CINTA YANG SEPERTI INI

CINTA YANG SEPERTI INI
Bab 11 Sebuah Perayaan


__ADS_3

Kembali


ke masa sekarang,  rasa ngantuk mulai


menggelayutiku,  perlahan ku perhatikan


Elena yang mulai memejamkan matanya di depan Tv.


Aku


bangkit dari sofaku dan menggendongnya menuju ke kamar,  sembari aku melihat ponselku dan melihat


sebuah notifikasi dari kantor penerbit.


Segera


aku buka notifikasi itu,  dan betapa


bahagianya aku,  melihat pemberitahuan


bahwa buku novelku akan segera di terbitkan. Ya inilah pekerjaanku sebagai


seorang penulis,  semua inspirasi


tulisanku selalu aku dapatkan dari orang – orang di sekitarku.


Usiaku


memang tidak lagi muda,  namun semangat


dan ceritaku selalu membuatku merasa muda,  kira – kira begitulah yang selalu aku rasakan.


Segera


aku menelepon ke kantor penerbit,  dan


membuat janji pertemuan dengan mereka esok hari. Perlahan aku menuju


kamarku,  dan kulihat satu persatu buku –


buku novel karanganku yang sudah terbit,  aku tertuju pada salah satu buku novel karanganku yang berjudul Pesta


Kecil,  tiba – tiba saja aku teringat


kembali akan kenangan bersama teman – teman semasa sekolahku dulu.


Meskipun


rasa ngantuk ini benar – benar menyerangku dengan hebat,  namun berita bahagia untuk penerbitan buku


novelku tadi,  cukup membuatku kembali


bersinar terang,  dan mengusir rasa


kantuk yang sangat.


Mulai


kubuka kembali buku tulisku,  dan


kugoreskan penaku mengingatkanku akan kejadian Pesta Kecil yang pernah aku


rayakan bersama Rian dan teman – teman terbaikku dulu.


Masa


libur sekolah berakhir sudah,  kini semua


kembali kepada kehidupan normal.


Pagi


itu Rian menelponku,  bahwa dia akan


menjemputku ke sekolah,  namun aku


menolaknya,  karena aku ingin berangkat


sekolah menggunakan sepedaku,  lagian


sepanjang libur sekolah sepedaku hanya terparkir rapi di dalam garasi rumah.


Tanpa


sepengetahuanku,  dari arah belakang Rian


mengejarku menggunakan sepeda juga.


“ Astaga,  kamu naik sepeda juga Yan ?” tanyaku


dengan nada terkejut.


“ Iya lah,  habis kamu naik sepeda sih,  aku jadi kepingin.” Jawab


Rian dengan riang


Kami


pun pada akhirnya berangkat sekolah bersama dengan sepeda kami masing –


masing,  namun walaupun begitu,  sekolah kami berbeda jarak,  sekolahku sedikit lebih jauh daripada sekolah


Rian,  kami pun akhirnya berpisah di


depan sekolah Rian.


Sesampai


di sekolah,  aku di kejutkan dengan


kerumunan anak – anak di depan mading sekolah,  Silvy berlari menghampiriku yang baru saja tiba.


“ Lin,  nama kamu masuk ke daftar Lin.” Kata


Silvy kepadaku.


Akupun


masih kebingungan,  daftar apa yang


dimaksud oleh Silvy,  tanpa aku bertanya


lagi kepada Silvy,  aku langsung ikut


menghambur ke depan mading sekolah.


Ternyata


itu adalah pengumuman seleksi group idol di kota kami,  dimana masing – masing sekolah


merekomendasikan nama – nama siswi yang akan mengikuti seleksi,  namaku tertera di dalam daftar,  ada 8 siswi yang di daftarkan oleh


sekolah,  dan aku adalah salah satunya,


Aku


yang merasa kurang pantas untuk mengikuti audisi tersebut,  segera menemui ibu guru Ghea,  karena penanggung jawab perwakilan dari

__ADS_1


sekolah kami adalah Ibu Ghea.


Ibu


Ghea menerangkan kepadaku,  bahwa aku


dirasa layak dan mampu untuk mengemban tugas itu,  ibu Ghea berharap agar aku bisa memberikan


yang terbaik untuk nama baik sekolahku.


