
Sungguh beruntung mereka yang memiliki kasih sayang orang tuanya.
-MaPa
_______________________________________
Rey mematung karna Reflek dipeluk Dhania,dan sesegera mungkin ia membalas pelukannya.
"Thanks My little"Ucap Rey mengeratkan pelukannya.
"You and my brother is my love"Ucap Dhania melepaskan pelukannya karna ia malu dilihat banyak orang termasuk teman-temannya yang bertepuk tangan.
"Kak Rey,kamu berhasil memanaskan sifat dinginnya"Ucap Flora dan Nayla serempak.Dhania hanya tersipu malu hingga pipinya merah padam.
Rumah
Dhania dan Rey pulang bersama hingga sampai rumah,Dhania terkejut ada mobil mamah papahnya.
"Mobil siapa?"Tanya Rey sambil ngikut masuk Dhania.
"Mah pah.."Sapa Dhania Reflek memeluk mereka.
"Apaan sih peluk-peluk"Ujar Ratna mamah Dhania dengan melepas paksa pelukannya.
"Apa mamah gak rindu aku?"Ucapnya sambil terisak.
"Enggak"Ucap Ratna dan Aldo serempak.
Makin terisak tubuhnya seakan melayang jatuh seperti ikan asin.Karna gak kuat menahan tubuhnya,Ia berlutut sambil menangis.
"Udah jangan sok dramatis"Ucap Aldo Nandrea yakni papahnya Dhania.
"Apa salahku sehingga kalian membenciku"Ucapnya tegas tapi sedikit takut karena lantang pada orangtua.
Plakk
Tamparan keras menuju pipinya Dhania sehingga keluar darah segar dan Dhania tersungkur kepalanya terbentur tembok.Rey langsung menolong Dhania.
"Jangan kasarin dia pa,"Ucap Dhanil tak terima.
"Kamu pilih dia atau kami?"Tanya Ratna yang membuat Dhanil terdiam.
Rey mengusap darah yang mengalir dari mulut Dhania,Air mata Rey tiba-tiba jatuh.
Aku gak nyangka,Orangtuamu sampai gini ke anaknya sendiri.Kamu kuat Nia,ada aku disini. Batin Rey berbicara.
Tiba-tiba Dhania tak sadarkan diri dan Rey langsung menggendongnya masuk ke mobil dan diikuti Dhanil dibelakangnya.
__ADS_1
Rumah Sakit.
Setelah tiba di rumah sakit milih ayah Rey,ia langsung memanggil dokter untuk segera menangani Dhania.
"Dok dok"Ucap Rey kebingungan.
"Iya Tuan muda"Jawab dokter.
"Cepat tangani pasien itu"Rey menunjuk Dhania yang digendong Dhanil.
"Siap tuan"Jawab dokter.
Dhania pun dibawa ke ruang IGD,Rey nampak khawatir.Baru saja Dhania mengungkapkan rasa cintanya,eh malah sekarang pingsan.Rey mondar-mandir...
"Rey,Maafin mama papa ya"Ucap Dhanil mengajak Rey duduk.
"Emang ada masalah apa sih kak,kok sampai segitunya"Tanya Rey penasaran.
"Begini..Dulu pas waktu kami masih kecil kurang lebih aku umur 10 tahun dan Dhania berumur 6 tahun,Kita mempunyai adik perempuan bernama Aqilah umurnya 3 tahun.Ketika bermain dengan Dhania, Aqilah tiba-tiba jatuh karena tersandung,itu aku lihat sendiri dengan mataku.Dan membuat Aqil dibawa ke RS karna benturan keras di kepalanya.Mama papa menyangka kalau Dhania yang melakukannya,padahal aku sudah jelasin panjang lebar tapi tetap mereka tak percaya sampai sekarang mereka membenci Dhania."Jelas Dhanil panjang lebar sampai meneteskan air mata(Hayo pasti laki-laki jarangkan nangis kek gitu?Idaman banget tuh Dhanil.Banyak kesempatan kok orang dia jomblo haha)
"Hm"Jawaban Rey singkat dan dokter keluar dari ruangan itu.
"Gimana dok"Tanya Dhanil penasaran.
