Citra

Citra
bagian 12


__ADS_3

" aghhhhhhhhh"


Aku berteriak dan menangis di bawah hujan tak akan ada orang yang bisa menyadari suaraku, karena teriakan dan tangisku ikut tersapu oleh derasnya hujan.


" aku tak membawa apapun dari rumah kecuali uang yang terkumpul dari hasil mengemis tadi"


Aku duduk sendirian di tengah taman kota tanpa berfikir untuk berada di tempat yang teduh. Tak ada seseorang yang berada ditempat yang sama denganku, dengan begitu aku berani semakin keras menyaringkan suara tangisku untuk semakin melegakan isi hati dan fikiranku.


" ntah bagaimana aku akan tidur malam ini, yang aku tau aku tidak punya rumah lagi"


Aku memeluk erat lagi kedua kaki ini untuk mengurangi rasa dingin ini, namun ditengah tengah wajahku menunduk terasa kursi yang kududuki sedikit bergerak seakan seseorang juga ikut duduk disampingku


" kamu suka hujan?"


Sontak wajahku langsung berpaling kearah asal suara tersebut terdengar


" kamu?"


Tanyanya seperti orang terkejut melihatku


Orang yang berada tepat disampingku adalah lelaki yang sudah mengganggu kenyamananku disekolah beberapa hari ini


Aku tak menjawab apapun darinya karena masih saja ada perasaan takut untuk kembali menjadi bahan bullynya


" hei jawab dong! Aku gaakan ngapa ngapain kamu"


Tetap saja aku tak mau menjawabnya, namun seketika ia mulai merogoh saku jaket yang ia kenakan


" nih"


" apa ini? Kamu nyogok aku?"


Tanyaku yang sudah terpancing untuk menjawab dirinya


" ga ini cuma kebetulan aja baru beli, ambil saja"


Tanpa rasa ragu aku mengambil sebatang coklat yang ia tawarkan dan menggenggamnya sembari menatapnya saja


" kenapa gadimakan? Itu luarnya aja kok yang basah, isinya gamungkin kebasahan"


" gapapa lagi ga laper"


Senyumnya menyeringai, seolah menertawakan apa yang baru saja kukatakan.


" makan coklat ini gabakal bikin kamu ngerasain kenyang kok! Udah makan aja"


Ia mengambil lagi coklat batang itu dan kulihat ia mulai membuka bungkusnya


" nih makan, kalo gamau aku aja yang makan"


Coklat yang sekarang berada dalam genggamannya berada didekat mulutnya yang sudah menganga


" aku mau kok"


Aku mengatakannya seolah tanpa rasa malu, bagaimana aku bisa merasakan malu sementara perutku sudah tak lagi mengizinkannya


" nih"


Ia kembali menyodorkan coklat tadi, coklat yang sudah berada didalam genggamanku akhirnya aku mulai menikmati rasanya.


" makasih"

__ADS_1


Dengan mengucapkan hal itu ia kembali menyiratkan sebuah senyuman yang belum pernah kulihat darinya


" kamu ngapain disini?"


Tanyanya padaku


" kenapa kamu nanyain itu? Memangnya kamu sendiri ngapain bisa ada di tempat ini, lagipun beberapa menit lalu hujan masih mengguyur taman ini"


" aku suka hujan, dan juga taman ini"


Mendengar jawaban darinya aku mulai berfikir bahwa pasti ada suatu alasan kenapa dia bisa menyukai hujan dan taman ini, karena ini tidaklah wajar bagiku ketika ia berada di bawah rintik hujan yang bisa menyakiti dirinya


" kenapa kamu bisa suka kedua hal itu?"


Karena jarang sekali aku bisa bicara dengan teman seumuranku, ketika dihadapkan dengan orang yang mau berbicara denganku aku merasa sangat senang saat mendapat kesempatan ini


" ada sebuah kenangan dari tempat ini, dan tentang hujan terdapat alasan tersendiri aku menyukainya"


" Apa itu?"


Tanyaku sekali lagi karena sudah penasaran


" eh tunggu tunggu kita aja belum saling kenal, kenapa tiba tiba udah mau nanyain hal pribadi kaya gini"


" iya juga sih, aku citra"


" namaku danil, danil sagara calon ketua osis taun depan"


" tapi aku gananya soal itu"


" gapapa supaya kamu tau ajah"


" sekarang aku yang akan bertanya padamu, dan kamu harus menjawabku dengan sejujur jujurnya "


" apa? Apa yang ingin kamu ketahui?"


" aku ingin tau seluruh cerita hidupmu"


" Apa yang kamu katakan?"


