CINTA YANG SEPERTI INI

CINTA YANG SEPERTI INI
Bab 12 Semangat Dari Ibu


__ADS_3

Pengumuman


peserta audisi yang lolos 50 besar, menjadi tajuk utama, surat kabar harian di


kotaku,  kini semua orang di sekolahku


mengenalku,  dan tak pernah berhenti


membicarakanku,  bahkan tak jarang mereka


meminta dan mengajakku untuk berfoto.


Aku


yang memang pemalu,  lebih banyak memilih


untuk bersembunyi,  daripada aku harus


berfoto dengan orang – orang di sekolahku.


“ Kamu kenapa sih Lin,  bukannya kamu malah ngenalin diri kamu ke


orang – orang,  eh malah sembunyi


begini.” Kata Silvy kepadaku


“ Udah deh Sil,  nggak usah protes dulu kenapa sih,  aku tuh malu tau.”


“ Tapi kamu tuh kebanggan sekolah


Lin,  kamu tuh idol.” Ucap


Monic meyakinkanku


“ Idol apaan,  belum juga benar – benar lolos seleksi 24


besar.”


Ibu


Ghea dan ibu Yani datang menghampiriku,  mereka berdua nampak begitu senang dan bangga kepadaku.


“ Selamat Lin,  tinggal selangkah lagi, kamu akan benar –


benar mengharumkan nama sekolah kita,  ibu yakin kamu pasti akan berhasil.” Ucap Ibu Yani


“ Mohon doanya ya bu,  agar Alina tidak mengecewakan harapan ibu dan


teman – teman satu sekolahan.” Sahut Silvy


Akupun


menjadi semakin memiliki beban berat di pundakku.


Bel


tanda pulang sekolah berbunyi,  aku


mengayuh sepedaku dan buru – buru pulang kerumah,  karena sore ini, akan ada agenda pemusatan


latihan untuk seleksi tahap selanjutnya.


Dirumah


aku meminta saran kepada Ayahku,  yang


kebetulan beliau sedang berada dirumah,  Ayahku pun berucap bangga kepadaku,  dan mengatakan bahwa apa yang aku lakukan itu akan membuat bangga ibuku.


“ Lakukan yang terbaik Lin,  dan buatlah bangga ibumu di surga sana.” Ucap


ayah kepadaku


Akupun


mengangguk dengan bangga,  kata – kata


ayah memberikanku motivasi yang luar biasa.


Rian


menelponku,  dan memberitahuku kalau dia


sudah berada di depan rumahku,  akupun


bergegas bersiap – siap berangkat,  kali


ini aku memang meminta Rian untuk mengantarku.


“ Cie artis.” Ucap


Rian memujiku


“ Artis apaan sih,  miris tau dengernya.” Jawabku


dengan nada jengkel


“ Kebayang nggak sih,  orang – orang satu sekolah pada berebut minta


foto bareng,  rasanya tuh aneh tau.”


“ Hahaha,  sama dong kayak Tiara,  jadi artis dadakan tuh di sekolahku.”


“ Iya kah ? terus Tiara gimana tuh


sikapnya ?”


“ Jadi lucu si Tiara,  dari tadi ngumpet di bawah bangku.” Terang


Rian sambil mengekspresikan sikap Tiara.


“ Udah ah, ayo berangkat keburu


telat.” Ajakku kepada Rian


Tanpa

__ADS_1


banyak bicara,  Rian langsung mengegas


motornya,  dan dalam waktu sekejap kami


sudah tiba di lokasi tempat pemusatan latihan,  tempat pemusatannya berada di ruang pertemuan salah satu hotel terbesar


di kota kami.


“ Dah dulu ya,  nanti kalau butuh jemputan,  tinggal calling aja,  aku mau cabut dulu.” Ucap


Rian seraya mengusap rambutku


“ Okey siap,  ntar aku calling deh,  hati – hati di jalan ya jagan ngebut.”


Rian


pun langsung tancap gas meninggalkanku di depan hotel,  tak jauh dari tempatku berdiri,  aku melihat Lyla dan Janet yang baru saja


tiba,  aku pun langsung mendekati dan


menyapa mereka.


Ternyata


Lyla dan Janet berasal dari sekolah musik yang sangat terkenal di kota


kami,  pantas saja Lyla memiliki suara


yang sangat merdu,  kamipun berjalan


bersama menuju ke dalam hotel. Di dalam hotel sudah banyak peserta yang


berkumpul dan mendaftarkan diri mereka kepada panitia di lobby hotel.


Tiara


datang menyusul dari arah belakang,  dia


terlihat sangat cantik,  lebih dari


biasanya.


“ Hay nona – nona cantik,  are you ready.” Ucap


Tiara menyapa kami


“ Eh Ra,  kamu tadi berapa lama sembunyi di bawah


bangku ?” tanyaku sambil meledeknya


“ Weh,  pasti Rian yang cerita ya,  wah bener – bener tuh orang.” Jawab


Tiara dengan nada jengkel


Kamipun


spontan tertawa,  melihat ekspresi Tiara


yang begitu jengkel,  terlihat tuan putri


cantik,  berubah menjadi anak kecil yang


Waktu


yang ditunggupun tiba,  setelah


mendapatkan pengarahan dari panitia acara,  kami mendapatkan pelatihan – pelatihan khusus,  mulai dari ketrampilan menyanyi,  koreografi dan kemampuan berbahasa


berkomunikasi,  para trainernya sendiri


adalah orang – orang yang benar – benar berpengalaman di bidangnya.


