Cinta Yang Bisu

Cinta Yang Bisu
Be Mine


__ADS_3

Mulut adalah bagian tubuh yang kuat ketika ia diam merasa kesakitan,padahal hati teriak meminta pertolongan.


_________________________________________


Seperti Biasanya,Kini Dhania dan Rey berjalan berdampingan menyusuri koridor sekolah.Hingga langkahnya berhenti ketika Nayla berada di depan mereka menghalangi jalan.


Rey mengerutkan keningnya.


"Minggir lo"Ucapnya ketus Sedangkan Dhania dengan ekspresi takut.


Nayla tersenyum miring.


"Nggak akan,kak Rey kau hanya milikku"Ujar Nayla tersenyum manis dengan melingkarkan tangannya di lengan Rey.


Rey menepis tangannya kasar.


"Cukup,jangan ganggu kita berdua"Ucapnya teriak yang membuat siswa tercengang.


Tak disangka air mata Dhania menetes.


"Tenang aja Nia,Aku hanya milikmu"Ucap Rey mengusap air mata Dhania.


Dhania hanya mengangguk pelan,


"Dhan,Lo itu sahabat gue eh kok malah jadi pelakor"Ucap Nayla menarik Khimar yang dipakai Dhania.


"Lepas"Ucap Rey kasar.


"Elo tuh yang pelakor"Lanjutnya yang ditertawakan para siswa.


Dhania hanya diam karna ia takut dengan keadaan yang seperti ini.


Rey menarik tangan Dhania untuk menjauhi kerumunan itu,"Kak,makasih"Lirih Dhania berbisik.


"Sudah menjadi tugasku"Ucap Rey tersenyum manis.

__ADS_1


Huaa manis banget,Ntar aku diabetes kak Rey yang tanggung jawab pokoknya.batin Dhania tersenyum.


"Ngapai tuh senyum-senyum sendiri"Goda Rey menyentuh hidung mancung Dhania.


Bluss


Wajah Dhania merona karna malu,Ia pun mengalihkan pandangannya agar Rey tidak melihatnya.


"uh manisnya"Ucap Rey seraya menggoda.


"Sa ae lu Romlah"Ujar Dhania


"Mending aku ke kelas aja,ketimbang ngladenin orang nih"Sindir Dhania meninggalkan Rey yang masih Tersenyum mengingat tingkah laku dhania.


Sepulang sekolah


"Ikut aku yuk ke rumah"Ajak rey ke Dhania.Ia hanya mengangguk pasrah.


"Sini naik"Ajak rey seraya menepuk jok Skuter nya.Dhania pun menurut.


"Siapa suruh pegangan di pundak,emang aku ojek gitu"Ucap Rey dingin


Busset dah,bingung nih gue.batin Dhania.


Dhania pun melingkarkan tangannya di punggung Rey.


"Hem gini dong romantis jadinya"Ucap Rey tersenyum menunjukkan deretan gigi putihnya.


Mereka berdua pulang tetapi gak langsung menuju kediaman,Mereka pergi ke sebuah tempat yang indah.


"Indah"Gumam Dhania pelan yang masih terdengar Rey.


"Kamu suka?"Tanya Rey yang dijawab anggukan kecil.


Ya,mereka ada di sebuah taman yang memperlihatkan senja terbenam,Mereka duduk bersama sesekali suasana hening.

__ADS_1


"Ada dua pilihan buat kamu"Ucap Rey membuka suara terlebih dahulu,membuat Dhania mendongak menatap mata Rey.


Masyaallah kak,ganteng banget sih kamu.batin dhania.


"Apa"Tanya Dhania singkat


"Be mine or i'm mine yours"Tanya Rey penuh semangat.


Blush


Wajah Dhania memerah tomat seketika.


"Dua-duanya,Agar kita bisa saling percaya berkomitmen tinggi dalam menjalani hubungan."Ucap Dhania antusias.


Jadilah buku disaat duka,jadilah teman disaat aku bersenang-senang.


_Reynand Alvaro.


"Hum,makin cinta deh"Ucap Rey Tersenyum manis.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang mengawasi mereka berdua yaitu Alfan, Laki-laki gaada Akhlak.


"Tunggu Pembalasanku Reynand"ujar Alfan diseberang sana sambil mengepalkan tangannya.


"Aku harus menyusun rencana,Dhania hanya milikku.Jika dia bukan milikku,orang lain tidak akan mendapatkannya."Lanjut Rey bermonolog Ria.


STOPP!


Gimana Part ini?


Garing banget yak


maaf deh lagi pusing nih authornya hhe.


Tinggalkan jejak Like coment and follow teman-teman💜

__ADS_1


Ntar kalau ada waktu feedback kok


__ADS_2