Cintaku Tak Terbatas Waktu

Cintaku Tak Terbatas Waktu
Part 10 : Kejutan dari Fathir


__ADS_3

Setelah berpikir lama akhirnya Diandra mengizinkan Alfa ikut dengan berbagai macam persyaratan yang harus dipenuhinya. Alfa menerima semua persyaratan Diandra toh disana nanti apapun bisa terjadi begitu pemikiran Alfa.


"Oke, aku mandi dulu. Apa kamu mau mandi bersamaku?" Tanya Alfa yang maksudnya bercanda tapi membuat Diandra melotot.


Alfa kemudian membuka pakaiannya dihadapan Diandra menyisakan boxer yang menampilkan tonjolan yang super besar. Diandra sampai menelan ludah melihat tonjolan yang super itu. Diandra membuang muka tidak ingin berlama lama melihat bagian tubuh Alfa yang menggoda naluri kewanitaannya.


Alfa yang tahu kalau Diandra mencuri curi pandang pada tubuhnya semakin menggodanya. Alfa sengaja mendekati Diandra bahkan menempelkan tubuhnya pada Diandra. Diandra mendorong tubuh Alfa agar menjauh darinya.


"Monster, apa kamu tidak malu telanjang di depan cewek?" Kata Diandra pura pura marah.


"Kenapa harus malu? Bahkan kamu sudah pernah melihatku lebih terbuka dari ini" Kata Alfa tanpa malu.


"Sekarang kamu mandi atau aku tinggalin." Ancam Diandra.


"Oke, tapi awas kalau kamu meninggalkanku, aku tidak mau lagi ikut pelajaran privat." Kata Alfa balas mengancam sebelum menuju kamar mandi.


Diandra membereskan semua buku buku pelajaran Alfa dan memasukkan kedalam tas. Beberapa kali Diandra tersenyum saat mengingat betapa bodohnya monster yang kini menjadi siswa privatnya.


"Dasar monster bodoh." Kata Diandra dalam hatinya.


Beberapa menit kemudian Alfa keluar dari kamar mandi dengan hanya berlilitkan handuk pada pinggangnya. Lagi lagi pesonanya mampu membuat Diandra terbuai dan melayang tak tentu arah.


Buaian rasa itu membuat Diandra tidak sadar kalau Alfa sudah berdiri didepannya. Alfa membuka handuknya dan membuat Diandra berteriak histeris.


Diandra mengira Alfa masih telanjang dibalik handuk padahal Alfa sudah menggunakan boxer yang dibawanya masuk ke kamar mandi.


"Kamu pikir aku mau telanjang lagi didepanmu. Cukup sekali kau bisa melihat adik kecilku itupun karena tidak sengaja." Kata Alfa mendekatkan wajahnya pada Diandra seolah ingin mencium pipinya.


Diandra jadi malu sendiri karena sudah mengira yang bukan bukan pada Alfa. Diandra mengira Alfa itu adalah monster yang urat malunya sudah putus.


Alfa memanggil Diandra untuk membantunya memilih baju.


"Mak Lampir, menurutmu baju yang bagus untukku yang mana?" Kata Alfa memperlihatkan isi lemarinya yang penuh dengan baju mahal dan bermerek.


Diandra sampai tidak berkedip melihat koleksi baju baju si monster yang semuanya bagus.


"Kamu yang mau pakai kok tanya sama aku." Kata Diandra sedikit keberatan.


"Pokoknya kamu harus pilih baju untukku." Kata Alfa setengah memaksa.

__ADS_1


Diandra memilih baju yang menurutnya bagus. Cukup lama Diandra memilih sampai akhirnya menemukan baju yang menurutnya bagus untuk Alfa.


"Yang ini sepertinya bagus untukmu." Kata Diandra memberikan baju itu pada Alfa.


"Masa ini bagus, diantara bajuku ini yang paling murah dan paling tidak mau aku pakai." Kata Alfa tidak percaya dengan pilihan Diandra.


"Ini bagus kok." Kata Diandra.


Antara ragu dan mau Alfa mencoba juga baju pilihan Diandra. Alfa melihat penampilannya didepan cermin dan menurutnya tidak terlalu buruk.


"Gimana?" Tanya Alfa meminta pendapat Diandra.


"Kamu tampan sekali monster. Pasti nanti banyak cewek cewek yang naksir kamu." Kata Diandra yang tidak sadar memuji ketampanan Alfa.


"Kamu tertarik gak sama aku." Tanya Alfa dengan nada cuek tapi mampu membuat Diandra diam tidak bisa menjawab.


Alfa tertawa melihat Diandra yang kebingungan.


"Tenang saja aku hanya bercanda, aku juga tak mungkin tertarik pada mak Lampir sepertimu." Kata Alfa yang membuat Diandra tersadar dari imajinasi yang sempat tercipta dipikirannya.


Alfa dan Diandra kemudian berangkat menuju tempat pertemuan Diandra dan Fathir. Rupanya mereka janjian bertemu di cafe tapi bukan cafe tempat Diandra bekerja.