Group


Idol itu nantinya akan menjadi besar,  dan akan memberikan dampak yang positif bagi setiap membernya,  begitulah yang di katakana oleh Ibu Ghea


kepadaku.


Atas


kepercayaan itu,  mau tidak mau aku harus


siap,  walaupun sebenarnya aku masih


merasa ragu apakah aku bisa dan mampu,  sementara aku sendiri bukanlah tipikal orang yang mahir dalam hal seni.


Silvy


dan Monica memberikanku semangat,  dan


mereka benar – benar berharap aku bisa lolos dan berhasil mengikuti audisi


tersebut.


“ Aku harap, namaku lah yang tertera


Lin,  tapi sayang namaku tidak tertera di


situ,  betapa beruntungnya kamu Lin,  ayo Lin jangan kecewakan kami.” Ucap


Silvy kepadaku


“ Akupun sebenarnya juga tidak


mengharapkan namaku ada di situ Sil,  Yaudah pokoknya aku usahakan yang terbaik ya.”


“ Nah gitu donk Lin,  pokoknya kamu itu hebat,  pintar,  cerdas, cantik dan baik deh.”


“ Ah biasa aja tau Sil,  kamu tuh yang rajin,  cantik,  rajin beribadah dan rajin menabung.”


Tampak


keceriaan di wajah kami saling bercanda satu sama lain,  persahabatanku dengan Silvy dan Monic memang


bukan persahabatan sembarangan,  kami


sudah berteman sejak kami duduk di bangku sekolah dasar.


Bel


pulang sekolah berbunyi, aku dan ketujuh siswi yang lain di panggil ke kantor


kepala sekolah oleh Bu Yani,  beliau


adalah wakil kepala sekolah kami.


Beliau


memberikan beberapa keterangan informasi kepada kami,  terkait dengan seleksi Idol group


tersebut,  tampak berbaris di sebelahku


dan berbakatnya mereka,  tentu jauh


sekali denganku yang tidak terlalu suka bergaul.


Bu


Yani mulai mengabsen kami sesuai dengan asal kelas kami.


“ Baik,  ibu absen sesuai asal kelas masing – masimg


ya.”


“ Iya bu.” Jawab


kami serempak


“ Dari kelas sepuluh dulu, tolong di


dengarkan baik – baik.”


“ Siap bu.”  Jawab siswi – siswi kelas sepuluh.


“ Aninda Wulandari,  Asita Tiara Dewi, Cindy Himawari,  semuanya hadir ?”


“ Iya bu,  semuanya hadir.” Jawab


mereka


“ Sekarang kelas sebelas ya,  tolong di dengarkan baik – baik.”


“ Siap bu.” Jawab


kami serempak


“ Beta Karimawati, Dessy Nur Yolanda,


Fuji Alina Sayaka, Haruna Saputri,  semua


hadir ?”


“ Iya bu.” Jawab


kami


“ Baik yang terakhir dari kelas dua


belas,  Jocelyne Destiarta.”


“ Iya bu, hadir.” Jawab


kak Celyne


Kak


Celyne adalah siswi kelas dua belas yang penuh dengan prestasi,  orangnya cantik,  putih bersih dan juga merupakan seorang


model,  ayahnya adalah orang Jerman


sedangkan ibunya adalah keturunan Arab,  jadi betapa cantiknya kak Celyne,  pastilah dia akan lolos seleksi ini dengan mudah.


Fuji


Alina Sayaka,  ya itulah namaku,  mungkin semua orang akan menyangka bahwa aku


adalah orang dari negeri sakura Jepang,  tapi sebenarnya ibuku lah yang berasal dari Jepang,  walaupun aku tidak ikut dilahirkan di


Jepang,  namun daripada namaku dipanggil

__ADS_1


Sayaka,  lebih baik aku di panggil dengan


Alina,  sempat dulu aku dipanggil dengan


nama Sayaka,  tapi aku merasa tidak


nyaman dengan nama itu,  seolah –olah aku


berbeda negara dengan temanku yang lain.


