Cintai Aku Tuan Ceo

Cintai Aku Tuan Ceo
GADIS ANEH


__ADS_3

Elang tak bisa menahan tawa kala melihat Bara mengumpat kesal, Dihari pertama Ziana berstatus istri dari Bara Erlangga gadis itu sudah berani mempermainkan emosi pria itu.


" berhenti ketawa bodoh." Umpat bara menatap nyalang asisten sekaligus sahabatnya.


"sorry, bro, gue sungguh salut sama bini loe." Elang berusaha meredam tawanya.


Wajah bara mendadak dingin, baru saja ia ingin memuji gadis itu tapi sudah dihadapkan pada hal yang membuat bara jengkel.


****


Disisi lain Marvel mengurungkan niatnya menghampiri istri sahabatnya itu, ia cukup tau bagaimana privasinya hubungan bara dan sang istri. Jadwal operasi mendadak membuat pria itu langsung bergegas kerumah sakit.


ciittt


Tanpa sengaja Marvel menabrak salah seorang pejalan kaki, untung saja ia mengerem mendadak kalau tidak entah bagaimana nasibnya nanti..


"Turun kamu." Seorng gadis muda bangkit dan memukul badan mobil bara kesal, menendang mobil mewah tersebut. Gadis dengan seragam SMA tersebut tampak memasang wajah galak dan berapi-api.


"ayo turun jangan pengecut, kamu harus ganti rugi "


"apa nya yang harus ganti rugi." pekik Marvel keluar dari dalam mobil


"Om coba lihat, seragam aku robek, kalau tidak aku bisa laporkan om ke polisi dengan pasal mengemudi asal-asalan." Ancam sang gadis


"cih,berani sekali kamu masih muda, udah malak."


"ini semua salah om, jadi om harus ganti rugi." gadis SMA itu menengadahkan tangannya kearah Marvel.


Marvel melirik jam dipergelangan tangannya, kemudian ia sedikit memperhatikan penampilan gadis SMA didepannya, tidak ada luka yang cukup serius hanya sedikit robek di bagian rok dekat lutut.


hwaaaa


Gadis itu mendadak menangis dan menjerit, Marvel mendadak panik, ia membekap mulut gadis remaja itu karena khawatir diserbu warga.


"oke, aku ganti rugi."


Wajah gadis didepannya mendadak sumringah, ia menatap penuh damba pada dompet yang dipegang oleh Marvel.


"nih cukupkan." Marvel memberikan beberapa lembar uang pecahan seratus ditangan gadis itu.


"oke makasih om." Ia tersenyum ceria dan beranjak dari depan mobil Marvel, pria itu melanjutkan perjalanannya dengan hati dongkol.


"uang gue." ujarnya kesal


"wah lumayan nih, buat beli skincare." Ia menghitung lembaran merah yang berjumlah Dua juta.


"kalau minta kakakkan kasihan, maafin Luna ya om, maafin Luna ya semuanya." Ia menghembuskan nafas lemah kemudian terkekeh membayangkan misi yang cukup berani itu.

__ADS_1


Ya, gadis itu adalah Aluna.


Ia melanjutkan langkahnya sembari sedikit berlari sembari menari riang menuju rumahnya.


****


Hari ini pekerjaan Ziana berlangsung lancar, ini adalah record teraneh yang ada, pengantin baru yang memutuskan bekerja dihari pertama mereka berstatus suami istri.


"Ana, gue antar pulang ya." Tawar Jonathan pada Ziana


"gak usah Joe, gue naik taksi aja, mau ke suatu tempat soalnya." Ziana mencari alasan, bisa gawat jika Joe sampai tau ia tidak tinggal lagi bersama kedua orangtuanya, pria cerewet itu akan menodongnya dengan rentetan pertanyaan.


" kemana?"


"ah kepo." Ucap Ziana, Jonathan mencebikkan bibir kesal


"ya udah, gue pulang duluan." Jonathan berlalu pergi sementara Ziana memilih pulang dengan taksi saja tidak dengan angkutan umum seperti biasa


Sesampainya di rumah bik Jumi menyambut nyonya muda nya itu dengan senyuman.


"Mas bara udah pulang belum bik?"


"belum nya, paling sebentar lagi."


