Cintaku Tak Terbatas Waktu

Cintaku Tak Terbatas Waktu
Part 4 : Alfa Sang Monster


__ADS_3

Diandra segera menemui Alfa dan teman temannya. Seperti malam sebelumnya Alfa kembali memanggil sayang dan menyuruh melayani seperti majikan dan pembantu.


Fathir yang marah melihat Diandra diperlakukan seperti itu mendekati Alfa.


"Kamu tak malu yah memperlakukan wanita seperti ini!" Bentak Fathir memperingatkan Alfa.


Alfa berdiri dan berhadapan langsung dengan Fathir.


"Apa urusannya sama kamu. Dia saja tidak protes. Kamu siapanya dia?" Kata Alfa tak kalah ketusnya.


"Cowok brengsek." Kata Fathir meninju perut Alfa.


Diandra sampai berteriak saat Alfa akan membalas Fathir. Perkelahian itu hampir saja terjadi kalau saja Diandra tidak segera berdiri diantara Alfa dan Fathir.


"Stop." Teriak Diandra untuk menghentikan.


"Minggir." Kata Alfa dan Fathir bersamaan.


Diandra tak bergeming dan beberapa saat kemudian.


"Diandra.... Diandra..." Kata Fathir cemas sambil menggoyangkan tubuh Diandra yang pingsan.


Rupanya Alfa dan Fathir tak menggubris peringatan Diandra, mereka tetap saling memukul dan celakanya yang mereka pukul adalah Diandra yang langsung ambruk karena mendapat pukulan dipipi kiri dan kanannya.


Darah segar mengalir dari sudut bibir Diandra.


Fathir sedang menatapnya sedih saat Diandra membuka matanya.


"Auw....." Ringis Diandra saat berusaha membuka mulut. Rasa ngilu terasa dikedua pipinya.


Fathir mencoba tersenyum saat melihat Diandra sudah sadar.


"Maaf Diandra, seharusnya ini tak perlu terjadi." Kata Fathir sendu penuh penyesalan.


Diandra yang berusaha untuk bangun dan duduk mengalami sedikit kesulitan. Fathir berniat membantu tapi ditolak oleh Diandra.


"Tak perlu! Jangan sentuh aku. Aku masih marah sama kamu karena tak mendengarkanku." Kata Diandra.


"Saya hanya ingin membela kamu. Aku tak ingin cowok itu menyakiti kamu." Kata Fathir.


"Tapi yang terjadi kamu menyakiti aku. Lihat keadaanku sekarang. Pipi bonyok begini." Kata Diandra meringis menahan sakit.


"Aku hanya ingin melindungi kamu! Aku perduli sama kamu, aku sayang sama kamu, Diandra." Kata Fathir yang akhirnya bisa mengucapkan kata yang 5 tahun ini hanya tersimpan dihatinya.


Diandra hanya melongo mendengar pernyataan sayang Fathir. Selama ini mereka memang berteman. Fathir sangat baik dan selalu menolongnya. Tapi sedikitpun tak pernah terlintas dalam pikirannya kalau Fathir menyayanginya lebih dari sahabat.


Status sosial yang berbeda membuat Diandra tak punya keberanian untuk menaruh rasa pada Fathir. Perbedaan mereka sangat jauh. Ibarat bumi dan langit.

__ADS_1


•••


Diandra sudah ada didepan kamar Alfa. Ini hari ketiga dia menjadi guru privat cowok monster itu. Diandra memaksakan diri datang kerumah Alfa karena tak mau disebut tak profesional.


Diandra telah terikat perjanjian kerja dengan ibu Yulia dan dia tipikal cewek yang menjaga komitmen.


Diandra masuk ke kamar Alfa dan tidak menemukan cowok monster itu. Diandra menarik nafas menahan kekesalan.


Diandra bermaksud pulang tapi ketika akan keluar dari kamar Alfa, cowok monster itu datang bersama dokter.


Diandra tak dapat menolak saat diperiksa oleh dokter. Menurut dokter luka memar dipipinya tidaklah parah. Dokter memberikan salep dan obat obatan untuknya.


Kini Alfa dan Diandra berdua saja dikamar Alfa.


"Terimakasih yah. Tapi kamu tak perlu melakukan ini." Kata Diandra.


"Kamu jangan GR. Aku melakukan ini biar aku tak punya hutang sama kamu." Kata Alfa tetap angkuh.


Diandra diam saja. Tak mungkin dia akan menang kalau berdebat dengan cowok monster itu.


"Sekarang aku obati memar kamu!" Kata Alfa mengambil salep ditangan Diandra.


Diandra diam saja saat Alfa mengoleskan salep itu ke pipinya yang memar. Sentuhan lembut Alfa dipipinya sejenak membuat Diandra melayang. Satu detik, dua detik, tiga detik sampai akhirnya Diandra menyadari kalau cowok monster itu yang melakukannya.


