
Alfa sudah dikamar, hatinya sedang kesal karena Diandra yang pergi saat dia belum mengatakan apapun ditambah lagi kehadiran Fathir yang menjemput Diandra membuatnya semakin marah.
Alfa bolak balik dari kamar ke balkon melihat ke pintu gerbang rumahnya. Dia sedang menantikan kehadiran Diandra untuk memberinya pelajaran privat. Dia masih berharap Diandra akan tetap datang setelah kejadian disekolah tadi.
Lama menunggu membuatnya mengantuk dan tertidur. Alfa bermimpi Diandra sedang memukulnya dengan bantal. Alfa menggerakkan badannya untuk menghindari pukulan Diandra. Lama kelamaan pukulan Diandra semakin keras dan Alfa merasa kesakitan seperti bukan sedang bermimpi. Alfa membuka mata dan ternyata Diandra memang sedang memukulnya dengan bantal.
"Bangun, monster malas!" Kata Diandra kembali memukulkan bantal di badan Alfa.
Alfa mengucek matanya untuk memastikan dia sedang tidak bermimpi, ternyata memang nyata Diandra ada didepannya. Alfa langsung bangun dan refleks memeluk Diandra. Diandra tidak sempat menghindar dari pelukan monster.
"Aku pikir kamu tidak mau lagi jadi guru privat ku." Kata Alfa memeluk Diandra erat.
Diandra mendorong tubuhnya dan Alfa segera melepaskan pelukannya. Alfa tersipu malu.
"Maaf mak Lampir. Aku tidak sengaja." Kata Alfa menyembunyikan rasa malunya.
"Aku memang mau berhenti menjadi guru privat mu tapi ibu Yulia memintaku untuk terus mengajarimu." Kata Diandra.
"Itu hanya alasan kamu saja kan, yang sebenarnya kamu memang selalu ingin dekat dekat aku." Kata Alfa penuh percaya diri.
"Dasar monster." Kata Diandra melemparkan bantal ke wajah Alfa.
Alfa tidak sempat menghindar dan membuat matanya kelilip karena terkena bantal. Diandra yang panik karena Alfa terus mengucek dan menutupi mata kanannya. Diandra membuka mata Alfa dan memang tampak memerah. Diandra kemudian meniup mata Alfa yang merah. Diandra ingat kata orang kalau mata kelilip ditiup akan membuatnya sembuh.
Bibir Diandra begitu dekat mata Alfa membuat keisengan Alfa muncul. Saat Diandra membulatkan bibirnya untuk meniup Alfa mengangkat kepalanya keatas sehingga bibirnya bertemu dengan bibir Diandra. Alfa mencoba ******* bibir Diandra dan membuat Diandra terkejut dan segera melepaskan ciuman itu, tapi apa mau dikata ciuman itu sudah terjadi untuk kedua kalinya. Diandra menarik tubuhnya menjauh dari Alfa.
"Kamu kurang ajar yah, kenapa harus cium cium segala." Kata Diandra marah.
"Perjanjian kita kan memang seperti itu, setiap mau memulai pelajaran harus menciumku dulu." Kata Alfa mengingatkan Diandra.
"Iya tapi tidak dadakan juga." Kata Diandra.
"Sekarang kita mau belajar apa?" Tanya Alfa cuek dengan protes Diandra tentang ciuman.
Diandra tidak bisa berbuat apa apa dengan monster karena akan sia-sia saja.
Diandra mengajari Alfa bahasa Indonesia. Beberapa kali Diandra memukul bahu monster kalau tidak bisa menjawab pertanyaannya.
"Kamu memang monster bodoh yah. Masa menentukan ide pokok paragrap saja tidak bisa." Kata Diandra.
"Makanya ajari dong." Kata Alfa jutek karena Diandra dari tadi mengejek dan menghinanya.
__ADS_1
"Aku heran sama guru kamu di sekolah kok bisa monster bodoh sepertimu naik kelas." Kata Diandra makin menghina Alfa.
Alfa tambah cemberut karena hinaan Diandra, tapi anehnya tidak membuatnya sakit hati. Padahal selama ini dia akan membanting semua orang yang berani menghinanya sedikit saja.
Alfa menatap Diandra yang sedang memeriksa pekerjaannya. Entah mengapa hari ini Alfa melihat Diandra lebih cantik dari biasanya.
"Mak Lampir, kamu cantik hari ini, dan aku suka." Kata Alfa tanpa sadar.
"Tidak perlu menggombal ku, aku tetap menghukum mu kalau pekerjaanmu salah semua." Kata Diandra tanpa memandang Alfa dan tetap fokus pada tugas yang sudah dikerjakan Alfa.
"Mak Lampir, setelah ini kita makan yah, aku lapar belum makan apapun dari tadi." Kata Alfa.
"Itu di dapur kamu banyak makanan, kenapa tidak makan? Dasar aneh." Kata Diandra.
"Kamu yang bodoh tidak tahu maksudku." Kata Alfa bete.
Diandra menghentikan pekerjaannya dan menatap Alfa yang sedang jutek. Diandra sungguh tidak tahu maksud Alfa.
