Cintaku Tak Terbatas Waktu

Cintaku Tak Terbatas Waktu
Part 3 : Teman Lama


__ADS_3

Diandra sudah didepan kamar Alfa. Ini hari kedua dia menjadi guru privat untuk cowok brengsek itu. Berapa saat Diandra berdiri terpaku didepan kamar Alfa.


Ingatan Diandra bergulir ke kejadian di cafe semalam saat Alfa dan teman temannya mempermalukannya didepan semua pengunjung cafe. Alfa bersikeras agar Diandra memanggilnya sayang dan melayaninya seperti tuan besar. Tidak ada pilihan lain untuknya karena itu menyangkut nama baik cafe tempatnya bekerja.


Dihadapan semua pengunjung Diandra memanggil sayang kepada Alfa. Bukan hanya itu Alfa juga meminta Diandra untuk menyuapinya makanan yang telah dia pesan.


Marah, benci dan dendam bergemuruh didalam hati Diandra. Apa boleh buat Diandra tetaplah harus mengalah apalagi saat manager cafe memintanya untuk melakukan semua permintaan Alfa.


Malam itu Diandra betul betul menjadi pembantu dihadapan Alfa. Menyuapi, memberi minum, membersihkan sisa makanan yang menempel di bibirnya semua dilakukan olehnya.


Diandra menangis tersedu sedu saat Alfa dan teman temannya meninggalkan cafe. Manager cafe minta maaf dan mohon pengertian Diandra atas situasi yang berat yang sudah terjadi.


Dan hari ini Diandra berjanji akan berusaha membuat Alfa mau mengikuti pelajaran tambahan yang dia berikan.


Pintu kamar Alfa tidak tertutup rapat. Diandra membuka pintu itu dan ternyata cowok brengsek itu sedang tidur.


Diandra yang masih marah pada Alfa langsung mengambil bantal dan memukul bagian dada Alfa.


"Bangun cowok brengsek." Kata Diandra sambil melayangkan pukulan yang keras dengan bantal.


Alfa terkejut saat merasakan pukulan pada tubuhnya. Dia mengaduh kesakitan karena pukulan itu cukup keras.


"Aduh...."! Jerit Alfa.


Alfa membuka mata dan melihat siapa yang berani melakukan pukulan itu terhadapnya. Alfa terkejut saat melihat pelakunya.


"Kenapa sih kamu mukul aku Mak lampir?" Kata Alfa bangun dan duduk.


"Ini saatnya kamu belajar! Aku tidak mau hari ini kamu beralasan lagi tidak mau mengikuti pelajaran yang akan aku berikan!" Kata Diandra sambil melayangkan pukulan dengan bantal lagi.


Tentu saja Alfa tidak membiarkan Diandra melakukan itu untuk kedua kalinya. Alfa menangkap tangan Diandra dan menariknya ke ranjang sampai Diandra jatuh terlentang.


Tak mau melewatkan kesempatan Alfa langsung menindih tubuh Diandra dan mengunci tangan Diandra dengan mengangkatnya keatas kepala hingga dia tidak bisa bergerak lagi.


"Lepaskan aku!" Pekik Diandra.


"Kamu harus terima pembalasan karena telah berani menganggu tidur siang ku." Kata Alfa.


"Apa yang akan kamu lakukan!." Kata Diandra mulai panik.


"Kamu salah menggangguku Mak lampir. Aku tidak akan memaafkan siapapun yang mengusikku." Kata Alfa mulai mendekatkan wajahnya ke Diandra.

__ADS_1


Diandra panik karena mengira Alfa akan menciumnya. Diandra berontak melepaskan diri. Diandra tidak mau ciuman pertamanya di renggut oleh cowok brengsek itu.


"Jangan lakukan itu. Please." Pinta Diandra.


Tentu saja Alfa tidak mendengarkan permintaan Diandra. Wajahnya kini sudah sangat dekat dengan wajah Diandra. Sedikit gerakan lagi bibir mereka pasti akan bertemu.


Diandra takut sekali membayangkan jika Alfa akan menciumnya. Diandra pernah berjanji pada dirinya sendiri bahwa ciuman pertamanya untuk seseorang yang spesial dalam hidupnya. Diandra selalu bermimpi bahwa suatu hari nanti akan ada seorang yang mencintainya tulus dan selalu menjaganya


Diandra tidak punya pilihan selain menutup mata. Kalaupun hari ini Diandra akan kehilangan ciuman pertamanya setidaknya dia tidak mau melihat wajah cowok monster ini saat melakukannya.


Diandra sudah dapat merasakan hembusan nafas Alfa yang sangat dekat dengan wajahnya.


Ada yang aneh. Beberapa saat tidak ada sesuatu pun yang terjadi. Diandra membuka matanya perlahan dan wajah Alfa masih disana tapi sudah tidak sedekat tadi.


"Kamu berharap banget yah untuk aku cium." Kata Alfa yang membuat Diandra malu setengah mati.


