Cintai Aku Tuan Ceo

Cintai Aku Tuan Ceo
MERTUA


__ADS_3

 Ziana menyeret langkah menuju toilet kantor, miliknya masih terasa sakit dan nyeri.


Gadis itu menatap cermin panjang didalam toilet, menatap pantulan dirinya dari dalam sana.


Setetes air mata jatuh dipipinya, entahlah Ziana bingung, haruskah ia sehancur ini? padahal Bara berhak atas dirinya tapi yang ia tangisi adalah cara salah Bara mendapatkannya. Pria itu berikrar untuk tidak mencintai Ziana tapi dengan egoisnya ia Memaksakan kehendaknya sendiri tanpa bertanya.


Ziana menyugar rambutnya yang tergerai, mengambil foundation untuk menyamarkan kembali bekas kissmark sang suami.


Ziana berusaha menghapus air mata diwajahnya dengan tisu setelah membasahi dengan air.


Gadis itu melangkah keluar dengan gontai, sesampainya di divisinya Ziana duduk di kubikel miliknya.


"Ana, are you oke?" Vian bertanya dengan lembut, ia khawatir dengan keadaan sang sahabat.


"Aku oke Vi." Ziana berusaha tersenyum sebisa mungkin


Vian menarik nafas panjang, ia yakin sahabatnya ini menyimpan masalah yang besar dan Vian menghargai Ziana yang masih belum siap untuk bercerita.


"Ana, bentar lagi makan siang, kita ke kafe seberang ya, ada menu baru, kamu pasti suka."Ucap Visya berusaha mencairkan suasana, karena buruknya mood Ziana sedari tadi mereka hanya diam dan melemparkan lirikan penasaran akan keadaan Ziana.


"ohho, mas Joe ikut ya." Ujar Joe


"gue ikut." Ucap Vian singkat dan datar, melirik visya tajam dan dibalas hal yang sama oleh Visya.


Ziana hanya mengangguk


****


Beberapa menit menjelang jam makan siang, ponsel Ziana berdering, wanita itu dengan cepat mengambil ponselnya yang tergeletak di kubikel miliknya.


Ia takut rekannya tahu penelpon yang tengah menghubunginya.


"guys aku angkat telepon dulu." Ucapa Ziana permisi keluar


"Assalamualaikum mantu mama yang cantik."


"waalaikumusalam ma, ada apa ma?"


"kok ada apa sih, Kalian ini keterlaluan ya, hampir sebulan kalian nikah, gak pernah ngunjungi mama."

__ADS_1


"maaf ma." Ucap Ziana terlihat merasa bersalah.


"pokoknya nanti malam kamu sama bara kemansion utama."


"iya ma, nanti ana kasih tau mas bara."


"mama tu rindu kalian nak."


"Ana juga ma."


"pokoknya mama gak mau tau, kamu kesini ya, kebetulan papa baru pulang dinas dari Jepang, dia bawa oleh-oleh untuk mantu tunggal katanya."


"iya ma insyaallah ana datang."


"gitu dong, jangan lupa makan siang ya nak, mama tutup telepon dulu, mau ngelonin papa kamu." Wanita paruh baya itu cekikikan


"iya ma."


Karima mematikan sambungan telepon, Ziana kembali ke divisinya


"siapa na? paket sembunyi-sembunyi segala nelponnya." Tanya joe


Ziana sedikit gugup dengan lontaran pertanyaan makhluk kepo didepannya, ia menarik nafas panjang, untuk saat ini biarlah ia hidup normal, biarlah mereka tidak tau bahwa Ziana tengah menjawab panggilan telepon dari Karina Erlangga, nyonya besar Erlangga company.


"orang rumah sakit." alibi Ziana sedikit berbohong


entahlah Ziana tidak tau, untuk apa ia berbohong, hati kecilnya seolah berkata bahwa ia belum siap untuk tampil dimuka umum sebagai istri bara, setidaknya sampai pria itu yang memproklamirkan jati dirinya sebagai istri dan itu berarti menunggu bara mencintainya, yang entah Sampai kapan karena terdengar mustahil.


"Semua aman kan beb?" Vian berdiri disamping Ziana yang tengah duduk dikubikelnya, mengusap bahu gadis itu.


"Tenang saja, semua aman." Ziana tersenyum, kali ini ia jujur karena pada nyatanya semua yang berhubungan dengan sang papa memang aman.


"kalau loe butuh pertolongan, ngomong aja sama kita." Visya yang notabenenya terkesan ratu gosip dan nyinyir ikut prihatin akan hidup teman baiknya itu.


"Visya benar, mas dan yang lain akan selalu berusaha membantu kamu." Joe ikut mengeluarkan dukungan


Ziana sangat beruntung berada ditengah-tengah manusia baik seperti mereka, entah apa yang akan terjadi bila mereka tau kebohongan besar yang tengah Ziana simpan.


"We always love you beb." Vian memeluk Ziana erat dan diangguki Visya juga Joe seakan setuju dengan pernyataan Vian.

__ADS_1


****


Makan siang kali ini, Seperti biasa mereka menghabiskan berempat.


Menu baru cafe ini sangat enak.


Mereka melaluinya dengan candaan tak ketinggalan Tom dan Jerry yang selalu berdebat di Setiap kesempatan, siapa lagi kalau bukan. Visya si ratu gosip dan Vian simulut cerewet.


Dari kejauhan tanpa Ziana sadari seorang pria menatap Ziana dengan tatapan sendu. Perasaan bersalah menyeruak dalam hatinya sejak tadi pagi. Siapa lagi kalau bukan Bara.


"Samperin aja Sono." Ujar Marvel kesal karena sedari tadi bara sibuk mencuri pandang pada sang istri.


"Marvel benar bar."


"jangan gila kalian, Zi bisa-bisa membunuh gue." Tukas Bara


"loe sih bar, kalau minta jatah tuh pakai rayuan bukan pakai cara kasar, perempuan itu suka hal yang mesra dan romantis." Marvel berusaha memberikan saran


"loe sih, ngomongnya gak bakalan cinta, tapi loe embat juga." elang berbicara dengan nada jengkel, melirik bara tajam.


"gue khilaf, lagian dia juga yang ngegoda gue dengan penampilannya" Bara masih kekeh dengan pendiriannya


Ya, elang dan Marvel sudah tau dengan tragedi berdarah suami istri itu, siapa lagi kalau bukan Bara yang bercerita tapi tidak detail sampai ke akar-akarnya.


"yang salah itu bukan penampilan bini loe, tapi otak mesum loe nyet." Ujar Marvel


Bara hanya mendengus kesal pada Marvel


"tapi bar, gue salut sama loe, akhirnya loe nyobain juga tu surga dunia." Elang tersenyum menggoda sang sahabat


"enak gak bar, bini loe yahut gak?" Marvel ikut berusaha menggoda Bara


"kurang ajar loe semua."Bara melempar kotak tisu, kesal dengan pertanyaan bodoh para sahabatnya.


Elang dan Marvel tertawa melihat wajah kesal bara.


Entahlah saat ini bara hanya berharap Ziana memaafkannya, ia memang tidak mencintai sang istri dan Ziana pun begitu sebaliknya tapi bara tidak sebejat itu untuk tidak mengakui kesalahannya yang pada dasarnya tak salah karena ia adalah suami dari Ziana.


Yang bara sesalkan bukanlah ketika ia menyentuh sang istri tapi cara kasarnya dan mulutnya yang sudah biadab mengeluarkan kata-kata buruk.

__ADS_1


****


__ADS_2