Cintai Aku Tuan Ceo

Cintai Aku Tuan Ceo
BEKAL DARI MERTUA


__ADS_3

Ziana melenggang masuk kedalam gedung Erlangga company, Di lobby ia bertemu Visya sang ratu gosip.


"pagi Ana." Sapanya ramah


"pagi sya." Jawab Ziana tersenyum.


Kedua gadis itu tampak beriringan masuk ke ruangan mereka, sesampai didalam Vivian tampak terduduk manis di kubikelnya, sementara Joe tampak berdiri memegang secangkir kopi panas sepertinya pria itu baru ingin menyeduh kopi.


"tumben loe bareng si cunguk?" Tanya Vivian pada Ziana.


"maksud loe apa, loe ngatain gue?" Ujar Visya berang, ia berdiri sembari berkacak pinggang.


"ah elah itu nyata kali."


"jaga ya mulut loe, awas aja kalau gue bisa dapatin salah satu petinggi perusahaan ini, loe orang pertama yang gue pecat." pekik Visya


Vivian tertawa terbahak bahak mendengar ucapan narsis Visya.


"ngimpi loe, mana mau mereka sama loe."


"ih awas ya kamu." Visya memekik marah, ia beejaln mendekati Vivian seolah hendak bersiap menjambak Visya


"udah kalian ini, kayak anak kecil deh." Ziana menahan pergelangan tangan Visya


"lepasin Ana, aku mau ngasih pelajaran pada gadis kurang ajar ini.


"udah ah kalian ini."


Visya tampak menghela nafas kasar, ia meredam emosinya tak ingin terlalu terpancing akan tatapan mengejek Vivian, gadis dengan dandanan menor itu memilih duduk di kubikel miliknya.


"gitu dong damai, kalian ini para cewek emang suka aneh." Joe yang sedari tadi diam meletakkan kopi nya di atas kubikelnya


"Mas Joe udah." Tukas Ziana menghentikan pria itu, ia takut Tom and Jerry didekatnya kembali bergaduh.


Pagi ini mereka tampak sibuk dengan kegiatan masing-masing, mengerjakan beberapa file yang akan di presentasikan nanti diwaktu rapat bersama CEO /Presdir perusahaan.


Ziana tampak sibuk mengetik di komputer miliknya, ia tak menyadari bahwa waktu jam makan siang akan segera tiba hingga dering suara ponsel menganggetkan gadis itu.


"hallo kak."


"iya lun."


"kak Luna ke kantor kakak ya."


"loh ada apa dek, kamu gak sekolah?"


"tadi pulangnya cepat kak, guru ada rapat mendadak."


"oh gitu, kamu ngapain kekantor kakak."


"Mama nyuruh antarin makan siang untuk kakak, juga untuk kakak ipar."


"oh ya udah, kamu datang aja kakak tunggu di lobby."


"oke kakakku yang cantik dan kaya raya."


Ziana terkekeh kemudian mematikan panggilan.


"Luna ya?" Joe muncul dibelakang Ziana dengan raut berbinar

__ADS_1


"iya."


"wah, aku kangen sama gadis kecil itu, udah lama gak ketemu, makin cantik gak ya kira-kira?"


"Joe jangan gatal." Ujar Vivian menatap Joe sinis


"kenapa kamu cemburu?" Joe mengerlingkan mata genit dengan tatapan menggoda.


"ish amit-amit." Vivian bergidik ngeri


"hati-hati ntar kalau loe beneran suka sama joe gimana?" Visya ikut nimbrung


"Apaan sih ikut ikutan aja loe." Vivian memutar mata kesal


"udah ah, kalian ini." Cegah Ziana


"sampaikan salam gue sama Luna ya kakak ipar." Ujar Joe memasang wajah semanis mungkin


"ish gak sudih gue mas.' Ziana terkekeh dan berlalu pergi.


"mau kemana?" Vivian sedikit berteriak melihat Ziana tampak keluar dari ruangan


"ada deh." Ziana membalikkan badannya dan sedikit mengerlingkan mata nakal kearah sahabatnya itu.


****


Sesampainya di lobby Ziana melirik jam di pergelangan tangannya, Tanpa waktu lama menunggu Aluna datang dengan beberapa bekal ditangannya.


"kak kata mama, disuruh anterin langsung ke kakak ipar."


"ck gak usah dek, kakak sendiri aja." Ziana menolak


"Luna, tunggu kakak." Ziana sedikit berlari menyusul sang adik.


"kamu ini, tungguin kakak kek, emang kamu tau ruangannya dilantai mana." Ucap Ziana ketika berhasil menyamai langkah Luna dan masuk bersama kedalam Lift.