Ibu


Yani memberikan briefing singkat kepada kami,  tentang tujuan seleksi idol group itu diadakan,  bagaimanapun juga kami yang lolos,  akan mewakili sekolah dan kota kami sebagai


duta untuk nantinya di kirim ke negeri sakura Jepang,  tentu saja ini menjadi tantangan tersendiri


bagi kami semua.


Tak


lupa aku memberi tahu Rian,  bahwa aku


akan mengikuti seleksi idol group,  Rian


nampak senang mendengar berita itu,  bahkan menurutnya itu cocok untuk orang – orang seperti aku.


Sesuai


dengan jadwal yang telah di tentukan,  kami berkumpul di sekolahan,  dan


berangkat menuju tempat audisi menggunakan kendaraan yang di adakan oleh


sekolah.


Begitu


sampai di tempat audisi,  betapa


terkejutnya aku menyaksikan peserta audisi yang berparas cantik dan


berpenampilan memukau dengan jumlah yang cukup banyak,  masing – masing sekolah mengirimkan wakil


terbaiknya. Aku mendapatkan nomer antrianku, yaitu nomer 356,  bisa dibayangkan ada berapa peserta yang ikut


seleksi di acara tersebut.


Kami


semua di seleksi dengan beberapa tahapan,  hingga akhirnya ada 50 besar dan hanya 24 terbaik yang akan lolos


mewakili kota kami,  seleksipun di mulai,


ada sekitar 700 an peserta pada waktu itu.


Tiba


giliranku untuk audisi,  begitu berdebar


– debar jantungku saat berada di hadapan juri penguji,  akupun di tes di suruh menyanyi dan


menari,  disamping itu akupun ditanyai


tentang beberapa soal pengetahuan umum,  sang juri yang merasa tertarik dengan namaku,  kemudian iseng bertanya kepadaku dalam Bahasa


Jepang,  spontan aku pun menjawabnya


dengan Bahasa Jepang juga,  karena


dirumah kami sering menggunakan Bahasa Jepang dalam kehidupan sehari –


hari,  apalagi kakakku,  wajah,  nama dan logatnya masih kental Japanese banget,  itu karena kakakku lah yang lahirya di


Jepang.


Akupun


menjelaskan kalau ibuku almarhum,  adalah


orang asli Jepang yang menikah dengan ayahku yang seorang dokter,  dan ternyata juri yang menanyaiku tersebut


adalah orang Jepang asli,  namanya Mr


Yoshigawa Watanabe,  lalu sang juri


bertanya siapakah nama ibuku,  akupun


menjawab kalau nama almarhum ibuku adalah Yukari Megumi.


Waktu


berjalan begitu cepat,  tanpa terasa


sudah masuk dalam fase 50 besar,  semua


peserta audisi dikumpulkan oleh panitia,  dan mulai diumumkanlah nama – nama yang lolos babak 50 besar,  aku terkejut ketika nama Tiara, Lyla dan


Janet di panggil oleh dewan juri dan masuk dalam babak 50 besar,  ternyata mereka juga mengikuti audisi ini.


Menjelang


peserta terakhir yang lolos ke babak 50 besar,  tiba – tiba Mr Yoshigawa berlari kecil ke arah dewan juri,  ternyata namaku tercantum kedalam 50


besar,  hanya saja tadi sempat terbalik


menyebutkan namaku,  tentu saja aku


terkejut bercampur haru.


Tiara


yang kemudian menyadari bahwa itu adalah aku,  bergegas berlari dan memelukku dengan erat,  diapun baru menyadari bahwa aku juga


mengikuti acara seleksi idol group tersebut.


“ Selamat Lin,  aku baru tahu kalau kamu juga ikutan audisi


lho.”


“ Aku juga baru tahu kalau kamu juga


ikutan lho Ra.”


Janet


dan Lyla kemudian datang menyusul,  sebuah pesta kecil tiba – tiba saja terjadi begitu saja,  sebuah kejutan kecil dari dewan juri untuk


peserta 50 besar akan mendapatkan kesempatan berlibur gratis ke taman


safari,  dan akan mendapatkan pelatihan


khusus untuk seleksi selanjutnya.


Hanya


aku yang lolos mewakili sekolahku,  dan


ternyata kak Celyne malah tidak lolos babak 50 besar.

__ADS_1


__ADS_2