CINTA YANG SEPERTI INI

CINTA YANG SEPERTI INI
Bab 6 Cinta dan Musik


__ADS_3

Hari


yang aku tunggu pun akhirnya tiba,  hari


ini adalah hari dimana Rian akan pergi mengajakku melihat acara festival band


pelajar,  dengan sepeda motornya dia


menjemputku di rumah.


“ Mau kemana Lin,  nggak sarapan dulu ?” Tanya


kakakku kepadaku.


“ Nggak kak,  aku mau pergi dulu,  mau nonton festival band di alun – alun kota


kak.” Jawabku sembari mengambil helm di kamar adikku.


“ Berangkat sama siapa kamu Lin ?”


“ Berangkat sama temanku kak,  dah dulu ya kak aku pamit dulu,  salam buat ayah dan sampaikan kalau aku


berangkat.” Aku pun bergegas menuju kehalaman rumah


dan segera menemui Rian.


“ Sudah siap Lin dan sudah nggak ada


yang ketinggalan ?”


“ Sudah nggak ada kog,  semua sudah komplit,  yuk berangkat.”


Rian


segera menghidupkan kendaraannya dan meluncur menuju ke alun – alun kota. Pagi


itu alun – alun kota di penuhi oleh banyak sekali siswa dan siswi dari seluruh


sekolah di kota kami,  mereka datang


untuk memberikan dukungannya kepada band sekolah favourite mereka masing –


masing.


“ Wow banyak sekali ya Rian yang


datang.”


“ Ini masih belum seberapa Lin


dibandingkan tahun – tahun sebelumnya.”


“ What !,  serius kamu Rian,  tapi ini sudah banyak banget lho.”


Rian


menjawab dengan senyuman sembari menatapku.


“ Sudah focus sama nyetirnya,  jangan tolah – toleh dulu.” Ucapku


kepada Rian,  entah rasanya aku dan Rian


sudah bukan seperti orang lain lagi sekarang.


Rian


memarkir motornya di belakang panggung,  dan saat itu semua orang disana memandangi kami dengan wajah penuh


pertanyaan,  bagaimana mungkin seorang


Rian yang tidak pernah dekat dengan seorang wanita selain Yuki,  kini berjalan bersama dengan Alina.


Siro,  Gerry dan Diyar menyambut dan mendatangiku


dan Rian yang baru saja tiba.


“ Wih udah nggandeng cewek aja kamu


Yan.” Ucap Siro kepada Rian sembari memandangku,  cepat – cepat Gerry merangkul dan menutup


mulut Siro dari belakang.


“ Hush !,  jaga omongan kamu Siro,  awas kalau ucapan kamu nyinggung perasaanya


Rian,  kamu tahu kan siapa wanita yang


hanya ada di hatinya Rian.” Ucap Gerry sambil


membungkam mulut Siro,  Gerry adalah


sahabat terdekat Rian yang paling tahu betul bagaimana Rian.


Aku


pun hanya terdiam mendengar ucapan Gerry,  aku tahu bahwa apa yang dikatakan oleh Gerry itu sepenuhnya benar.


Namun


di luar dugaanku,  jawaban Rian malah


membuat kami semua tercengang.


“ Tenang Ger,  apa yang dikatakan Siro benar,  dan Yuki kini telah menjelma menjadi Alina.” Ucap


Rian dengan santai sembari menggandengku menuju ke tenda peserta.


“ Maksud kamu apa Rian ?” tanyaku


kebingungan bercampur perasaan bahagia yang datang begitu saja secara tiba –


tiba, Rian  hanya tersenyum sembari terus

__ADS_1


menggandengku.


Monic


dan Silvy datang menghampiriku ke dalam tenda peserta,  pelan – pelan Silvy mendekatiku dan meminta


maaf kepadaku atas sikap cemburunya kemarin – kemarin kepadaku.


“ Maafin aku ya Lin,  aku sudah berprasangka buruk kepadamu.”


“ Nggak papa kog Sil,  aku aja nggak pernah jengkel sama sikap kamu


kog Sil,  kamu tetaplah sahabat


terbaikku.”


Kamipun


saling berpelukkan dan hubungan kamipun kembali baik seperti sedia kala.


“ Cie yang sudah baikan.” Tiba


– tiba Tiara menyahut dari belakang.


Tak lama kemudian sang MC sudah naik ke atas panggung tanda acara festival band


akan segera dimulai,  semua peserta dan


pengunjung nampak riuh menyambut kehadiran sang MC yang begitu ahli dalam


mengolah kata – kata sehingga membuat suasana menjadi lebih hidup.


Chemistry


Band menjadi Band pembuka sekaligus menjadi bintang tamu di acara festival


itu,  seluruh personil band naik ke atas


panggung kecuali Ken yang sedang tidak enak badan dan terpaksa harus di rawat


di rumah sakit di luar kota.


Sebagai


pembuka kata – kata, Rian mengucapkan sebuah kalimat special sebelum memulai


permainan musiknya.


“ Selamat datang jiwa baru,  jiwa yang menghadirkan kehidupan baru lewat


sebuah harmonisasi kehidupan,  antara


musik dan cinta,  antara Yuki dan Alina.” Ucapnya


kepada seluruh pengunjung di acara festival tersebut,  semua penonton riuh menyambut kata – kata


Rian,  sedangkan aku hanya diam mematung


lemas tak berdaya.


chemistry band melantunkan lagu – lagu andalan mereka di atas panggung,  tampak di kejauhan Adit terus memandangiku


dengan raut wajah yang kecewa dan tak bersemangat,  akupun memalingkan wajahku seolah tak memperdulikan


Adit,  karena aku tak ingin akan ada hati


yang lebih tersakiti nanti.


