Cintaku Tak Terbatas Waktu

Cintaku Tak Terbatas Waktu
Part 13 : Diandra vs Aurel


__ADS_3

Diandra memandang kepergian monster dengan hati bingung sekaligus bahagia. Bingung karena sikap monster yang kadang seperti mafia tapi tiba tiba baik seperti malaikat dan bahagia karena Alfa memberikan perhatian padanya terlebih lagi mencium pipinya walau secara mendadak dan buru buru.


Dikamarnya Alfa kembali mengingat Diandra. Alfa menjadi heran pada dirinya yang selalu memikirkan Diandra.


"Ada apa denganku? Mengapa selalu memikirkan mak lampir?" Kata Alfa pada dirinya.


Disekolah Alfa akan mengikuti pertandingan basket antar kelas. Alfa adalah salah satu bintang basket di sekolahnya. Berbagai kejuaraan antar sekolah sudah di raihnya bersama dengan tim basket sekolah, bahkan tim basket sekolahnya pernah mewakili sekolahnya ke tingkat nasional, tapi sayang waktu itu Alfa dan teman temannya hanya menjadi Runner up.


Pertandingan basket itu sudah dimulai dan untuk sementara kelas Alfa unggul perolehan score nya. Hampir semua angka dicetak oleh Alfa. Riuh gemuruh pendukung dan pemuja Alfa memenuhi lapangan pertandingan itu.


Yang paling ribut pastinya adalah Aurel yang merasa orang yang paling dekat dengan Alfa. Aurel tidak segan segan berteriak dengan kuat setiap kali Alfa mencetak angka. Siswa lain risih melihat Aurel yang seperti orang gila.


Pertandingan basket berlangsung seru dan akhirnya dimenangkan oleh kelasnya Alfa. Teman teman sekelasnya satu persatu memberinya ucapan selamat. Aurel datang dan langsung memberi ciuman dipipi Alfa dan membuat Alfa risih.


"Apa kamu tidak malu memberi ciuman ditempat umum?" Tanya Alfa sewot.


"Kenapa harus malu? kamu pacarku jadi wajar aku memberi ciuman karena keberhasilan mu. Atau kamu mau hadiah yang lain." Kata Aurel genit.


"Dasar gila." Kata Alfa meninggalkan Aurel.


Aurel mengejar Alfa yang sudah berlalu karena buru buru dia terpeleset dan kakinya terkilir. Aurel memanggil nama Alfa dengan manja. Alfa berhenti dan melihat Aurel yang kesakitan memegang kakinya. Alfa menjadi kasihan dan berniat menolongnya.


Alfa mengulurkan tangannya pada Aurel dan membantunya berdiri. Alfa melihat seseorang yang mirip Diandra dikejauhan.


"Diandra." Sebut Alfa.


Alfa melepaskan tangannya pada Aurel dan mengejar seseorang yang menurutnya adalah Diandra dan menyebabkan Aurel jatuh lagi.


Aurel memanggil nama Alfa berkali kali tapi tidak dihiraukan lagi oleh Alfa.


Alfa kecewa karena tidak menemukan seseorang yang dilihatnya tadi.


"Mungkin aku salah lihat." Kata Alfa pada dirinya.


Alfa berjalan gontai ke kelasnya dan terkejut karena kelasnya sedang ramai. Alfa bergegas masuk dan menemukan Diandra sedang membagi bagikan buku yang pernah mereka pesan. Alfa tersenyum bahagia melihat Diandra yang sedang sibuk melayani teman teman sekelasnya.


Alfa mendekati Diandra dan menyapanya.

__ADS_1


"Halo Mak lampir." Sapa Alfa.


Diandra terkejut tidak menyangka Alfa akan menyapa didepan teman temannya. Beberapa teman Alfa seperti heran melihat Alfa yang dekat dengan Diandra. Alfa kemudian membantu Diandra membagikan buku buku pesanan teman temannya. Beberapa kali mereka bertemu pandang kemudian saling tersenyum.


"Terimakasih monster." Kata Diandra pada Alfa.


Aurel yang tahu kedatangan Diandra menjadi marah dan berniat memberinya pelajaran. Aurel menemukan Diandra baru keluar dari ruang kepala sekolah. Aurel menarik Diandra ke toilet dan mendorongnya hingga terbentur di dinding toilet.


"Aku tidak suka kamu dekat dekat dengan Alfa! Karena dia milikku hanya milikku." Kata Aurel menjambak rambut Diandra.


Diandra sampai meringis karena kesakitan.


"Aku adalah guru privatnya Alfa dan hubungan kami sebatas guru dan siswa saja tidak lebih" Kata Diandra menjelaskan.


"Bohong, kamu pasti menggoda Alfa, aku tahu kamu miskin dan sekarang cari cara agar bisa mendapatkan cowok kaya, dasar murahan. Orang tuamu pasti mengajarimu cara cepat menggaet cowok kaya." Kata Aurel tajam menusuk hati Diandra.