"Kondisi pasien sangatlah lemah,Kalau boleh disarankan untuk menginap disini sekitar 2 hari"Jawab dokter.
"Oke tuan muda,Silahkan ambil resep obat di ruangan saya"Ujar dokter berlalu seperti angin.
Mereka berdua masuk ruangan Dhania yang masih belum sadar.Wajah pucat berbalut hijab,Ya itu yang dilihat Rey semakin kasian.
"Dek,Bangun dek"Ucap Dhanil sambil menggoyangkan tubuh Dhania.
"Nia,Apa kau udah gak sayang lagi sama aku?Sama kak Dhanil? teman-temanmu?mama papa?Meski mereka telah berbuat jahat padamu,Aku yakin kamu kuat kamu gak boleh membenci mereka.Aku sayang sama kamu My little"Ucap Rey merintihkan air matanya sambil memegang tangan Dhania.Dhanil yang melihatnya itu sangat senang akhirnya Dhania udah gak terpuruk lagi.
Rey melihat pergerakan kecil dari Dhania,ia langsung tergirang-girang memanggil dokter.
"Keadaan pasien membaik meskipun sedikit"Ucap dokter.
"Alhamdulillah"Ucap mereka bersamaan.
Disisi lain,Alfan yang mendengar kabar Dhania masuk rumah sakit.Ia langsung terburu-buru ingin menemuinya.Sesampainya di rumah sakit,Alfan bertemu Dhanil.
"Ngapain Lo kesini"Tanya Dhanil memuncak emosinya.
"Maaf kak,aku mau menemui Dhania"Ujar Alfan.
"Untuk apa?Untuk membuatnya malah tambah sakit?Hei asal kamu tau ya,Dia sekarang udah bahagia tanpamu jadi jangan ganggu dia"Ucap Dhanil.
__ADS_1
Sial, batin Alfan menggerutu.
"Ada apa ini kak,eh Alfan ngapain kesini"Tanya Rey keluar dari ruangan isolasi.
"Ya mau njenguk pujaan hati lah"Jawab Alfan Kepedean.
Rey sabar. ,Batin Rey.
"Yaudah sana masuk tapi aku temani"Ajak Rey.
Alfan masuk terlebih dahulu dan melihat wajah Dhania yang pucat.Saat ingin menyentuhnya,Rey langsung menepis tangannya.
"Kenapa"Ucap Alfan takberdosa.
"Jika kau mencintainya,kita berlawan secara sehat.Jangan kau menyentuh dia"Ucap Rey.
"Ok,kalau aku gak tahan aku akan melakukan apa yang aku mau"Jawab Alfan menantang.
"Kamu jadi ketos seharusnya panutan,eh malah sebaliknya."Ucap Rey seraya ingin membuatnya marah.
Alfan pun keluar serasa direndahkan oleh Rey dan Dhanil.Dengan perasaan marah,ia mengemudi motor kecepatan tinggi.
"Sial,Kenapa mereka benci ke aku"Ucap Alfan.
Alfan menuju ke rumah Marcha dengan perasaan marah,Ia ingin melampiaskan ke Marcha.
"Marchaa yuhuu"Ucap Alfan.
"Iya sayang ada apa"Ucap Marcha mendekati tubuh Alfan.
Plakk
Satu tamparan dipipi Marcha,membuat Marcha kebingungan.Sedangkan Alfan melampiaskan rasa marahnya dan ingin memutuskan hubungannya karna Marcha menghianatinya.
"Apa-apaan ini sayang"Ucap Marcha dengan memegang pipinya.
"Mulai sekarang kita Putus"Ucap Alfan yang darahnya memuncak.
"Apa masalahnya"Elak Marcha bingung.
"Aku tadi melihat kamu boncengan dengan laki-laki, mesra-mesraan pula"Jawab Alfan lalu meninggalkan Marcha sendiri dengan tangisan tersedu-sedu.
STOPP!
Kali ini part-nya agak panjang,semoga tidak bosan ya😘
Jangan lupa tinggalkan jejak Like coment and follow yaa
__ADS_1
Sehari dapat 3 part nih ngebut,Soalnya mumpung ga sibuk dan ada kuota hehe curhat dikit gapapa ya:v