Setelah


beberapa lagu di bawakan oleh Rian dan kawan – kawannya,  kini giliran para peserta festival yang silih


berganti melantunkan lagu – lagu andalan mereka di atas panggung,  dalam kesempatan ini para pengisi chemistry


band berganti menjadi dewan juri yang akan menilai band mana yang akan layak


mewakili kota kami maju di acara festival tingkat nasional.


Kini


giliran Adit dan Bandnya yang maju ke atas panggung,  Silvy dengan wajah berseri – seri berteriak


hysteris memanggil – manggil nama Adit tanpa henti,  namun pandangan Adit hanya tertuju


kepadaku,  lalu tiba – tiba Adit maju ke


depan mic dan membuka penampilan dengan sebuah kalimat yang membuat semua mata


tertuju kepadaku.


“ Sebuah lagu yang aku ciptakan untuk


seorang Mahadewi yang melukai hatiku,  Lagu ini untukmu Alina.” Semua mata tertuju


kepadaku,  Silvy pun yang tadi berteriak


– teriak hysteris memanggil – manggil nama Adit tiba – tiba terdiam dan


melihatku dengan tak bisa berkata apa – apa.


Hanya


Rian yang tak perduli dengan apa yang diucapkan oleh Adit,  dia hanya tersenyum kecil dan sesekali


melirikku di bangku penonton.


Sebenarnya


aku bingung dengan apa yang terjadi,  apakah aku harus menyikapi Rian sebagai teman atau sebagai kekasih,  aku bingung harus bersikap seperti apa,  karena semua terjadi begitu saja tanpa ada


sebuah pernyataan yang pasti.

__ADS_1


Tiba


– tiba saja dari belakang,  Tiara


menepukku dan mengingatkanku.


“ Rian adalah batu karang Lin,  hati - hati lah sebelum hatimu terluka


nanti.”


“ Maksud kamu apa Tiara,  berikanlah aku penjelasan.”


“ Kamu belum tahu bagaimana dalamnya


perasaan Rian kepada Yuki,  dan kamu juga


belum tahu bagaimana kalau tiba – tiba Rian dan trauma masa lalunya.”


Ucapan


Tiara membuatku lemas tak berdaya,  semua


yang dikatakan oleh Tiara memang benar adanya,  aku baru mengenal Rian dan belum mengenalnya lebih jauh.


Bahkan


jika memang aku harus menjalin kasih dengan Rian,  aku sendiripun masih bingung kemana arah dan


tujuan dari hubunganku itu nantinya.


“ Aku sendiri masih belum bisa


percaya Lin,  apakah benar saat ini Rian


bahagia saat bertemu denganmu,  karena


aku lah orang yang berada di sisinya saat dia memeluk Yuki untuk terakhir


kalinya.” Tiara menunjukkan sebuah video di ponselnya yang


menunjukkan betapa hancurnya Rian saat itu sembari memeluk tubuh Yuki yang


sudah kaku tidak bernyawa.


Kini


aku hanya bisa termenung sendiri sepanjang acara,  Adit menghampiriku dan membawakanku sebotol


air mineral, sambil terus memperhatikanku yang nampak termenung sedih.


“ Maaf Lin,  kubawakan air mineral ini untukmu,  minumlah Lin.” Ucap


Adit kepadaku


“ Maaf Dit,  pergilah menjauh dariku,  cukuplah sudah membuat Silvy tersakiti,  ku mohon padamu Dit.” Ucapku


sambil berusaha berdiri menjauh dari Adit.


“ Percayalah Lin,  Rian tidak sungguh – sungguh menyukaimu,  aku lebih tahu dia daripada engkau.”


“ Sudah !,  pergilah Dit kumohon padamu.” Bentakku


kepada Adit.


Lagi


– lagi Adit masih melanjutkan kata – katanya,  akhirnya aku putuskan untuk aku pergi menjauh meninggalkan acara


tersebut tanpa sepengetahuan Rian yang masih menjadi juri.


Aku


berjalan menuju ke jalan raya untuk naik ojek,  namun tanpa di sangka –sangka Rian tiba – tiba saja sudah menungguku di


jalan dengan motornya.


“ Kalau sudah bosan dengan acaranya,  jangan lupa bilang ke aku.” Ucap


Rian kepadaku


“ Naiklah segera.”


Akupun


bergegas memboncengnya,  dan kamipun


meniggalkan acara festival band yang masih berlangsung itu.


“ Bagaimana engkau tahu bahwa aku


akan pergi meninggalkan acara Rian ?”


“ Aku memperhatikanmu sedari


tadi,  saat Silvy dan Adit berbicara


kepadamu,  akupun memperhatikannya dari


jauh.”


“ Dan aku tahu apa yang mereka


katakan,  pasti mereka mengatakan bahwa


aku akan menyakitimu karena perasaanku kepada Yuki yang sangat besar tidak akan


bisa hilang,  iya kan ? “


“ Mereka bukanlah aku,  dan aku bukanlah mereka,  aku rasa itu cukup menjelaskan keadaanku


Lin.”

__ADS_1


Akupun


mengangguk tanda mengerti apa yang Rian ucapkan kepadaku.


__ADS_2