Cintaku Tak Terbatas Waktu

Cintaku Tak Terbatas Waktu
Part 12 : Kebimbangan Diandra


__ADS_3

Aurel sudah berhasil membuka resleting celana Alfa hingga sesuatu didalam selangkangannya yang sangat menonjol dapat terlihat dengan jelas dari luar boxer yang dipakainya. Bayangan wajah Diandra terlintas dipikirannya. Bayangan Diandra yang sedang menertawakan dan mengatainya monster bodoh.


Saat Aurel akan menarik boxer nya, Alfa menghentikan mobil secara mendadak dan membuat Aurel terlempar kedepan dan kepalanya terbentur disetir mobil.


"Auw...auw..." Ringis Aurel sambil memegangi kepalanya yang ngilu karena berbenturan keras dengan setir mobil.


Alfa menaikkan resleting celananya kembali yang sudah sempat dibuka oleh Aurel. Alfa tidak mau barang pribadinya menjadi permainan Aurel.


"Kok dinaikkan lagi kan belum dimulai." Kata Aurel protes.


"Aku tidak mau kamu melakukan itu padaku." Kata Alfa mencari alasan.


"Kenapa? Aku tidak keberatan melakukannya karena aku mencintai kamu dan aku ingin membuktikan cintaku padamu." Kata Aurel yang masih berusaha menggoda Alfa.


"Seharusnya kamu malu melakukan itu, kamu perempuan seharusnya punya harga diri dan prinsip." Kata Alfa teringat Diandra yang punya prinsip yang kuat.


"Kamu pacarku, jadi apa salahnya aku melakukan itu untukmu. Kamu jangan terlalu naif Alfa. Aku tahu kamu sangat menginginkan itu." Kata Aurel sambil mencoba menyentuh ************ Alfa lagi.


Alfa menepis tangan Aurel.


"Kamu tidak punya harga diri, apa lagi yang bisa kamu banggakan kalau kelakuan kamu seperti ini." Kata Alfa mulai tidak suka melihat Aurel.


"Kamu berubah Alfa, semenjak kamu kenal sama guru privat itu sikap kamu cuek dan menjadi orang yang munafik." Kata Aurel yang kecewa pada Alfa.


"Jangan bawa nama Diandra dalam persoalan kita. Dia gadis yang baik dan punya prinsip tidak seperti kamu." Kata Alfa kesal karena Aurel menjelekkan Diandra.


"Oh jadi namanya Diandra. Aku akan bikin perhitungan dengan dia karena sudah merubah kamu menjadi tidak lagi perhatian padaku." Kata Aurel.


"Jangan lakukan apapun padanya atau kamu akan melihat kemarahan ku." Kata Alfa mengancam Aurel.


"Kalau begitu, kembalilah menjadi seperti Alfa yang dulu." Pinta Aurel.


"Sebaiknya kamu turun! Aku sudah muak sama kamu." Kata Alfa dengan kemarahan.


"Kamu tega nurunin pacar kamu ditengah jalan begini." Kata Aurel tidak percaya.


"Turun! Atau aku yang menarik mu keluar dari mobil ini." Kata Alfa.


Aurel diam saja dan tidak juga keluar dari mobil. Alfa bertambah marah kemudian keluar dari mobil dan membuka pintu mobil disamping Aurel dan menariknya keluar. Setelah itu Alfa melajukan mobilnya dengan kecepatan yang tinggi meninggalkan Aurel yang mengumpat.


"Dasar cowok brengsek!" Caci Aurel pada Alfa yang tega meninggalkannya.

__ADS_1


Aurel kemudian menelpon seseorang untuk menjemputnya.


"Semua ini karena guru privat murahan itu. Awas aja aku akan memberikan pelajaran untuk dia." Kata Aurel pada dirinya.


Sepanjang perjalanan pulang Diandra lebih banyak terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu. Fathir yang melihatnya diam saja menjadi heran dan menduga yang bukan bukan.


"Kamu cemburu yah melihat Alfa dengan pacarnya." Kata Fathir memecah kesunyian yang tercipta.


Diandra yang sedang melamun tidak mendengar pertanyaan Fathir sampai Fathir harus menyentuh tangannya baru dia tersadar.


"Iya Fathir ada apa?" Tanya Diandra kelabakan.


"Ternyata kamu melamun. Kamu memikirkan Alfa yah?" Tanya Fathir menahan cemburu.


"Tidak, kenapa kamu berpikir aku sedang memikirkan Alfa?" Jawab Diandra dengan pertanyaan balik.


"Karena aku lihat sepertinya kamu cemburu karena Alfa sudah punya pacar." Kata Fathir.


"Kamu berlebihan sampai berpikiran kesitu. Aku tidak punya perasaan apa apa pada Alfa. Dia adalah siswa privatku dan hubungan kami hanya sebatas itu." Kata Diandra menjelaskan.


