Cintaku Tak Terbatas Waktu

Cintaku Tak Terbatas Waktu
Part 16 : Mengerjai Monster


__ADS_3

Diandra khawatir melihat keadaan Alfa yang basah kuyup karena bisa saja membuatnya masuk angin.


"Badan kamu harus dikeringkan dan baju kamu harus diganti biar kamu tidak masuk angin." Kata Diandra menunjukkan perhatian.


"Kamu khawatir sama aku yah, apa kamu mulai menyukaiku?" Tanya Alfa blakblakan.


"Jangan GR kamu, aku hanya tidak ingin kamu sakit, lagi pula apa alasannya aku bisa menyukaimu sementara kau terus mengerjai ku." Kata Diandra yang membuat Alfa cemberut.


"Kalau begitu aku tidak mau tahu, kau harus tanggung jawab karena telah membuatku tercebur ke laut." Kata Alfa kesal.


Diandra kemudian mengajak Alfa untuk kerumahnya. Disana dia akan mengeringkan tubuh Alfa.


Di rumah Diandra.


Alfa langsung masuk kamar Diandra dan tidur di ranjangnya. Diandra tidak bisa mencegah Alfa yang sudah terlanjur berbaring disana.


"Tuh kan ranjangnya ikutan basah. Gara gara kamu sih." Kata Diandra protes.


"Bantuin dong agar tidak basah lagi." Kata Alfa genit.


"Makanya bangun dulu." Pinta Diandra.


Alfa menurut dan kemudian duduk ditepi ranjang.


"Buka baju kamu nanti aku cuci." Pinta Diandra.


"Bukain dong kan gara gara kamu aku sampai begini." Kata Alfa masih genit.


Mau tidak mau Diandra menuruti juga kemauan Alfa yang tidak mau diam. Perlahan Diandra membuka satu persatu kancing baju Alfa kemudian melepas kemeja yang masih basah itu. Dada bidang dan perut rata milik monster ganteng itu kembali mengganggu imajinasi Diandra. Entah mengapa setiap melihat dada dan perut Alfa Diandra seperti terhipnotis untuk berimajinasi macam macam.


"Kalau celananya bisa kamu buka sendiri kan." Kata Diandra.


"Enggak, sekalian aja kamu bukain." Kata Alfa cuek.


Diandra ragu untuk melakukan permintaan Alfa. Tangannya gemetar saat memegang pengait celana Alfa. Alfa yang melihat tangan Diandra yang gemetaran dan mata yang tertutup.


Alfa melepaskan tangan Diandra dari celananya. Diandra membuka matanya.


"Kamu belum pernah buka celana cowok yah, gugup banget." Kata Alfa.


"Tentu saja belum, kamu pikir aku cewek apaan." Kata Diandra.


"Lalu kenapa kamu mau melakukannya?" Tanya Alfa.


"Karena kamu memaksa, lagi pula kamu jadi basah karena aku." Jawab Diandra.


"Mak lampir, aku juga tidak akan membiarkan kamu melakukan itu untukku. Kamu pikir aku akan sejahat itu." Kata Alfa mendadak lembut.


Diandra hanya terpaku melihat sisi lain monster yang selama ini selalu mengerjainya. Sisi lembut yang baru hari ini dilihatnya.

__ADS_1


"Kamu bisa melakukan itu kecuali kalau kamu menjadi ..." Kata Alfa tidak melanjutkan perkataannya.


"Jadi apa?" Tanya Diandra penasaran.


"Jadi ... Jadi ... kamu kepo yah." Kata Alfa tidak memberi tahu dan membuat Diandra jadi penasaran.


Diandra jadi kesal sendiri melihat kelakuan Alfa yang baru saja manis tapi berubah jadi monster kembali.


Diandra kemudian meminta Alfa memakai sarung yang diberikannya. Alfa kemudian memakai sarung itu dan menanggalkan celananya termasuk celana dalamnya yang basah.


Diandra mengambil pakaian Alfa yang basah dan membawanya kebelakang. Diandra tersenyum mengingat Alfa yang telanjang dibalik sarung yang diberikannya. Entah mengapa Diandra jadi senyum senyum sendiri membayangkan monster yang sedang bersarung.


Diandra datang sambil membawa teh panas untuk Alfa.


"Kamu minum teh panas ini dulu biar tubuh kamu jadi hangat." Kata Diandra.


"Gampang kok kalau kamu mau tubuhku hangat. Kamu tinggal peluk aku." Kata Alfa cuek.


"Dasar mesum." Kata Diandra.


"Tadi di dermaga juga kamu peluk aku. Apa bedanya kalau kamu ulang lagi disini." Kata Alfa.


"Tadi itu aku panik karena kupikir kamu tenggelam kalau sekarang kan kamu sudah tidak apa apa." Kata Diandra.


Alfa kemudian meminum teh yang dibuatkan oleh Diandra. Teh hangat itu langsung membuat Alfa tidak kedinginan lagi.


"Teh buatan kamu enak. Kapan kapan kamu buatkan untuk aku lagi yah." Pinta Alfa tulus.


"Jadi selama ini aku tidak baik padamu." Kata Alfa dengan nada yang sedikit keras.


"Yah, gitu deh. Kamu pasti lebih tahu." Kata Diandra.


"Aku mau makan dong." Kata Alfa.