"Tak perlu seperti ini aku bisa sendiri." Kata Diandra menepiskan tangan Alfa.


"Tidak bisa aku sudah berjanji sama ibu Yulia akan menjadi guru privat kamu." Kata Diandra protes.


"Saya tidak mau diajar oleh guru yang bonyok begini. Tak enak rasanya melihat wajah kamu yang hancur. Atau kamu betul betul mau jadi Mak lampir." Kata Alfa meledek Diandra.


"Ibu Yulia bisa marah sama saya." Kata Diandra.


"Nanti aku bilang sama mama. Sekarang kamu pulang. Saya mau tidur." Kata Alfa setengah mengusir Diandra.


Diandra akhirnya memutuskan pulang dengan perasaan dongkol. Sebelum keluar dari kamar Alfa dia masih sempat menatap wajah Alfa yang sangat mempesona.


"Terimakasih monster." Kata Diandra yang kemudian melangkah meninggalkan kamar Alfa.


Alfa membiarkan saja Diandra memanggilnya monster padahal selama ini Alfa akan menghajar siapapun yang menghinanya.


Alfa sudah hampir terlena saat ada pesan masuk di hp nya.


Alfa melihat hp nya. Ada pesan dari Aurel. Alfa mengacuhkan saja. Tak ingin terganggu Alfa menonaktifkan hp nya.


•••


Suasana sekolah sudah ramai saat Alfa datang. Baru saja Alfa turun dari motornya Aurel sudah langsung bergelayut manja dilengan Alfa.

__ADS_1


"Sayang, akhir akhir ini kamu tidak perhatian deh sama aku." Kata Aurel manja.


"Aku lagi dihukum mama tak bisa kemana mana sampai nilaiku bagus." Kata Alfa cuek.


"Hari ini kita nonton yah. Ada film baru yang seru dan romantis." Kata Aurel mencubit manja Alfa.


"Liat nanti aja, hari ini aku sibuk. Ada latihan basket juga. Kamu nonton sendiri juga bisa kan." Kata Alfa cuek.


Alfa berjalan meninggalkan Aurel. Aurel menyusul Alfa dan kini berjalan beriringan dengan Alfa dengan gaya yang manja dan centil. Aurel ingin menunjukkan pada semua siswa sekolah itu kalau dia sekarang pacarnya Alfa.


Saat pelajaran berlangsung. Guru yang sedang mengajar mengumumkan sesuatu.


"Setelah pelajaran ini, jangan ada yang keluar kelas dulu. Nanti ada promo buku dari penerbit *****. Sales marketingnya akan masuk untuk menjelaskan. Bapak harap kalian menghargai mereka." Kata pak guru.


Kelas Alfa memang terkenal bandel. Terutama Alfa. Dia adalah biang kerok dikelasnya.


Semua mata tertuju saat sales marketing buku itu masuk. Dua orang cewek yang cukup menarik perhatian dengan kostum yang sama kostum penerbit.


Alfa terkejut saat melihat salah satu dari cewek itu sepertinya dia kenal.


"Mak Lampir." Panggil Alfa tanpa sengaja.


Semua mata menatap Alfa begitupun cewek yang dipanggil Mak lampir juga melihat Alfa.


Kini giliran Diandra yang terkejut karena tak menyangka sama sekali kalau ini adalah kelas Alfa.


Alfa memperhatikan Diandra. Setelah 5 hari tidak bertemu. Luka memar dipipinya tak ada lagi. Penampilan Diandra hari ini cukup cantik dibandingkan ketika datang kerumahnya sebagai guru privat.


Penampilannya lebih rapi. Lebih modis dan lebih ceria dibandingkan biasanya.


Diandra memulai promo bukunya. Penjelasan yang diberikan sangat jelas dan menarik membuat teman teman sekelas Alfa antusias mendengarkan dan tertarik untuk membeli.


"Ini brosur bukunya." Kata Diandra membuyarkan lamuan Alfa.


Alfa menatap Diandra yang kini tepat didepannya dan sedang memberinya brosur buku.


"Kamu sudah sembuh berarti sudah siap dong menjadi guru privatku lagi." Kata Alfa setengah berbisik.


Diandra hanya tersenyum manis saja.


"Besok aku datang kerumahmu monster." Kata Diandra pelan tak ingin didengar oleh siswa lain.


"Aku tunggu hari ini kalau tidak datang. Aku akan bilang mama untuk menggantimu." Ancam Alfa pada Diandra.


Diandra hanya cemberut saja mendengar ancaman cowok monster itu karena tak mungkin baginya dapat membantahnya disekolah ini.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2