"Syukurlah kalau demikian adanya. Terus terang aku cemburu kalau kamu terlalu dekat dengan dia. Kita memang belum resmi pacaran tapi cintaku padamu tulus dari lubuk hatiku yang paling dalam." Kata Fathir mengungkapkan perasaannya sekali lagi.


Diandra terdiam mendengar pengakuan Fathir tentang perasaannya. Diandra pernah sangat mengharapkan Fathir dan kali ini semua bisa terwujud tapi entah mengapa ada keraguan didalam hati yang membuatnya sulit sekali mengambil keputusan.


Bayangan wajah tampan sang monster melintas dipikirannya dan membuyarkan kekagumannya pada Fathir. Diandra tidak mengerti kenapa wajah itu harus hadir saat dia sedang meyakinkan hati untuk mempertimbangkan berpacaran dengan Fathir.


Diandra sampai dirumahnya dan langsung merebahkan diri diranjangnya. Diandra memejamkan mata dan dapat merasakan aroma tubuh monster yang sempat tidur diranjangnya. Diandra membuka mata.


"Kenapa pikiranku selalu tentang monster itu? Apa aku sudah gila?" Tanya Diandra pada dirinya sendiri.


Diandra mengambil bantal dan menciuminya. Benar aroma tubuh Alfa ada disana dan membuatnya bingung.


"Ini gila, aku pasti tidak waras." Kata Diandra.


Alfa juga merasakan hal yang sama. Dikamarnya dia sedang gelisah memikirkan Diandra. Kejadian dibioskop saat Diandra lebih memilih memeluknya dibanding Fathir membuatnya tidak bisa tenang. Alfa bingung mengapa Diandra harus memeluknya padahal ada Fathir yang jelas jelas memintanya menjadi pacar.


Kebingungan dan keresahan itu tanpa sadar membawa Alfa sampai didepan pintu rumah Diandra.


Diandra bergegas membuka pintu karena ada yang mengetuknya. Diandra terkejut saat melihat monster tampan yang datang.


"Monster, kenapa kamu ada disini?" Tanya Diandra heran.

__ADS_1


"Aku kebetulan lewat disini jadi mampir sekalian memastikan apa kamu sudah diantar Fathir dengan selamat." Kata Alfa menutupi alasan sebenarnya.


"Fathir pasti akan menjagaku, dia cowok yang sangat baik." Kata Diandra.


"Jadi menurutmu aku bukan cowok yang baik dan tidak bisa menjagamu." Kata Alfa dengan nada cemburu dan marah.


"Aku tidak mengatakan seperti itu. Aku hanya menjawab karena kamu bertanya tentang Fathir." Kata Diandra yang heran melihat reaksi Alfa yang berlebihan.


"Aku mau masuk." Kata Alfa melangkah masuk padahal belum dipersilahkan oleh Diandra.


"Ini sudah malam monster, tidak enak sama komentar tetangga kalau mereka tahu aku menerima tamu cowok malam malam." Kata Diandra protes.


"Kalau begitu jangan sampai mereka tahu. Gampang kan." Kata Alfa enteng yang membuat Diandra menggeleng.


"Kenapa sih kamu suka sekali membuat hidupku menjadi rumit." Kata Diandra.


Alfa hanya terdiam tidak menanggapi kata kata Diandra. Diandra tampak kesal dengan tingkah Alfa yang menyuekinya.


"Apa Fathir sudah menciummu?" Tanya Alfa blak blakan pada Diandra.


"Kenapa kamu bertanya tentang itu, lagipula itu bukan urusanmu." Kata Diandra sewot karena merasa privasinya terusik.


"Jadi Fathir sudah menciummu!" Kata Alfa penuh penekanan.


Diandra tidak menjawab dan membuat Alfa semakin gencar menanyakannya.


"Aku tidak seperti kamu, monster. Bagiku ciuman itu tidak boleh sembarangan karena hanya boleh diberikan untuk orang yang spesial." Kata Diandra yang membuat Alfa senang.


"Apa Fathir spesial untukmu?" Tanya Alfa bersemangat.


"Mungkin akan spesial kalau kami sudah berpacaran." Kata Diandra.


"Berarti Fathir belum menciummu." Kata Alfa sangat senang.


"Dasar monster aneh. Kenapa sih kamu ngotot menanyakan ini." Kata Diandra.


"Jadi aku spesial untukmu dong. Karena kamu sudah menciumku." Kata Alfa.


"Itu karena kamu memaksakan." Kata Diandra.


Alfa memeluk Diandra dan mencium pipinya satu kali dan langsung berlalu pergi tanpa memberi kesempatan kepada Diandra untuk berbicara.

__ADS_1


Diandra berdiri terpaku melihat kepergian monster yang telah mencuri ciuman darinya lagi.


Bersambung !!!!


__ADS_2