"Aku memang miskin tapi tidak sehina yang kamu kira. Kalau aku butuh uang maka aku bekerja tidak seperti kamu yang bisanya hanya minta uang sama orang tua." Kata Diandra membalas ucapan Aurel.


Aurel marah sekali karena Diandra menghinanya, Aurel bermaksud untuk menampar Diandra tapi dengan sigap menahan tangan Aurel dan memutarnya. Aurel meringis kesakitan karena tangannya yang rasanya seperti terkilir karena diputar Diandra.


"Saat kamu menghinaku aku masih diam saja tapi saat kamu menghina orang tuaku aku tidak terima. Kami memang miskin tapi punya harga diri dan tidak meminta belas kasihan orang lain." Kata Diandra kemudian mendorong Aurel hingga merapat di dinding toilet.


Diandra bertemu Alfa dan sama sekali tidak menyapanya. Alfa menjadi heran dengan perubahan sikap Diandra. Alfa mengejar Diandra dan memegang pundaknya dan menahannya agar berhenti dan berbicara dengannya.


"Ada apa mak Lampir? Kenapa kamu menangis." Tanya Alfa heran.


Diandra menghapus air mata disudut matanya. Diandra menatap Alfa dengan kemarahan.


"Tidak perlu perduli sama aku. Aku memang miskin tapi tidak butuh belas kasihan dari cowok brengsek seperti kamu." Kata Diandra meluapkan kemarahan pada Alfa.


"Kamu kenapa sih marah marah tidak jelas. Apa kesalahanku?" Tanya Alfa makin heran dengan kemarahan Diandra.


"Tak perlu memperdulikanku, urus saja pacar kamu yang tidak tahu sopan santun itu." Kata Diandra masih marah.


Aurel datang dan langsung mengaduh pada Alfa dan menjelekkan Diandra.


"Sayang guru privat kamu mendorong aku sampai tanganku terkilir." Kata Aurel sambil menunjukkan tangannya yang memerah.

__ADS_1


"Bohong, dia yang memulai dan menghinaku." Kata Diandra membela diri.


"Diam kamu, banyak kok saksinya kamu yang menarik aku ke toilet kemudian menyiksaku disana." Kata Aurel dengan wajah sedih selayaknya korban bully.


"Terserah kamu mau percaya atau tidak, tapi aku tidak melakukan yang seperti pacar kamu katakan." Kata Diandra dengan sedih.


"Maling mana ada yang mau ngaku." Cecar Aurel pada Diandra yang membuatnya makin terpojok.


"Baiklah kalau kamu menganggap aku salah aku akan berhenti jadi guru privat kamu. Biar pacar kamu itu tidak selalu menyalahkan ku" Kata Diandra yang ditujukannya untuk Alfa.


Diandra segera pergi dengan berlinang air mata. Tuduhan yang dilontarkan Aurel padanya tidaklah sesakit Alfa yang tidak percaya padanya.


"Diandra." Panggil Alfa pada Diandra yang sudah berlalu.


Alfa bermaksud mengejar Diandra tapi dengan cepat Aurel memegang lengannya..


"Sayang, tak perlu dikejar cewek miskin itu, nanti dia besar kepala karena merasa kamu memperhatikannya." Kata Aurel dengan senyum kemenangan.


"Lepaskan." Kata Alfa sambil menepis tangan Aurel yang memegang lengannya.


Alfa segera menyusul Diandra sampai ke parkiran dan ternyata Diandra sudah tidak ada. Alfa bertanya pada satpam sekolah tentang Diandra.


"Pak, lihat cewek yang tadi pakai seragam penerbit buku." Tanya Alfa.


Sejenak satpam itu terdiam dan mengingat lalu menjawab.


"Oh.. cewek yang itu, baru saja pergi sambil menangis dan tadi ada cowok yang menjemputnya pakai mobil." Jawab satpam itu.


"Itu pasti Fathir." Gumam Alfa dalam hati.


Alfa meninggalkan satpam itu dengan perasaan dongkol dan cemburu. Alfa merasa tidak suka Fathir menjemput Diandra.


Alfa kembali ke kelasnya dan Aurel sudah menunggunya.


"Sayang temani aku ke dokter dong. Sepertinya tanganku sakit sekali karena perbuatan cewek miskin itu." Kata Aurel manja.


"Bodoh." Kata Alfa cuek dan tidak memperdulikan Aurel.

__ADS_1


Alfa mengambil tasnya dan memutuskan untuk pulang saja. Kedatangan Fathir menjemput Diandra telah membuat hatinya galau dan tidak mood lagi untuk mengikuti pelajaran selanjutnya.


Bersambung !!!!


__ADS_2