"ya udah bik, aku mau mandi dulu gerah." Ziana berlalu ke kamar yang diangguki bik Jumi.


"lagi ngapain bik?"


"eh nyonya muda, ini lagi mau masak untuk makan malam." ujar bik Jumi tersenyum bersama salah Seorang asisten rumah tangga lainnya


"aku bantu ya bik." Tawar Ziana


"jangan nya, nanti dimarahin Tuan muda, nyonya duduk saja biar bibik yang kerjakan." perempuan paruh baya itu bersikeras


"ya udah aku mau masak cemilan aja ya bik." Ziana membuka kulkas untuk mengecek persediaan bahan makanan


"nyonya mau masak apa?" Tanya asisten yang lebih muda dari bik Jumi


"aku masak brownie coklat saja, kayaknya enak." Ziana membayangkan kelezatan brownies masuk kedalam mulutnya.


Tanpa pikir panjang Ziana mengaduk bahan-bahan dan mulai memasak brownies. Tidak butuh waktu lama untuk menunggu brownies itu matang sempurna.


"wah sudah jadi bik." Ziana mengeluarkan brownies dari oven kemudian memindahkan cake tersebut kedalam nampan khusus cake.


"wangi nya, kayaknya enak." ujar bik Jumi


"bibik harus coba juga." Ziana memotong cake tersebut menjadi beberapa bagian kemudian menyimpannya untuk sang suami separuh.

__ADS_1


*****


Dan disinilah Ziana berada sekarang, Dia menyantap cake buatannya sembari menonton drama Korea kesukaannya, setelah Ziana pikir sudah lama dia tak menikmati waktu santai seperti ini, semenjak ayahnya sakit dan jatuh bangkrut, Ziana serta bayu sang adik mendadak harus banting tulang demi keberlangsungan keluarga mereka.


Ziana menghapus air mata yang menetes disudut matanya.


"wah enak nih." Bara mendadak muncul dan mengagetkan Ziana dengan lamunannya. Pria itu meraih potongan cake dari tangan istrinya


" cake ku." pekik Ziana kesal


"pelit amat kamu." Bara menghabiskan cake tersebut hingga tandas tak bersisa.


Bara berlalu tanpa rasa bersalah usai menghabiskan cake sang istri, ia masih sedikit dendam akan kekonyolan yang dibuat Ziana tadi siang


Gadis itu berdecak kesal, ia baru memakan segigit cake tersebut tapi keburu dihabiskan sang suami.


Ziana meraih ponselnya yang tergeletak di sofa dekat samping ia duduk, ia jadi teringat ayahnya, bagaimana kira-kira kondisi sang ayah.


"Hallo Lun, kamu dimana?"


"aku dikamar kak, abis dapat rejeki nomplok." cengir adik bungsu Ziana, memamerkan lembaran uang seratus kehadapan sang kakak.


"dapat darimana dek, kamu gak nyolong kan."


"astaga kak, buruk banget pikirannya."


Aluna pun menceritakan dari mana asal mula uang itu ia dapatkan.


"ya ampun dek, gak boleh gitu, itu meras namanya."


"hehe maaf kak, abis muka tu om-om nyebelin jadi gampang dikibuli."


Ziana menarik nafas panjang, ia benar-benar heran akan tingkah aneh gadis tersebut.


"oh ya mana mama dan papa."


Ziana pun sedikit berbincang dengan orang tuanya, Karina Erlangga selaku mertua Ziana sungguh menetapi janji, hutangnya lunas dirumah sakit dan diperusahaan juga ia membiayai pengobatan sang ayah.


Ziana tidak mengerti apa niatnya salah? Seharusnya pernikahan didasari hal yang baik dan mulia tapi bagaimanapun Ziana berharap kelak pernikahan terpaksa yang ia lakukan ini bisa berjalan bahagia meski tidak didasari cinta diawalnya, ia akan mencoba bertahan membuat suaminya jatuh cinta pada dirinya.


Semoga saja


Itulah harapan gadis tangguh tersebut, Mungkin sekarang Bara belum mencintainya tapi bisa ia pastikan pria itu kelak akan bertekuk lutut dihadapannya.


Semoga saja.


*****

__ADS_1


__ADS_2