Cerita hidup macam apa yang ia ingin ketahui dariku, aneh saja seseorang yang jagoan ini dan keras hati apalagi pernah menjadi salah satu orang yang pernah menjahiliku tiba tiba menjadi dekat seperti ini


" iya aku ingin tau lebih jauh tentang hidupmu?"


" kenapa? Apa karena penampilanku yang buruk dan wajahku yang juga ga good... Apa itu namanya? Good? Intinya ga cantik gabisa punya wajah yang bersih atau glowing glowing itu?jadi kamu merasa kasian melihatku"


" tidak, aku tidak bisa menerima perkataanmu itu karena aku tak selalu begitu, mungkin saja mereka mengenalku seperti apa yang kamu fikirkan tapi sesekali semuanya itu tak bisa kita lihat dari mata"


" jadi apa yang sebenarnya kamu inginkan?"


Ya benar juga apa yang tadi danil katakan, semua yang tak nampak bukan berarti tak ada


" aku ingin kamu menjadi temanku"


" te- te- te teman?"


Bicaraku seperti orang gelagapan saja, ntah apa yang terjadi sekarang. Dia mau berteman dengan gadis sepertiku? Aku tak menyangka ini akan terjadi tapi kenapa bisa begini...


" iya teman, udah mulai sekarang kamu gaakan jadi bahan bulianku lagi"


" o oke kita sekarang berteman"

__ADS_1


Aku menyiratkan senyum yang sangat merekah kepadanya, sembari menjulurkan jari kelingking untuk memastikan bahwa semua ini tak hanya omong kosong


Ia kemudian juga menanggapi jari kelingking yang memang sudah menunggunya


" ayo kita pindah ke cafe itu, tadi kamu udah main hujan hujanan dan sekarang pasti tubuhmu merasa kedinginan"


Ia menarik pergelangan tanganku dan membuka jaket yang ia kenakan untuk dipindahkan ke tubuhku, sungguh ini hati ini merasa semakin berdebar saja melihat perlakuan manis dari seorang lelaki


" kamu pakai ini dulu ya, ini akan membuatmu merasa sedikit merasa hangat"


" tapi kamu?"


" gapapa aku gangerasa dingin kok"


Ya mungkin saja dia berbohong kepadaku tak mungkin ia tak merasa kedinginan sedangkan tingkah lakunya tak menyamakan dengan apa yang sudah ia ucapkan setelah menaruh jaket ini tepat di tubuhku.


Karena sepanjang perjalanan kami menuju cafe tangannya sering kali mencari kehangatan dengan menggosok gosokkan kedua telapak tangannya


" kamu mau mesen apa?"


Sembari menyodorkan list menu yang dijual ditempat ini


" duh kopi aja 10ribu dan nasi goreng disini 25ribu matilah aku. Mana uang yang kubawa tak mungkin bisa menutupi kebutuhanku beberapa hari kedepan"


" mau pesen apa?"


" mmm kopi aja deh"


" kopi? Kamu suka kopi?"


" i- iya suka suka"


Suka dan terpaksa udah kaya sama aja deh, aku harus berhemat sebelum ada pekerjaan ya meskipun jarang ada karena aku hanya tamatan SD dan umurku masih baru aja menginjak 13 tahun.


" makanan? Kamu mau pesen apa?


" aaaemmm... Aku kenyang deh tadi baru aja makan hehe"


" oh okelah aku akan pergi membayarnya dulu"


Lekas lekas aku merogoh sakuku mengeluarkan segumpalan uang receh untuk memberikan nominal uang yang harus kubayar


" ini milikku"


" udah diem aja disini"


Iya menolak sodoran uang yang kuberikan, untuk pertama kalinya aku dekat dengan seorang lelaki. Meskipun aku tau tak mungkin seseorang seperti dia bisa jatuh hati dengan si buruk rupa.


Setelah ia kembali ke meja kami, ia mengeluarkan sebuah ponsel kekinian yang dari sejak dulu aku inginkan. Aku selalu saja ingin melihat apa yang orang itu mainkan disitu, meskipun terkadang pemilik ponsel itu merasa terganggu karena wajahku terlalu dekat dengan ponselnya karena terlalu penasaran.


" a-apa yang sedang kamu mainkan?"


" ini?"


Ia mengacungkan ponselnya kearahku untuk memastikan apa yang sedang kubicarakan


" kamu gapunya ponsel seperti ini?"


" eng-enggak aku cuma punya yang seperti ini"


Sembari menyodorkan hp jadul yang kumiliki, kudapati danil mengernyitkan dahinya itu, yang membuatku merasa apa ada yang salah atau karena ia mulai sadar kalau aku orang miskin.

__ADS_1


__ADS_2