Cintaku Tak Terbatas Waktu

Cintaku Tak Terbatas Waktu
Part 7 : Monster Penyelamat


__ADS_3

Para pemuda mabuk itu melepaskan Diandra dan sekarang fokus pada cowok yang baru turun dari mobil. Lampu sorot mobil yang silau membuat para pemuda mabuk itu memicingkan mata.


Diandra tidak menyia-nyiakan kesempatan dan langsung berlari ke arah cowok itu. Diandra terkejut karena cowok itu adalah Alfa.


"Monster." Pekik Diandra lalu bersembunyi dibalik badan Alfa.


Para pemuda mabuk itu kemudian mengepung Alfa dan Diandra. Perkelahian pun tidak dapat dihindari. Alfa dapat mengatasi para pemuda mabuk itu  namun tetap saja tubuhnya terkena beberapa pukulan dan menyebabkan luka lebam pada wajah dan perutnya.


Alfa kemudian memotret wajah para pemuda itu dan mengancam akan memberikan foto mereka kepolisi kalau masih mengganggu Diandra.


Alfa dan Diandra kini dalam perjalanan pulang. Alfa mengantar Diandra pulang walau sudah menolak habis habisan tapi tetap saja Alfa bersikeras untuk mengantar.


Sepanjang perjalanan pulang Diandra tidak banyak bicara hanya sesekali melirik wajah Alfa yang tampan itupun secara sembunyi sembunyi kalau pandangan Alfa sedang fokus kedepan.


Rupanya Alfa menyadari kalau Diandra terkadang meliriknya.


"Tidak usah malu malu kalau mau lihat, ini lihat." Kata Alfa sambil memalingkan wajah hingga Diandra bisa melihatnya dengan jelas.


"Jangan GR kamu, siapa yang lagi melihat kamu?" Bantah Diandra tidak mau mengaku.


Di Rumah Diandra.


Alfa memaksa ikut masuk kedalam rumah dengan alasan ingin minum dan makan dulu. Diandra tidak dapat mencegah karena biar bagaimanapun Alfa yang telah menyelamatkan kehormatannya malam ini.


Alfa sengaja mengaduh kesakitan saat menyentuh pipi dan perutnya agar Diandra menaruh kasihan padanya. Rencananya berhasil dan Diandra ingin mengobati luka luka lebam yang dideritanya.


"Ayo buka baju kamu, aku obati lukanya." Pinta Diandra pada Alfa.


"Bukain dong, anggap aja ucapan terimakasih karena telah menolong Mak lampir." Kata Alfa.


Diandra ingin marah tapi mengingat kejadian yang hampir menodai kehormatannya amarahnya mereda dan menuruti keinginan Alfa.


Diandra membuka kancing kemeja Alfa satu persatu dan kini tampaklah dada bidang dan perut rata yang masih tertutup baju dalaman. Diandra kemudian menarik baju dalaman Alfa keatas hingga keluar melewati kepalanya.


Kini tampaklah dada bidang dan perut rata yang membuat Diandra harus menelan ludah karena pesonanya. Diandra menepis imajinasi liarnya yang membuatnya berpikir macam macam.


Perlahan disentuhnya perut Alfa yang memang ada lebam. Alfa mengaduh kesakitan saat Diandra membersihkan luka lebam itu dengan anti septik.

__ADS_1


Diandra juga membasuh wajah Alfa yang lebam disudut bibirnya. Wajah tampan penuh pesona itu hampir membiusnya.


Diandra menyuruh Alfa memakai bajunya kembali karena tidak enak bila ada yang melihat. Alfa berulah tidak mau pakai bajunya kalau tidak dibantu oleh Diandra.


Akhirnya Diandra membantu Alfa untuk memakai bajunya, mulai dari baju dalaman dan terakhir memasangkan kancing kemeja Alfa. Diandra tidak tahu kalau Alfa menatapnya tajam dari tadi. Entah apa maksud pandangan Alfa hanya dia yang tahu.


Alfa ternyata belum mau pergi dari rumah Diandra, kini dia memaksakan untuk makan. Diandra beralasan tidak ada yang bisa dimakan dirumahnya dengan harapan Alfa mau segera pergi .


Terdengar suara ketukan di pintu rumah Diandra. Diandra bergegas membuka pintu dan terkejut saat tahu yang mengetuk pintu adalah delivery makanan. Rupanya tanpa sepengetahuannya Alfa memesan makanan online.


Diandra dan Alfa kini sedang makan berdua. Keduanya terdiam dan enggan membuka pembicaraan. Mereka saling curi pandang saja. Berbagai rasa berkecamuk didalam hati Diandra yang tidak dapat diartikannya.


"Monster, terimakasih yah kamu mau menolongku." Kata Diandra membuka percakapan.


