itu menggoda selera."Cerita Dhania panjang lebar sampai membuatnya terengah.


Belum sempat menjawab eh tiba-tiba..


"Nomor Antrean 35."Suara pegawai.


"Kebetulan nomerku ini,Kak aku pamit duluan ya."Dhania dengan wajah pucat.

__ADS_1


"Iya,jangan lupa hati-hati dijalan."Jawab Alfan dan Dhania belum bisa mencerna perkataan si Alfan lontarkan karna efek pusing.


TERKADANG SUATU KERINDUAN BISA MEMBUAT MOOD SESEORANG HANCUR.KETIKA SUDAH BERTEMU,ITU BISA MEMBUAT SEMANGAT DI LUBUK HATI.


**


Sesampainya di rumah,Ia tak menemui Mamah papahnya karna selalu ada urusan penting.


'Selalu aja begini,emang sepenting apakah urusan itu?Sampai-sampai Keluarga pun jarang diperhatiin.'Batin Dhania sambil meremas rambutnya karna frustasi memikirkan masalah ini.


"Hallo adek Abang."Ucap Dhanil dengan manis.Dhania hanya terdiam.


"Kamu kenapa dek?"Tanya Dhanil.


"Kenapa keadaan terus begini bang?Selalu saja mereka meninggalkan kita."Jawab Dhania yang membuat air bening jatuh di atas pipinya.Dhanil bisa menebak siapa yang Dhania bicarakan.


'pasti mamah papah bukan?'Batin Dhanil.


"Udahlah dek,jangan dipikirkan mungkin mereka ada urusan pekerjaan untuk masa depan kita."penjelasan Dhanil.


"Tapi setidaknya berikan sedikit waktu gitu buat berkumpul,kalau kayak gini mah serasa tidak punya orangtua."Ucap Dhania sebel.

__ADS_1


"Hus..Banyak diluaran sana yang tidak mempunyai orangtua seperti kita dek, seharusnya kita berdoa untuk mereka dek agar diberi kesehatan dan keselamatan."Sambil menepuk-nepuk kepala Dhania.


Dalam benak Dhania berfikir'Iya juga sih.'Dhania langsung pergi ke kamar dan minum obat alerginya.


__ADS_2