Cintaku Tak Terbatas Waktu

Cintaku Tak Terbatas Waktu
Part 8 : Ciuman Pertama yang terpaksa


__ADS_3

Diandra yang mendengar suara ribut ribut dikamarnya segera melihat dan membuka pintu. Diandra sangat terkejut saat melihat Alfa sedang menindih Fathir. Posisi yang bisa membuat orang yang melihatnya pasti salah paham.


"Hey, apa yang kalian lakukan." Kata Diandra yang membuat Alfa dan Fathir sadar dengan posisi mereka yang salah.


Alfa segera menarik tubuhnya dari atas tubuh Fathir.


"Dia curang mau pakai selimut sendiri." Kata Alfa membela diri.


"Kamu yang mulai yah." Balas Fathir tak mau mengalah.


Diandra hanya menggeleng melihat kelakuan dua cowok ganteng yang telah merecoki hidupnya. Dua cowok ganteng dengan karakter yang berbeda 180 derajat.


Setelah Diandra mengancam akan mengusir mereka kalau masih ribut, Alfa dan Fathir menurut dan tidak ribut lagi. Mereka juga sepakat untuk memakai selimut itu berdua. Diandra tersenyum melihat mereka yang terpaksa akur.


Alfa dan Fathir tidur saling membelakangi tapi saat Diandra membuka pintu kamar pagi harinya posisi mereka berubah. Mereka tidur saling berhadapan dan hanya dipisahkan oleh guling bahkan kaki Alfa sebagian ada diatas tubuh Fathir. Mereka tidur pulas sekali sampai tidak menyadari kalau Diandra sedang menatap mereka bergantian.


"Kalian lucu kalau lagi akur begini." Kata Diandra mengembangkan senyumnya.


Diandra menutup pintu kamar itu kembali dan ke dapur menyiapkan sarapan untuk kedua tamu tak diundangnya.


Fathir bangun duluan dan segera menggeser kaki Alfa yang bersarang ditubuhnya. Alfa juga terbangun.


Kini mereka keluar kamar dan mencari Diandra. Aroma nasi goreng buatan Diandra membuat perut mereka mendadak keroncongan.


Diandra sudah menunggu mereka dimeja makan dengan sarapan nasi goreng yang masih mengepul.


"Dua pangeran sudah bangun rupanya." Goda Diandra pada Alfa dan Fathir.


Mereka kemudian sarapan dengan nikmat dan sesekali saling mencuri pandang. Selama sarapan mereka hanya diam saja dan sibuk dengan pikiran masing masing.


Setelah makan Diandra menyuruh keduanya pulang. Tapi mereka ribut lagi karena Alfa tidak mau pulang kalau Fathir tidak pulang duluan. Diandra jadi pusing melihat kelakuan dua pangeran ini.


Akhirnya mereka pulang setelah Diandra menyuruh mereka pulang bersamaan.


Kini Diandra sedang merapikan kamarnya yang sempat diacak acak oleh Alfa dan Fathir. Diandra tersenyum mengingat kelakuan dua pangeran yang seperti anak kecil.


Diandra menemukan jam tangan dan itu adalah milik Alfa. Diandra menatap jam tangan itu kemudian tersenyum. Tidak ada yang tahu maksud dari senyuman manis Diandra.


Jam dua siang Diandra sudah ada didepan kamar cowok monster. Hari ini Diandra bertekad akan mengajar monster itu bagaimanapun caranya. Diandra ngeri kalau ingat syarat yang diberikan monster adalah mencium bibirnya.

__ADS_1


Diandra akan berusaha menggugah perasaan monster agar mau belajar tanpa harus dicium.


Diandra mengetuk pintu kamar monster tapi tidak ada respon. Diandra memberanikan diri masuk dan tidak menemukan monster itu didalam kamar. Diandra melihat kamar sang monster yang berantakan seperti habis gempa bumi. Diandra merapikan kamar monster agar tampak lebih rapi. Diandra tidak sadar kalau Alfa sudah ada dipintu dan sedang memperhatikannya.


Diam diam Alfa mengagumi Diandra yang sangat cekatan membereskan kamarnya.


Diandra kaget saat Alfa sudah ada dibelakangnya dan menepuk punggungnya.


"Hai ada mak Lampir." Kata Alfa.


"Kamu dari mana." Kata Diandra memperhatikan Alfa dari ujung kaki sampai ujung rambut.


Alfa masih berseragam sekolah berarti baru pulang sekolah.


"Kamu pasti keluyuran dulu tidak langsung pulang." Kata Diandra.


"Itu bukan urusan kamu mak lampir." Kata Alfa.


"Ini jelas urusanku, kamu telah membuatku menunggu dan membuang waktuku." Kata Diandra.


"Aku mau tidur dulu. Kalau mau menunggu silahkan." Kata Alfa kemudian menjatuhkan dirinya dikasur.