Fathir terkejut sekaligus kesal melihat Diandra datang bersama Alfa. Fathir tidak suka melihat Alfa yang terlalu dekat Diandra.


"Terpaksa dari pada dia ngambek dan tidak mau ikut pelajaran privat lagi." Kata Diandra menjelaskan.


Fathir tidak sepenuhnya bisa menerima penjelasan Diandra tapi tidak mungkin menyuruh Alfa pulang karena pasti akan menarik perhatian pengunjung yang sangat ramai.


Saat Diandra pergi ke toilet. Fathir menatap Alfa dengan pandangan kesal tapi Alfa malah cuek saja seperti tidak ada apa apa.


"Kenapa sih kamu harus mengganggu Diandra?" Tanya Fathir sewot.


"Diandra aja baik baik saja kenapa kamu yang sewot." Jawab Alfa acuh.


"Aku mau bicara serius sama Diandra menyangkut perasaanku padanya tapi kamu malah ikut." Kata Fathir.


"Bicara aja tidak ada yang melarang kamu. Nanti aku tutup kuping saat kamu bicara." Kata Alfa tetap cuek.


Seandainya tidak ingat ini adalah cafe mungkin dari tadi Fathir sudah menghajar Alfa. Perasaan Fathir dongkol tiada terkira.

__ADS_1


Diandra kembali dari toilet dan melihat Alfa dan Fathir saling diam. Diandra tahu kalau Fathir jengkel dengan kehadiran Alfa. Tapi Diandra juga tidak mau ambil resiko kalau monster itu tidak mau lagi ikut pelajaran privat bila dilarang ikut.


Diandra memegang tangan Fathir mencoba memberinya ketenangan. Fathir tersenyum manis sekali pada Diandra tapi malah membuat Alfa batuk dan merusak suasana romantis yang hampir tercipta.


Ingin rasanya Fathir melempar Alfa keluar dari cafe itu tapi ditahannya karena tidak ingin membuat Diandra marah.


Fathir kemudian naik ke panggung di cafe itu. Fathir membisikkan sesuatu pada pemain musik cafe itu dan beberapa saat kemudian Fathir sudah bersiap siap untuk menyanyi.


"Malam ini adalah malam yang spesial saya. Karena malam ini saya ingin meminta seseorang menjadi pacar saya." Kata Fathir romantis.


Diandra tersipu malu karena tahu semua kata kata Fathir itu ditujukan untuknya. Alfa hanya mencibir mendengar kata kata Fathir.


"Norak banget sih." Kata Alfa yang sengaja dikatakannya pada Diandra.


"Dan lagu ini aku persembahkan untuk seorang wanita yang sangat berarti dalam hidup saya. Seseorang yang saya idamkan menjadi pendamping hidup sekarang, besok dan selamanya." Kata Fathir puitis.


Tepuk tangan para pengunjung cafe mengiringi alunan suara Fathir yang mulai menyanyikan sebuah lagu cinta untuk Diandra.


Fathir menyanyikan lagu terima kasih cinta lagu yang pernah dipopulerkan oleh Afgan dan kini dibawakannya dengan penuh perasaan.


Setiap bait lagu itu dinyanyikannya penuh penghayatan sambil pandangannya tidak lepas dari Diandra.


Diandra sampai berkaca kaca mendengar pernyataan Fathir yang dinyanyikannya melalui lagu.


Diakhir lagu Fathir meminta Diandra untuk naik ke panggung.


Awalnya Diandra malu dan tidak mau bergerak tapi karena desakan pengunjung cafe akhirnya dia naik juga keatas panggung dan kini sudah berhadapan dengan Fathir.


"Inilah wanita yang saya cintai dan malam hari ini saya ingin kalian semua yang ada disini menjadi saksi pernyataan cintaku padanya." Kata Fathir yang membuat Diandra bersemu merah jambu.


"Diandra malam ini aku ingin mengatakan sesuatu yang penting dan sudah lama aku pendam." Kata Fathir sambil menatap Diandra.


Diandra menatap Fathir dengan berkaca kaca. Ini untuk pertama kalinya dia diperlakukan istimewa oleh seseorang apalagi ini seorang cowok.


"Apakah kamu bersedia untuk menjadi kekasihku?" Tanya Fathir pada Diandra dihadapan semua pengunjung cafe.


Diandra terdiam dan sedang berpikir apa yang akan dikatakannya pada Fathir. Diandra menatap ke arah Alfa dan tidak menemukan cowok monster itu lagi. Diandra mengedarkan pandangannya tapi tidak menemukan sang monster.


"Kemana monster itu?" Tanya Diandra dalam hati.

__ADS_1


Diandra masih memikirkan sang monster tapi teriakan teriakan pengunjung yang meminta Diandra untuk segera menjawab pertanyaan Fathir membuatnya tidak bisa kemana mana.


Bersambung ....


__ADS_2