"Tidak ada makanan yang bisa kuberikan untukmu." Kata Diandra berbohong agar Alfa segera pergi dari rumahnya.


"Kalau begitu kita makan diluar." Ajak Alfa pada Diandra.


"Gimana ceritanya mau makan diluar sementara kamu cuma pakai sarung doang." Kata Diandra mengingatkan keadaan Alfa.


Alfa baru ingat kalau bajunya basah dan sekarang tubuhnya hanya berbungkus sarung.


"Tapi aku lapar, dan kalau tidak segera makan akan pingsan disini." Kata Alfa mendramatisir keadaan.


Diandra berpikir bagaimana caranya agar Alfa bisa segera pulang. Diandra teringat sesuatu.


"Tunggu yah." Kata Diandra meninggalkan Alfa dikamar.


Tak lama kemudian Diandra datang dengan membawa baju untuk Alfa.

__ADS_1


"Kamu pakai ini saja, ini baju almarhum ayahku. Memang sudah lama tapi masih bisa dipakai." Kata Diandra sambil memamerkan baju itu.


Tentu saja Alfa protes melihat baju yang diperlihatkan Diandra.


"Baju macam itu, aku tidak mau, masa cowok seganteng aku pakai baju begitu." Kata Alfa menolak mentah mentah.


"Kita mau makan diluar dari pada kamu pakai sarung mending pakai baju ini." Kata Diandra.


Setelah bertengkar dan adu argumen akhirnya Alfa mengalah dan mau juga pakai baju itu. Bajunya cukup pas di badan Alfa tapi celananya kependekan ditubuh Alfa yang jangkung. Celana training yang digunakan Alfa hanya sampai di pertengahan betisnya.


Diandra tidak berhenti menahan tawa melihat penampilan Alfa yang lucu. Alfa jadi kesal melihat Diandra yang terus tertawa melihat penampilannya. Alfa melihat penampilannya dicermin dan memang sedikit aneh.


Diandra memang tertawa tapi sebenarnya dalam hati tetap memuji Alfa yang tetap tampan walau berpakaian apapun yang dilihat dari sudut manapun tetap saja mempesona. Dan satu hal yang menarik perhatian adalah bagian ************ Alfa yang terlihat sangat menonjol karena dibalik celana training itu Alfa tidak menggunakan celana dalam.


"Kalau kamu terus tertawa maka aku akan menciummu." Kata Alfa kesal melihat Diandra yang terus tertawa.


Diandra tidak perduli peringatan Alfa dan terus saja tertawa sampai akhirnya sesuatu yang hangat menimpa bibirnya. Ternyata monster betul betul menciumnya. Diandra terdiam shock tidak menyangka monster akan melakukan ancamannya.


Diandra hanya diam saja sepanjang perjalanan menuju cafe untuk makan.


Penampilan Alfa yang unik menarik perhatian pengunjung cafe bukannya dapat cacian malah dapat pujian dari pengunjung cafe yang rata rata cewek alay yang terpesona melihat ketampanan Alfa. Alfa cuek dan tetap menggandeng tangan Diandra memilih tempat duduk kemudian duduk.


Diandra yang merasa risih karena pandangan pengunjung cafe sepertinya berpusat padanya dan tidak suka melihatnya bersama Alfa. Diandra bahkan mendengar bisik bisik pengunjung cafe yang menganggapnya tante tante yang sedang bersama dengan brondong.


Diandra menjadi tidak enak hati mendengar bisik bisik para pengunjung. Alfa yang tahu Diandra merasa risih justru semakin menunjukkan perhatian dan kemesraan dihadapan para pengunjung.


Alfa dan Diandra menikmati makan malam mereka dengan canggung terutama Diandra yang selalu kepikiran kata kata pengunjung cafe. Diandra sadar antara dia dan Alfa memang terpaut usia yang cukup jauh. Alfa baru 18 tahun sementara dia sudah 25 tahun. Sepantasnya dia menjadi kakak untuk Alfa.


Diparkiran Alfa melihat Aurel yang baru datang bersama dengan seorang cowok yang cukup tampan. Mereka begitu mesra dan membuat Alfa marah. Alfa mendekati Aurel dan cowok itu. Aurel terkejut melihat Alfa yang tidak disangkanya ada ditempat itu.


"Ternyata begini yah kelakuan kamu dibelakangku." Kata Alfa tajam.


Aurel melihat Alfa bersama Diandra dan membuatnya cemburu.


"Apa bedanya dengan kamu, toh kamu juga jalan dengan perempuan murahan itu." Tuding Aurel pada Alfa yang menyindir Diandra.


"Jangan pernah menghina Diandra, karena dia tidak seperti kamu yang liar." Kata Alfa membela Diandra.


"Dasar perempuan gatal." Kata Aurel berniat menyerang Diandra.


Alfa segera menahan Aurel yang akan menyakiti Diandra.


"Jangan pernah menyentuh dia." Kata Alfa.


"Aku yang pacarmu, bukan dia." Kata Aurel.


"Baiklah, aku sudah ambil keputusan mulai saat ini kita putus." Kata Alfa tegas pada Aurel.


Alfa dan Diandra kemudian meninggalkan Aurel yang berteriak histeris. Berbagai umpatan dilontarkan Aurel untuknya dan Diandra tapi Alfa tidak perduli dan segera berlalu dari tempat itu dengan mobilnya.

__ADS_1


••••••


TBC


__ADS_2