"Siapa juga yang mau dicium sama monster seperti kamu." Kata Diandra mengatasi rasa malunya yang ketahuan menunggu untuk dicium.


Alfa bangkit dari tubuh Diandra. Diandra juga bangun dan turun dari ranjang.


"Sekarang kamu pulang tidak perlu datang datang lagi. Aku tidak mau diajar oleh kamu." Kata Alfa tegas.


"Tapi aku tidak mau. Kamu bisa apa? Kalau tetap ngotot jangan salahkan aku bila kasar padamu." Kata Alfa.


Diandra terus memohon tapi tetap saja Alfa tidak memberinya kesempatan. Diandra lelah berusaha dan sepertinya semuanya akan sia sia.


Diandra menemui ibunya Yulia. Diandra bermaksud untuk membatalkan pekerjaan sebagai guru privat itu.


"Jadi kamu menyerah. Kupikir kamu gadis pintar dan bisa diandalkan. Ternyata kamu tidak ada apa apanya." Kata ibu Yulia seperti mengejek Diandra.


"Anak ibu seperti penjahat kelakuannya ibaratnya monster. Saya merasa tidak aman bila berada didekatnya." Kata Diandra membela diri.


"Alfa anak yang baik kok. Kamu saja yang belum menemukan cara untuk menaklukkannya." Kata ibu Yulia menghibur Diandra.


"Saya tidak tahu harus berbuat apa Bu." Kata Diandra.


"Dekati terus dan buat dia membutuhkanmu. Lama kelamaan Alfa akan mengikuti semua permintaanmu." Kata ibu Yulia.


Diandra terdiam dan berusaha memahami semua perkataan ibu Yulia. Mamanya Alfa banyak memberi Diandra masukan tentang cara menaklukkan Alfa.


Semangat Diandra yang tadinya kendor perlahan muncul kembali. Semangat juangnya yang tadinya sudah padam kini berkobar kembali. Apalagi Bu Yulia menjanjikan Diandra bayaran yang menggiurkan apabila bisa membuat Alfa memiliki nilai yang bagus.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan ke cafe dia memikirkan cara cara yang mungkin bisa dia terapkan untuk menaklukkan monster Alfa.


Di cafe Diandra segera berganti kostum dan mulai melaksanakan pekerjaannya sebagai pelayan cafe.


Cafe tempat Diandra bekerja memang ramai. Apalagi sejak kejadian semalam banyak orang yang penasaran ingin melihat Diandra.


Insiden itu memalukan untuk Diandra tapi justru membuat cafe tempatnya bekerja menjadi ramai.


Diandra sedang melayani seorang tamu. Cowok ganteng, putih dengan senyum menawan. Diandra sepertinya pernah bertemu dengan cowok itu tapi dia lupa dan tidak mau berpikir keras untuk mengingat.


Cowok itu menatap Diandra secara intens hingga membuatnya risih diperhatikan seperti itu.


"Ada apa mas." Kata Diandra mengingatkan cowok didepannya yang sedang menatapnya.


"Kamu Diandra kan." Tanya cowok itu.


Diandra memperhatikan dengan seksama cowok itu. Diandra mengingat lebih keras lagi dan pada akhirnya Diandra mengingat satu nama.


"Fathir." Ucap Diandra.


"Ya.." jawab cowok ganteng yang ternyata bernama Fathir.


Fathir adalah teman kampus Diandra. Fathir sudah selesai kuliah dan sekarang bekerja. Seyogyanya Diandra juga sudah selesai kuliah tapi karena alasan ekonomi dan sakit ibunya. Keinginannya untuk melanjutkan kuliah terpaksa ditundanya.


Fathir adalah salah satu teman Diandra yang selalu membantu Diandra dengan tulus. Fathir adalah anak orang kaya tapi sikapnya sangat baik dan tidak sombong. Fathir selalu membantu Diandra setiap kali butuh bantuan.


Setelah 3 tahun berpisah akhirnya mereka berjumpa kembali. Diandra senang sekali dapat berjumpa teman lamanya.


Diandra menemani Fathir duduk setelah meminta izin sama manager cafe. Saat sedang berbincang asyik dengan Fathir, Alfa dan teman temannya datang.


Alfa melihat Diandra sedang bersama seorang cowok tampan yang tidak kalah darinya. Alfa merasa tidak senang.


Diandra yang melihat kedatangan Alfa menjadi khawatir. Diandra tahu kalau Alfa pasti akan bikin ulah lagi di cafe ini.


Dan benar dugaan Diandra. Alfa membuat ulah dengan meminta harus dilayani oleh Diandra.


Diandra merasa tidak enak pada Fathir. Diandra meninggalkan Fathir dan segera menemui monster Alfa.


Fathir melihat kepergian Diandra dengan perasaan tidak senang. Fathir melihat Alfa dengan tajam. Alfa melakukan hal yang sama. Meraka saling menatap tajam satu sama lain.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2