
***
Suara ayam membangunkan Dhania.Ia menggeliat dan berjalan menuju kamar mandi.
"Abang.."Teriaknya.
"Eh apaan sih dek."Dhanil terburu-buru menghampiri Dhania karna khawatir.
"Ambilkan handuk dong bang please ia brother handsome."Ucapnya memohon.
"Yaela.gitu aja sambil muji-muji."sambil berjalan mengambil handuk.
"Makasih Abang emesh."Ucap Dhania menggoda Dhanil.
"Iya adek."
Dhania lupa mengecek jam setelah bangun tidur tadi.Ternyata masih jam 4 pagi.
"Ish ternyata masih jam 4."Dhania sebel.
Dhania berjalan menuju masjid dekat rumahnya karna mendengar suara adzan subuh.Dan tidak disengaja Dhania bertemu pria,pria itu..
"Ekhem."Pria itu,Dhania hanya mengernyitkan keningnya.
'inikah pria yang merebut es krim di minimarket.'batin Dhania.
"Maafin gue ya."ujar pria itu,Dhania hanya diam.
"Kenalin gue Reynand,panggil aja Rey.Rumah gue di kampung sebelah."Ujar pria itu lagi-lagi Dhania hanya mengangguk diam.
"Diam Mulu nih,gak mau kenalan."Sambung pria itu.
Tiba-tiba abangnya datang..
"Kenalin ini adek gue,namanya Dhania Nandrea Kirana."Ucap Dhanil.
"Ish Abang."ujar Dhania.
'Tumben tuh anak bicara.'Batin Rey.
"Iya kak,"jawab Rey.
__ADS_1
Ternyata oh ternyata..
Rey adalah teman masa kecilnya Dhanil,hanya selisih satu tahun aja sama Dhanil.
"Abang kenal nih orang?"Tanya Dhania.
"Itu teman aku dek."Jawab Dhanil.Dhania hanya mengangguk.
"Kamu Sekolah dimana?"Tanya Dhanil pada Rey.
"Aku murid pindahan kak, rencananya sih mau sekolah di SMA Deket sini."Jawabnya sambil melirik Dhania.
"Astaga,berarti kamu satu sekolah sama adek aku."tanya dhanil sambil melirik Dhania.
"Dia juga SMA?"Tanya Rey.
"Iya aku SMA kelas 10,udah ah bang Dhania mau masuk mesjid."Jawab dhania dan masuk ke masjid menghindari pembicaraan dua lelaki itu.
Rey melihat Dhania sampai ia masuk tiba-tiba Dhanil mengejutkannya.
"Hei,Sadar."Ucap Dhanil.
"Jangan-jangan kamu suka sama dia?"Ucap Dhanil.
"Hehe,kayaknya aku pernah ketemu dia deh di minimarket dan berebut es krim sama dia."ujar Rey yang mengejutkan Dhanil.
"Oh ternyata Lo yang buat Dhania marah."Lanjut Dhanil.
"Hehe iya kak maaf,sejak awal aku bertemu dia,aku tertarik padanya."Jawab Dhanil.
"Nanti kamu jemput Dhania untuk sekolah ya?"Pinta Dhanil.
"Ah beneran nih?"Jawab Rey tergirang-girang.
"Udah ah ayo ke mesjid keburu iqomah."ajak Dhanil pada Rey.
**
Setelah sholat subuh,Dhania langsung pergi ke dapur dan memasak untuk dirinya dan abangnya.
Dan masakannya pun telah siap,Dhania pergi ke kamar untuk ganti seragam sekolah.
__ADS_1
Kring kring..(suara bel rumah)
Dhanil keluar dan mempersilahkan Rey masuk.
"Dimana Dhania?"tanya Rey.
"Lagi ganti baju,sini duduk sarapan bareng."Ajak Dhanil.
"Beneran nih?"Ujar Rey.
"Iya Reynand."Tersenyum manis.
Tok tok tok[suara sepatu Dhania]
'loh dia kesini?'batin Dhania.
'Cantiknya bidadari berhijab'batin Rey.
"Bang sini.."Ajak Dhania.
"Apaan."Jawab Dhanil
"Ngapain dia kesini?"bisik Dhania agar tidak terdengar Rey.
"Mulai sekarang dan seterusnya kamu akan pergi ke sekolah bersamanya,lagi pula dia sekarang kelas 12 dan kamu kelas 10."Jawab Dhanil.
"Apaa?Berarti dia satu angkatan sama kak Alfan?"Pekik Dhania
"Siapa Alfan?"Tanya dhanil.
"Dia yang ku ceritakan ke Abang."jawabnya
"Oo itu,udah ayo sarapan."ajak Dhanil.
Dhania hanya mendengus kesal dan duduk di depan Rey.
"Ehm ngomong-ngomong siapa yang masak?Enak bener deh."Rey memulai pembicaraan.
"Itu si Dhania."sambil melihat ke arah Dhania.
Rey hanya manggut-manggut,batinnya berbicara'istri idaman nih,udah Sholihah,pinter masak,sayangnya sikapnya dingin.'rey terkekeh.
__ADS_1