"cepetan kak, aku ada perlu sama kakak ipar."


"perlu apa sih kamu, sejak kapan kamu jadi sok dekat sama tu orang, kakak jadi curiga." Ziana memicingkan mata penasaran


"ih kakak kepo deh." Aluna mentoel dagu sang kakak genit


Setibanya dilantai ruangan CEO Aluna tampak bersemangat dengan sedikit bersenandung kecil, hal itu makin membuat Ziana curiga, kira-kira rencana apa yang akan dilakukan adik kecil liciknya itu.


'aku jadi makin curiga sama luna.' Pikir Ziana


"kak elang, selamat siang." Sapa Aluna ramah


"Eh Adiknya Ziana bukan?" Elang mendongakkan wajahnya menatap Luna dan Ziana disamping gadis kecil itu.


"ih kak elang, masa gak ingat wajah cantik Luna, nyebelin deh." Aluna berpura-pura kesal, melipat tangannya didepan dada.


"hehe, gak lupa dong, masa wajah secantik kamu kakak lupa." Elang mengusap pucuk kepala luna dan terkekeh


"Mas elang, Mas bara ada?"


"Ada masuklah nona."


"ish jangan panggil nona dong."

__ADS_1


Ziana masuk diikuti Aluna dibelakangnya.


Didalam ruangan itu tampak bara fokus dengan file, kacamata bertengger di hidung mancung pria itu. Sangat tampan sekali. Ziana seakan tersihir akan pesona pria itu.


"aku tau aku tampan." Ucapan bara menyadarkan Ziana dari lamunannya.


Ziana memberengut kesal, ia menyesali karena sempat terpesona akan wajah sang suami.


"Ada apa kamu kesini, rindu?" Bara melepaskan kaca mata nya kemudian meletakkan bolpoin di mejanya.


"Pede sekali." lirih Ziana tapi masih bisa didengar Bara


"hallo kakak ipar, Aluna datang." gadis kecil itu tersenyum riang


"hai adik, ada apa kemari."


"tadi mama nitip bekal makan siang buat kakak ipar, buat mantu katanya."


"oh iya kebetulan kakak lagi lapar." Bara berdiri dan mengambil alih bekal dari tangan Aluna.


"dimakan ya kak, berdua sama kak ana, jangan sendiri, Ntar kakak gendut terus jelek." Seloroh Aluna manja


Ziana tak habis pikir akan tingkah tak tau malu Aluna, gadis ini tampak tak segan untuk bersikap manja pada Bara layaknya ia bertingkah manja pada sang ayah dan Bayu.


"makasih ya dek." Bara mengusap lembut pucuk kepala gadis tersebut dan tersenyum.


Ziana seakan cengo akan pemandangan yang ia lihat, perasaannya ia tak pernah melihat sang suami tersenyum seperti itu.


"aku pergi dulu ya kak, buru-buru." Aluna seperti mencari sesuatu di Sling bag yang ia tenteng, kemudian wajahnya menjadi sendu. Bara yang melihat perubahan wajah adik iparnya bertanya penasaran.


"kenapa dek?"


"ya dompet aku kayaknya ketinggalan di rumah kak, hiks aku kan mau beli buku panduan buat masuk universitas." Ucap Aluna sendu dan berpura-pura murung


Ziana tau tak mungkin seorang Aluna yang pecinta duit bisa meninggalkan sahabatnya sejiwa nya itu, ia memicingkan mata curiga pada Aluna, sepertinya ia tau trik Tipuan Aluna kali ini


"udah nanti kakak cari solusi."


Ziana mendorong Aluna keluar tapi Bara mencegah


"Dek ini uang jajan dari kakak." sepertinya Bara paham keresahan adik iparnya itu.


"Gak usah kak." Aluna sok-sokan menolak


"udah ambil aja." Bara mengambil tangan Aluna dan meletakkan beberapa lembar uang seratusan di tangan Luna.


"makasih ya kakak ipar." Luna seolah sedih tapi dalam hatinya ia berbinar senang menatap uang didepan matanya.


Ziana sungguh malu dan kesal pada sang adik, bisa-bisanya Aluna bersikap Demikian.


Sungguh Demi apapun Ziana malu.


"makasih kakak ipar baik." Luna melenggang pergi, kali ini ia akan memburu skincare yang sudah lama ia incar.


Bara tersenyum menatap kepergian Luna, ia juga menatap bekal dari mertua nya itu senang, kebetulan ia sudah cukup lapar.


****


Baca yuk cerita baru

__ADS_1


__ADS_2