Diandra tidak tinggal diam dan menarik Alfa untuk bangun. Tubuh Alfa yang berat tak mampu diangkat olehnya tapi Diandra tak tinggal diam dan mencari cara agar Alfa tidak tidur dan setuju untuk belajar bersamanya.


"Mak lampir, bisa diam gak." Kata Alfa kesal.


Diandra diam saat Alfa sudah bangun.


"Sekarang kita belajar." Kata Diandra.


"Oke, kita belajar tapi apa kamu sudah siap untuk menciumku? Tanya Alfa.


"Kenapa harus ciuman sih. Apa tidak ada hal lain yang bisa aku lakukan selain ciuman." Kata Diandra menghiba.


"Tak ada pilihan lain." Kata Alfa.


"Dasar monster." Kata Diandra kesal.


"Sekarang aku mau mandi dulu sambil kamu berpikir." Kata Alfa.

__ADS_1


Diandra terdiam saja memikirkan nasibnya. Mengapa nasibnya begitu sial harus berurusan dengan monster tak berhati seperti ini.


"Mak Lampir bantuin dong." Kata Alfa meminta bantuan Diandra untuk membuka pakaiannya.


"Aku bukan pembantumu." Kata Diandra kesal.


Alfa membuka seluruh pakaiannya didepan Diandra tanpa malu malu dan hanya menyisakan celana boxer yang menutupi selangkangannya yang sangat menonjol.


Diandra membuang muka tidak ingin melihat tubuh seksi Alfa yang bisa membangkitkan gairah terpendamnya. Alfa terus menggoda Diandra dengan sengaja mendekatkan tubuhnya hingga Diandra bisa mencium aroma tubuhnya yang maskulin.


Alfa melangkah kekamar mandi dengan sengaja tidak memakai handuknya dan membiarkan tubuhnya hanya tertutup boxer pada bagian bawahnya saja.


Diandra memperhatikan tubuh Alfa dari belakang yang sedang berjalan ke kamar mandi. Tubuh atletis dengan dada bidang dan perut rata itu telah menghipnotisnya. seandainya saja dia tidak kuat menahan godaan mungkin dari tadi dia sudah memeluk tubuh Alfa yang begitu menggodanya.


Diandra sedang duduk melamun diranjang ketika Alfa keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit saja di bagian bawahnya. Aroma wangi sabun mandi yang dipakainya begitu menenangkan. Diandra sampai menutup mata menikmati aroma itu.


Saat membuka mata Alfa sudah berdiri didepannya dan ************ Alfa yang menonjol begitu dekat dengan wajahnya. Diandra terkejut karena tidak pernah berada disituasi seperti ini. Diandra mendorong tubuh Alfa agar menjauh darinya.


Alfa kemudian memakai pakaian dan segera bersiap tidur lagi. Diandra heran.


"Kok tidur lagi, bukankah kita mau belajar." Kata Diandra.


"Kamu tidak mau memenuhi syaratnya. Jadi lebih baik aku tidur." Kata Alfa menutup matanya.


Diandra benar benar bingung dan jengkel pada sikap cowok monster ini. Diandra juga tidak mau terus terusan berada disituasi berat ini. Ibu Yulia sudah menanyakan perkembangan belajar Alfa dan dia belum bisa melaporkan apa apa. Ibu yuli memberinya waktu 3 hari agar bisa menundukkan Alfa dan mau mengikuti pelajaran privat yang akan diberikannya.


Dalam kebimbangan dan tuntutan pekerjaan akhirnya Diandra memutuskan sesuatu yang berat dalam hidupnya.


Alfa terkejut saat sesuatu yang hangat menimpa bibirnya. Ada seseorang yang mencium bibirnya ketika dia sedang tiduran. Alfa membuka mata dan menemukan wajah diandra yang sangat dekat dengan wajahnya dengan bibir tepat di bibirnya.


Alfa belum sepenuhnya memahami keadaan saat ciuman itu terlepas. Alfa bangun dan melihat air mata disudut mata Diandra.


Diandra menangis setelah mencium Alfa. Ciuman pertama yang selama ini dijaga nya telah terbuang untuk orang yang belum tentu adalah jodohnya. Diandra menyesali keadaan yang memaksanya harus melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hatinya.


"Kenapa kamu menangis? Mestinya kamu senang karena setelah ini aku akan mengikuti kemauanmu untuk belajar." Kata Alfa tanpa rasa bersalah.


"Dasar monster. Kamu telah mengambil ciuman pertama aku. Ciuman yang aku jaga dan ingin aku persembahkan untuk seseorang yang spesial dihidupku." Kata Diandra sedih.


"Anggap aja aku spesial dihidup kamu. Gampang kan." Kata Alfa.

__ADS_1


Diandra menatap Alfa dengan geram. Monster itu sungguh tidak punya hati setelah merampas ciuman pertamanya sekarang dengan gampangnya mengatakan itu hal yang biasa saja.


Bersambung ...


__ADS_2