"Ini tidak gratis, suatu saat nanti aku akan meminta kamu melakukan sesuatu untukku." Kata Alfa yang langsung membuat Diandra cemberut.


"Setelah ini kamu pulang kan." Kata Diandra.


"Tidak." Kata Alfa enteng dan membuat Diandra bingung.


"Jangan bilang kamu mau bermalam di rumahku." Kata Diandra panik.


Diandra terkejut dan segera berdiri dan menahan Alfa agar tidak masuk dalam kamarnya. Tapi apalah arti kekuatan Diandra bila dibandingkan badan kekar Alfa.


Alfa sudah berbaring di ranjang Diandra sambil memeluk guling dan menutup matanya seperti orang yang sudah tidur.


Diandra tidak tinggal diam melihat semua perbuatan Alfa. Diandra menarik bantal yang dipakai Alfa dan memukulkan pada badannya. Alfa tidak bergeming seakan tidak merasakan apa apa. Tidak berhasil dengan bantal Diandra menarik guling yang sedang dipeluk oleh Alfa. Saat akan menarik guling itu tangan Alfa malah menyergap tangannya dan menariknya hingga jatuh menimpanya. Diandra persis ada diatas tubuh Alfa.


"Atau kamu yang mau menggantikan guling ini menemaniku tidur." Kata Alfa.


Diandra segera menarik diri dari tubuh Alfa. Diandra kehabisan akal untuk mengusir Alfa.


Pintu rumah Diandra ada yang mengetuk. Diandra bergegas membuka pintu sementara Alfa masih tiduran sambil menutup mata.


Diandra terkejut karena yang dibalik pintu adalah Fathir. Diandra bingung harus bagaimana. Fathir pasti akan salah paham kalau tahu Alfa didalam dan sedang tidur dikamarnya.


"Kamu baik baik saja kan." Kata Fathir membuyarkan lamunan Diandra.

__ADS_1


"Iya...Fathir." Jawab Diandra mengatasi kegugupannya.


"Tadi aku ke cafe dan mau mengantar kamu pulang ternyata kamu sudah tidak ada." Kata Fathir.


Diandra mau menjawab kata kata Fathir tapi tiba tiba saja Alfa muncul dan berdiri dibelakang Diandra.


Kini giliran Fathir yang terkejut. Diandra terjebak dalam keadaan yang rumit karena Fathir pasti salah paham.


"Ini tidak seperti yang kamu pikirkan Fathir." Kata Diandra penuh kepanikan.


"Kok si brengsek ini ada dirumah kamu!" Kata Fathir dengan nada suara tak bersahabat.


"Kamu cowok yang sok pahlawan di cafe kan. Ngapain kamu disini!" Kata Alfa enteng seperti tak bersalah.


"Seharusnya aku yang tanya kenapa kamu ada dirumah Diandra malam malam begini." Kata Fathir mulai emosi.


Diandra kemudian membawa Fathir dan Alfa masuk dan duduk diruang tamu. Dia tidak mau para tetangganya terbangun dan melihat Alfa dan Fathir bertengkar diluar. Para tetangganya pasti akan bergosip dan membicarakannya.


Diandra kemudian menceritakan semua kejadiannya. Fathir mengerti dan bisa mengerti keadaan Diandra.


"Terus kenapa kamu masih disini? Diandra sudah aman jadi kamu sudah bisa pulang." Kata Fathir ketus.


"Saya mau disini atau pergi dari sini itu bukan urusanmu. Mak lampir saja tidak keberatan aku disini." Kata Alfa.


Alfa bersikeras untuk menginap dan tentu saja Fathir tidak setuju Alfa menginap dirumah Diandra.


Alfa ngotot dan akhirnya Fathir pun memutuskan untuk bermalam dirumah Diandra. Diandra betul betul bingung dengan keadaan yang terjadi.


Setelah berdebat akhirnya Diandra mengijinkan Alfa dan Fathir menginap dan tidur dikamarnya sementara Diandra akan tidur di kamar ibunya.


Awalnya Alfa dan Fathir tidak setuju tapi tidak ada pilihan lain daripada mereka diusir oleh Diandra.


Alfa dan Fathir kini sudah tidur diranjang yang sama. Mereka bertengkar lagi soal bantal. Alfa ingin memeluk guling nya tapi Fathir juga mau memeluk gulingnya. Fathir mengalah dan memberikan guling itu untuk dipeluk Alfa.


Mereka bertengkar lagi kali ini soal selimut. Alfa tidak mau berbagi selimut dan mau memakai selimut itu sendiri tapi kali ini Fathir tidak mau mengalah dan menarik selimut itu untuk dipakainya sendiri.


Alfa tidak terima dan menyerang Fathir dan mau merebut selimutnya tanpa sadar kalau posisinya sekarang sedang menindih Fathir.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2