"Setelah selesai ini aku ada janji dengan Fathir. Dia akan membawaku ke suatu tempat yang spesial." Kata Diandra.
Mendengar nama Fathir, Alfa mendadak sewot dan tidak suka.
"Kenapa?" Tanya Diandra heran.
"Yah karena... tidak boleh saja." Kata Alfa kesulitan menemukan alasan.
"Dasar monster aneh." Kata Diandra.
Diandra kemudian meneruskan mengajari Alfa hingga tiba saatnya dia pulang. Alfa menatap kepergian Diandra dengan kesal apalagi saat melihat Fathir sudah menunggunya diluar gerbang rumahnya. Alfa yang dapat melihat dari balkon menjadi sangat dongkol ketika melihat Fathir membukakan pintu mobil untuk Diandra. Jarak mereka begitu dekat sehingga dari jauh seperti sedang berciuman.
Alfa mendengus kesal dan menjadi tidak tenang kalau Diandra berciuman dengan Fathir.
Fathir membawa Diandra kesebuah tempat yang sangat romantis. Tempat itu adalah sebuah dermaga yang secara langsung dapat melihat matahari terbenam. Alfa dan Diandra duduk berdampingan sambil mengayunkan kaki dipinggir dermaga itu.
"Diandra ini sudah 15 hari masa penjajakan kita, apakah kamu belum yakin dengan cintaku." Tanya Fathir tulus.
"Beri aku waktu Fathir, masih ada 15 hari lagi aku ingin benar benar yakin kalau hatiku sungguh memilihmu." Kata Diandra.
"Apa yang membuatmu bimbang, Diandra? Apakah cowok SMA itu yang membuatmu risau." Tanya Fathir.
Diandra ingin membenarkan kata kata Fathir tapi tidak mungkin dia mengaku kalau hatinya bimbang karena sedikit demi sedikit kehadiran monster tampan itu sudah mengusik ketenangan hatinya.
__ADS_1
Diandra sendiri bingung apa yang sedang menimpa hati dan jiwanya, perlakuan monster tampan yang tidak berperikemanusiaan seharusnya membuatnya benci dan tidak memikirkannya tapi ini malah membuatnya rindu selalu ingin bertemu.
Wajah monster itu belakangan ini mulai intens muncul di mimpinya.
Fathir yang tahu kalau Diandra sedang dilanda kebimbangan mengajak Diandra untuk kerumahnya
"Diandra, aku mau ajak kamu ke rumahku, aku ingin memperkenalkan kamu pada papaku." Kata Fathir.
"Apa itu tidak berlebihan, kita belum pacaran dan aku juga belum siap bertemu dengan papamu." Jawab Diandra.
"Aku ingin papaku tahu wanita seperti kamu yang aku inginkan mendampingi hidupku." Kata Fathir.
"Jangan hari ini yah, aku sedang berantakan sekali." Kata Diandra tetap menolak ajakan Fathir.
"Bagiku kamu akan selalu cantik, hatimu cantik Diandra dan itu yang membuatku jatuh cinta." Kata Fathir meyakinkan Diandra.
Akhirnya Diandra setuju juga untuk ikut Fathir. Sepanjang perjalanan Diandra diam saja dan sedang fokus memikirkan apa yang akan dilakukannya dirumah Fathir.
Rumah Fathir mewah tidak kalah mewahnya dengan rumah Alfa. Fathir sedikit terkejut melihat beberapa mobil lain yang ada di garasi.
"Siapa yang datang?" Tanya Fathir dalam hatinya.
Diandra melangkah perlahan mengikuti langkah Fathir masuk kedalam. Didalam ternyata lagi ramai dan sedang ada pesta. Fathir terkejut karena tidak tahu sama sekali kalau hari ini tantenya akan datang dan membuat pesta dirumahnya.
Fathir mendekati tantenya dan langsung dipeluk dengan suka cita. Diandra hanya berdiri terpaku melihat orang orang yang sepertinya kompak melihat kearahnya. Diandra jadi salah tingkah.
"Akhirnya kamu datang juga, Tante dari tadi sudah menunggu kamu." Kata Salma.
Salma adalah adik kandung dari almarhum ibunya Fathir. Semenjak ibunya meninggal 5 tahun yang lalu Salma menjadikan dirinya sebagai pengganti ibu untuk Fathir padahal diusianya yang ke 25 tahun Fathir tidak perlu sosok pengganti ibu. Bagi Fathir sosok papanya yang baik sudah cukup baginya.
Fathir terkadang sering merasa jengkel pada Tante Salma yang terlalu mencampuri urusan keluarga dan juga urusan pribadinya.
Fathir baru tersadar kalau Diandra ada bersamanya. Fathir kemudian mendekati Diandra dan menggamit tangannya dan mendekati Tante Salma.
"Tante, perkenalkan ini Diandra, pacar Fathir." Kata Fathir lantang membuat semua orang diruangan itu terdiam.
Tante Salma yang paling terkejut. Dia menatap Diandra dari ujung rambut sampai ujung kaki dan mengulanginya lagi dari ujung kaki sampai ujung rambut. Diwajahnya terpancar rasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Fathir.
••••••
Bersambung !!!!
__ADS_1