Panitia


pun mengumumkan,  bahwa nantinya ke 24


peserta yang terpilih akan menjalani masa karantina selama satu minggu,  dan akan mendapatkan fasilitas – fasilitas


khusus yang disediakan oleh panitia.


Setelah


itu,  kami pun diberitahukan bahwa acara


berkunjung ke taman safari akan dimulai esok hari,  jadi semua peserta yang ikut ke taman


safari,  akan mendapatkan izin dispensasi


ke sekolah masing – masing. Tiara nampak begitu sumringah dan bahagia mendengar


pengumuman itu.


“ Yes,  besok aku nggak ikut pelajaran Kimia.” Ucapnya


berbahagia


“ Ih bolos kog bangga,  aku aja sedih kalau harus bolos.” Ucap


Janet dengan wajah sendu


“ Yaudah,  kita nikmati moment jarang – jarang ini ya


kawan – kawan.” Imbuhku sembari menghibur Janet yang


tampak murung.


Memang


sih kelihatan banget,  kalau Janet itu


anak yang rajin,  dia adalah anak teladan


di sekolahnya,  dan selama dia


bersekolah,  dia selalu mendapatkan

__ADS_1


beasiswa.


Akupun


menelpon Rian,  dan memintanya untuk


menjemputku,  tak lama aku menunggu,  Rian sudah berdiri di hadapanku,  ternyata sedari tadi dia tidak kemana –


mana,  dia menghabiskan waktunya bermain


bola basket bersama anak – anak di depan hotel.


Esok


pagi pun tiba,  aku dan ke 50 finalis


bersama – sama mengunjungi taman safari,  tampak kebahagiaan dan keceriaan meliputi kami semua,  tak terkecuali Tiara yang begitu


bahagia,  karena dia bisa membolos


pelajaran Kimia dengan cara yang terhormat.


Di


taman safari,  banyak pengunjung yang


mengajak kami berfoto,  mereka semua tahu


bahwa kami adalah 50 finalis idol group yang terpilih,  serasa menjadi selebriti dadakan.


Lyla


dan Janet tampak bagaikan pinang di belah dua,  begitu anggun dan cantiknya mereka berdua,  membuat siapa saja yang melihatnya akan betah


berlama – lama memandangnya.


Di


tengah keceriaan itu,  tiba – tiba Tiara


mendatangiku,  dan mengajukan beberapa


pertanyaan yang membuatku sedikit tidak nyaman.


“ Bagaimana hubunganmu dengan Rian ?” Tanya


Tiara mengawali pembicaraan


“ Kami baik – baik saja kog Ra,  memang kenapa ?”


“ Aku Cuma khawatir aja sama Adit Lin.”


“ Maksud kamu apa Ra ?” tanyaku


dengan nada sedikit jengkel


“ Kamu sudah tahu kan,  Rian dan Adit itu bersaudara,  ya walaupun mereka saudara tiri.”


“ Aku nggak terlalu tahu sih Ra,  tapi Cuma sebatas informasi dari Adit memang


seperti itu.”


“ Terus hubungannya sama aku apa ?”


“ Hati si Adit hancur Lin,  dia sering nggak pulang kerumah,  Rian yang cerita ke aku.”


“ Hah,  Rian cerita ke kamu ?,  kenapa dia nggak pernah cerita ke aku.”


“ Ya iyalah Lin,  mana mungkin dia nyeritakan hal kayak gitu ke


kamu,  yang ada malah bikin Rian cemburu


sendiri tau.”


“ Maaf ya Ra,  asal tahu aja,  persahabatanku dengan Silvy jauh lebih


penting.”


“ Kebayang nggak sih Ra,  gimana jadinya aku sama Silvy,  kalau Adit terus ngejar – ngejar dan


ngedekatin aku.”


“ Iya juga sih Lin,  aku juga kepikiran sama Silvy.”


“ Ya udah, kalau gitu kita nggak usah


mbahas tentang Adit disini ya Ra,  jujur


aku takut mbayangin Adit ngejar – ngejar aku kayak gitu.” Ucapku


memohon kepada Tiara


Acara


berkunjung ke taman safari pun akhirnya berakhir,  aku memutuskan untuk tidak ikut di dalam


rombongan keliling taman melihat hewan – hewan berkeliaran bebas,  aku hanya duduk di taman kecil dekat pintu


masuk taman.


Aku


teringat akan kata – kata Ayahku,  kalau


aku harus membuat bangga ibuku,  dan membuatnya


tersenyum bahagia di surga,  bagaimanapun


juga kini hanya ada aku dan ibuku,  semangatku mengikuti acara seleksi idol group ini adalah demi ibuku.


Sebelum


pulang,  panitia memberikan arahan kepada


para peserta,  bahwa besok minggu akan

__ADS_1


diadakan seleksi tahap akhir,  untuk


mencari ke 24 kontestan terakhir yang benar – benar akan menjadi idol group.


__ADS_2